Saturday, December 26, 2015

Bagus Kuning dan Kera Siluman

Cerita ini pernah saya posting di status Facebook. Untuk latihan menceritakan ulang cerita rakyat ala saya. Selamat membaca.

Bagus Kuning dan Kera Siluman

Islam masuk ke Batanghari Sembilan, Palembang, pada abad ke 16. Konon, salah satu pembawanya adalah Bagus Kuning. Seorang muslimah yang merantau dari tanah Jawa.

Suatu ketika, Bagus Kuning beserta rombongannya melewati hutan belantara. Tiba tiba, sekumpulan kera siluman menghadang mereka.

"Hei, Bagus Kuning! Hentikan niatmu untuk berdakwah di Palembang!" Ujar pimpinan kera, dengan suara lantang.

"Subhanallah.... Belagak nian caknyo, yeh. Memangnyo kau siapo?" Tanya Bagus Kuning.

"Apa?! Kau belum tau siapa aku?! Makanya, browsing, doong! Aku adalah kera siluman penguasa hutan ini. Pergi, atau aku dan anak buahku akan mengusirmu!"

Bagus Kuning tersenyum.

"Aku datang baik baik. Tujuanku berdakwah, bukan mengganggu."

"Aku tidak perduli! Pasukan! Seraaaang!" Teriak kera siluman.

Rombongan Bagus Kuning panik melihat puluhan kera hendak menyerang mereka.

"Tunggu!" Bagus Kuning mengangkat tangannya. Pasukan kera berhenti seketika.

"Kenapa?"

"Kita saksikan jeda iklan berikut ini," ujar Bagus Kuning dengan tenang.

Hiaaaaa......

Pasukan kera serentak kembali menyerang. Bagus Kuning menengadahkan kedua tangannya. Mulutnya komat kamit. Bukan membaca mantra lho, ya. Melainkan doa dan ayat kursi.

Namanya juga siluman alias setan, mendengar ayat kursi dilantunkan, pasukan kera langsung kepanasan. Kulit mereka bagai terbakar.

"Ooow, panaaas, hentikaaaan! Ampuuun!"

"Minta ampun sama Allah!"

"Iyaaaa, ampun ya, Allah....."

Akhirnya, kera siluman menyerah. Bagus Kuning pun melanjutkan dakwahnya di Palembang. Ia kemudian menetap di Plaju hingga akhir hayatnya. TAMAT.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


10 comments:

  1. saya ga salah mampir nih, jadi ada bahan untuk mengajar adik-adik. Makasih yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. @footrip, makasih udah mampir. Moga bermanfaat :)

      Delete
  2. Saya pernah main golf di Bagus Kuning.
    Takut bolanya di makan atau dibuat mainan oleh kera
    Terima kasih kisahnya yang menarik
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Pakde, kabarnya banyak kera di sana :)

      Delete
  3. ahahahakakakakak ada iklannya juga, dari jaman dulu iklan selalu mengganggu momen2 seru

    ReplyDelete
    Replies
    1. @puputs, iyaaa... Lagj seru2nya, eeeh, iklan :p

      Delete
  4. Belum pernah ke sana. Cerita yang menarik. :)

    ReplyDelete
  5. Bah! makin lancar bae ayuk ni jadi penulis yo buku cerito anak-anak. Malu aku ni belum terbitkin satu buku pun hik hiks hiks.

    ReplyDelete
  6. Bah! Kau pun pandai kali menulis. Tak ragu lagi aku dengan kemampuan kau. Macam mana kabar naskah kau waktu itu? Sudah dikirim belum?

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)