Thursday, February 25, 2016

5 Alasan Sebaiknya Mengirim Naskah Lengkap Ke Penerbit

Mengetahui ada penerbit yang mau menerima outline naskah, memang menggembirakan. Punya ide banyak, terus dibikin outline plus contoh naskah, lanjut dikirim dan ternyata... diACC penerbit! Wow! Jingkrak-jingkrak dong, pastinya... Udah punya tabungan bakal buku yang bakal terbit. 

Tapi sebelum memutuskan mengirimkan outline, nggak ada salahnya dibaca dulu 5 Alasan sebaiknya mengirim naskah lengkap ke penerbit berikut ini, Sob :)

Pertama, naskah lengkap lebih disukai penerbit
Sobat, naskah yang sudah dikirim lengkap, tentu akan lebih disukai penerbit ketimbang yang baru berupa outline. Mengapa? Karena hal itu memudahkan penerbit untuk menilai naskah secara keseluruhan. Nanti diACCnya pun sudah berdasarkan hasil pembacaan secara menyeluruh, bukan kirologi: kayaknya bakal bagus nih, naskahnya. Jadi sudah dipastikan, ketika naskah kita diacc, berarti penerbit suka dan oke dengan naskah kita.

Kedua, naskah lengkap ACCnya nggak bikin waswas
Ketika naskah lengkap kita diacc penerbit, rasa senangnya akan jauh melampaui diACCnya outline. Senangnya lepas, nggak pake waswas. Hal ini dikarenakan kita tidak lagi dibebani pikiran soal proses penulisan naskah lengkap. Belum lagi kalau penerbit ngasih deadlinenya mepet, sementara kerjaan lagi banyak, badan nggak fit, suami butuh perhatian, anak minta disayang-sayang, wuuuuh... Maka, nikmatilah sensasi beribu kupu-kupu menari-nari di perutmu. Muleeesss, hehe....

Ke tiga, naskah lengkap disuruh revisi? Still Happy... ;)
Yup. Cuma disuruh revisi ini. Bandingkan dengan outline. Boro-boro revisi, dibikin aja belom. Haha, selamat menikmati :D

Tapi pernah juga, sih, ada temen cerita. Naskah lengkapnya disuruh ubah total sama penerbit. Yah, mudah-mudahan kita nggak mengalami hal seperti itu ya, Sobat. Kecuali kalo disuruh ubah format dari kumcernak jadi pictbook, itu sih, nggak papa. Tapi kalo disuruh ubah sama ceritanya juga sehingga seolah-olah bikin naskah baru, saya mah, ogah. Nggak tau kalau Mas Anang, huehue...

Ke empat, naskah lengkap bikin lebih nyantai kayak di pantai
Kenapa nyantai? Karena nggak pake dikejar-kejar deadline sampe ngos-ngosan saat proses penulisannya. Masih bisa maju mundur, maju mundur, nggelosor syantik, syantiik... :D
Tapiiii... Memang harus diakui juga bahwa menulis tanpa deadline dari pihak lain itu rawan bikin nyantai jadi kebablasan. Bukannya selesai naskah lengkapnya, yang ada malah molor lagi, molor lagi, ganteng... ganteng... Huhuhu, saya banget nih, saya banget... *nunjuk idung anak*

Makanya, walaupun nulis naskah lengkap cenderung santai, kita tetap harus punya targetan pribadi. Misal naskah A mau selesai dan dikirim ke penerbit kapan. Kudu tetap ada perencanaan. Kalau saya sih, saya bagi perhari. Misal naskah A mau diselesaiin tanggal sekian April. Dihitung hari mulai start sampai kurang lebih sepekan sebelum deadline pribadi itu.  Kenapa ancang-ancang selesainya sebelum deadline? Karena sisa waktunya bisa dipakai buat revisi, Kakak... ^_^

Ke Lima, naskah lengkap bikin waktu ACC hingga terbit insya Allah relatif lebih cepat
Iya. Karena sudah lengkap, naskahnya tinggal revisi, revisi, revisi (banyak bener revisinya :p) bagian yang belum pas – butuh dikurang, ditambahi, dipercantik, diperganteng, diperimut... (Sudah! Cukup!) kemudian masuk tahap ilustrasi. Beda dengan outline yang harus melalui tahap penulisan naskah lengkap dulu. Tapi tetap relatif, ya. Sebab banyak faktor yang memengaruhi cepat lamanya sebuah buku terbit. Tergantung nasib. *nah!* :D

Bagaimana, Sobat? Pilih kirim naskah lengkap, atau outline? Kalau saya sih, dua-duanya. Tergantung mood *timpuk* :p


Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


6 comments:

  1. Waaaaah, saya boro" ngirim naskah ngeblog aja masih sesuka hati hehehe

    ReplyDelete
  2. Udah lama nggak nulis buat buku, kangen, tapi lagi kram otak, nggak sanggup napas panjang buat bikin buku :D

    ReplyDelete
  3. Hehe, saya belum sanggup bikin dua duanyaaa, ihik :p

    ReplyDelete
  4. Masak sih, Mbak Titis... Ngeblognya udah cetar gitu ^_^

    ReplyDelete
  5. Ayo, bikin lagi, Kak Injul Indah Juli... ^_^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)