Wednesday, September 28, 2016

Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula (Day 2)

Assalamualaikum, Sobat Jejak.

Beberapa hari ini Lampung mendung dan hujan. Suasana yang mengingatkan saya pada Lembang. Hiks, belom bisa move on dari workshop Room to Read yang mengesankan, walaupun nggak sempat jalan-jalan dan selfie banyak-banyak, uhuk! :D

Oke, Sobat. Sesuai janji, kali ini saya akan memosting tentang keseruan workshop Room to Read hari ke-2 di Green Forest, Lembang, Bandung.

Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, di akhir workshop hari ke-1, para peserta diberi PR untuk membuat plot structure yang terdiri dari Beginning, Middle, dan Ending (BME), kemudian mengembangkannya menjadi cerita. Oh, iya, peserta juga diminta untuk menggambarkan 3 dimensi karakter tokoh, yang meliputi karekter fisik (ciri yang terlihat), eksternal (lingkungan), dan internal (sifat tokoh).

Sebelum workshop hari pertama berakhir, terlebih dahulu telah dibagi masing-masing 2 mentor untuk mendampingi setiap kelompok. Para mentor ini adalah mereka yang mewakili penerbit mitra Room to Read. Mentor kelompok saya adalah Bunda Ira dan Bunda Sofie. Wah, senang deh, dimentori oleh beliau berdua. Baik dan sabaaar banget membimbing kami.

Hari hampir maghrib ketika saya dan Mbak Bening berjalan tergesa menuju kamar. Capek dan ngantuk sekali, rasanya. Sangking ngantuknya, saya bahkan sudah fifty-fifty antara makan malam atau langsung tidur saja. Nggak kuat, booo, menahan ajakan si mata untuk merem dan bobo syantik di kasur. Namun, ajakan perut untuk mencecap menu hotel yang nyam-nyam juga tak kalah menggiurkan. Apalagi, perut saya juga memang sudah terasa lapar. Maka, berdua Mbak Bening, saya pun menyeret langkah menuju resto hotel yang letaknya lumayan jauuuh dari kamar. Makanan, i am comiiing...

Usai makan malam, alih-alih mengerjakan PR, saya lebih memilih tidur. Besok pagi saja mengerjakannya, saat ngantuk dan capek sudah hilang, dan pikiran benar-benar fresh. Setelah memastikan gorden dan jendela sudah tertutup rapat, saya pun purna memejamkan mata. Zzzzzzzttt......

Alarm HP Mbak Bening membangunkan saya di kisaran pukul setengah empat pagi.

DING DONG! DING DONG!

Eh, nggak gitu ding, suaranya.

Perlahan menyibakkan selimut, saya pun berjingkat menuju kamar mandi, khawatir membangunkan Mbak Bening yang masih ngulet-ngulet.

Brrrr, untuk saya yang belum terbiasa, udara di Lembang luar biasa dinginnya. Saya sampai meringis waktu cuci muka dan gosok gigi. Dingin dan ngiluuuu sekali... Brrrr....

Tak lama kemudian, saya mulai asyik corat coret naskah di notes kecil Room to Read. Anehnya, bukannya melanjutkan ide cerita yang sudah dibuat di workshop hari pertama, saya malah mengerjakan ide lainnya. Yang seperti ini terjadi lagi di hari berikutnya. Sehingga jika diakumulasi, saya sudah menulis sebanyak 6 naskah selama workshop, glekss! Jadi wajar lah yah, jikalau sampai hari ini saya puasa dulu bikin naskah.  *nyari pembenaran padahal aslinya males*

Kelar mengerjakan naskah, saya dan Mbak Bening pun bersiap-siap. Kali ini kami memutuskan mandi dan dandan dulu sebelum sarapan, agar syantik dan bisa tepat waktu datang ke workshop. Oh, iya, di hari ke dua ini, saya dan Mbak Bening lagi-lagi memakai kerudung dengan warna yang sama, lho. Kompak banget, kan? Padahal nggak janjian.

