Monday, December 5, 2016

Switchable Me Story: Menjadikan Hobi Menulis Sebagai Profesi

Lima tahun saya menjadi guru di sebuah sekolah swasta. Sekolah tempat saya mengajar ini jamnya cukup padat. Jam belajar dimulai dari pukul 07.15 hingga 14.30 WIB. Sebagai guru kelas, saya harus selalu standby, walaupun tidak ada jam pelajaran. Sebab jika terjadi sesuatu pada siswa, tentu penanggungjawab utama yang akan ditanya adalah guru kelasnya.

Intensitas pekerjaan di sekolah, membuat saya tidak mempunyai banyak waktu untuk keluarga di rumah. Paling sedih kalau ada anggota keluarga sakit. Entah itu anak, suami, atau ibu saya di kampung. Mau izin tidak masuk, kok ya ada rasa bersalah meninggalkan kewajiban. Sebaliknya kalau tetap masuk, pikiran menjadi tidak tenang. Melihat wajah murid-murid yang ceria, membuat terbayang wajah sakit orang-orang tersayang. Duh, dilema.


Switchable Me Story: Menjadikan Hobi Sebagai Profesi


Keinginan kuat untuk selalu berada di dekat keluarga, memiliki lebih banyak waktu bersama mereka, serta ditambah kondisi fisik yang mudah capek dan sakit, membuat saya akhirnya bulat mengambil keputusan resign. Ya, saya resign dari pekerjaan yang sudah lima tahun saya jalani, di pertengahan tahun 2016 kemarin.

Menjadikan Hobi Menulis Sebagai Profesi


Berhenti bekerja, artinya stop pemasukan dari tempat saya bekerja. Pemasukan yang selama ini rutin saya peroleh setiap bulan, kini otomatis tak ada lagi. Beruntung, beberapa tahun belakangan ini saya menekuni hobi menulis. Ketika masih bekerja, hobi ini saya lakukan di malam hari, atau di sela-sela kesibukan mengajar. Maka setelah resign, saya pun memantapkan diri untuk menjadikan hobi menulis ini sebagai profesi.


Karya terbaru saya. Buku 25 Kisah Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an.


Alhamdulillah, menjadikan hobi sebagai profesi ternyata sangat mengasyikkan. Rasanya seperti tak ada beban. Bekerja menjadi begitu menyenangkan, karena apa yang saya lakukan adalah hal yang saya suka. Tidak adanya keterikatan jam kerja juga membuat saya lebih fleksible mengatur waktu, sehingga bisa dengan mudah switchable dari aktivitas satu ke aktivitas lainnya. Ya nulis, mengurus rumah, bermain bersama anak, ikut workshop menulis, ambil kursus Bahasa Inggris, kumpul dengan teman-teman blogger, ke toko buku, serta seabrek aktivitas lainnya.

Selain menulis buku, saya juga mulai menekuni dunia blogging. Blogging yang tadinya juga hanya sekadar hobi ini, sekarang telah saya jadikan pula sebagai profesi. Tak begitu sulit bagi saya untuk menjalani dua profesi sekaligus - penulis dan blogger - karena keduanya sama-sama berhubungan dengan hobi saya, yaitu menulis. Bahkan jadi terasa seperti semacam rekreasi. Jenuh menulis buku, saya switch menulis di blog. Belum dapat ide postingan blog, saya switch lagi melanjutkan naskah buku. Bahkan tak jarang, saya mendapatkan ide menulis buku ketika sedang ngeblog, begitupun sebaliknya.


Menjadi salah satu pemenang lomba blog Pulau Pahawang, Lampung


Ada banyak perubahan positif yang saya rasakan ketika menjadikan hobi sebagai profesi, di antaranya:

Pertama, saya menjadi lebih enjoy. 

Saya menjalani profesi saya dengan perasaan senang dan bahagia. Saya lebih bersemangat bekerja, serta selalu tertantang untuk menerapkan ide-ide baru dalam pekerjaan saya.

Ke dua, saya memiliki waktu yang sangat fleksibel. 

Saya memiliki waktu yang sangat fleksibel. Saya bebas menentukan kapan saya mulai bekerja dan tidak terikat dengannya. Saya bisa melakukan pekerjaan dengan gaya saya. Membalas email editor ketika sedang memasak, merevisi draf postingan di blog sambil membereskan rumah, melanjutkan naskah sembari bersantai. Wah, nikmat sekali. Saya bahkan masih bisa melakukan pekerjaan ketika sedang selonjoran syantik di tempat tidur.

Ke tiga, saya belajar memanagemen waktu.

