Wednesday, September 14, 2016

11 Hal yang Harus Disiapkan Jika Mengajak Anak Liburan di Pantai

Libur semester yang lalu, Syahid bolak-balik menanyakan kapan liburan ke pantai. Ketika itu, saya dan suami tidak serta merta mengabulkan. Mengingat kondisi kesehatan Syahid sedang tidak memungkinkan. Dia baru saja sembuh dari demam dan belum pulih benar.

Pada tanggal 15 Juli 2016, barulah rencana liburan ke pantai terlaksana. Kebetulan kakak saya yang tinggal di Lubuk Rukam, Baturaja, datang ke rumah beserta suami dan anak-anaknya.

"Yuk, kita ke Pantai Mutun!" Ajaknya.

Wah, Syahid senang sekali. Ditambah lagi ini pengalaman pertamanya liburan ke pantai bersama para sepupunya.

Pantai Mutun (kolpri)

Karena kakak membawa mobil sendiri, kami pun menyetujui. Lagi pula, Syahid juga sudah sehat seperti sedia kala. Walaupun begitu, saya tetap mengantisipasi kalau-kalau Syahid demam lagi.  Maklum, di pantai kan, biasanya sangat panas. Anginnnya kencang dan rentan membuat anak-anak masuk angin dan demam. Ditambah lagi, Syahid mudah sekali mabuk kendaraan. Oleh karena itu, sehari sebelum berangkat,  saya pun mendata apa saja yang akan dibawa.

Berikut 10 hal yang yang harus disiapkan jika mengajak anak liburan di pantai:
1. Minyak kayu putih
2. Topi
3. Kacamata hitam
4. Beberapa plastik ukuran sedang (kalau-kalau Syahid vomit di mobil)
5. Air mineral
6. Camilan
7. Baju ganti
8. Handuk
9. Life jacket atau pelampung (kami bawa ban daleman mobil ^_^)
10. Obat turun panas
11. Sandal

Besoknya, usai sarapan bersama, kami pun berangkat. Di jalan, plastik-plastik sedang yang saya bawa benar-benar terpakai. Sepupu-sepupu Syahid mengeluarkan isi perutnya bergantian. Saya memandang Syahid dengan cemas. Wajahnya terlihat pucat. Saya hawatir dia ikut vomit juga. Alhamdulillah, hingga tiba di mutun, semua aman terkendali.

Berenang pakai ban :D (kolpri)

Matahari sangat terik ketika mobil yang kami tumpangi memasuki area Pantai Mutun. Pantai Mutun adalah salah satu dari sekian banyak pantai yang terdapat di Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. Dengan kendaraan pribadi, Pantai Mutun dapat dicapai dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit dari kota Bandarlampung.

Rupanya, kami tidak langsung turun di pantai, melainkan mampir dulu di rumah saudara yang letaknya tidak jauh dari situ. Setelah shalat dzuhur dan makan siang, barulah kami beramai-ramai berjalan kaki menuju pantai.

Begitu melihat pantai, Syahid dan sepupu-sepupunya sudah tidak sabar ingin berenang. Awalnya saya sempat ingin melarang Syahid berenang. Nanti saja, kalau mataharinya agak redup. Tapi melihat sepupu-sepupunya sudah jebur-jebur di laut dengan riangnya, tak tega saya melarang Syahid untuk bergabung bersama mereka.

Bermain pasir (kolpri)

Pekikan gembira, canda dan tawa, meningkahi keseruan Syahid bermain di pantai bersama para sepupunya. Sesekali mereka berlarian di pantai, merayap seperti berang-berang, membuat istana pasir, dan juga berenang-renang di atas ban. Seru sekali, melihatnya. Mereka seolah tampak tidak peduli walau sinar matahari begitu garang memancarkan sinarnya.

Sementara itu, saya memilih duduk menyaksikan polah mereka di salah satu saung kecil yang banyak berjajar di sepanjang bibir pantai. Saung-saung kecil ini disewakan bagi pengunjung pantai dengan harga mulai dari Rp.30.000,- - Rp. 50.000,- (tergantung hari). Sesekali saya mengabadikan kegiatan mereka dengan kamera ponsel. Sekadar untuk kenang-kenangan. Lama kelamaan, saya tak tahan untuk tidak ikut berenang. Jauh-jauh ke pantai kok tidak berenang, rugi dong, batin saya.

Tak terasa, hari semakin sore. Setelah membilas badan dan berganti pakaian di kamar mandi umum, kami pun menyewa sebuah perahu ketinting yang kemudian membawa kami berkeliling Pulau Tangkil. Perahu yang digerakkan dengan tenaga diesel ini kami sewa dengan harga Rp. 10.000,-/ orang.

