Sunday, November 20, 2016

Pesona Pulau Pahawang, The Most Popular Hidden Paradise

Berawal dari celotehan penat para guru di tempat saya mengajar, dua tahun yang lalu, ide untuk jalan-jalan pun terlontar. Lalu, seorang teman mengusulkan untuk menjadikan Pulau Pahawang sebagai destinasi wisata pilihan.

Menurut teman saya itu, Pulau Pahawang memiliki pesona bawah laut yang menawan serta panorama alam yang indah sejauh mata memandang. Penasaran, kami yang belum pernah ke sana akhirnya sepakat untuk pergi ke Pulau Pahawang.

Perjalanan Menuju Pulau Pahawang

Untuk menuju Pulau Pahawang, dari Bandarlampung, kami menyewa angkot seharga Rp. 250.000,-. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam, melewati beberapa pantai seperti Pantai Puri Gading, Pantai Duta Wisata, Lempasing, Pantai Queen Artha, Pantai Mutun, dan Pantai Sari Ringgung. Walau jarak dan waktu tempuh menuju Pulau Pahawang cukup jauh dan lama, namun kami tidak merasakan bosan, dikarenakan suguhan menawan berupa hutan dan bebukitan hijau di sepanjang perjalanan.

Dermaga Ketapang (kolpri)


Angin berembus membawa aroma laut ketika kami menjejakkan kaki di Dermaga Ketapang. Kami lalu menyewa perahu atau jukung seharga Rp. 250.000,- . Perahu inilah yang akan membawa kami menuju Pulau Pahawang. Saya sempat heran, mengapa harga sewa perahunya sangat murah. Sebab dari beberapa informasi yang saya baca di internet, harga sewa perahu ini berkisar antara Rp. 350.000,-  hingga Rp. 500.000,-. Saya pun mengangguk paham, ketika dijelaskan bahwa harga itu didapat karena guide kami sudah kenal baik dengan yang punya kapal. Guide kami adalah seorang mahasiswi yang sering bolak-balik ke Pulau Pahawang. Saat itu, Pulau Pahawang merupakan desa binaan organisasinya di kampus.

Lansekap dalam perjalanan menuju Pulau Pahawang (kolpri)


Tak menunggu lama, suara gemuruh mesin diesel mulai terdengar. Perahu pun melaju membelah lautan menuju Pulau Pahawang. Perpaduan air laut yang biru, langit cerah, dan bukit-bukit hijau tampak begitu menyegarkan pandangan. Sesekali saya menjulurkan tangan ke laut, menikmati kecipak air seraya membayangkan seolah sedang bersalaman dengan ikan-ikan.  Tak terasa, waktu sekitar 45 menit pun berlalu. Di hadapan kami, dermaga Pulau Pahawang telah menanti. Menurut informasi dari guide kami, pulau yang tak lama lagi akan kami sambangi ini dikenal dengan nama Pulau Pahawang Besar.

Foto-foto dulu begitu sampai di Pahawang Besar (kolpri)


Terdampar di Pulau Pahawang Besar

Kehadiran kami disambut ramah oleh penduduk pulau yang terletak di Kabupaten Pesawaran, tepatnya di kecamatan Punduh Pidada ini. Kebetulan saat itu sedang digelar pengajian, sehingga kami sempat dikira rombongan majelis taklim dari Bandarlampung. Tak ayal, ucapan selamat datang untuk kami terdengar dari pengeras suara. Terimakasih kami ucapkan kepada para Bapak dan Ibu yang menyambut kami, seraya menjelaskan bahwa kedatangan kami ke Pulau Pahawang adalah untuk berwisata. Sungguh mengesankan, keramahan tak lekang walau penduduk akhirnya tahu bahwa kami bukanlah rombongan tamu pengajian. Mereka tetap menyapa kami dengan penuh senyuman, begitupula anak-anak pulau yang tanpa ragu bercanda tawa di dekat kami. Ah, sepertinya penduduk Pulau Pahawang tahu benar bagaimana memperlakukan para wisatawan.

