Tuesday, September 6, 2016

6 Alasan Mengapa Penulis dan Blogger Sebaiknya Mempunyai Kartu Nama

Assalamualaikum, Sobat Jejak. Siapa di antara Sobat yang sudah mempunyai kartu nama? Saya belum, hehehe...

Kartu nama minimalis. Gambar diambil dari www.caradesain.com

Sempat terpikir oleh saya ingin membuat kartu nama. Maklum, saya ini agak "pemalu" memperkenalkan diri pada orang. Paling banter sekedar menyebut nama. Izzah. Udah, itu doang. Padahal kan, biar begini-begini, masih ada lah, hal lain dari seorang Izzah yang lumayan buat personal branding. Tapi kan, nggak mungkin juga ngomong berentet mengenalkan diri ala sales marketing. Apalagi ya itu tadi, saya orangnya agak pemalu... :D

"Hai, Mbak. Perkenalkan, nama saya Izzah Annisa. Saya adalah emak irit bahagia yang berprofesi sebagai penulis dan kadang-kadang ngeblog nyambi  nanam pare juga. Nomor telepon saya bla bla bla, Facebook saya bla bla bla, friendlistnya lumayan, Instagram saya bla bla bla, cuma ya gitu deh, jumlah followersnya menyedihkan, follow aku ya, Mbak...."

"Maaf, Mbak, saya kebelet pipis, presentasinya ntar aja, ya... Bye!"

Krik, krik, krik....

Pernah kejadian ketika saya diminta menjadi story teller di acara pembukaan sebuah rumah baca di Bandarlampung, seorang ibu yang berminat konsultasi tentang penulisan menghampiri saya.

"Maaf, Mbak Izzah. Bisa minta kartu namanya? Anak saya suka banget menulis tapi belum tahu harus bagaimana.  Barangkali nanti bisa konsultasi sama Mbak Izzah."

"Ngg... Nganu, Bu... Maaf... Kartu namanya belum dibuat, hehehe...."

Alhasil, si ibu pun sibuk mencari pinjeman pena dan menyobek kotak snack untuk  menulis nomor telepon saya. Sementara saya, hanya senyam senyum (berusaha tetap) syantik dengan perasaan nano-nano. Hikshiks...

Makanya, saya semakin merasakan betapa pentingnya sebuah kartu nama, sekalipun bagi seorang ibu rumah tangga seperti saya. Apalagi jika kemudian saya mulai menekuni profesi sebagai penulis dan blogger seperti sekarang ini.

Tapiiii... Keinginan tinggal hanya keinginan, anakmu sekarang banyak menanggung beban, dududu... *nyanyi*

Yup. Saya tak kunjung membuat kartu nama, Sobat. Hiks....

Hingga suatu ketika, saya bertemu dengan beberapa orang di event-event yang saya ikuti, mulai dari Jelajah Pasar Seni Lampung Krakatau Festival, Kopdar My JNE, dan Talkshow Menulis FLP, di mana semua orang yang saya maksud tersebut menyodorkan kartu nama.

Tentang keseruan di Jelajah Pasar Seni bisa dibaca di sini

Akhirnya, saya pun membulatkan tekad akan membuat kartu nama. Bismillah...

Iseng2 aja bikin kartu nama syantik bunga-bunga ini... Bukan untuk dicetak. Tapi data yang tercantum beneran, kok. Jadi nggak papa juga kalau Sobat Jejak mau add dan follow  :D
Lalu, kenapa sih, penulis dan blogger sebaiknya mempunya kartu nama? Nih, Sobat, 5 alasan mengapa penulis dan blogger sebaiknya mempunyai kartu nama:

1. Memudahkan kita untuk memperkenalkan diri
Iya, kartu nama memudahkan kita untuk memperkenalkan diri tanpa harus pakai acara presentasi seperti yang saya tuliskan di awal tadi. Datang ke sebuah event, misalnya, bertemu orang, bilang assalamualaikum hai halo, kenalan, ngobrol akrab, setelah itu cukup sodorkan kartu nama sambil senyum manis dan bilang, "Senang bisa ngobrol dengan Mbak. Oh, iya, ini kartu nama saya. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi."  

Barangkali, saat itu kartu nama kita hanya akan dilihat sekilas. Tapi siapa yang tahu, beberapa waktu kemudian, ketika orang tersebut membutuhkan sesuatu yang kebetulan sesuai dengan kapasitas kita, kitalah yang akan dihubungi.

