Thursday, September 8, 2016

Bincang Seru Aplikasi MyJNE di Hotel Horison Lampung

Halo, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sebagai seorang penulis buku anak, saya juga aktif mempromosikan buku hasil karya saya. Entah itu kepada para tetangga dan wali murid di sekolah anak saya, atau pun teman-teman di sosial media yang tinggalnya di luar kota. Alhamdulillah, cukup banyak yang tertarik dan akhirnya membeli buku saya.

Untuk pembeli yang rumahnya dekat, saya tinggal janjian saja mau bertemunya kapan. Tapi bagi pembeli yang tinggalnya di luar kota, tentu saya membutuhkan jasa pengiriman untuk mengirimkan paket bukunya. Pilihan saya pun jatuh pada JNE. Alasannya selain karena kantor JNE paling dekat dengan rumah saya dibanding jasa pengiriman lainnya, juga karena suka dengan packing paketnya. Paket yang dikirim via JNE dipacking dengan plastik. Hal ini mengurangi risiko basah dan rusak akibat terpercik air ataupun kehujanan, pada paket semisal buku seperti yang saya kirim.

Buku-buku saya, siap di packing dan dikirim (foto kolpri)
Kantor cabang JNE di dekat rumah saya (foto kolpri)
Petugas JNE sedang menginput data pengiriman barang pelanggan, Si mbaknya grogi waktu saya foto :D (foto kolpri)

Alhamdulillah, tidak ada masalah sepanjang pengalaman saya menggunakan jasa JNE. Entah itu pengalaman mengirim barang, maupun menerima paket barang via online shop. Sempat was-was sih, saat suami membeli handphone secara online. Walau pun pengirimannya lewat JNE, tapi tetap saja khawatir, kalau-kalau HP tersebut retak atau bahkan pecah dalam proses pengiriman. Alhamdulillah, paket HPnya sampai dalam waktu cepat dengan keadaan baik, tanpa kurang suatu apapun. 

20 Blogger Lampung Diundang di Acara Kopdar My JNE

Suatu hari, seorang teman blogger mengabari bahwa JNE sedang mengadakan roadshow di beberapa kota, di antaranya Lampung. JNE mengundang para blogger Lampung untuk hadir dalam acara kopdar MyJNE yang rencananya akan diselenggarakan di Hotel Horison Lampung, tanggal 31 Agustus 2016. Berhubung hanya 20 blogger yang akan diundang, maka, dibukalah seleksi bagi para blogger Lampung, yang terhimpun dalam Komunitas Tapis Blogger. Tak mau ketinggalan acara seru ini, saya pun ikut mendaftar. Alhamdulillah, saya akhirnya menjadi salah satu dari 20 blogger yang diundang tersebut.

Jarum pendek jam sudah mendekati angka tiga ketika saya tiba di Hotel Horison Lampung. Bersama seorang teman blogger yang juga koordinator Komunitas Tapis Blogger, Naqiyyah Syam, saya bergegas naik ke lantai 2 hotel.

Menjejakkan kaki di lantai 2, hanya terlihat beberapa rekan JNE berseragam merah, serta pelayan hotel yang sedang sibuk menata peralatan makan di meja prasmanan. Para blogger undangan belum datang, karena acara Kopdar MyJNE memang baru akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Saya datang lebih awal dikarenakan menemani Bu koordinator yang hendak briefing dengan rekan-rekan dari pihak JNE.

Rekan-rekan JNE menyambut dengan ramah, seraya tak lupa mempersilakan kami mengisi lembar registrasi khusus blogger undangan terlebih dahulu. Selain blogger, JNE juga mengundang teman-teman dari media massa.

Resgistrasi di lembar registrasi khusus blogger (foto by Naqiyyah Syam)

Naqiyyah Syam mengobrol dengan Bp. Rian, sebelum Kopdar MyJNE dimulai (foto by Izzah Annisa)

Denting suara piring, sendok, dan garpu, mengiringi obrolan kami dengan Bp. Rian Joharianto, yang menjabat sebagai Digital Communication Unit Head JNE Pusat di Jakarta. Bapak Rian menjelaskan, bahwa obrolan di Kopdar MyJNE nanti berkonsep santai saja. Alhamdulillah... Tentram hati saya mendengarnya. Hilang sudah bayangan acara formal nan kaku dari kepala saya.

Adzan ashar berkumandang. Kami (saya, Mbak Naqi, dan Mbak Heni yang baru datang) pun pamit sebentar untuk menunaikan shalat. Ketika kami kembali ke lantai 2, teman-teman blogger lainnya ternyata sudah berdatangan. Tak lama kemudian, acara Kopdar My JNE pun dimulai.

