Monday, June 27, 2016

Sirih Merah di Halaman Rumah

Suatu ketika, saya diberi pot berisi bibit sirih merah oleh seorang rekan guru. Tak berapa lama kemudian, sirih merah itu pun tumbuh dengan pesat, hingga harus dipindahkan ke tanah di halaman rumah.

Cukup sulit menumbuhkan tanaman di halaman rumah kami. Dikarenakan tanahnya yang keras karena bercampur dengan sisa adukan semen bangunan. Alhandulillah, si sirih merah berhasil survive dan akhirnya tumbuh besar. Merambat di sepanjang pagar besi rumah kami.

Sirih merah menjalar di pagar besi depan rumah

Menurut informasi yang saya baca, sirih merah memiliki kandungan di antaranya berupa senyawa palvonoid dan polevanolad, yang  sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Senyawa palvonoid dan polevanolad bersifat antioksidan sehingga ampuh untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Saya sendiri sering menggunakan rebusan daun sirih merah baik untuk kumur, diminum, maupun untuk  "bersih-bersih" bagian kewanitaan. Waktu anak saya, Syahid, kena cacar, saya juga menggunakan air rebusan daun sirih merah sebagai antiseptik, dengan cara dikompreskan ke badan. Alhamdulillah, cacarnya cepat kering, dan efektif untuk mengurangi penyebarannya ke bagian tubuh yang lain.

Tak jarang orang-orang datang atau sekadar mampir untuk meminta daun sirih merah  kami. Termasuk tetangga sebelah rumah, yang ibunya menderita kanker payudara. Saat itu, si ibu tengah menjalani kemoterapi di rumah sakit. Sayangnya, sel-sel kanker sudah terlanjur menyebar, sehingga kemo dan rebusan daun sirih merah tidak banyak membantu. Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun....

Sirih merah yang merah yang menjalar di pagar besi rumah kami semakin menua. Saat musim kemarau beberapa bulan lalu, sebagian batangnya bahkan mengering dan hancur saat diremas.

Khawatir sirih merah di halaman punah, saya dan suami pun berinisiatif untuk membuat bibit baru dari pohon induknya.

"Kalau bibitnya sudah jadi, kita bagi-bagi ke tetangga atau siapa pun yang membutuhkan," kata suami.

Oleh suami, pohon induk sirih merah yang menjalar di pagar besi, dipindahkan ke pagar samping. Suami membuat  jalaran dari kawat, yang dipaku dan dijalin di pagar.

Sirih merah yang sudah dijalarkan ke pagar samping

Saya  lalu menyemai potongan-potongan batang sirih merah di polibag-polibag kecil yang terbuat dari plastik gula setengah kiloan. Oleh suami, polibag-polibag itu diberi beberapa lubang kecil terlebih dahulu, agar air tidak menggenang saat disiram.

Semaian sirih merah

Bismillah... Semoga kalian tumbuh dengan subur ya, sirih merah. Agar semakin banyak orang yang menanam dan mersakan manfaatnya. :)
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)