Thursday, April 29, 2010

Ternyata, Habbatussauda' Itu Jenis Tumbuhan...

Aiihh..., telmi amat ya judulnya :P Hehehe... Begini ceritanya, suatu hari aku membeli bandrek yang ada campuran Habbatus Sauda' di dalamnya. Pasti sudah pada tau kan, kalau Habbatussauda' dahsyat sekali untuk mengobati segala macam penyakit. Tapi.., sampai pada waktu itu baik aku maupun suamiku belum ngeh sama bentuknya Habbatussauda' itu aslinya seperti apa. "Batu kali Bund, terus digerus untuk campuran herba". begitu kata suamiku. "Ah, apa iya? Buah-buahan kali...". pikirku.

Lantas, seperti apa sich Habbatussauda' itu??

Habbatus Sauda' atau Nigella sativa memiliki berbagai nama. Di Barat disebut Black Cumin Seed, di India dengan nama Kalonji sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama jinten hitam. Habbatussauda' berasal dari kawasan Mediteranian, namun kini ia juga ditanam di Afrika Utara dan sebagiannya di Asia seperti India.

Habbatussauda' diperoleh dari bijinya. Pohonnya mengeluarkan bunga berwarna ungu muda atau putih. Buahnya berbentuk kapsul yang mengandung banyak biji kecil berwarna putih dan berbentuk trigonal. Setelah matang kapsulnya terbuka dan biji-biji ini akan berubah menjadi hitam. Minyak dari Habbatussauda' ini dijumpai dalam makam Fir’aun yang terkenal, Tutankhamen. Ia juga digunakan oleh Cleopatra untuk kesehatan dan kecantikannya.

Habbatussauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, bisa juga membantu kesembuhan berbagai penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatussauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY).

Habbatussauda' digunakan ahli pengobatan Yunani untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengatasi parasit usus seperti cacing. Ahli pengobatan Islam yang terkenal, Ibnu Sina di dalam bukunya menyatakan bahwa Habbatussauda' dapat digunakan untuk meningkatkan metabolisme dan meningkatkan semangat.

Habbatussauda' juga dikenal sebagai BRM (Biological response Modifier) karena di barat ada penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak dari bijinya bersifat toksik kepada sel kanker. Penelitian ini dilakukan terhadap tikus. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sel kanker yang diberi ekstrak Habbatussauda' dalam inkubator tidak dapat menghasilkan faktor untuk pertumbuhan (Fibroblast Growth Factor) dan protein berkolagen yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.

Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatussauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)