Suasana di acara Kopdar MyJNE (foto by. Tapis Blogger)

Bincang Seru Aplikasi MyJNE di Hotel Horison Lampung

Setelah acara dibuka, MC mempersilakan Bapak Mayland Hendar Prasetyo, selaku Head Marketing Communication, untuk menyampaikan pemaparan beliau mengenai JNE. Sebelumnya, MC memberitahukan bahwa akan ada lomba live tweet selama acara berlangsung. Peserta yang mengikuti live tweet diwajibkan menyertakan hastag #KopdarMyJNE dan mention akun Twitter @JNE_ID.

Pak Mayland Hendar Prasetyo, Head Marketing Communication JNE (foto kolpri) 

Pak Mayland memulai pemaparannya dengan informasi awal didirikannya JNE. Ternyata, JNE merupakan hasil karya 8 anak negeri yang berasal dari Bangka Belitung, lho. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1990 ini kini telah memiliki kurang lebih 16 ribu karyawan, serta 6000 titik layanan yang melayani 16 juta kiriman per bulan. Wow! Luar biasa sekali, ya.

JNE mulai dikenal secara luas terutama sejak maraknya bisnis jual beli online atau e commerce. JNE sudah menjalin kerjasama dengan beberapa e commerce besar seperti Lazada.com dan Blibli.com. Oleh karenanya, tak heran jika lebih dari 60% keuntungan yang diperoleh JNE berasal dari pelaku bisnis e commerce.

Masih menurut pemaparan Pak Mayland, UKM-UKM di Indonesia, khususnya di Lampung, masih terbilang lemah soal packaging, direct selling, dan marketing. Dalam hal ini, JNE hadir untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan tersebut. Soal packaging, misalnya, kata Pak Mayland, serahkan saja pada ahlinya. Ya, siapa lagi ahlinya yang dimaksud Pak Mayland, kalau bukan JNE :)

Oh, iya, Sobat Jejak. Ada informasi menarik nan menggelitik yang saya tangkap dari Pak Mayland, bahwa JNE tidak hanya melayani distibusi barang dan logistik, tapi juga antar jemput ASI. Layanan ini diberi nama JESIKA yang merupakan kependekan dari JEmput ASI SeketiKA. Dengan adanya layanan JESIKA ini, diharapkan ibu-ibu bekerja bisa tetap memberikan ASI segar kepada buah hatinya. Wah, wah, benar-benar inovatif dan kekinian sekali ya, namanya. :)

JNE memang terus melakukan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk mempermudah para pelanggannya. Di antaranya adalah dengan diluncurkannya aplikasi MyJNE bagi pengguna android. Aplikasi ini bisa Sobat download di Play Store.

Nah, selanjutnya pemaparan dari Bapak Fikri Al Haq Fachryana, yang merupakan Kepala Cabang Utama JNE Lampung.

Mendengarkan pemaparan Pak Fikri Al Haq Fachryana, Kepala Cabang Utama JNE Lampung (foto kolpri)

Menurut Pak Fikri, Lampung memiliki potensi yang besar dalam hal pariwisata, banyaknya UKM-UKM, serta infrastruktur dan moda transportasi yang semakin baik. Hal itu menjadi peluang bagi JNE untuk mengembangkan sayap bisnisnya di Lampung. Saat ini, tak kurang dari 70% kabupaten di Lampung sudah memiliki cabang JNE.

Sayangnya, kata Pak Fikri, masih banyak UKM di Lampung yang belum memasarkan produknya secara online. Hal ini tentu saja berakibat kepada kurang maksimalnya jangkauan pasar. Padahal, banyak lho, produk UKM Lampung yang kualitasnya tidak kalah dengan UKM-UKM lainnya di Indonesia. Contohnya pempek dan keripik Lampung, yang merupakan produk paling laris dikirim via JNE.

Oh, iya, menurut Pak Fikri, dua sebab besarnya nama JNE di antaranya karena JNE selalu melakukan inovasi-inovasi kreatif serta aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Hmm... Saya jadi penasaran, program sosial seperti apa saja yang pernah dilakukan oleh JNE, ya?

Berdasarkan informasi yang saya dapat di web jne.co.id, ternyata memang benar, JNE sangat aktif melakukan kegiatan sosial dan bahkan memiliki program-program khusus terkait hal ini. Di antaranya ada JNE Hijau yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan; JNE Komunitas yang bertujuan untuk memberi dukungan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi desa, serta pelestarian budaya. Ada juga JNE Pendidikan yang memberikan dukungan terkait dunia pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar, calistung, edukasi kesehatan, olahraga, bisnis, dan internet.

Waaaw... Beri applause, please...

Prok, prok, prok....

