Thursday, February 4, 2016

6 Langkah Jitu Menerbitkan Buku

Hai, Sobat. Pasti seneng banget yah, kalau naskah kita diterbitkan dan nangkring manis di toko buku. Selain bikin norak-norak bergembira karena akhirnya bisa pengumuman ke dunia, "Gue penulis buku, booo! Ni buktinya, ini buku karya gueee..." :p , tentunya sangat membahagiakan karena buah pemikiran kita dibaca dan syukur-syukur bermanfaat bagi banyak orang. Sudah lah rekening sehat sejahtera, dapat pahala pula. Aduhai, sedapnya ;)

Buku-buku saya yang sudah terbit

Akan tetapi, sebagian dari kita mungkin masih bertanya-tanya:

Nerbitin buku? Emang gimana caranya, Cintaaa? (hmm, kasih tau nggak, yaa...  :D)

Atau...

Mulainya dari mana? (dari hati akuuh :p)

Terus...

Kirim naskahnya ke mana? (ya ke hatikuuuh... :v)

Kalo nggak...

Buku udah seabrek-abrek gini, terus, aku kudu nulis apa? (nulis i love you... *ngook...* :D)

Hehe... Tenang, Sobat. Dulu saya juga pernah nyimpan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Sayangnya, saya nggak punya cukup keberanian untuk bertanya sana sini. Andai nggak ada Mbah Google, mungkin saya akan lebih memilih bertanya pada rumput yang bergoyang. *eaaa... :p

Nah, biar Sobat Jejak tidak mengalami nasib yang sama dengan saya, sini deh, saya kasih 6 langkah jitu menerbitkan buku :


1. Tentukan naskah yang mau ditulis

Naskah buku apa yang mau kita tulis? Kumpulan dongeng? Kisah Sahabat Nabi? Panduan membaca Alquran? Apapun itu, pastikan ia adalah buku yang tak hanya ingin kita tulis tapi juga kita sukai. Mengapa? Karena akan sangat mudah menulis sesuatu yang kita sukai. Kita enjoy. Kita senang. Menulis lancar.

2. Survey buku di pasaran

Oke. Kita sudah mendapatkan jenis naskah buku yang mau kita tulis. Katakanlah Kisah Sahabat Nabi, misalnya. Nah, langkah selanjutnya adalah kita survey pasaran. Apakah ada buku serupa di pasaran? Seperti apa isinya? Cara berceritanya? Bahasanya? Formatnya? Kelebihannya? Kekurangannya? Amati. Cari sisi yang belum orang lain tulis. Buat sesuatu yang berbeda. Itu akan menjadi nilai lebih buat naskah kita.

3. Buat proposal

Proposal berisi surat pengantar, outline, konsep, serta kelebihan-kelebihan naskah. Perganteng (bosen nulis cantik) proposal naskah kita. Buat penerbit terkesan membacanya. Bila perlu, begitu membaca proposal naskah kita penerbit langsung mbatin, "Widiiih... Proposalnya aja cakep, apalagi naskahnya."

4. Kumpulkan referensi

Apa pentingnya? 

Yeee... Mau nulis Kisah Sahabat Nabi tapi kagak punya referensi? Ke laut aja, kaliii....

Referensi penting untuk acuan menulis. Mau nulis kisah Sahabat Nabi? Seperti apa kisahnya? Dalam hadits riwayat siapa? Shahih tidak? Untuk tahu itu semua, kita harus punya referensinya. Karena mustahil kita menulis kisah sahabat hanya dengan berdasarkan cerita Datuk yang diawali dengan kalimat, "Pada zaman dahulu kalaaaa...." sebagai sumbernya. Kalau untuk gaya bercerita, boleh, lah...

5. Tulis Naskahnya

Proposal sudah, outline lengkap, konsep oke, sekarang kita tulis naskahnya. Jangan lama-lama. Karena pengalaman, semua sudah oke banget, tapi karena kebanyakan lrha-leha, ditambah lagi kecepatan menulis mirip siput kena encok, eeeeh, taunya buku dengan konsep yang sama displaynya udah manis banget di toko buku. Penulisnya? Orang lain :p

6. Kirim ke Penerbit

Sudah selesai menulis naskahnya? Selamat. Sekarang waktunya untuk mengirimkan naskah itu ke penerbit. Tapi sebelumnya, pastikan naskah kita sudah bebas typo, ya. Bila perlu, endapkan sementara sebelum mengirimnya.

Oke, Sobat. Sudah siap mengirimkan naskah bukumu? Semoga berhasil diterbitkan, ya ;)

Baca juga:
Mengendapkan Naskah, Perlukah?
5 Hal yang Harus Dilakukan Bila Naskah Ditolak
10 Cara Mencari Ide Cerita
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


7 comments:

  1. wah, komplit infonya. selam aini pengennya bisa nerbitin buku sendiri. apa daya, sampai sekarang belum terealisasi. mudah-mudahan suatu saat bisa seperti ukhti :)

    ReplyDelete
  2. Hayok ngirim naskah, Mbak @Fifi Nusantara :)

    ReplyDelete
  3. Semoga bisa segera terealisasi ya, Mbak @Rebellina Santy :)

    ReplyDelete
  4. Waduh no 5 itu tertohok banget hahhaha sip deh tipsnya

    ReplyDelete
  5. Hihihi.... Ayo tulis, Mi, jangan lama-lama ^_^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)