Sebagian lansekap Green Forest Resort yang terlihat dari resto (kolpri)

Workshop Penulisan Buku Cerita untuk Pembaca Pemula (Day 2)

Perut kenyang, tidur cukup, PR selesai. Rasanya saya sangat siap mengikuti workshop di hari ke dua. Walau tetap dong, ya, saya nggak berani kalau disuruh ngomong, apalagi pakai bahasa Inggris. Antara sifat pemalu dan takut bikin malu jadi satu, hahaha...

Warming up dihandle oleh the girl who looks like a princess, Olivia. Dengan gesture dan suaranya yang memukau mata dan telinga, Olivia memperlihatkan sebuah video penari balet. Setelah menonton video tersebut, Olivia meminta kami menebak mana yang merupakan beginning, middle, dan ending. Olivia juga mengajak kami menari bersama gerakan metamorfosis kupu-kupu. Kami tak bisa menahan tawa saat harus memeragakan ulat yang uget-uget mencari daun, hehe. Olivia pandai sekali membuat suasana menjadi lebih cair dan menyenangkan.

Selanjutnya, setiap kelompok diminta untuk bersama-sama memeragakan sebuah cerita tanpa percakapan. Ya, memeragakannya hanya dengan gerakan. Olivia memberi waktu beberapa menit untuk berlatih. Setelah itu, satu persatu kelompok memeragakan ceritanya. Setiap ada kelompok yang maju, kelompok yang lain menebak cerita apa yang diperagakan, serta menentukan beginning, middle, dan juga ending.

Materi workshop hari ke-2 kembali diisi oleh Alfredo. Kali ini, materinya adalah mengenai flowcharts atau urutan rangkaian alur dalam pictbook, dan narrative devices.

Flowcharts Picture Book

Mengetahui flowcharts sangat penting, agar penulis pictbook bisa menghasilkan cerita yang teratur, menarik, dan tidak terkesan datar. Adapun flowcharts pictbook adalah sebagai berikut:

1. Set Up
Set up berisi pengenalan tokoh dan biasanya sudah masuk ke konflik. Set up sebaiknya tidak lebih dari 2 halaman, mengingat halaman pictbook yang sangat sedikit.

2. Rising Action
Rising action atau ketegangan meninggi terjadi  di saat si tokoh melakukan usaha-usaha untuk mengatasi rintangan dalam mencapai keinginannya. Rising up berfungsi untuk menimbulkan ketertarikan atau ketegangan bagi pembaca.

3. Klimax
Pada tahap ini, si tokoh benar-benar di hadapkan pada puncak konflik atau ketegangan cerita.

4. Falling Action
Di tahap falling action, cerita mulai bergerak ke arah penyelesaian, namun detailnya belum terceritakan.

5. Ending
Nah, di tahap ini, barulah konflik si tokoh teratasi. Selain itu, terjadi perubahan pada tokoh atau situasi. Misalnya, tokoh yang tadinya ingin A, di ending mendapat B namun - karena alasan di tahap sebelumnya - si tokoh tetap legowo menerima.

Setelah menerima materi, kami kemudian diminta untuk menuntaskan revisi PR 1, menuliskannya dalam bentuk naskah lengkap, kemudian mengirimkannya ke email panitia (Mbak Rina).  Setelah selesai, workshop break sebentar untuk shalat dan makan siang. Saya yang sedang tidak shalat, leyeh-leyeh dulu selonjoran di teras gedung workshop. Alhamdulillah, udara sejuk sehabis hujan, lumayan ampuh menyegarkan kembali kepala yang sempat berasap saat revisi naskah. Asap pun benar-benar hilang saat perut diisi makanan. Alhamdulillah lagi...

Sisa hujan dan bunga-bunga membuat kepala yang berasap fresh kembali (kolpri

Workshop dimulai lagi pukul 14.00 WIB. Setelah warming up yang saya lupa tentang apa, Al kemudian memulai lagi materi selanjutnya. Kali ini tentang Narrative Devices.