Pulau Tangkil terletak tak jauh dari Pantai Mutun. Hanya butuh waktu sebentar saja bagi perahu untuk mengelilingi Pulau Tangkil hingga akhirnya merapat kembali  di Pantai Mutun. Gerimis menyapa bumi tepat ketika kami menjejakkan kaki di pantai.

Gerimis di Mutun (kolpri)

Hari sudah menjelang maghrib ketika kami sampai di rumah. Rasa lelah membayang di masing-masing wajah. Namun, rona keceriaan setelah seharian berlibur di pantai masih terlihat jelas. Selepas isya', semua memutuskan untuk bersiap beristirahat.

"Asyik ya, Nda, liburan ke pantai. Kapan-kapan kita ke pantai lagi, ya... " Bisik Syahid pada saya, menjelang tidur. Tak lama kemudian, ia pun terlelap. Sambil menyematkan bantal guling di pelukan Syahid, saya sempatkan meraba keningnya. Panas.

Paling sedih kalo liat anak demam T_T

Sedia TEMPRA untuk menurunkan panas tubuh anak ketika demam

Jika Syahid demam, biasanya saya dan suami memberinya paracetamol. Nah, Tempra sendiri merupakan obat penurun panas bagi anak berbentuk sirup, dengan kandungan paracetamol yang bekerja langsung di pusat panas. Kelebihan Tempra adalah tidak menyebabkan iritasi pada lambung serta tidak memengaruhi fungsi ginjal.

Tempra memiliki varian rasa buah yang pastinya disukai anak-anak, yaitu anggur untuk Tempra Drops dan Tempra Syrup, serta jeruk untuk Tempra Forte. Tempra Drops dan Tempra Syrup diperuntukkan bagi anak usia 2 tahun dan 2-5 tahun, sementara Tempra Forte diperuntukkan bagi anak usia 6 tahun ke atas. Karena usia Syahid sudah 7 tahunan, maka saya sedia Tempra Forte di rumah.

Sehat selalu ya, Nak :) (kolpri)

Perbedaan Tempra Drops, Syrup, dan Forte terletak pada kandungan paracetamolnya. Tempra Drops mengandung parasetamol 80 mg/0,8 ml, Tempra Syrup 160 mg/5 ml, sementara Tempra Forte mengandung parasetamol 250 mg/5 ml.

Tempra Syrup. Sumber: www.obatapasaja.com
Tempra Forte. Sumber: www.obatapasaja.com

Kotak kemasan Tempra sangat menarik. Gambarnya lucu, khas anak-anak. Sebagai penulis buku anak, saya bahkan keidean cerita melihat ilustrasi di kemasan Tempra. Habis, lucu, sih.

Oh, iya. Di dalamnya terdapat sendok takar, yang memudahkan kita mengukur dosis sirup yang akan diberikan kepada anak. Selain untuk demam, Tempra juga bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala dan sakit gigi. Jika dalam 2 hari suhu tubuh anak belum juga turun atau nyeri tidak reda dalam 5 hari, sebaiknya anak segera dibawa berobat ke dokter.

Nah, Sobat Jejak. Agar liburan bersama anak tetap ceria, jangan lupa sediakan selalu Tempra, ya :)

"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."

Baca juga : 
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


53 comments:

  1. Saya juga mau ikutan lomba ini mba xixixi...semoga tembus y mba pun saya hohoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mbak Herva. Makasih dah mampir, ya ^_^

      Delete
  2. Tempra juga andalan saya buat anak2 saya😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... Cocok berarti ya, Mbak Rita :)

      Delete
  3. Anakku jg paling cocok pake tempra mak. Sukses ya ngelombanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah... Rata2 cocok pakai Tempra kayaknya, ya... Aamiin, makasih doanya ya, Mbak :)

      Delete
  4. Jadi pengen ke Mutun. Kapan ya tapisblogger meluncur.. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuuuk, kapan, yuuuk... Asyik, ya, kalo sekali-sekali kopdarnya di alam terbuka.

      Delete
  5. Ada gak ya Tempera sirup untuk bapak-bapak. Masak anak-anak saja yang harus minum obat tapi gak pakai pahit. Orang dewasa juga pengen lho :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh juga kalau mau nyobain Tempra Fortenya. Kandungan paracetamolnya lumayan cukup buat nurunin demam orang dewasa ^_^

      Delete
  6. Replies
    1. Aamiin... Makasih, Manda. Salam kenal juga ^_^

      Delete
  7. Wah good luck ya mba, tips nya keren :)

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Iya, Yan. Nggak kerasa kayak postingan lomba, ya? Hehehe... Soalnya kan temanya kisah nyata liburan ceria bareng anak, jadi kayak cerita biasa aja gitu... ^_^