Datang sebagai tamu
Tak lupa mengetuk pintu
Menyapa dengan ramah
Disambut dengan senyum merekah

Penduduk di Pulau Pahawang (kolpri)

Anak-anak di Pulau Pahawang (kolpri)


Pulau Pahawang terbagi menjadi dua, yaitu Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Berbeda dengan Pahawang Kecil, Pahawang Besar dihuni oleh sekitar 400an kepala keluarga. Terdapat beberapa cukuh atau desa di Pahawang, Yaitu Cukuh Suak Buah, Cukuh Kalangan, Cukuh Penggetahan, Cukuh Jeralangan, dan Cukuh Nyai.

Ada miskomunikasi ketika kami melakukan wisata ke Pulau Pahawang ini. Sepertinya guide memberitahu kemudi perahu, bahwa kami akan berenang-renang saja di sekitaran pantai Pulau Pahawang Besar. Padahal, inginnya mendatangi spot-spot snorkeling yang menjadi wisata andalan di Pulau Pahawang. Alhasil, perahu pun meninggalkan kami yang telat menyadari akibat keburu keasyikan bercengkrama dan berfoto-foto selfie. Alhamdulillah, Tuhan menakdirkan kami untuk terdampar di pulau ini.

Rumah penduduk di Pulau Pahawang (kolpri)


Tak ada rotan akar pun jadi. Melipir dari lokasi yang dihuni oleh para penduduk, kami berjalan menyusuri jalan berupa susunan paving blok. Mencari tempat sepi untuk berenang-renang cantik ala puteri duyung adalah tujuan kami.

Menyusuri jalan paving blok (kolpri)


Dalam perjalanan, di sisi kiri jalan saya melihat panel surya. Rupanya, panel surya yang memanfaatkan energi cahaya matahari inilah yang menjadi sumber listrik utama bagi penduduk di Pulau Pahawang. Selain panel surya, beberapa penduduk juga menyediakan genset sebagai energi alternatif untuk menghidupkan listrik, pengganti PLN.

Panel surya di Pulau Pahawang (kolpri)

Cukup lama berjalan, tibalah kami di sebuah tempat berpantai landai yang sepi tak berpenghuni. Pepohonan hijau yang rindang tumbuh di sepanjang bibir pantai. Air lautnya begitu tenang, hanya sesekali angin meriakkan ombak kecil menuju pantai, dengan hamparan pasir putih yang teksturnya mengingatkan saya pada butiran lembut tepung maizena.

Keindahan pantai di Pulau Pahawang (kolpri)


Saya memutuskan untuk menikmati pemandangan ketika teman-teman saya sudah mencebur ke laut dan berenang. Seru sekali melihat mereka snorkeling di air dangkal, lalu berteriak histeris saat berhasil melihat ikan.

Ikan!
Ikan!
Hore!
Saya berhasil melihat ikan!

Mengedarkan pandangan, di sisi kanan pulau, saya melihat hamparan lebat hutan mangrove. Menurut informasi dari nelayan yang sedang memperbaiki kapal, masyarakat Pulau Pahawang sudah memiliki kesadaran untuk melestarikan mangrove. Hal itu tentu tidak terlepas dari upaya penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah setempat beserta LSM yang aktif bergerak di bidang pelestarian lingkungan.  Saya tersenyum, membayangkan betapa bungahnya para hewan laut yang menjadikan mangrove sebagai habitatnya. Selain menjadi habitat bagi beragam hewan laut, keberadaan mangrove juga membantu menghindari terganggunya keseimbangan alam daerah pantai akibat abrasi atau pengikisan yang disebabkan oleh gelombang air laut.

Selain itu, mangrove juga menjadi sumber penghasilan penduduk Pulau Pahawang. Oleh penduduk, mangrove diolah menjadi penganan khas yang lezat seperti dodol mangrove, sirup mangrove, dan keripik mangrove, yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Dodol Mangrove (sumber foto: IG @kelilinglampung)

Keripik Mangrove (sumber foto: Twitter @kelilinglampung)

Alhamdulillah. Keindahan alam di pantai Pulau Pahawang Besar membuat saya bersyukur telah terdampar di sana. Sungguh sebuah anugerah saya bisa menyaksikan keberadaan surga tersembunyi di Provinsi Lampung ini.

