Friday, January 1, 2016

Halal atau Haram?

Maraknya pemberitaan dan rumor mengenai produk yang mengandung bahan tidak halal, mau tidak mau membuat saya merasa khawatir. Sebagai seorang muslim, tentu saya tidak ingin produk-produk tidak halal itu terkonsumsi oleh saya dan keluarga. Baik sengaja, atau pun tidak sengaja. Sebab hukumnya sama saja. Haram.

Sebagai upaya untuk menghindari hal tersebut, saya dan keluarga membiasakan diri untuk memilih produk yang terdapat logo halal  pada kemasannya.

"Jangan asal logo halal. Pilih yang logo bundar dengan bacaan halal Majelis Ulama Indonesia," pesan seorang teman, pada saya.

Hal ini dikarenakan banyaknya produk yang hanya mencantumkan logo dengan tulisan Arab-Indonesia "halal" saja pada kemasannya. Jadi konsumen tidak tahu, halalnya itu sudah ketok palunya MUI atau sekadar logo tempelan dari perusahaan.

Untuk mengatasi keraguan konsumen atas kehalalan sebuah produk, LPPOM MUI sendiri sebetulnya telah meluncurkan aplikasi yang diberi nama ProHalal MUI. Aplikasi ini berfungsi untuk mengecek Sertifikasi Halal suatu produk berdasarkan barcode produk tersebut.



Tampilan awal. Klik scan untuk memulai pen-scan-an barcode.

Scan atau masukkan kode barcode.

Hasil scan produk yang terdaftar.

Sayangnya, aplikasi yang bisa diunduh gratis di Play Store ini belum difungsikan dengan maksimal. Banyak barcode yang belum terupdate ke dalam aplikasi, sehingga informasi kehalalan produk tidak keluar saat penscanan.

Hasil scanan produk yang tidak terdaftar. Saya coba pada beberapa produk yang ada logo halal MUI.

Harapan saya sebagai konsumen muslim, semoga MUI dapat lebih memaksimalkan fungsi aplikasi ini, sehingga dapat mengurangi keresahan terhadap kemungkinan mengonsumsi produk yang tidak halal. Aplikasi sudah dibuat. Sayang jika tidak dimanfaatkan. [Izzah Annisa]
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


2 comments:

  1. Rakyat jd bingung
    Simpang siur berita menambah pusing
    Rakyat pedesaan yg belum melek aplikasi piye?
    Terima kasih infonya
    Salsm hangat dari Jombang

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)