Narrative Devices

Narrative devices, kata Al, are ways of telling the story. Jadi, cara menceritakan sebuah cerita bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Pertama, One day (night) in the life of...
Al menunjukkan slide pictbook bertajuk "Good night, Gorilla" untuk contoh narrative devices model ini. Good night, Gorilla berisi tentang pengenalan berbagai macam hewan di kebun binatang dan juga warna. Lucu banget deh, cerita Gorilla ini. Beneran. Bahkan waktu closing dan dadah dadah pulang, beberapa dari kami bilang, "Good bye, Gorilla," sebagai tanda perpisahan. :D

Ke dua, Moveling Journey
Bercerita dengan cara ini adalah dengan menceritakan perpindahan atau perjalanan si tokoh beserta apa saja yang dialaminya. Misalnya pada pictbook berjudul Petualangan Sekeping Kancing. Pictbook ini menceritakan tentang petualangan sekeping kancing yang terlepas dari baju.

Ke tiga, Dream Motive
Misalnya seorang anak mengalami transisi ke dalam mimpi kemudian menemui petualangan seru di dalam mimpinya. Contohnya pictbook berjudul Jana Tidak Bisa Tidur.

Ke empat, Natural Cycle
Misalnya siklus hujan, metamorfosis, dll.

Ke lima, Metamorphosis
Menceritakan pertumbuhan hewan atau tumbuhan beserta urutan peristiwa yang dialaminya. Contohnya pictbook berjudul  The Very Hungry Caterpilar karangan Eric Carle.

Ke enam, Problem Solving
Menceritakan tentang usaha tokoh dalam mencari penyelesaian atas masalah yang dihadapinya. Contohnya pictbook berjudul Ingin Tidur, di mana tokoh utamanya adalah jangkrik dan naga. Naga mencari cara agar bisa tidur dan tidak terganggu oleh suara dengkuran sahabatnya, si jangkrik. Hihi, saya suka banget pictbook ini. Ukuran kedua bersahabat, jangkrik dan naga yang njomplang banget, serta usaha yang dilakukan si naga agar bisa tidur, menjadikan karakter dalam buku ini begitu kuat dan mengesankan.

Ke tujuh, Trick Device
Di sini, biasanya si tokoh diceritakan memiliki trik-trik jitu untuk mengalahkan lawannya. Misalnya pada cerita Kancil dan Buaya, di mana si kancil kemudian berhasil selamat dari buaya sebagai hasil dari trik yang dilakukannya.

Ke delapan, Cause and Effect
Maaf banget. Keterangan bagian ini tidak sempat saya catat karena keasyikan mainin spidol sambil ngelamunin jangkrik dan naga.

Ke sembilan, Numerical Sequences of Pattern
Nah, kalau yang ini, biasanya berisi pengenalan warna, bentuk, how to..., dan lain-lain. Lewat slidenya, Al memberi contoh pictbook berjudul One Fish Two Fish Red Fish Blue Fish karangan Dr. Seus.

Di akhir materi, Al memberi tips penulisan pictbook sebagai berikut:
1. Flesh out your character
2. Character that creat action
3. Show don't tell (visual narrative)
4. Imagine your target reader

Teras Gedung Workshop Room to Read

Sorenya, kami diminta untuk duduk dengan kelompok baru dan merevisi naskah yang lolos audisi Room to Read. Kelompok baru saya terdiri dari Mbak Dewi, Mbak Laksmi, Kak Sutan, Jackson, dan saya sendiri. Sementara mentor tetap Bunda Ira dan Bunda Sofie.

Kami kemudian diminta untuk mempresentasikan naskah yang lolos audisi di kelompok masing-masing. Saat satu orang presentasi, maka mentor dan anggota yang lain mengkritisi dan memberi masukan. Alhamdulillah, sama sekali tidak ada nuansa kompetisi walau kami tahu hanya 20 naskah yang akan terpilih nantinya. Semua saling membantu dalam memberikan masukan-masukan.

Harus saya akui, dua hari mengikuti workshop room to read membuat naskah lolos audisi yang tadinya saya anggap bagus, menjadi entahlah i don't know how to revise. Nggak sreg. Pengen ganti. Dan endingnya, naskah itu benar-benar tidak saya lanjutkan. Saya bikin naskah baru.

