Thursday, September 1, 2016

Tips Agar Bisa Fokus Menyelesaikan Naskah Buku

Assalamualaikum, Sobat Jejak. Sebenarnya, hal yang harus kita lakukan agar naskah buku cepat selesai ditulis hanya satu. Yaitu FOKUS. Ya. Semudah itu.



Namun, untuk sampai pada titik fokus ternyata bukanlah hal yang mudah. Ada saja sesuatu yang membuat fokus menjadi buyar dan naskah akhirnya tidak kunjung selesai. Seperti saya sekarang, nih. Harusnya menyelesaikan komik, eeeh, malah menulis di blog. #curhat.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya-upaya yang bisa membantu kita agar tetap fokus dalam menyelesaikan naskah. Nah, apa saja tips agar bisa fokus menyelesaikan naskah?

Pertama, pastikan perut sedang dalam keadaan kenyang.
Uhuk! Ini tips saya banget, hehe... Tapi tips ini boleh dibilang cukup ampuh, Sobat. Mengapa? Karena perut yang kenyang memberikan efek senang dalam hati dan rasa tenang pada pikiran. Bayangkan jika kita menulis dalam keadaan perut lapar, pasti tidak fokus. Apalagi kalau si perut mulai berakustik ria, krucuuuk... krucuuuk...

Ke dua, stop dulu membuka media sosial
Tidak dipungkiri, godaan media sosial sangat berpotensi membuat kita menjadi tidak fokus. Apalagi jika sampai kita update status. Alih-alih menyelesaikan naskah, yang ada dikit-dikit ngintip medsos, ngecek notiikasi, hadeeeeh... Boleh-boleh saja membuka medsos, tapi jangan di waktu-waktu utama yang seharusnya dipergunakan untuk menulis naskah. Nanti, jika targetan progress naskah sudah selesai, baru buka sosmed. (Ini nasihat suami ke saya, sih... T_T)

Ke Tiga, jauhkan HP
Hmm, sepertinya point yang satu ini statusnya sudah you know i know (sama2 tahu maksudnya :D). Banyak sekali gangguan di HP yang membuat fokus menulis jadi terganggu. Trang tring trang tring notif WA dan BBM, lah, buka sosmed lah, sms lah, dan lain-lain.

Ke empat, ingat amanah.
Harus dicamkan di dalam hati, bahwa naskah yang sedang ditulis adalah amanah. Amanah dari siapa? Yah, bisa amanah dari diri sendiri yang di awal sudah bertekad menyelesaikan naskah di tanggal sekian sekian, bisa juga amanah dari penerbit jika itu adalah naskah pesanan. Amanah adalah sesuatu yang harus ditepati, kecuali oleh sebab-sebab yang memang bisa dimaklumi. Sakit, misalnya. Jangan sampai amanah naskah terbengkalai karena sebab-sebab yang seharusnya tak perlu ada di antara kita. #eaaa...

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS Al Anfal: 27)

[Astaghfirullah... Semoga Allah mengampuni] :'(

Ke lima, jangan tunda pekerjaan, segera selesaikan.
[Haduuuh, mau ngerjain naskah komik, tapi blog belum diupdate, tanaman pare belum disiram, rumah belum disapu, belum mandi, belum masak, haduuuh, haduuuh...] #update status di medsos sambil selonjoran syantik :p

Haha, lagi-lagi saya tertohok tertusuk mak jleb mak jleb oleh tips yang ini. Soalnya, saya sering begitu, hikss... Padahal jika langsung dikerjakan, semua pekerjaan itu tidak lama juga sudah selesai. Dimulai dari menyapu rumah sampai ke teras, lalu turun ke halaman menyiram tanaman, masak, mandi, dandan-dandan syantik, lalu duduk manja di meja kerja buat posting di blog, kemudian lanjut mengerjakan naskah.

So, jangan tunda pekerjaan. Sebab, jika kita menulis dengan banyak pekerjaan domestik yang belum selesai akibat ditunda, dijamin deh, nggak tenang menulisnya. Baru menulis, ingat tanaman layu. Dapat satu paragraf, pingin posting di blog. Ujung-ujungnya, semua menjadi tidak maksimal dan bahkan tidak selesai.

Masalahnyaaa, menunda itu kadang lebih manja-manja syantik untuk dilakukan ketimbang memulai semua pekerjaan sih, ya... Uhuk-uhuk...

Ke enam, ingat skala prioritas.
Lakukan pekerjaan sesuai uturan kebutuhan yang harus dilakukan. Jika deadline naskah sudah tinggal seminggu lagi, maka lakukan. Jangan lalaikan hanya karena mengejar lomba blog yang jadwal akhir postinganya masih tiga bulan. Lupakan sebentar soal itu. FOKUS. Oke?
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


13 comments:

  1. Medsos dan HP adalah penyakit utamanya bagi saya mba hahaha...tp emang iya klo fokus apapun bisa diselesaikan dg cpt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa, Mbak... Hihihi... Ho oh, iya, Mbak. Sedang berusaha fokus nih, sayanya :)

      Delete
  2. No 2 itu lho godaan terbesar he he

    ReplyDelete
  3. Dulu pernah berencana untuk nulis-nulis, hanya saja selalu terbentur masalah fokus. Mudah-mudahan setelah baca tips dari bu Izzah ini, bisa jadi motvasi untuk meluruskan kembali niat menulis dan mewujudkannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Selamat menulis, Usmar Ismail :)

      Delete
  4. bunda izzah , kalo kita mau cerita kita itu gak bikin bosen , trs nyambung sama judul, trs jg gak gantung ceritanya , gmn ya bun ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Arniz, kuncinya banyak membaca dan berlatih. Senakin banyak membaca dan menulis, kita akan jadi semakin tau tulisan bagaimana yang enak dibaca. Ending menggantung tidak masalah. Asal tidak membingungkan pembaca :)

      Delete
  5. kalau cerpen tentang islamiyah dan dakwah itu, gimana ya bagus nya

    ReplyDelete
  6. Kalau saya tergantung objek pembacanya, Mbak Arniz. Berhung saya nulisnya buku anak2, jadi bahasa dan formatnya disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan anak2.

    ReplyDelete
  7. Masya Allah kena banget 4 dan 5. Siap dilaksanakan!

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)