Terimakasih... ^___^

Setelah sesi pemaparan selesai, acara dilanjutkan ke sesi pertanyaan. Para blogger dan teman-teman dari media massa diberi kesempatan untuk bertanya kepada pihak JNE.

Pertanyaan pertama (yang menurut saya lebih tepat disebut harapan) dilontarkan oleh Yoga Pratama. Yoga berharap, JNE juga merangkul penulis dalam hal penjualan buku. Pertanyaan selanjutnya oleh Naqiyyah Syam, yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai aplikasi My JNE. Sementara itu, penanya ke tiga, Adian Saputra yang merupakan blogger sekaligus pemred jejamo.com, bertanya terkait kesulitan penggunakan aplikasi bagi para user di daerah, akibat terkendala oleh koneksi internet. Dalam hal ini, pihak JNE menjelaskan bahwa JNE sudah menyiapkan data server yang lebih besar sebagai upaya memberi kenyaman bagi para user JNE. Penanya lainnya bertanya perihal ada tidaknya reward bagi pelanggan setia JNE.

Selain itu, ada juga peserta yang menyampaikan keluhan terkait paket makanannya yang basi saat diterima. Kerusakan seperti ini memang adakala terjadi. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa jadi karena kelalaian kurir, atau juga karena penyimpanan makanan yang sudah cukup lama sebelum dikirim, sehingga basi saat diterima. Yang pasti untuk keluhan-keluhan semacam ini dari customer, JNE sangat terbuka dan berusaha menjadikannya sebagai masukan untuk perbaikan pelayanan ke depan.

Di akhir acara, MC mengumumkan 2 nama yang terpilih sebagai pemenang lomba live tweet di acara Kopdar MyJNE.

Heni Puspita, pemenang live tweet Kopdar MyJNE (foto by Naqiyyah Syam)
Rinda Gusvita, pemenang live tweet Kopdar MyJNE (foto by Naqiyyah Syam)

Acara kemudian ditutup dengan foto-foto dan makan bersama.

Walau lapar tetap antre, ya... Jangan rebutan... :) (foto by Tapis Blogger)
Orang lapar ketemu makanan jadi apa? Senaaang... ^_^ (foto by Tapis Blogger)

Yuk, Berkenalan dengan Aplikasi My JNE!

Di zaman sekarang ini, HP bukan lagi merupakan barang yang eksklusif dan hanya dimiliki segelintir orang. Hampir semua orang memiliki HP. Tak terkecuali HP android. Sudah banyak vendor HP yang mengeluarkan android dengan harga yang sangat terjangkau.

HP Android seolah menjadi barang wajib dimiliki, terutama bagi para pegiat bisnis e commerce. Hal ini rupanya dipahami betul oleh perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan pengiriman, JNE. Oleh karenanya, dalam rangka memudahkan para pelanggan mengecek pengiriman barang via Android, JNE pun meluncurkan aplikasi yang diberi nama MyJNE.

Saya pribadi sangat senang dengan kehadiran aplikasi MyJNE. Maklum, selama ini saya sering merepotkan suami dalam hal mengecek ongkir dan trucking paket kiriman. Bukan apa-apa, agak repot bila melakukan pengecekan via HP. Lebih mudah via browser di komputer. Sementara saya tidak selalu di depan komputer. Berbeda dengan suami, yang pekerjaannya memang lebih banyak di depan komputer.

Aplikasi MyJNE ini bisa didownload dengan mudah di Play Store. Ukuran filenya lumayan bersahabat, sehingga tidak perlu khawatir HP akan kehabisan memori. Tampilan logo aplikasi MyJNE terbilang cukup menarik, yaitu berupa lingkaran merah dengan kepala JONI (maskot JNE) yang menggunakan topi bertuliskan JNE, sedang tersenyum lebar. Si Joni ini dimaksudkan untuk menggambarkan sosok ramah kurir JNE yang mengantarkan paket kiriman kepada para pelanggan.

Ada wajah si Joni di layar android saya :) (foto kolpri)

Lantas, apa saja fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi My JNE?

Fitur Aplikasi MyJNE (foto by aplikasi MyJNE)

Pertama, CHECK TARIFF.
Fitur ini berfungsi untuk mengecek tarif kiriman JNE dari dan ke tempat tujuan. Untuk mengecek tarif, user tinggal memasukkan alamat asal, alamat tujuan, klik ceklist. Setelah itu user diminta untuk mengisi kolom panjang, berat, dan lebar barang, klik ceklis. Nanti akan keluar pilihan tarifnya.

Tampilan pilihan tarif JNE (foto by Aplikasi MyJNE) 

Ke dua, MY SHIPMENT
Fungsi fitur adalah untuk men-trucking status pengiriman barang. Untuk menggunakan fitur ini, user hanya tinggal memasukkan nomor resi atau menyecan barcode pada resi pengiriman.

