Friday, September 23, 2016

Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula (Day 1)

Haiii, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat pengumuman di fanspage Litara bahwa Room to Read bersama ProVisi Education kembali mengadakan audisi bagi para penulis dan ilustrator untuk mengikuti program pembuatan buku cerita anak. Deadline naskah bagi penulis adalah tanggal 23 Agustus 2016, sementara ilustrator tanggal 13 September 2016.

Oh, iya. Litara atau Literasi Anak Nusantara merupakan yayasan non provit yang mengakomodasi penulis dan ilustrator dalam hal mewujudkan peningkatan kualitas buku-buku anak di Indonesia.

Tahun lalu, saya sudah mencoba mengikuti audisi ini dengan memasukkan aplikasi beserta tiga naskah cerita anak. Sayang saya belum berhasil lolos. Kecewa, sih. Apalagi saya sedang tertarik-tertariknya dengan dunia penulisan buku anak. Namun, ketidak lolosan itu kemudian - dengan beberapa alasan -  menjadi sesuatu yang saya syukuri.

Tanggal 17 Agustus 2016, saya kembali mengirimkan aplikasi beserta 3 contoh naskah. Bismillah. Kali ini saya merasa lebih siap dan percaya diri. Entah diterima atau tidak nantinya, saya sudah memosisikan diri sebagai peserta yang siap disuruh datang ke workshop kapan saja. Ck, ck, ck, pedenya saya. Tapi begitulah. Sekadar menuruti nasihat suami. Teruslah berprasangka baik, katanya. Kalau ingin lolos, jangan pernah berpikiran tidak lolos. Hmm... Baiklaaah... ^___^

Tanggal 30 Agustus 2016, kabar yang dinanti akhirnya datang juga. Mbak Rina dari ProVisi Education memberitahukan bahwa salah satu naskah yang saya kirimkan lolos audisi dan otomatis saya menjadi salah satu di antara 30 peserta yang berhak mengikuti workshop Room to Read di Lembang, Bandung, tanggal 17 - 20 September 2016. Alhamdulillah...

Tentang Room to Read

Room to Read merupakan sebuah organisasi nirlaba internasional yang memokuskan diri pada literasi dan kesetaraan gender dalam hal pendidikan. Dengan keyakinan bahwa "World change starts with educated children", maka Room to Read bekerjasama dengan organisasi mitra, komunitas lokal, dan juga pemerintah, untuk mengembangkan ketrampilan literasi dan kebiasaan membaca bagi anak-anak di tingkat sekolah dasar.

Untuk mengembangkan, menerbitkan, dan mendistribusikan buku-buku cerita anak berkualitas ke berbagai sekolah di Indonesia, Room to Read bekerjasama dengan ProVisi Education, sebuah perusahaan konsultan pendidikan di Indonesia, serta beberapa penerbit mitra, untuk mengadakan sebuah proyek "Scaling Quality Learning for Children Developing A Habbit of Reading With Partners in Indonesia" 

Nah, untuk mewujudkan tujuan proyek ini, Room to Read kemudian menjaring para penulis lokal dari seluruh Indonesia ke dalam sebuah Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula. Workshop yang diselengggarakan di Green Forest Resort Lembang - Bandung selama 4 hari ini bertujuan untuk mendukung para penulis mengembangkan ketrampilan mereka dalam menulis buku cerita anak, terutama bagi pembaca pemula.

Wilujeng Sumping!

Jumat, tanggal 16 September 2016. Tepat pukul 12.55 WIB, langkah kaki saya menjejak di Bandara International Husein Sastranegara, Bandung. Para peserta workshop memang diminta check in tanggal 16, agar tidak terlambat mengikuti workshop di tanggal 17.

Tiba di Bandara International Husein Sastranegara, Bandung (foto kolpri)

Jujur saja, ini adalah pengalaman pertama saya bepergian jauh sendiri. Nervous, tentu saja. Tapi saya berusaha untuk tidak terlihat seperti alien yang tersesat di jagad dunia.

"Mau ke mana, Neng? Hayo atuh, Bapak anter..." Sapa seorang Bapak, dengan logat khas Sunda.

Saya tersenyum ramah padanya.

"Nuhun, Pak. Sudah ada yang jemput," ujar saya.

Saya memang sudah janjian dengan Om Jib, adik kakak ipar yang sedang melanjutkan kuliah S3 di UPI. Sehari sebelumnya, suami memang mengabari Om Jib bahwa saya akan ke Bandung dan Om Jib menawari untuk menjemput di Bandara. Alhamdulillah.

