Saturday, May 14, 2011

Generasi Chaya-Chaya

Semenjak lelaki berseragam itu jadi artis dadakan berkat video Chaya-Chayanya di Youtube, tidak sedikit artis-artis dan presenter acara di tipi yang mulai berpenampilan macam Rahul dan Enjeli. Titik merah di jidat, plus kelap-kelip baju ala kain sari. Gak mau kalah, angkot-angkot di daerah ku juga ikutan latah setel lagu India. Chaya..chaya..chaya..o..chaya..chaya..chaya...syalalalallalala... Jiaaaahhh, udah kayak lagu kebangsaan aja :D

Kadang aku berpikir, kok sampai jadi segitunya. Padahal menurutku, lelaki berseragam itu justru malah menunjukkan perbuatan tidak disiplin seorang aparat negara yang harusnya konsen dengan tugasnya. Tapi aneh, yang begitu malah mendapat penghargaan sebesar-besarnya, disenangi, di eluk-elukan lebih dari sosok pahlawan yang pergi berperang menyabung nyawa lantas pulang dengan membawa kemenangan. Bingung euy.., mana lagi lipsing lagu India pulak tuh, nasionalismenya mana?! Haduh...parah...

Inilah, generasi Chaya-Chaya. Generasi dengan nasionalisme yang nyaris habis terkikis. Generasi instan, yang lebih menghargai karya instan ketimbang karya yang dihasilkan dari buah pemikiran yang mendalam. Lihatlah anak bangsa yang memenangkan olimpiade internasional di bidang Fisika, lihatlah pula anak bangsa yang menjadi pemenang fotografi di Belanda, lihatlah, lihatlah. Mereka jauh lebih membanggakan ketimbang seorang anak bangsa, aparat negara yang tidak disiplin dalam bidangnya. Video joget India itu buktinya.

Hh.., aku sungguh tidak per-Chaya... Tapi daripada pusing, mending nyanyi aja ah... Chaya... chaya.. chaya... o... chaya.. chaya.... syalallalalalala.... :D
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)