Monday, November 14, 2016

5 Hal yang Saya Bayangkan Ketika Melihat Supermoon

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sore tadi, saya melihat postingan di sosmed yang memberitahukan bahwa malam ini akan ada Supermoon. Saya pun mencari-cari berita mengenai supermoon. Berdasarkan berita yang saya baca, supermoon malam ini berbeda dan sangat istimewa. Hal ini, menurut Badan Antariksa Amerika, NASA, dikarenakan supermoonnya adalah yang terbesar sejak 1948, atau kurang lebih setelah 68 tahun.

Wah, exited, dong. Saya langsung menyusun rencana mau leyeh-leyeh di teras, sambil minum teh dan ngemil-ngemil syantik bareng anak dan suami. Jarang-jarang kan, ada supermoon, di mana bulan terlihat lebih terang dan buesaaaar... Penampakan bulan yang lebih besar dibanding biasanya ini disebabkan karena posisi bulan mencapai titik terdekat dengan bumi. Keadaan inilah yang kemudian kita kenal dengan istilah supermoon.

Supermoon

Sayangnya, posisi bulan tidak segaris dengan rumah saya. Agak condong ke arah belakang rumah, jadi ketutupan sama pohon-pohon. Selain itu, langit juga tak sebening wajah Sobat kalau abis maskeran. Tapi lumayan, lah. Setidaknya masih terlihat supermoonnya.

Ngomong-ngomong, setiap kali terang bulan atau supermoon, saya selalu teringat setidaknya 5 hal yang sebagian besar merupakan nostalgia saya di masa kecil.

5 Hal yang Saya Bayangkan Ketika Melihat Supermoon:

1. Ibu

Dulu, saat terang bulan, saya dan ibu sering duduk berdua di teras atas rumah. Kami mengobrol tentang apaaa saja. Biasanya sih, lebih banyak saya yang curhat. Saya menceritakan segala sesuatu yang saya alami di sekolah. Kejadian-kejadian lucu, teman yang menyenangkan atau menyebalkan, dan lain-lain. Kadang-kadang saya melucu agar ibu tertawa. Ah, saya kangen sekali pada moment itu.

2. Kebersamaan dengan keluarga

Tak jarang, saya dan keluarga menggelar kasur di teras atas. Kebetulan terasnya sangat luas. Jadi seperti piknik di lapangan, hehehe. Bersama-sama kami memandangi bulan dan taburan bintang di langit. Tak lupa jagung dan kacang rebus yang disiapkan ibu turut pula menemani. Saat ada bintang jatuh, jika di film-film para tokoh suka bilang "make a wish", sebaliknya, saya yang masih kecil saat itu malah ketakutan. Kami menyebut bintang jatuh itu "tuju". Konon ia merupakan buatan dukun yang hendak mencelakai orang. Nah, tempat di mana bintang itu jatuh, di sanalah si korban berada. Hiiiyyy... Kalau melihat tuju, saya pasti komat kamit baca ayat kursi. Serem.

3. Pangeran dan Puteri Kesepian

Haha, dasarnya waktu kecil tukang menghayal. Saya suka membayangkan bagian gelap pada bulan adalah sosok seorang putri atau pangeran yang kesepian karena tidak punya teman. Saya pandangiii terus bulannya. Kadang sampai senyam senyum membayangkan saya sedang mengobrol sama si putri dan pangeran. Tapi itu dulu, sih, Sekarang mah enggak :D

4. Kucing dan kelinci bulan

Terkadang, bagian gelap pada bulan juga terlihat seperti kucing atau kelinci. Saya membayangkan bahwa kucing atau kelinci itu adalah peliharaan si putri dan pangeran.

Nah, belakangan, saya baru tahu bahwa ada cerita berjudul Nyi Anteh, seorang wanita cantik yang kabur ke bulan karena dikejar-kejar oleh pangeran bernama Anantakusuma. Di bulan, Nyi Anteh hanya ditemani kucing kesayangannya. Hehe, saya jadi membayangkan sekuel Nyi Anteh. Mungkin berjudul Kembalinya Nyi Anteh? Bisa jadi ceritanya Nyi Anteh ketemu astronot, lalu memutuskan ikut si astronot kembali ke bumi, lalu mereka menikah, lalu bahagia untuk selama-lamanya. *klasik* :D

5. Nyamuk

Yah, yang terakhir ini bukan bayangan atau nostalgia, sih. Tapi real. Setiap kali terang bulan, pasti yang namanya nyamuk tuh, buanyaaaaak banget bikin panik dan gemes ingin mencoleknya dengan raket nyamuk. Tapi meskipun menyebalkan, setidaknya si nyamuk ini sudah menjadi bahan tulisan yang kemudian alhamdulillah dimuat di Gado-gado Femina :)

Baca: Nyamuk

Oke, Sobat. Sampai di sini dulu. Selamat menikmati keindahan supermoon :)
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


3 comments:

  1. Aku mbayangin rumah mbahku yang dulu. Halamannya luas & dulu Pringsewu masih kampung banget. Jadi anak2 (pada jaman itu he he) kalau bulan purnama, ngumpul di halaman rumah mbah, main gobak sodor, dsb.
    Semalam pas supermoon kebetulan kebagian pemadaman bergilir. Apa sengaja ya biar orang2 pada lihat supermoon. Tapi tetangga2 kalau tilam biasanya ngungsi ke Giant hi hi hi. Tapi seneng semalam bisa ajak Rayyaan lihat supermoon di halaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, jelas banget pasti supermoonnya, ya, kalau pas mati lampu. Secarabyang bersinar cuma dia sendiri.

      Btw sama, waktu kecil juga suka main gobak sodor pas terang bulan. Seru banget. Para orang dewasa juga ikut nontonin sambil ngobrol :)

      Delete
  2. Wah, aku malah kesepian, pangeranku di Padang, jadi mandang bulan mewek deh hahah...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)