The Most Popular Hidden Paradise

Oleh para wisatawan, Pulau Pahawang sangat populer dengan keindahan bawah lautnya. Para penyuka snorkeling dan diving dimanjakan oleh keindahan berbagai spesies ikan dan terumbu karang yang bisa dengan mudah ditemui di bawah laut Pahawang. Lokasi wisata bawah laut favorit yang biasa dikunjungi wisatawan di antaranya Pahawang Kecil, Kelagian, Tanjung Putus, dan Taman Nemo.

Selain itu, Pulau Pahawang juga terkenal dengan pemandangan alamnya yang eksotis. Jajaran hutan mangrove, bukit-bukit hijau, serta air lautnya yang berwarna biru toska, menjadi sebuah panorama yang menyejukkan mata. Oleh karena itu, tak heran jika Pulau Pahawang masuk dalam nominasi pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata, yaitu pada kategori Surga Tersembunyi Terpopuler atau Most Popular Hidden Paradise.

Pulau Pahawang Kecil, Tanjung Putus, dan Kelagian

Pulau Pahawang Kecil tidak berpenghuni. Hanya ada sebuah cottage yang konon milik seorang berkebangsaan Perancis bernama Mr. Joe. Terdapat juga dermaga milik pribadi. Milik siapa lagi kalau bukan Mr. Joe. Cottage Mr. Joe juga ada di Pahawang Besar. Lengkap dengan dermaga kayunya yang menawan. Letaknya tidak jauh dari tempat saya dan teman-teman berenang.

Aneka bentuk dan warna terumbu karang terlihat jelas dari permukaan air (sumber foto: IG @kelilinglampung)

Di Pahawang Kecil ini, pemandangan alamnya begitu indah menawan. Suasananya yang sepi membuat pulau ini terasa milik sendiri. Yah, sekali-sekali. Kalau bukan di Pahawang Kecil, di mana lagi bisa merasakan sensasi memiliki pulau pribadi? Menyelam di kedalaman sekitar 2 meter, maka akan ditemui sebuah plang bertuliskan I love Pahawang. Jangan sampai melewatkan spot ini. Yah, setidaknya sebagai bukti ke anak cucu nanti, bahwa kita pernah berada di sini. Di Pulau Pahawang.

Lansekap di pantai Pahawang Kecil (sumber foto: www.yopiefranz.com)

Tak jauh dari Pahawang kecil, terdapat jembatan alami berupa pasir yang dikenal dengan sebutan Tanjung Putus. Tanjung Putus ini hanya terlihat ketika air laut surut. Jika air pasang, maka jembatan pasirnya akan terendam. Di Tanjung Putus, ikan-ikan tak segan berenang di dekat perahu dan para wisatawan yang sedang menyelam. Serunya. Menyatu dengan alam dan seolah menjadi bagian dari ikan-ikan di Pulau Pahawang.

Perlakukan ikan-ikan itu sebagai sahabat
Maka ikan-ikan pun akan memperlakukanmu layaknya sahabat


Lansekap di sekitar Tanjung Putus (sumber foto: IG @kelilinglampung)


Di Pulau Kelagian, pasir putih yang begitu lembut akan menyapa langkah kaki para wisatawan yang datang. Menyelam ke bawah laut Kelagian, maka akan dijumpai ratusan ikan dan beraneka bentuk terumbu karang. Keindahan pemandangan alam dan wisata bawah laut di Kelagian akan membuat wisatawan ingin datang ke sana lagi dan lagi.

Berenang bersama ikan di Kelagian (sumber foto: www.yopiefranz.com)

Taman Nemo

Tak perlu finding Nemo di Taman Nemo Pulau Pahawang. Sebab di sini, ikan-ikan nemo atau clownfish dapat dengan mudah ditemui. Hanya dengan menyelam di kedalaman yang tidak seberapa, sekumpulan ikan nemo berenang dengan riang seolah menyambut kedatangan para wisatawan. Mereka berenang ke sana ke mari di antara aneka bentuk terumbu karang, serta warna warni anemon laut yang melambai-lambai seakan-akan mengajak para penyelam untuk menari bersama mereka.