Menjadikan hobi sebagai profesi, memiliki banyak waktu yang fleksibel di rumah, terkadang kalau tidak pandai memanagenya ternyata bisa membuat lengah juga. Jika dibiarkan, tentunya akan berpengaruh tidak baik bagi pekerjaan saya. Oleh karenanya, saya dituntut untuk belajar memanagemen waktu. Meski waktunya fleksibel, setidaknya saya harus mempunyai jam kerja. Ada waktu kapan saya harus menyelesaikan targetan naskah buku, membuat postingan blog, membalas komentar di blog, blog walking, aktif di sosial media, dan lain sebagainya.

Notebook Modal Utama untuk Jalankan Hobi Sekaligus Profesi Saya


Satu hal yang tidak berubah baik ketika saya masih menjadi guru maupun penulis dan blogger seperti sekarang, yaitu kebutuhan akan notebook. Jika dulu notebook adalah senjata utama untuk mengerjakan media pembelajaran semisal RPP dan LK, maka sekarang notebook menjadi modal utama saya untuk mengerjakan naskah buku dan membuat postingan di blog. Notebook menjadi teman yang setia menemani hari-hari saya dalam menjalani hobi dan profesi.

Emak rempong dikejar deadline :D


Notebook andalan yang saya pakai selama ini adalah Acer Aspire One . Sayangnya, sekarang ia sudah terlalu lelah dan seringkali tidak cukup untuk mengakomodir kebutuhan saya. Maklum saja, usianya kurang lebih sudah tujuh tahunan. Meski daya survive notebook ini luar biasa, namun saya harus tahu diri dengan kondisinya yang sudah tidak seprima dulu lagi. Di antaranya dengan tidak membuka terlalu banyak tab pada jendela browsernya. Sebab jika itu dilakukan, langsung deh, notebook saya ngambek bunyi gerung-gerung membuyarkan konsentrasi. Jika terus dipaksakan, ujung-ujungnya ia protes dengan cara menghentikan pergerakan di layarnya. Hang.

Selain itu, bagian bawah notebook saya ini panasnya kadang sudah mirip setrikaan. Padahal, ketika punggung saya pegal akibat kebanyakan duduk menulis, saya sukanya selonjoran di kasur, sambil bersandar memangku notebook. Sebagai solusi agar panasnya notebook tidak melincinkan paha saya, kadang saya alasi bantal. Akan tetapi, hal ini ternyata justru menimbulkan masalah yang lain lagi. Notebook saya jadi overheating, yang ditandai dengan keluarnya suara dengungan yang cukup keras. Mungkin itu disebabkan ventilasi di bawahnya tertutup. Jika diteruskan, tak jarang  notebook saya mendadak restart tanpa berpamitan. Kalau sudah begitu, terkadang Hayati merasa lelah, Bang.

Belakangan, batre notebook saya juga cepat habis walau sudah dicas sampai penuh. Hal ini membuat saya tidak bisa lagi yang namanya jauh-jauh dari colokan, apalagi sampai charger ketinggalan. Layarnya yang hanya 10 inchi juga terlalu kecil dan membuat mata saya yang sudah minus empat ini siwer melihatnya. Yah, mungkin ini pertanda bahwa notebook Acer Aspire One saya ini sudah menjelang pensiun. Andai bisa bicara, mungkin ia akan segera merekomendasikan Acer Switch Alpha 12, Notebook dengan Performa Tinggi Tanpa Kipas untuk menggantikan tugasnya dan mengatasi keluhan saya.

Switch Alpha 12, Notebook Hybrid Intel Core Pertama Tanpa Kipas


Saya mencoba mencari tahu keunggulan Switch Alpha 12, notebook hybrid intel core pertama tanpa kipas. Saya nggak mau dong, beli kucing dalam karung. Jadi kalau nanti akhirnya saya memutuskan membeli notebook ini, pastilah karena saya sudah yakin dengan kelebihan yang dimilikinya, terutama dalam hal mendukung hobi sekaligus profesi saya.

Ternyata, salah satu keunggulan utama Switch Alpha 12 ini adalah adanya sistem pendingin tanpa kipas. Teknologi Acer LiquidLoop™nya mengandalkan pipa berisikan cairan pendingin yang dapat menstabilkan suhu prosesor Intel Core i Series di dalamnya secara optimal. Hal ini dapat mencegah penurunan performa notebook akibat overheating. Dampaknya, notebook tidak akan mengeluarkan suara berisik ngang ngung ngang ngung yang bisa mengganggu konsentrasi saya dalam menulis. Oke, deh, noted..


Lalu, apa lagi keunggulan notebook Acer 2 in 1 ini?


