Thursday, May 20, 2010

Mohon maaf, posting kali ini judulnya: KENTUT

Kentut adalah gas buangan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.
Kentut dapat menimbulkan peristiwa mengharukan bagi seorang anak manusia (Gak percaya??). Buktinya, saat kita sedih orang bisa tidak peduli, saat kita bahagia orang bisa terlihat biasa saja, tapi kalau kita kentut?? Semua orang serentak menoleh kepada kita. Hiks.., mengharukan, bukan??

Kentut juga bisa menjadi awal mula terjadinya perselisihan. Sebab suaranya yang aduhai, atau baunya yang smriwing jika volumenya sayup-sayup tak sampai, kadang bisa membuat orang saling tuding dan memaki satu sama lain. "Elu kentut ya?!" Eh, enak aja lu nuduh gue, elu kali..!!"  Wiw.., sensi banget yach... :D

Padahal sahabat, entah apa jadinya seandainya tidak ada kentut dalam kehidupan kita. Haduh.., sulit membayangkannya... Masuk angin, perut kembung, mual.., tapi kentut tak kunjung keluar... Dan jika kondisi ini berlanjut, dijamin dech.., siapa saja pasti akan melakukan apapun dan mau mengeluarkan uang berapapun asalkan bisa kentut...

Sepele kan, sahabat?? Tapi kita tidak bisa memungkiri bahwa kentut merupakan salah satu nikmat dari Tuhan yang harus kita syukuri. Karenanya..., jangan sekali-kali meremehkan kentut. Karena hidup tanpa kentut, bahaya! Tidak sedikit orang yang semaput cuma gara-gara tidak bisa kentut. Finally, boleh kentut dimana saja, asalkan tetap beretika. Meminta izin, meminta maaf, atau bila sempat, menjauhlah... hehehe...
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


5 comments:

  1. Yang jelas kentut itu bau mbak, hehehe...

    ReplyDelete
  2. Gak kebayang kalau gak bisa kentut. Tubuh manusia pasti sudah keracunan :)

    ReplyDelete
  3. wew, jadi ingat Faris pernah nanya, Mi, kalo kita kentut ucapkan alhamdulillah, ya?" haduuuh ya nggak, takutnya Faris tiba2 kentut di depan orang malah teriak alhamdulillah, kan malu:D

    ReplyDelete
  4. Hehehehe... Tapi bener juga tuch, Mi, yang dibilang sama Faris. Ucapan alhamdulillah adalah ungkapan syukur, sementara nikmat kentut memang harus disyukuri. Mungkin dipahamkan aja ke Faris supaya alhamdulillahnya jangan kuat-kuat or dalam hati aja.. :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)