Hasil trucking dengan menggunakan fitur My SHIPMENT (foto by Aplikasi MyJNE)

Ke tiga, JNE Nearby
Fitur JNE Nearby ini berguna untuk menunjukkan lokasi JNE terdekat dengan tempat tinggal pengirim.

Tampilan hasil pencarian lokasi JNE dengan Fitur Nearby (foto by Aplikasi MyJNE)

Ke empat, My COD
My COD merupakan singkatan dari My Cash on Digital. Fitur ini memungkinkan user untuk melakukan order via online serta melakukan pembayaran dengan media JNE. Untuk bisa menggunakan fitur My COD, user diminta untuk melakukan SIGN IN dengan cara memasukkan nomor HP dan password terlebih dahulu, atau SIGN UP jika belum terdaftar.

Ke lima, My COD Wallet
Fitur ini semacam rekening, di mana user bisa melakukan penambahan saldo, serta mengecek sisa saldo dan riwayat transaksi. Seperti halnya My COD, user diminta untuk melakukan SIGN IN  atau SIGN UP terlebih dahulu untuk bisa menggunakan fitur My COD Wallet

Tampilan Fitur My COD Wallet (foto by Aplikasi MyJNE)

Nah, Sobat Jejak, cukup jelas bukan, penjelasan saya mengenai Aplikasi MyJNE? Aplikasi ini menurut saya sangat bagus dan pastinya mempermudah pelangganggan JNE untuk melakukan pengecekan pengiriman barang maupun bertransaksi jual beli. Sayangnya, saya mengalami kegagalan menggunakan aplikasi ini. Saya perkirakan hal itu disebabkan karena adanya gangguan jaringan.

Cek tarif gagal (foto kolpri)
Sign up untuk mengakses fitur My COD dan My COD Wallet invalid (foto kolpri)

Trucking gagal (foto kolpri)
Lokasi JNE terdekat juga tidak terlihat ketika saya mencoba fitur JNE Nearby (foto kolpri)

Semoga, pihak pengembang Aplikasi My JNE semakin memperbaiki fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi ini, sehingga semakin user friendly dan menjadikan transaksi pengiriman menjadi semudah dalam genggaman.

Belanja duluuu... Pakai voucher yang didapat dari Kopdar MyJNE ^___^

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


16 comments:

  1. Replies
    1. Makasih ya, Bang Adian. Udah komen lengkap banget :D

      Delete
  2. Mantap, lengkap sekali ulasannya, jadi kangen ngumpul lagi dengan 20 Tapis Blogger dan undangan lainnya heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah pas workshop photography ya, Mi ^_^

      Delete
  3. Replies
    1. Wiiih, seneng banget emak rempong nyempetin dateng ke mariii... ^_^

      Delete
  4. sneng bgd ya mbk bs ikutan acara begini, bs sekalian kopdar gt yak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, Mbak. Kopdarnya asyik banget. Rame dan seru. Nggak nyangka awalnya agak kaku di dunia maya, tapi begitu ketemu serasa dah pada kenal lama :)

      Delete
  5. oooh ini tho acaranyaa. di jkt sering ada kopdar2an blogger gak sih ya? #newbie :D

    ReplyDelete
  6. Pernah pas perlu ngirim paket di seputaran playgroupnya Rayyaan dulu, aku cari agen terdekat dari posisi and ketemu. Trus cepet banget paketnya nyampe meski aku pakai OKE hi hi. Sore kirim, besok sudah sampai ke pembeli di Banten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, alhamdulillah selalu lancar dan puas pakai jasa JNE. Yang paling salut itu pas hari Minggu kemaren. Bayangin aja, hari Minggu, udah mau maghrib, menjelang Idul Adha. Pikirku kan libur, ya. Eh, taunya kurir dateng nganter paket dari penerbit. Bikin kaget dan nggak nyangka banget.

      Delete
  7. aku install my JNE ini sih di HP, tapi sayagnya kemaren cek tracking lewat My JNE ini ngga bisa padahal aku cek di web ya ada utk nomer resi yang sama. sepertinnya masih perlu banyak pembenahan terhadap aplikasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Untuk aplikasi memang butuh pengembangan lagi. Semoga pihak JNE segera melakukan perbaikan mengingat pentingnya aplikasi ini dalam mempermudah customer.

      Delete
  8. Wah lengkap ya fiturnya, buat yang sering kirim-kirim barang pasti butuh aplikasinya.

    btw saya baru tahu lh ada jasa antar ASI :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kalau lancar diakses, fitur aplikasi MyJNE sangat memudahkan customer. Hihihi, sama. Saya juga baru tahu waktu ikutan kopdar JNE ^__^

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)