Sunday, September 27, 2015

Idul Adha, Asyiknya Masak dan Makan Bersama Tetangga

Ada yang berbeda dengan perayaan Idul Adha tahun ini di daerah saya. Biasanya, Idul Adha hanya diisi dengan shalat Id, bersalam-salaman, pulang, bapak2 potong qurban, sementara ibu2 memasaknya sendiri2 di rumah. Nah, tahun ini, disepakati adanya acara masak dan makan dilakukan bersama2.

Meski awalnya sempat kurang setuju dengan ide ini, mengingat abis shalat Id paling enak makan trus tiduran menikmati liburan *Hiyaaah, paraaah.... * namun akhirnya, saya ikut2an antusias juga. Terlebih lagi, acara seperti ini dapat membuat nuansa kebersamaan dengan para tetangga jadi semakin terasa. Beberapa dari kami yang tadinya tidak saling mengenal menjadi tahu satu sama lain. Alhamdulillah....

Prosesi dimulai setelah shalat Id. Lepas bersalam-salaman, saya pulang dulu untuk mengambil peralatan masak. Ehm, maksud saya, pisau untuk mengupas bawang atau memotong buah dan sayuran. Hehe... Soalnya perlengkapan lain sudah dihandle oleh para ibu yang sudah lebih pengalaman (baca: tua) :D


Acara memasak bersama dilakukan di kantin yang berada di kompleks Dewan Dakwah (DDII). Sebelum ke sana, saya mampir dulu ke rumah Mbak Iin dan Mbak Liza. Tetangga akrab saya ;)

Bersama-sama, kami tiba di kantin. Rupanya, sudah ada beberapa ibu di sana. Ada yang mengiris2 bumbu, mengupas buah, dll. Saya, Mbak Liza, dan Mbak Iin pun langsung ambil bagian. Saya dan Mbak Iin memilih mengupas dan memotong2 buah. Tentu saja, buah2 ini tidak akan diolah menjadi sop buntut, melainkan sop buah. *garing* Sementara itu, Mbak Liza di bagian sayur untuk lalapan. Lumayanlah. Ini posisi paling pas untuk ibu2 pemula (baca: muda) seperti kami :D

Pada serius... Bukan karena lapar, kan? :D
Petisannya terlihat enak. Sayang saya harus menahan diri untuk tidak memakannya. Hiks, sakitnya tuh, di lambung... 

Sementara ibu2 memasak, para Bapak mengeksekusi hewan kurban. Tahun ini, alhamdulillah jumlah hewan kurban mengalami peningkatan. Sedikitnya ada sekitar 4 ekor sapi dan beberapa ekor kambing. Sekitar 17 kg daging sapi dimasak bersama, selebihnya dibagikan pada warga yang tinggal di sekitar kompleks Daarul Hikmah (DH)

Saat para ibu saling berlomba unjuk kebolehan memotong sayur dan buah-buahan, tiba-tiba, serombongan bapak2 datang tergopoh2.

Ada apa?
Ada apa?

Jantung saya berdetak lebih cepat.

"Ini, daging sapinya!"

Ooo... Nganter daging sapi untuk dimasak, tho... :D

"Tapi kok belum dipotong2?" Celetuk seorang ibu.

Benar juga. Daging sapinya masih berupa potongan besar. Kami, para ibu, memandang tak berdaya pada pisau di tangan masing2.

"Piso ibu2 mah mana bisa untuk motong daging. Apalagi tulangnya!"

Bapak2 mengangguk paham. Dengan cekatan, mereka memotong daging dan tulang menjadi potongan kecil.

"Kok nggak ada yang nyuapin semangka, ya?" Ujar seorang Bapak, yang sibuk memotong daging.

Eaaaa.... Langsung deh, nada ehem2 terdengar sana sini :p Untung si bapak minta disuapin sama istrinya sendiri, bukan sama saya *ditimpuk*. Rupanya, adegan ini ditiru juga sama Mbak Iin dan suami. Uhuuuyyy.... Saya juga sempat digodain dan disuruh nyuapin suami.  Tapi nggak ah... Kami kan, pasangan pemalu.... :D

Mbak Iin dan suami. Cuap2an :D

Akhirnya, masakan pun siap dihidangkan. Rombongan Bapak2 datang untuk memenuhi keinginan perut2 mereka yang meronta kelaparan. Dilanjutkan dengan rombongan ibu yang juga tak mau kalah dalam hal menyantap hidangan. Hmmm.... Sedap nian.... Saya sendiri sebetulnya sudah kenyang. Maklum, saat masak2 saya asyik icip2 makanan :p



Acara ditutup dengan membereskan dan merapikan kantin seperti sedia kala, serta mencuci piring. Berhubung air di keran kantin tidak mengalir lagi entah kenapa, cuci piringnya terpaksa mengungsi di halaman kantor Dewan Dakwah.

Mereka mencuci, saya jadi juru foto ;)

Alhamdulillah. Selesai sudah acara masak dan makan bersama warga kompleks DH. Semoga acara ini semakin mempererat tali silaturahmi di antara kami semua :)
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


8 comments:

  1. kangen ama tetangga di Lampung, asyiknya masak-masak :)

    ReplyDelete
  2. Waduh, yang suap-suapan bikin iri saja. Alhamdulillah bisa bersosialisasi dengan baik, ya, Mbak ...

    ReplyDelete
  3. Hihihi, iyaaaa.... :D
    Alhamdulillah, Mbak. Belajar menjadi bagian masyarakat :)

    ReplyDelete
  4. kalo aku sih cuman bisa makanya doang hehe

    ReplyDelete
  5. Hehehe.... Saya juga gitu sih, sebenernya.... :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)