Friday, March 25, 2016

Menjadi Penulis, Yuk!

Menjadi penulis itu nggak susah. Tapi juga nggak mudah. Tergantung pada seberapa besar kemauan, usaha, dan daya juang dalam mewujudkannya.

Bakat tidaknya bukanlah ukuran untuk jadi penulis. Semua pakai proses. Lha wong bayi baru lahir aja nggak ada yang mendadak bisa lari estafet. Kendati pun ternyata kelak ia menjadi pelari yang andal. Jadi jangan pernah membayangkan diri mengawali menulis, langsung bagus, diterbitkan, difilmkan, dapet nasional dan international award..... Pfffttt.....

Bangooon... Bangooon....

Semua ada prosesnya. Nggak ada yang kun fayakun karena itu hanya Allah yang bisa.
Dulu, awal-awal belajar nulis, saya nekat upload dongeng yang saya buat di sebuah komunitas menulis. Komentarnya? Wuuuh, cabe rawit aja minder sangking pedesnya. Malah ada komentar salah satu senior yang saya inget banget sampai sekarang.

"Menurut saya, dongeng ini nggak banget, dweeeeh...."

Apakah saya sakit hati kala itu? Nggak. Menyerah? No way, dong... Alih-alih bikin down, komen pedas itu malah membuat saya semakin tertantang. Makin semangat. Makin membara. Saya belajar menulis lagi, belajar, belajar, dan terus belajar. Sampai sekarang.

Nggak ada baper-baperan waktu itu. Yang ada adalah kesadaran bahwa kritik dan masukan dari teman-teman terhadap dongeng saya semata-mata untuk perbaikan. Bagian dari proses belajar.

Malamnya, saya ubek-ubek file di komunitas itu. Saya baca semua. Contoh-contoh cerita dan dongeng anak, teknik menulis, dan banyak lagi ilmu-ilmu lainnya. Dongeng yang nggak banget dweeeh itu kemudian saya revisi dan kirim ke media. Alhamdulillah, dimuat :)

Sejak kecil, saya memang suka berimajinasi. Suka menghayal. Pandangan bisa tiba-tiba menembus dinding alias kosong karena kepala sedang penuh dengan "sesuatu". Menulis membuat saya seolah menemukan wadah untuk menumpahkan isi pikiran. Menjadi semacam tempat kembali setelah jauh bertualang di negeri yang entah di mana.

Saya bahagia menjadi penulis.  Senang menjalani proses menulis. Suka menulis. Alhamdulillah, ternyata jika dijalani dengan hati senang, semua terasa manis-manis saja, rupanya. Apalagi kalau ditemani kopi dan bolu keju, entah kenapa rasanya jadi manis-manis gurih, gitu :)

Intinya, ketika kita memutuskan belajar atau menjalani sesuatu atas dasar suka, semua akan terasa menyenangkan. Begitu pun saat memutuskan untuk jadi penulis. Banyak saingan? Nggak masalah. Yang masalah itu ketika kita kehilangan daya juang.

Maju terus pantang mundur. Nggak usah mikirin betapa banyaknya saingan yang nantinya malah bikin galau nggak bisa tidur semalaman. Fokus saja pada bagaimana agar kita terus menulis dan memperbaiki tulisan sehingga penerbit atau pun redaktur media akhirnya kesemsem dibuatnya. So, menjadi penulis, yuk! ^___^
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


9 comments:

  1. Asyiik ayuk menulis, ikut nembus dinding xixizi

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Siiip, Mbak Ima. Makasih udah mampir, ya ^_^

      Delete
  3. wow maunya bisa tembus pandang aja ah mba

    ReplyDelete
  4. dulu sempet pengen jadi penulis, sekarang ngeblog..
    yah melenceng dikit gpp lah.. hahaha.. :D

    ReplyDelete
  5. Cita-cita masa kecil...lewat tulisan-tulisan mba saya belajar untuk menjadi penulis. Tak ada kata terlambat untuk memulai :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)