Rupanya, Om Jib sudah ada di Bandara. Hanya saja karena belum pernah bertemu, kami tidak saling mengenali. Setelah bertukar ciri via Watsapp, saya akhirnya bisa mengenali Om Jib dan memanggil beliau. Singkat cerita, kami pun sudah dalam perjalanan menuju Lembang. Saya banyak bertanya sepanjang perjalanan. Untung Om Jib sangat supel dan dengan sabar menjawab semua pertanyaan saya walau harus berkonsentrasi melalui jalanan yang macet. Maklum, menjelang weekend.

Tak lama kemudian, saya dan Om Jib tiba di Green Forest Resort. Om Jib menunggu sampai saya selesai check in. Karena tak sempat membeli oleh-oleh (sebenernya ngirit bagasi, sih), saya memberikan Komik 10 Pahlawan Islam karya saya sebagai tanda terimakasih pada Om Jib. Tak lupa, saya menitip salam untuk keluarga beliau di rumah.

"Sekali lagi, terimakasih banget ya, Oooom..." ^_^

Huah. Lega sekali saya begitu tiba di lokasi workshop. Bersyukur pada Allah yang membuat perjalanan begitu lancar dan mudah. Oh, iya. Di lobi hotel saya bertemu dengan Mbak Nurhayati Pujiastuti. Mbak Nur adalah guru menulis saya di kelas Penulis Tangguh. Begitu melihat Mbak Nur, refleks saya berlari dan memeluk beliau. Seneng banget akhirnya bisa bertemu.

Selain Mbak Nur, juga ada Fifa Dila. Fi, panggilan akrabnya, adalah penulis cerita anak yang tulisan-tulisannya sangat saya suka. Saya langsung merasa cocok dengan Fi. Orangnya ramah dan bersahabat. Fi tak sungkan mengajak saya berbahasa jawa walau ia tahu saya berasal dari Sumatera. Nice to meet you banget banget deh, Honey Fifa Dila :-*

Menuju kamar, saya berpisah dengan Mbak Nur dan Fifa Dila. Kamar mereka berdua berada di gedung yang sama, sementara saya berada di gedung yang lainnya. Cukup jauh, turun ke lantai dua. Seorang Bell Boy menawarkan diri membawakan koper saya. Bell Boy yang bernama Vito ini ternyata berasal dari Lampung juga, lho. Dia tinggal di Metro. Wah, senangnya.

"Kalau ada perlu apa-apa, hubungi saya, Mbak."
"Otre deh, Vito." ^__^

Tiba di kamar. Sepi. Kamar-kamar di sekitar saya sepertinya belum berpenghuni. Berdiri di balkon kamar, tampak pepohonan terhampar menutupi aliran sungai yang gemericiknya jelas terdengar. Setelah membongkar isi koper dan beristirahat sebentar, saya memutuskan untuk berjalan-jalan ke luar. Lebih tepatnya, ke kamar Mbak Nur.

Bersama Mbak Nur, Fifa Dila, dan Mbak Maharani Aulia (roomate Fi), saya kemudian sowan ke kamar Mbak Yuniar dan Mbak Saptorini. Saya juga bertemu Widya Rosanti, yang sosoknya ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Kirain jutek dan sombong, taunya lembut, imut, dan menggemaskan, hehe... So, don't judge the book by it's cover ya, Sobat ;)

Menjelang maghrib, roomate saya, Mbak Bening, datang. Mbak Bening dari Cilacap. Orangnya baik dan kami pun cepat akrab. Tak hanya itu, kami juga kompak dalam beberapa hal yang sebelumnya tidak kami perkirakan. Nanti deh, saya ceritakan :D

Malamnya, saya yang mengambil posisi tempat tidur di dekat jendela tidak kunjung bisa memejamkan mata. Heran, Lembang kok dinginnya luar biasa. Sudah berselimut, berjaket, berkaos kaki, saya masih kedinginan juga. Aaaarghh, ini kamar apa kulkas, ya? Pikir saya. Angin dingin semriwing. Embusannya bikin saya merinding. Keesokan paginya, barulah ketahuan penyebabnya apa. Ternyata, saya lupa menutup jendela. Hiks, pantas saja, rasanya seperti tidur di teras terbuka.

Dua jendela besar di bagian atas itu, tidak ditutup semalaman -_- (foto kolpri)

Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula Day 1

Saya yang kedinginan dan tidak tidur semalaman, sungguh enggan mengguyurkan air ke badan. Brrr, nanti saja deh, mandinya. Habis sarapan.

Saat sarapan, saya lihat peserta lainnya sudah rapi jali syantik-syantik dan ganteng-ganteng. Ya iyalah, mereka sudah mandi. Memangnya saya, yang masih ileran :p

Usai sarapan, saya dan Mbak Bening tergesa-gesa kembali ke kamar. Mandi, dandan, dan... Hei! Ternyata warna baju dan jilbab kami sama! Setelah takjub-takjuban sebentar dengan kekompakan dalam hal pakaian, saya dan Mbak Bening lalu setengah berlari menuju ruang workshop.