      Delete
  9. Lengkap baget ya. ahli banget mba keliatanya masalah anak. yang ngak kalah penting juga snack kesukaan anak. ntar nangis-nangis dipantai malah berape urusannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahli sih nggak, Mas Imron, cuma untuk kebutuhan anaj sendiri, lumayan tau, lah... Hehehe... Iyaaa, bener. Kemaren bawa camilan segambreng. Semua kesukaan Syahid, include sepupu-sepupunya biar nggak rebutan ^_^

      Delete
  10. jadi ingat beberapa waktu lalu sempat ngajakin bayi saya (18mo) buat camping di pantai. Dari subuh dia udah colek-colek emak bapaknya minta keluar tenda. Begitu udah keluar langsung lari ke pantai main air, seru. Dan seperti biasa, tiap abis piknik atau ngebolang yang agak jauh mesti jadinya demam. Tapi nggak apa-apa sih, resiko :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, asyik banget camping di pantai. Mudah2an akhir tahun bisa nyobain, aamiin... Main di pantai memang seru ya, Mbak. Jangankan anak2, orangtua aja seneng, hehe... Iya, Mbak. Anak saya juga gitu. Makanya yang namanya obat demam semisal Tempra harus selalu ready di rumah.

      Delete
  11. Ada satu lagi yg biasanya disiapkan istri saya, yaitu minyak cap tawon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, dicatet, Pakde. Mbak saya juga suka bawa2 minyak ini ke mana2 ^_^

      Delete
  12. Jangan lupa bawa kamera ya mbak. buat foto anak-anak dan foto orangtuanya pastinya :D

    ReplyDelete
  13. Sama Mba, saya dari anak pertama sampai ketiga sedia Tempra Paracetamol. Btw, liburannya asyik euy. Udah lama saya ga ke pantai, jadi pengin lagi

    ReplyDelete
  14. Iya mbak..klo kondisi badan nggak prima, ngajak liburan anak-anak juga jadi dag-dig-dug. Tempo hari saya juga mesti bawa obat turun panas...pas mesti ke luar kota, anak flu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Dan kondisi anak itu vital banget dalam moment liburan. Kalau anak dah sakit, udah deh, liburan jadi nggak asyik lagi. Yang ada malah was2 dan pingin cepet pulang.

      Delete
  15. Lama tak menjumpai pantai. Asyik kalau bawa anak-anak

    ReplyDelete
  16. lama ga ke mutun..
    nomor 7 penting dan sebelum main air dipantai jngn lupa makan dulu biar ga masuk angin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah banyak berubah Pantai Mutunnya. Hihihi, iyaaaa, kudu itu. Nggak nahan kalo harus basah-basahan sampe rumah. Asli. Abis berenang biasanya laper lagi :D

      Delete
  17. Hihi bisa sampe jadi ide menulis cerita anak ya gambar depan obatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, iya, Mbak. Soalnya imajinatif gitu, gambarnya :)

      Delete
  18. Wah seru banget Syahid jalan-jalan, itu keidean aja sih melihat covernya hihi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seru banget. Sampe berat mau pulang. Pingin nyemplung ke laut lagi, hehe... Iya, nih. Gambarnya lucu :)

      Delete
  19. Anak kalau udah seneng banget, sering lupa sama kondisi badan ya.. Harus banget sedia obat-obatan, terutama paracetamol, di rumah juga pas pergi-pergi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Jangankan anak2, orang tua aja kalo liat tempat seru kayak pantai gitu, bawaannya pingin nyebur aja walau panas, hehe... Yup. Kudu banget, Mbak, buat jaga-jaga.

      Delete
  20. wuihh pantainya cantik banget mba,,, pengen lihat laut en pantainya ^^ semoga Syahid tetap sehat ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, di Lampung banyak bangeeet pantai dan cantik2 ;) Aaamiin... Makasih doanya ya, Mbak Indri :)

      Delete
  21. Anakkunjuga suka bangetbmain dipantai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang asyik main di pantai ya, Mbak :)

      Delete
  22. pantai mmg salah satu tempat paling asyik ya tuk liburan anak..tak membosankan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Ina. Tempat yang paling asyik untuk anak2 berekspresi :)

      Delete
  23. Anak saya juga cocok dengan tempra mba, setiap demam obatnya tempra, alhamdulillah langsung reda, jadi saya selalu sedia tempra dimanapun berada. Semoga menang ya Mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Yuni. Selain cepat meredakan demam, anak juga suka sama rasanya. Nggak berasa minum obat :)

      Delete
  24. ban mobilnya inspiratif banget ya mba, sama aja, kalo di sini, dikaish cat warna-warni

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)