Tuesday, March 8, 2016

Pelukan Manual

Bermain bersama anak (kolpri)
Anak adalah makhluk Allah yang istimewa. Ada saja polahnya yang terasa bagai oase di padang pasir yang tandus. Menyegarkan jiwa. Menghilangkan rasa penat akibat banyaknya aktivitas harian. Demikian yang kerap saya alami tiap kali bercengkrama dengan anak saya, Azzam Syahid Aljava.

Suatu hari, saya pulang sekolah dengan tubuh yang terasa sangat lelah. Setelah mandi, saya pun berbaring di tempat tidur untuk beristirahat.  Saat itulah, Syahid, mendekat dan menatap wajah saya dengan lekat. Ada binar keheranan terpancar di mata bulatnya.  

"Nda..." ujarnya menyapa. Lembut, seperti biasa. Suara yang selalu saya rindukan tiap kali saya tenggelam dalam  kesibukan mendidik murid-murid saya di sekolah.

"Apa, Sayang?"
"Kenapa Bunda nggak senyum? Apa Bunda marah sama Syahid?"

Masya Allah. Hati saya bagai ditiup angin semilir mendengar pertanyaannya. Terharu, menyadari betapa pedulinya ia pada ekspresi wajah saya. Senyum yang hilang di wajah saya, seolah menjadi masalah penting baginya, dan mengira bahwa semua itu disebabkan olehnya.

Saya  mengusap kepala Syahid, seraya menjawil pipi gembilnya.

"Nggak kok, Sayang. Bunda cuma kecapean."

"Kalau begitu senyum lah, Nda. Peluk Syahid secara manual..."

Hah?!  Peluk secara manual? Haha, spontan saya tertawa. Pelukan macam apa itu?

"Apaan tuh, peluk manual?" Tanya saya penasaran.

"Yang begini lho, Nda..." jawab Syahid, sambil memeragakan peluk manual yang dimaksud.  

Olala... Ternyata peluk manual itu artinya memeluk dengan kaku seperti robot yang digerakkan dengan remot. Haha, ada-ada aja! Saya pun memeluk Syahid dan menciumi wajahnya dengan gemas.

"Terus, kalau peluk otomatis, gimana?"

"Peluk otomatis itu seperti yang biasanya, Nda… Yang kalau bunda meluk  Syahid...."

"Oooo...."

Kembali Syahid saya peluk. Ah, kata-katanya yang polos khas anak-anak terasa begitu ajaib. Hilang sudah rasa lelah. Berganti dengan kebahagiaan dan keceriaan. Syukur pada Allah SWT,  yang telah mengaruniai anak berhati lembut dan perhatian.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


4 comments:

  1. Subhanallah, anak benar2 penyejuk hati ya mba :) Barakallah yaa buat Mba dan sekeluarga

    ReplyDelete
  2. Aamiin... Jazakillah, Mbak Ipeh Alena. Doa yang sama buat Mbak Ipeh dan keluarga, yaaa... ^_^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)