Thursday, August 22, 2013

Romantisme Syalala di Kuis Pertamaku

Iseng-iseng buka blog lama. Huaaaa, ternyata saya pernah posting tulisan saya yang menang kuis buku pertama kali. By the way ini bukan pengalaman pribadi saya lho, ya.... Beneran! Percayalah :p 

Intinya kisah ini ingin menujukkan bahwa yang namanya romantis nggak melulu yang meye-meye pake kembang dan rayuan. Tapi juga bisa datang dari hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang merupakan peristiwa yang tidak menyenangkan (baca: memalukan)

Kuis ini diadakan oleh Leyla Imtichanah untuk mempromosikan buku terbarunya, Rahasia Pengantin Baru. Kuisnya dimulai dari tanggal 15 Desember hingga 15 Januari 2012.

Tidak diduga, tulisan pendek saya berjudul Kentut yang Romantis keluar sebagai salah satu dari tiga pemenang. Tidak tahu mana yang juara satu, dua dan tiga. Karena memang tidak ada tingkatan penjuaraan. Seneeeeeng, banget. Tapi ya, gitu deh....  


Berikut tulisan yang saya ikut sertakan dalam kuis Rahasia Pengantin Baru yang diadakan oleh Leyla Imtichanah.



Kentut yang Romantis
Oleh : Izzah Annisa

Malu-malu meong. Itulah yang kurasakan setiap kali berhadapan dengan suamiku. Baru dua hari kami resmi menjadi suami istri. Aku masih buta. Belum banyak hal yang kuketahui tentangnya. Tentang apa yang benar-benar disukainya, apa yang tidak begitu disukainya, dan bahkan alasan yang pasti mengapa ia memilihku untuk dijadikan istrinya.

Sebagai dua sejoli yang baru saja menikah, jaim-jaiman masih kerap terjadi di antara kami. Ngobrol malu-malu, memandang malu-malu, makan bersama pun malu-malu. Takut betul kalau-kalau mulut celemongan oleh remah makanan. Hehehe…. Bahkan tak jarang tiap kali aku membuka jilbabku, suamiku harus mempraktikkan gerakan-gerakan seorang anggota paskibra. Balik kanan, grak! Istirahat di tempat, grak! :D

Tapi semua kejaiman itu akhirnya harus berakhir. Yah, kejadian hari itu telah membuat rasa jaim kami – atau lebih tepatnya rasa jaimku – pecah berantakan, “Pyaarr!!”. Ugh, sebodo amat dengan malu, bukankah dia sudah suamiku?

“Sayang, tangan adik dingin. Apa adik masuk angin?”, suamiku menggenggam tanganku dengan wajah cemas.
“Sepertinya begitu, Kak. Magh adik kumat…”, jawabku sambil menahan rasa yang sejak tadi kutahan.
“Kakak kerokin, ya…”
“Gak usah, Kak…”, jawabku seraya menjauh
“Gak papa, Sayang, kakak bisa kok ngerokin”, kejar suamiku mendekatiku.
“Aduh, Kak.., sebentar ya, Adik izin…."

TUUUUUTTT…!!

Oh, my God! Kentut itu keluar tanpa bisa kutahan. Suamiku diam terperangah. Aku kikuk menahan malu. 

“HAHAHAHA…”, suamiku tertawa-tawa sebelum akhirnya memelukku. 
“Gak usah malu, sayang… Kita kan suami istri…”, hiburnya. Dan kami pun tertawa bersama.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


4 comments:

  1. Hahaha..kocak, lucu dan ngegemesin..

    haduh, haduh,,untuk yg suka nulis follow or coment tulisan di blog ane ya mbak http://ziyadvoice.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. @suara sastraku: Hihi, iya, dan memalukan pastinya :D Makasih udah berkunjung :)

    ReplyDelete
  3. Heuheuheu, jangan dibayangin, Mbak Hanna. Isin :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)