Saturday, February 27, 2010

Lempok Durian

Hahh..!? Perasaan kemaren lempok durian di kulkas masih lumayan banyak?? Kok sekarang tinggal seuprit ya... Hmm.., kayaknya pelakunya gak salah lagi... (sambil melirik suamiku yang sedang asyik main komputer) Hehe.., piss Bro..!!


Eh, ngomong-ngomong tau kan lempok durian? What? Gak tau?? Wah rugi... :P Lempok durian itu.., dodol yang dibuat dengan bahan dasar durian (ya iyalah namanya juga lempok durian..). Cara bikinnya, gampang banget!! (gimana gak, wong yang bikin orang lain..hikhik.. :D). Pertama-tama, durian dikupas, diambil dagingnya, dikasih gula, truzz.. dioseng-oseng di wajan sampe mengental. Udah itu, jadi dech lempok durian... Rasanya?? Ummmm..., nyummyyyy... Slruuuphh... *ngiler mode on* ^0^

Lempok durian ini oleh-oleh dari Mak woh (panggilanku untuk my mother tersayang) di kampung. Sudah sebulan lebih ia simpan, tepatnya sejak musim durian yang waktu itu aku dan suamiku tidak bisa pulang karena berbagai pertimbangan. Tidak tega anak tidak makan durian, maka diolahlah menjadi lempok durian. Lebih awet alias tahan lama disimpan, dengan harapan, meski tak makan durian, sang anak masih bisa makan lempok durian.

Tapi berhubung tidak ada perantara untuk mengirimkan lempok durian itu, maka lempok pun tetap tersimpan di bilik sederhana ibuku (cieehh.. bahasanya...). Barulah seminggu yang lalu adik sepupuku yang bekerja di pabrik pembuatan kapal daerah Panjang mengantarkannya ke rumah. Alhamdulillah..., belum kadaluarsa... Mom..., thanks a lot untuk semuanya... Ai Lop Yuh.. :x
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)