Wednesday, November 23, 2016

Rahasia Dian Tetap Menarik di Usia Cantik

“Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?” 

― Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta ―



Dian Onasis


Lahir di Palembang, wanita suku Minang bernama lengkap Dian Istiaty ini kini menetap di Pamulang. Berkumpul bersama keluarga dengan bahagia tak berbilang. Menuai karunia terbesar dari-Nya, atas kesabaran dalam melalui penantian yang panjang.


Tak kunjung memperoleh keturunan di sembilan tahun usia pernikahan, bukanlah hal yang mudah dijalani Dian. Rasa cemas tentu ada. Mengingat usianya yang tak lagi muda. Belum lagi tekanan dan komentar dari orang-orang sekitar. Namun, alih-alih meratapi keadaan, wanita yang menjadi PNS dosen Hukum Unsri sejak tahun 1997 sampai 2014 ini lebih memilih menyibukkan diri dengan pikiran positif, seraya tak henti berusaha dan berdoa, semoga Allah berkenan memberinya anak di suatu ketika. 



"Di ufuk empat puluh aku mulai mengumpulkan 
berkas kelemahaanku yang bertaburan
dalam hutan remajaku aku mulai memikul
bakul yang berat di belakangku
sarat oleh pengalaman
sarat oleh penemuan."

(di ufuk empat puluh, T. Alias Taib, Seberkas Kunci)


Tak ada yang bisa menduga takdir. Begitupun Dian. Cumlaude S2 Unsri ini tak pernah menyangka, bahwa Allah akan menjawab doanya ketika ia sedang berproses menyelesaikan studi doktornya di Unibraw. Di menjelang #UsiaCantik, Dian akhirnya mengandung anak kembar di dalam rahimnya. Namun, ujian lain ternyata masih harus dijalani. Salah satu janin yang berjenis kelamin laki-laki, meninggal di dalam kandungan. Tak ingin kehilangan janin satunya lagi, Dian pun memutuskan untuk tidak melanjutkan studi, agar bisa fokus menjaga kandungannya. Sebuah keputusan yang berat, tapi Dian tak pernah menyesalinya. Ia yakin, bahwa ada kebaikan dalam setiap takdir yang Allah tentukan untuknya.


Mengandung satu janin yang sudah menjadi mayat, serta mempertahankan janin lain yang masih hidup, merupakan perjuangan yang sangat berat bagi Dian. Sebuah fase yang mau tak mau harus ia lalui walau dengan iringan derai air mata. Ibu mana yang tak lara bila kehilangan puteranya? Hanya dengan izin dan pertolongan Allah semata, istri dari Onasis Dasmal Muskita ini akhirnya mampu mengatasi rasa kehilangan dan perlahan mengikhlaskan kepergian Miftahurrahman Onasis, buah hatinya. Hingga pada akhirnya, luka itu terobati dengan kelahiran seorang bayi perempuan cantik yang sehat, Salsabila Onasis, di usia Dian yang ke-34 tahun.



Merayakan usia cantik dengan menjadi ibu rumah tangga dan penulis


Keputusan besar diambil Dian di #UsiaCantik. Sejak dikaruniai anak, cita-cita Dian yang semula ingin menjadi seorang profesor di usia 40 tahun, berubah. Kini, keluarga telah menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Keinginan untuk senantiasa dekat dengan suami dan mendampingi tumbuh kembang anak, membuat wanita yang akrab disapa dengan Uni Dian ini, memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai dosen dan menjadi ibu rumah tangga. 


Walau mengaku sempat menyesal dengan keputusan resign, apalagi ketika melihat adik-adik tingkatnya kuliah S3, namun, salah satu SDM terbaik di mata Dekan fakultasnya ini tetap bahagia dengan keputusannya. Apalagi setelah bertambahnya karunia Allah yang lahir dari rahimnya. Seorang bayi laki-laki bernama Muhammad Ammar Al Mumtaz Onasis, yang membuat Dian merasa hidupnya menjadi sempurna.


Dian dan suami, saat menunaikan rukun Islam yang ke-5 (sumber gambar: FB Dian Onasis)


Dian bersama dua buah hatinya, Billa dan Aam (sumber gambar: FB Bunda Billa Aam)


Di samping aktivitas utamanya sebagai ibu rumah tangga, di usia cantiknya, Dian mulai menekuni dunia penulisan buku. Mimpi Dian adalah bisa terus menulis, dengan harapan apa yang ditulis menjadi jalan turunnya berkah dan kebaikan, baik bagi dirinya pribadi, maupun orang lain yang membaca tulisannya. Wanita pemilik senyum lebar ini pun serius menjalani profesi sebagai penulis pada tahun 2010 hingga 2012. Di rentang tahun itu, setidaknya 5 buku anak solo dan puluhan buku antologi telah ia hasilkan. 