Gedung Workshop Day 1 dan 2 (foto kolpri)

Ternyata, kami terlambat beberapa menit. Berpasang-pasang mata menatap membuat saya tak sanggup mendongakkan kepala. Lalu, seorang berwajah seram mengacungkan telunjuk ke arah saya dan berkata dengan suara lantangnya, "You are late! Go back to your city! You may not join in this workshop!"

Oh, tidaaaaaaks!

Eh, nggak, ding... Itu cuma imajinasi saya, hahaha... (Btw bener nggak itu bahasa Inggrisnya, ya? Hihihi, nggak piawai Bahasa Inggris, soalnya :D)

Saya duduk sekelompok dengan Mbak Bening dan Fifa Dila. Juga Mbak Dewi dari Bali, Mbak Endah dari Depok, Mbak Mardiana dari Jambi, dan Isma dari Bogor. Namun, Mbak Bening kemudian dipindah ke kelompok lainnya.

Workshop hari pertama diawali dengan games dari Bunda Eva Nukman. Para peserta workshop diminta untuk membuat lingkaran di lapangan. Entah apalah itu nama gamesnya, saya lupa (jitak). Yang pasti sangat seru. Yang bisa mengikuti permainan Bunda Eva dipersilakan masuk ke ruangan workshop. Saya yang tak kunjung bisa mengikuti jadi heboh sendiri. Penyebabnya bukan karena saya kurang imajinatif lho, ya. Saya cuma kurang tidur aja (alasan). Menjelang sesi terakhir games, barulah saya mengerti dan bisa mengikuti permainan, sehingga boleh masuk ke ruang workshop. Horeee....

Selanjutnya, setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan dan menuliskan jawaban atas dua pertanyaan yang diberikan, di selembar karton.

Pertanyaannya:
1. Apa yang ingin Anda peroleh dari workshop ini?
2. Apa yang ingin Anda bagikan untuk workshop ini?

Setelah itu, setiap perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya.

Sesi pertama adalah pengenalan Room to Read oleh Olivia yang berasal dari United Stated. Masya Allah... Saya suka bangeeet sama cara bicara dan gesture Olivia. Sangat-sangat tertata. Enak dilihat, enak didengar.

Saya di Workshop Room to Read ^__^ (foto kolpri)

Selanjutnya pengenalan mitra-mitra Room to Read, oleh Kak Amanda. Dengan gaya tomboynya, Kak Amanda juga menceritakan pengalaman-pengalamannya saat menyaksikan bagaimana anak-anak di sekolah-sekolah pelosok begitu membutuhkan buku berkualitas untuk dibaca. Kak Amanda memperlihatkan perpustakaan yang tadinya kosong, kemudian terisi buku-buku proyek Room to Read. Dengan buku-buku itu, mereka yang tadinya tidak bisa membaca, menjadi lancar membaca. Mereka jatuh cinta pada buku dan haus membacanya. Subhanallah, saya terharu sekali melihatnya. Dalam hati saya berjanji akan selalu menulis yang terbaik untuk kemajuan anak-anak di negeri ini.

Sesi berikutnya adalah pengenalan buku cerita bergambar oleh Bu Riama. Bu Riama juga menceritakan sejarah lahirnya buku cerita bergambar. Menurut informasi dari Bu Riama, dulu di Eropa, buku cerita anak hanya terdiri dari teks. Sementara di Asia, buku cerita berupa gambar saja. Pada abad 18/19, lahirlah buku cerita bergambar sebagai perpaduan antara ke duanya. Saya tak bisa menahan senyum ketika Bu Riama memperlihatkan slide cover cerita bergambar bertajuk "Markodong". Pada slide, tampak seekor Ibu Kodok dengan berpakaian berupa kemben dan jarit, sedang mengajar murid-muridnya yang terdiri dari para kodok. Lucu dan khas banget ilustrasinya.

Selanjutnya, kami diberi materi mengenai leveling pembaca sasaran. Dalam workshop ini, fokus naskah yang akan dibuat adalah untuk level pembaca 1 - 4, atau yang usianya 6 - 10 tahun. Secara berkelompok, kami diminta untuk membuat list mengenai apa saja yang kami ketahui tentang karakter pembaca sasaran. Setelah selesai, masing-masing perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan tugas kelompoknya.

The next sesion was presented by Mr. Alfredo Santoz (bener nggak sih, boso Enggresnyaaa?). Mr. Alfredo atau yang lebih akrab dengan panggilan Al ini berasal dari Filipina. Beliau memberi materi tentang Element of a Story. Jadi, kata Al, saat akan membuat buku cerita anak, terlebih dahulu penulis harus membuat element of a storynya. Element of a story terdiri dari plot structure yang meliputi beginning, middle, dan ending (MBE); character; conflict; dan theme or what the story about.

