Saturday, July 4, 2015

Nuzulul Quran

Lelaki itu sedang berada di Gua Hira, ketika Malaikat Jibril datang.

"Iqro'!" Kata Malaikat Jibril, padanya.

Tubuh lelaki itu gemetar. Ia tahu bahwa iqro' berarti bacalah.
"Aku tidak bisa membaca!" Ujar lelaki itu.

"Iqro'!" Malaikat Jibril mengulangi kata katanya.

Keringat dingin lelaki itu bercucuran. Ia kian ketakutan.
"Aku tidak bisa membaca!"

Malaikat Jibril kembali mendesaknya.
"Iqro'!"

Hingga akhirnya, tahulah lelaki itu, bahwa Malaikat Jibril bukan memintanya membaca, melainkan mengikuti ucapannya.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al Alaq: 1-5)

Lelaki itu pun pulang. Masih dengan tubuh gemetaran. Dimintanya istri tercinta, Khadijah, untuk menyelimuti tubuhnya. Hingga ia merasa tenang kembali karenanya.

Ya. Lelaki itu adalah Rasulullah SAW. Sosok mulia yang baru saja menerima wahyu berupa Al Quran dari Allah, melalui Malaikat Jibril.

Sobat Jejak, tanpa terasa kita telah memasuki malam Nuzulul Quran. Sebuah peristiwa ketika pertama kali Quran diturunkan. Semoga, kita semua termasuk hamba Allah yang senantiasa menghidupkan hari dengan membaca Al Quran.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)