Ikan nemo (sumber foto: IG @pahawanglampung)

Ikan nemo (sumber foto: IG @pahawanglampung)

Kenalkan Pulau Pahwang Lewat Festival Teluk Ratai

Salah satu bentuk perhatian terhadap potensi wisata alam dan bawah laut Pulau Pahawang, pemerintah Kabupaten Pesawaran akan mengadakan Festival Teluk Ratai. Festival yang baru pertama kali dilakukan ini akan dihelat pada tanggal 25-27 Nopember 2016. Festival ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat, mengenai keberadaan nominator most popular hidden paradise, yaitu Pulau Pahawang.

Catat tanggalnya, ya, dan pastikan kamu yang membaca postingan ini datang dalam Festival Teluk ratai Pulau Pahawang.

Kembali ke Dermaga Ketapang (kolpri)
Hari beranjak petang. Tak terasa, sudah waktunya saya dan teman-teman pulang, meninggalkan Pulau Pahawang. Tentu tak cukup menyukuri potensi wisata alam dan bawah laut Pulau Pahawang ini hanya dengan mengagumi keindahannya semata. Lebih dari itu, menjadi kewajiban kita untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan melestarikannya. Dengan demikian, kelak anak cucu keturunan kita dapat pula menikmati Keindahan Pulau Pahawang.

Setidaknya ingat 3 hal ini ketika berwisata ke Pulau Pahawang:

1. Jangan buang sampah sembarangan
2. Jangan menginjak terumbu karang
3. Sapa dengan ramah penduduk yang dijumpai

Baca juga:

Pantai Klara, Destinasi Wisata yang Ramah Keluarga



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pahawang The Hidden Paradise


Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


27 comments:

  1. Cakep banget, aku mau juga ke sana, semoga makin banyak ya wisatawan ke sana. Keren deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Mi, kita ke Festival Teluk Ratai. Kumpul bareng anggota Tapis Blogger di sana. Kangen sama Pulau Pahawang. Pingin eksplore lebih banyak lagi tentang keindahan pulai itu.

      Delete
    2. Wah cantik-cantik semua, baik pantainya maupun orangnya...;)

      Bandarlampung? kakakku tinggal di Bandaragung dan kalau pulkam ke Indonesia kami sering mampir dan sering mati gaya di sana, paling banter ke Way Kambas doang. terimakasih info-nya ya... ini dekat dengan bandaragung kan?

      Delete
    3. Uhuk, uhuk, makasiiih... Iya, Mas Haris, pantai2 di Lampung cantik2. Ini baru Kabupaten Pesawaran, belum lainnya. Persoalannya cuma akses yang kadang belum memadai. Tapi belakangan pemerintah udah mulai kasih perhatian lebih soal infrastruktur ke tempat2 wisata semacam ini. Kabarnya jalan ke Kiluan juga udah diperbaiki. Ayo, ke Lampung.

      Wah, saya kurang tau kalo Bandar Agung. Taunya Kota Agung dan lokasinya lumayan jauh dari Bandarlampung. Coba nanti saya tanya2 temen2, ya :)

      Delete
  2. Kereeeen! Pantai dan underwaternya Lampung nggak kalah deh sama daerah lain yang pantai2 & pemandangan bawah lautnya sudah lebih dulu tenar. Cakeeep!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Potensi wisata laut Lampung memang luar biasa. Salah satunya Pulau Pahawang. View uderwaternya bikin betah. Kabarnya ada ekowisata juga. Nanem2 mangrove di sana. Yang ngadain wisatanya LSM Mitra Bentala, kalo nggak salah. Pingin banget, ikut nanem2 mangrove sama terumbu karang.