"Bisa carikan orang untuk menjalankan project penulisan buku anak mengenai budaya Lampung?"

"Oh, iya, ada nih. Namanya Izzah Annisa. Sebentar, saya hubungi orangnya dulu."

Yak, sip! Catet... ;)

2. Memperluas jaringan sosial
Kartu nama juga membantu penulis dan blogger untuk memperluas jaringan. 

“Semakin banyak Anda bertukar kartu nama dengan orang lain, semakin besar pula jaringan sosial yang Anda buat.” (blog.sribu.com) 

3. Mengefektifkan waktu
Yup, dengan kartu nama kita bisa lebih bisa mengefektifkan waktu perkenalan. Misal nih, kita menghadiri kopdar dengan penerbit atau sebuah brand perusahaan. Tidak semua orang di sana bisa mengobrol lama-lama dengan kita. Nah, jika kita mempunyai kartu nama, kita tinggal sodorkan saja sambil berkata, "Ini kartu nama saya." Cepat, tidak sampai setengah menit.

Berbeda dengan ketika kita tidak mempunya kartu nama. Butuh waktu sekian detik dulu untuk menyiapkan kertas dan pena. Belum lagi kalau risleting tasnya seret, penanya macet. Belum sempat ditulis, yang minta nomor keburu kebelet. Bye bye lagi, deh... 

4. Memberi kesan profesional
Apa kesan yang Sobat rasakan ketika seseorang menyodori kartu nama? Terkesan profesional, bukan? Sama. Kesan saya pun demikian. Nah, sebagai penulis dan blogger, kita juga perlu membuat kesan itu pada orang-orang yang kita temui. Salah satunya dengan memiliki kartu nama. 

5. Membangun kepercayaan relasi
Kartu nama memberi image bahwa kita serius dengan profesi yang kita jalani. Para relasi pun menjadi lebih yakin dan tidak ragu menghubungi kita untuk diajak bekerjasama.

6. Meminimalisir lupa
Kita tentu berharap, relasi mengingat kita. Jangan sampai perkenalan menjadi ibarat air di daun keladi. Habis sebutkan nama, karena banyaknya orang dan riwehnya suasana, langsung lupa.

"Eeerrr, Maaf, Mbak, siapa tadi namanya?"
"Izzah, Mbak..."
"Ooo, jadi profesi Mbak adalah penjual kue pukis?"
"Bukan, Mbak... Saya penulis..."
"Oh, maaf, Mbak. Saya agak pelupa."
"Iya, Mbak, nggak papa..." *sambil elus dada yang mendadak perih* T_T

Ok, Sobat Jejak. Itu tadi 5 alasan mengapa penulis dan blogger sebaiknya mempunyai kartu nama . Gimana? Sudah terpikir untuk membuat kartu nama? Yuk, saya juga ^_^
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


10 comments:

  1. Seperti baca komik. Menggelitik. Hihihi.

    ReplyDelete
  2. Kitik, kitik, kitik... Hehehe... Makasih, udah mampir dan baca, Mbak Kesuma ^_^

    ReplyDelete
  3. wkwkwk dari penulis ke kue pukis :))) bisa aza mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, maklum, Mbaj Herva, nulisnya pas perut sedang laper :D

      Delete
  4. Baiklah, saya mesti bikin kartu nama kalau gitu. makasih informasinya. bacaan yang menyenangkan. Tabik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip... Terimakasih, Bang Adian. Saya sudah baca postingan di blog Bang Adian. Sangat bernas. Ditunggu postingan selanjutnya ^_^

      Delete
  5. Sama banget mbakk..saya juga males buat kartu namaa..tapi kalo dipikir-pikir ada gunanya juga untuk kesan profesional hehehhe..salam kenal ya mbak.

    Mona
    http://blueskyandme.com/

    ReplyDelete
  6. Ketika saya baca tulisan ini, saya jadi teringat teman saya yang sampai sekarang masih join dengan sebuah perusahaan MLM. Hehe.. Ilmu pemasaran mereka perlu juga dicontoh yang baik-baik. jika berkenan silakan berkunjung dan meninggalkan jejak di www.pelangisalju.blogspot.co.id. Terima kasih

    ReplyDelete
  7. Karena ngenalin diri ala sales itu ya, Mbak Lilih? Hehe... Okeee, meluncuuur... ^_^

    ReplyDelete
  8. Mantaap, iya kudu buat juga nih, kalau perlu pakai jasa design kartu kali ya hehehe

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)