Writers Workshop, Bandung, 17 - 20 September 2016 (foto kolpri)

Oh iya, baik Olivia maupun Al menyampaikan materi dalam bahasa Inggris. Hanya sesekali saja Mbak Rina dari ProVisi Education mentranslate apa yang disampaikan Al dan Olivia. Ajaibnya, saya mengerti semua yang mereka ucapkan. Padahal, rumput yang bergoyang saja tahu, bahwa selama ini saya belepotan bahasa Inggrisnya. Tapi tetap deh, saya nggak berani kalo disuruh ngomong. Lha wong ngomong bahasa Indonesia aja saya deg-degan, apalagi bahasa Inggris :D

Al kemudian memberi writing exercise membuat tokoh berupa orang, hewan, atau sesuatu, beserta objective dan motivation tokohnya. Objective yang dimaksud adalah tujuan si tokoh melakukan sesuatu (i want to...), sementara motivation adalah penyebab si tokoh melakukan sesuatu (i want to because...). Kami kemudian diminta membacakan writing exercise yang sudah dibuat dari tempat duduk masing-masing

Hari pertama workshop ditutup dengan penugasan individu, yaitu membuat plot structure (MBE) dari tokoh beserta objective dan motivation yang telah dibuat, kemudian mengembangkannya menjadi sebuah cerita. Tugas ini nantinya akan dipresentasikan dan direvisi di hari ke dua.

Oh, iya. Workshop Room to Read ini, walau terkesan padat, sebenarnya santai dan fun sekali. Setiap hari kami break tiga kali: coffe break, lunch break, dan coffe break lagi. Nggak sempat laper deh, kayaknya. Sempat sih, spaning menyelesaikan tugas di hari ke dua dan ke empat, tapi tetap seru. Seru banget, banget, banget deh, pokoknya. Seperti apa keseruannya? Tunggu di postingan selanjutnya, ya! ;)

Baca juga:
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


29 comments:

  1. Wooow... keren kali, laah, Mbak Izzah.. Tak sabar menunggu cerita selanjutnyaa... 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Workshopnya memang kereeen, Mbak Fifi ^__^

      Delete
  2. Ya Allah, keren banget acaranya. Speakers-nya native pula. Saya telat ikutan audisinya, haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget, Mbak Nita. Moga tahun depan nggak telat lagi ikutan audisinya, yaaa... ^___^

      Delete
  3. itu asyik banget gedung workshopnya mba >.<
    bisa betah nulis seharian kalau di sana hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Kei Chan. Memang asyik banget tempatnya :)

      Delete
  4. Luar biasa, keren sekali. nanti kalau ada waktu, isi juga di kelas tapis blogger. bagus sekali, sukses ya

    ReplyDelete
  5. Senangnya bisa tahu acara keren lewat tulisan Mba, dan saya baru ngeh dengan acara ini sepertinya visi misinya mantep y mba. Bangga sekali rasanya menjadi mba terpilih ikut acara ini. Ditunggu cerita selanjutnya dan semangat untuk berbagi. moga saya bisa mengikuti jejaknya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah akan diposting juga yang day 2 nya, Mbak Herva :)

      Delete
  6. wah asyik ya, aku jadi pingin ikutan seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga tahun depan bisa ikutan ya, Mbak Tira Soekardi :)

      Delete
  7. subhanallah.. seru ya mbak izzah.. saya jadi ikut semangat nulis nih, walaupun masih seputaran menulis opini :)

    Semangat dan terus berkarya ya mbak Izzah.. !!

    ReplyDelete
  8. Pengalaman hari pertama di Lembang yang tak terlupa. Kalo nggak gitu nggak pernah ngerasain tidur di kulkas ^_^

    ReplyDelete
  9. Keren sekali acaranya ya. Senang bisa merasakan ikut belajar, jadi pengen tahu lebih banyak metode menulis pict book, jika berkenan berbagi ilmu ya pas Ahad besok :)

    ReplyDelete
  10. Iya, Ummi Naqi, memang keren banget acaranya. Hehe :)

    ReplyDelete
  11. Mba Izzah, bagaimana caranya ikutan workshop seperti ini?

    ReplyDelete
  12. menarik sekali.... terima kasih sudah berbagi mbak... :)

    ReplyDelete
  13. Love this posting....

    Semoga hasilnya sekeren acaranya ya izzah. Amin.

    Semoga tahun depan uni bisa ikut dan siap ke workshop seperti itu..amin ya Rob.

    Thank u for sharing ya izzah

    ReplyDelete
  14. Daku daftar lagi dan gagal hihi, gantian yaa dengan penulis lain, seruuu..

    ReplyDelete
  15. Keren Mbak..... sesuatu yang patut saya coba.... Terimakasih sharingnya....

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)