Karya-karya Dian (sumber gambar: FB Dian Onasis)


Untuk meningkatkan kemampuan menulisnya, Dian banyak mengikuti kelas online menulis, baik yang gratis maupun berbayar. Ia pun sering mengikuti workshop menulis, banyak membaca buku, serta berkomitmen untuk menulis setiap hari. Wanita ramah ini juga berusaha membangun networking yang baik dengan semua orang, terutama yang terkait dengan dunia penulisan. Ia berharap suatu hari bisa membuat buku dengan unsur pengetahuan yang bermanfaat bagi anak-anak.



Dian bersama teman-teman penulis (sumber gambar: FB Dian Onasis)


Wanita pemilik blog www.oenidian.com ini juga aktif membagikan ilmu menulisnya, baik offline maupun online. Dian pernah diminta oleh sebuah komunitas penulisan untuk mengisi acara sharing cara menulis cerita anak bagi siswa siswi SMPIT Rahmaniah di Depok. Selain itu, Dian juga mendirikan Kelas Permen, yaitu kelas menulis novel anak yang dilakukan secara gratis via Facebook. Kelas Permen ini sudah berlangsung sebanyak 4 kali, dengan jumlah anggota 5-6 orang per kelas. Dengan membagikan ilmunya, Dian berharap ilmu yang ia peroleh tidak cepat hilang dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.



Dian sharing cara menulis buku anak di SMPIT Rahmaniah, Depok (sumber gambar: FB Dian Onasis)


Rahasia Dian Tetap Menarik di Usia Cantik

Jelang usia 43 tahun, wajah Dian masih terlihat cerah dan menarik. Dian mengaku mengikuti anjuran sang ibu untuk merawat wajahnya sejak usia pubertas. Setiap pulang sekolah, Dian selalu menyempatkan diri untuk mencuci wajah. Hal ini untuk menghindari tertutupnya pori-pori wajah akibat kuman dan debu yang menempel. Sebab jika dibiarkan, tentu hal itu bisa berakibat tidak baik bagi kulit wajah Dian.

Salah satu produk yang bisa digunakan untuk membersihkan wajah yang kotor adalah Revitalift Milky Cleansing Foam dari L'Oreal Paris. Kandungan BHA + Glycerin di dalamnya membantu mengangkat sisa make up, kotoran dan debu, serta sel kulit mati, sehingga menjadikan wajah tampak lebih cerah dan muda. 



L'Oreal Paris Revitalift Milky Cleansing Foam (sumber gambar: www.lorealparisindonesia.com) 


Ditanya mengenai definisi cantik, menurut Dian, cantik adalah ketika orang lain merasa nyaman melihatnya. Bisa karena cara berpakaiannya yang rapi dan serasi, cara bicaranya yang menyenangkan, make up yang proporsional dan sedap dipandang, atau karena tingkah lakunya yang sopan. Dian sendiri berusaha membuat dirinya menarik dengan lebih banyak tersenyum. Sebab dengan senyum di wajah, orang bisa berkali lipat terlihat lebih menarik dan cantik. Di usia cantik, Dian juga merasakan perubahan positif dalam dirinya. Ia semakin matang dalam berpikir, sabar, dan ramah pada anak-anak.


Kendati tak begitu ambil pusing dengan tanda-tanda penuaan di usia cantik semisal mulai tumbuhnya uban dan munculnya kerut di wajah, namun Dian tetap merawat wajahnya dengan menggunakan krim malam dan krim anti sinar matahari. Sebab bagi Dian, wajah juga merupakan karunia Allah yang harus senantiasa dirawat dan dijaga dari hal-hal yang bisa merusak keindahannya.


Adapun formula yang bisa digunakan untuk melindungi wajah dari sinar UVA dan UVB matahari adalah Revitalift Dermalift Day dari L'Oreal Paris.  Kandungan Pro Retinol A di dalamnya mampu memberikan perlindungan terhadap UVA & UVB, merawat kekencangan kulit, serta mencegah penuaan dini. Sementara untuk krim malam, perawatan wajah usia cantik bisa dipercayakan pada Refitalift Night. Formula ini mengandung Pro-Retinol A yang berguna untuk megoptimalkan regenerasi kulit, serta Centella asiatica yang ampuh untuk mencegah timbulnya kerutan baik dari dalam maupun luar.