Malamnya, saya dan Mbak Bening lagi-lagi tidak langsung mengerjakan PR. Mr. Brain capek, boo, abis dicekokin materi-materi mantap surantap dari Alfredo. Ditambah lagi dengan kebut menyelesaikan PR 1 dan revisi naskah audisi yang berujung mentah. So, apa yang kami lakukan? Nonton film Korea! Hahahaha... Good night, Gorilla... :D

Oke, Sobat Jejak. Sampai di sini saja cerita seru workshop di hari ke dua, ya... Insya Allah akan saya lanjutkan keseruan workshop di hari ke tiga. Tunggu, yaaaa.... ^_^

Baca juga

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


32 comments:

  1. aku juga gak bisa move on... kangen semua yg di lembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa, Mbak Lia. Kangeeeen... :-*

      Delete
    2. tahun depan ikut lagi yuk.. haha.. ketagihan aku

      Delete
    3. Yuuuk... Hihihi. Aku juga insya Allah rencananya gitu, Mbak Lia. Siapa tau lolos dan bisa ketemu temen2 lagi ^_^

      Delete
    4. semoga Allah mempertemukan kita lagi di acara yg sama dalam kondisi yg lebih baik.. amiin

      Delete
    5. Aamiin... Dan nggak lupa selfie2 pastinya, ya. Biar nggak nyesel pulangnya. Kayak aku, huaaa...

      Delete
    6. hehe :) yuk serbu lowongan naskah di EfK dan BIP yuk.. praktikkan ilmu dari workshop

      Delete
  2. MasyaAllah.. luaas banget ilmunyaa. Makasih mbak Izzah syantiieks.. bermanfat level 99,9 ini maaah.. makasih sudah berbagi, yaa.. 😍😍😍😍

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah.. luaas banget ilmunyaa. Makasih mbak Izzah syantiieks.. bermanfat level 99,9 ini maaah.. makasih sudah berbagi, yaa.. 😍😍😍😍

    ReplyDelete
  4. 6 naskah?? hebatnyaaa... Saya mah diminta 3 aja, kerja keras banget.
    Dan perasaannya sama, Mbak..Pas saya bacain naskah audisi di kelompok (naskah yang saya anggap bagus), nggak ada temen yang ngerti. Hahaha... Lalulah saya bekerja keras merevisi naskah tersebut.

    Ditunggu cerita berikutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 6 naskah mentah, Mbak Raraaaa... Beneran deh, jungkir balik banget matenginnya. Sempat bikin pingin guling2 syantik di halaman Green Forest, hihi. Untung para mentor sabar membimbing.

      Delete
  5. Wah, pengin nih bisa ikutan workshop menulis buku cerita.
    Saya masih kesulitan menulis fiksi soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Moga tahun depan bisa ikutan ya, Mbak Ety Abdoel :)

      Delete
  6. seru workshopny ya mbaak. makasih jga udh share ilmu :))

    ReplyDelete
  7. Kesemsem sama Jangkrik n Naga jadi yang Cause & Effect luput dari perhatian y mba ahahah..
    keren banget si workshopnya, ditunggu lagi lanjutannya mba ^^
    #gelar tenda disini :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya, Mbak Herva. Lucu bangeeet... Apalagi kalo Mbak liat ilustrasinya. Duh, gemeees... Pingin nguyel2 si naga sama jangkrik :D Okee, makasih udah ngikutin ceritanya, yaa... ^___^

      Delete
  8. Ini fokusnya kayaknya tidur ya hahah XD

    ReplyDelete
  9. Sudah membaca. Pengalaman yang mengesankan ya bisa workshop seperti ini. Meski melelahkan, manfaatnya luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya, Bang. Mengesankan banget. Makasih udah mampir :)

      Delete
  10. Hikss cita2ku jadi penulis novel menguap seiring dengan sisa hujan dipagi hari

    ReplyDelete
  11. Asik ya ikut workshop seperti ini. Dapat ilmu, juga ada liburannya.
    Maaf ya buku baru dikirim senin 3 okt 2016. Insya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, asyik banget, Pak Alris. Ya, nggak papa. Terimakasih.

      Delete
  12. Baca kemarin via hp jadi belum enak komennya. Wah, seru banget acaranya ya. Jadi banyak ilmu dan semoga makin sukses dengan pengalamannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Ummi Naqy. Iya, seru banget :)

      Delete
  13. Waaa...seru banget dan sip...sip..ilmunya. Ditunggu ah cerita ke-3 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi... Belum sempat-sempat nih, Mbak, nulisnya. Mudah-mudahan besok bisa ^__^

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)