Monday, March 29, 2010

Belajar dari POHON PISANG

Dulu, sewaktu masih kecil, aku sering menebangi pohon pisang ibuku yang kususun jadi rakit untuk dipakai berenang di kolam samping rumahku (wah, kalo ketahuan si mami ngamuk bisa-bisa tuh.. :P). Maklum anak kampung, mainannya serba alami... Hehe... :D Rata-rata yang kutebang pohon pisang remaja, karena ukurannya masih kecil dan aku tidak terlalu kesulitan mengangkatnya.

Yang membuatku heran, pohon-pohon pisang yang aku tebang, selalu menumbuhkan tunas-tunas baru beberapa hari kemudian. Dan itu terjadi berulang. Kutebang, tumbuh lagi. Tebang, tumbuh lagi.. Begitu seterusnya. Aneh, seharusnya setelah ditebang pohon-pohon pisang itu mati, ya kan??

Waktu kutanya pada ibuku, beliau bilang,"Namanya juga pohon pisang, kalo belum berbuah ya gak akan berhenti tumbuh..". Hah? Apa iya?! Wah, hebat banget ya kalo memang bener begitu. Dan ternyata.., semua itu benar... Pohon pisang tidak akan berhenti tumbuh hingga ia bisa menghasilkan buah. Ia terus berjuang mempertahankan hidupnya. Terus.., dan terus... Tak peduli bagaimanapun buah yang akan dihasilkannya, yang penting perjuangannya sampai ke ujung. Subhanallah...

Nach.., begitulah seharusnya kita. Jangan pernah berhenti berjuang, karena hidup memang harus selalu berjuang dan penuh dengan perjuangan. Jangan pikirkan hasilnya, tapi pikirkanlah bagaimana agar kita bisa menghasilkan sesuatu dengan usaha yang sebaik-baiknya. Jangan patah semangat, teruslah berusaha hingga kita sampai pada tujuan yang kita cita-citakan. Karena dengan semangat dan usaha yang tak kenal lelah, kita pasti bisa...!!
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


1 comment:

  1. Postingan yang bagus. Aku suka sekli. Mengandung falsafah hidup. Informatif lah pokoke..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)