L'Oreal Paris Revitalift Day (sumber gambar: www.lorealparisindonesia.com)


Satu-satunya hal yang sempat membuat Dian khawatir di usia cantik adalah efek samping menopause, di antaranya diabetes, mengingat ia pernah 2 kali menjadi pasien Suspect PCO. Dian khawatir jika itu terjadi, ia tidak bisa selalu membersamai anak-anaknya. Akan tetapi, penulis yang memiliki nama pena Dian Onasis ini kemudian menganggap bahwa pikiran seperti itu hanya membuang-buang waktu dan menguras energi. Ia pun akhirnya memutuskan untuk fokus menjalani proses menulisnya, serta menikmati hari-hari bahagianya bersama suami dan anak-anak. 




Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L'Oreal Revitalift Dermalift

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


27 comments:

  1. Its been a honour to be your source in writing this article. Good luck izzah...

    I look really lovely in this writing...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Thank you, Uni. You are a very brave woman :)

      Delete
  2. Masyaa Allah perjuangannya Mbak Dian, terutama saat hamil pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kagum dengan keteguhan hati harus memilih resign demi keluarga. Alhamdulillah Allah membukakan jalan lain yang lebih indah.

      Delete
    2. Makasih mbak2 sekalian.... in shaa Allah setiap perempuan berstatus istri pasti ada dlm.posisi hrs mengambil satu keputusan penting....

      Delete
  3. Iya mbak heni... hikmahnya saya jadi penulis sejak itu... alhamdulillah

    ReplyDelete
  4. Komenku kemana? Padahal udah komen hiiks... Aku juga perjuangan Uni Dian, sangat inspiratif. Apa pun pilihan tetap membuat bahagia. Usia cantik makin happy bareng keluarga dan berprestasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup.. happy bersama keluarga dan tetap berprestasi..amin

      .

      Delete
  5. Aku nggak bisa membayangkan posisi mba Dian saat kehamilan anak pertama :(
    Nice sharing. Salam kenal mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Bener2 nggak kebayang. Dan itu harus dialami setelah 9 tahun penantian.

      Delete
  6. Ini artis n yang nulisnya sama2 kereeeen.... salam sayang dari upik di Lampung untuk Uni Dian, yaa 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhuk, uhuk... Mbak Fifi juga seorang wanita usia cantik yang kereeeen... ;)

      Delete
  7. Masyaa Allah.. Salut buat mbak dian.. Saya terharu.. Salut juga buat semua perempuan-perempuan yang berjuang keras untuk kebahagiaan keluarga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bang. Salut dengan para ibu yang berjuang untuk kebahagiaan keluarga. Gitu juga dengan para bapak2nya. :)

      Delete
  8. Mantap lah, ternyata banyak perempuan hebat yang tetep eksis.
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Alhamdulillah. Mereka bisa menjadi inspirasi bagi para wanita, termasuk saya.

      Delete
  9. aku belum bisa ambil keputusan resign..banyak pertimbangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak. Hrs dipertimbangkan. Saya 3 tahun memikirkan semuanya sebelum ambil.keputusan

      Delete
  10. Saya kagum dengan sosok Mbak Dian ini. Hebat, ya.
    Mbak Izzah juga hebat kok. Semoga sukses ngontesnya, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, saya jadi tersanjung dibilang hebat sama Mbak Susindra. Makasih, ya ^_^

      Delete
  11. Wah..inspiratif sekali salam kenal mba Dian, orang yang telah dianugerahi kepintaran dari Allah selalu akan unggul di manapun dia berada dan itu telah dibuktikan oleh uni Dian meski memutuskan untuk resign.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah...kalimat mbak sungguh menginspirasi
      Terimakasih atas apresiasinya.. alhamdulillah..salam kenal

      Delete
  12. hihihi, hampir semua temanku yang bernama Dian, keren dan ketce...ini ada lagi Dian yang begitu menginspirasi, ma kasih ya mba, semoga sehat selalu

    ReplyDelete
  13. Usia nya sudah 43 tapi masih kelihatan masih gadis. 😍😍

    ReplyDelete
  14. tetap cantik ya mbak walau usia nya udh kepala 4

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)