      Delete
  3. Woooow.... tulisannya enak dibaca. Pictnya keren2. Semoga berkah yaaaa.... jadi mupeng pengen jalan ama TapisBlogger niih 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiiih... Yuuuk, Tapis Blogger gathering di sana. Ngeliput bareng2 acaranya sambil eksplore keindahan Pulau Pahawang bareng2. Pasti seru, ya :)

      Delete
  4. Rekreasi ke tempat yang jauh dari keramaian kota seperti ini sungguh mengasyikkan. Kehausan ruhani akan tempat wisata yang indah terpenuhi.
    Terima kasih reportasenya yang apik dan lengkap
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Pakde. Wisata ke tempat2 semisal Pulau Pahawang ini bikin hati dan pikiran fresh kembali. Terimakasih sudah mampir. Salam hangat dari Bandarlampung :)

      Delete
  5. Omg,... Indahnya kebangetaaann :D. Malu nih aku, padahal lampung ga jauh2 amat dr jakarta tp malah belum pernah ksana kalo traveling.. Selalu yg jauh2 . Dan denger2 kuliner lampung juga enak2 ya mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, memang kebangetan indahnya. Bikin banget2 pengen ngunjungin satu2. Wah, kalo soal kuliner nggak usah dibahas, Mbak. Soalnya bakal lebih kebangetan lagi enaknya, hehehe... Yuk, Mbak, dateng ke Lampung. Mumpung mau ada Festival Teluk Ratai. Biar ngerasain betapa kebangetannya potensi wisata di Lampung ^_~

      Delete
  6. Duh udah 2 x nolak ajakan temen ke pulau pahawang,,,, tapi apa daya mungkin esok hari kerjaan tidak menumpuk sehingga bisa menikmati keindahan bawah lautnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa, sayang bangeet... Lain kali kalo Mas Irwin nggak bisa, lempar ke saya aja ya, seatnya, hihi... *modus* Aamiin... Moga segera punya kesempatan dateng ke Pulau Pahawang ya, Mas Irwin :)

      Delete
  7. Ternyata Lampung ngak kalah indah dengan Lombok. Semoga suatu saat berkesempatan ke Lampang mba izza

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Dan ini belum seberapa, Mas Imron. Dulu pernah ke pantai Putih Doh. Tempatnya baguuus banget. Terus sepanjang jalan menuju ke sana, pantai2 cantik berderet. Pasirnya putih banget. Dan rata2 masih alami belum kesentuh wisatawan. Aamiin... Moga bisa main ke Lampung, ya.

      Delete
  8. mantaff juga yah mbaa....spengen rasanya kunjungi kesana mbaa....

    salam blogger mbaa

    ReplyDelete
  9. Mudah2an bisa ke Lampung suatu hari ya, Yuli. Salam blogger.

    ReplyDelete
  10. secara pulau ini ndak asing dan paket liburan slieweran kemana" hehe wah pasti perjuangan yah bisa menikmatinya alhamdulillah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Pahawang memang dah jadi destinasi wisata populer di Lampung. Alhamdulillah udah pernah ke sini :)

      Delete
  11. Tjakeeeepppp... Tp jauh jg ya, musti diarrange bener² nih waktunya

    ReplyDelete
  12. OMG sama banget mbak aku juga baru pulang dari pahawang huhuhu jadi baper baca giniian. waktu itu aku sekalian mampir ke teluk kiluan :D udah aku tulis di blog ku , boleh kalau mau mampir hehehhe salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
  13. Foto2nya indah banget Ini dekat Lampung kah mbak?
    Moga pemerintah buka jalur transportasi yg lbh baik ya mbak ke sana, jd gak perlu g sewa angkot semahal itu dan tempat isatanya jd mudah diakses TFS :D

    ReplyDelete
  14. mahal juga sewa angkotnya mbak. Pantainya indah banget ya mbaak, pasir putihnya bikin ngiler. Jadi pengen kesana mbak, pengen ngelihat keindahan bawah lautnya. Btw, thanks for sharing ya mbak ;))

    ReplyDelete
  15. Indahnyaaa pahawaangg. Mupeeengg bangeet liat potonya. Pingin kesanaaa. . ����

    ReplyDelete
  16. keren bgt ya tempatnya ... aku juga mau donk kesana

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)