Nah, ini yang penting buat saya. Notebook ini baik-baik saja dan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman ketika dipangku. Hal ini dikarenakan notebook Switch Alpha 12 tidak memiliki ventilasi udara. Jadi, dia nggak akan protes kepanasan dan mengeluarkan bunyi berdengung baik saat diletakkan di atas bantal atau kasur. Jadi nggak masalah dong, kalo saya ngetik sambil tengkurap ala puteri duyung terdampar di kasur. Selain itu, sistem fanless sangat membantu menghemat daya baterai pada Switch Alpha 12, yang memang sudah tahan lama hingga 8 jam, karena sudah dibekali dengan baterai berkapasitas 4.870 mAh.  Hal ini membantu saya agar tetap bisa menulis dalam jangka waktu yang lama tanpa harus nempel kayak perangko dengan colokan listrik. Saya bisa switch ngetik di dapur, di sumur, dan di kasur... *lah! balik ke kasur lagi...*




Notebook Switch Alpha 12 ini sangat tipis dan ringan, sehingga memudahkan penggunanya untuk membawanya ke mana saja. Asyiknya lagi, notebook ini juga dapat berubah sesuai kebutuhan, yaitu dari bentuk notebook menjadi tablet, atau sebaliknya. Jika ingin menggunakannya sebagai tablet, saya tinggal melepasnya saja dari keyboard docking yang dilengkapi magnet. Nggak pake ribet, langsung jadi deh, ketak ketik di notebook rasa tablet :)




Keyboard docking Acer Switch Alpha ternyata juga berfungsi sebagai screen protection, serta dilengkapi dengan lampu backlit sehingga pengguna tetap bisa mengetik meski sedang berada di ruangan minim cahaya.  Selain itu, layarnya yang berukuran 12 inci juga terasa lebih lega dibanding notebook 10 inci saya. Ditambah lagi dengan resolusi QHD (2160 x 1440 pixel) yang telah dilengkapi teknologi IPS, membuat gambar dan warna yang dihasilkan notebook ini sangat baik dilihat dari berbagai sudut.

Selama ini, mata minus empat saya ini suka kriyep-kriyep cepat lelah dan kering jika berlama-lama menatap layar notebook. Apalagi saat ada deadline, dimana kadang saya berjam-jam nonstop di depan notebook. Beneran deh, lelah maksimal mata adek, Bang. Nah, dengan notebook Switch Alpha 12 ini, keluhan seperti yang saya rasakan itu kemungkinan tak ada lagi. Sebab, Teknologi BlueLight Shield pada notebook ini dapat mengurangi emisi cahaya biru penyebab mata cepat lelah dan kering, pada layar.




Oh, iya. Ketika membuat postingan blog, terkadang saya suka menambahkan ilustrasi untuk melengkapi tulisan. Tentu agak repot dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memotret, mentransfer foto, lalu mengeditnya, sebelum diupload di postingan. Nah, Switch Alpha 12 ini ternyata dilengkapi dengan pena digital Active Pen, yang bisa membantu penggunanya melakukan kreativitas tak terbatas pada layar. Jadi, saya bisa langsung urek-urek membuat gambar ilustrasi dengan menggunakan Active Pen ini.

Nah, itulah beberapa keunggulan Switch Alpha 12 yang bisa mempermudah dalam menjalankan hobi sekaligus profesi saya sebagai seorang penulis dan blogger. Mudah-mudahan, suatu hari saya bisa memiliki notebook ini. Bantu aaminkan, yaaa... ^___^




Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


23 comments:

  1. Keren mba memotivasi saya biar bisa jadikan nulis sebagai profesi :)
    Gudluck y mba lombanya ^^ aku naksir buku barunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Herva mah udah jadi penulis dan blogger Te O Pe, deeh... Tulisannya enak dibaca :)

      Delete
  2. Ngomong-ngomong ini curhat hati atau promo Acer Kak Izzah?....*xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eung... Dua-duanya juga boleh, Kak Iis Soekandar, wikikwikik... :D

      Delete
  3. laptop saya di rumah juga sudah minta dilembiru hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, moga daprt ganti Acher Switch Alpha 12 ya, Mbak Santi Dewi, aamiin... ^___^

      Delete
  4. Benar mba, notebook alias laptop itu bahan utama. Laptop ku pun udah mulai kelelahan, buka browser dan editor photo harus ada yang ngalah kalau enggak dia "ngambek".

    Semoga cept tergantikan yah, dan semakin semangat menulis :))

    Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Mbak. Kalo sekadar nulis masih memadai, sih... Udah banyak berjasa banget ni notebook bantu kerjaanku. Cuma ya itu. kalo udah buka tab lebih dikit, langsung ngambek. Batrenya udah nggak tahan lama dan sering overheating, huhu... Minta dilembiru emang :D

      Delete
  5. Ternyata penulis keren laptopnya Acer juga..kerenn mah Acer, daku juga udah beberapa tahun masih setia meski dia telah lelah diajak kerja. Sukses mba lombanya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iyaaa, Mbak... Alhamdulillah meski udah sepuh tetap awet Acernya. Nyari sparepartnya juga gampang, banyak yang jual.

      Aamiin... Makasih, yaaa... ^_^

      Delete
  6. Kecenyaah switch alpha 12 mbaak yaa. Jadi pengen punyaa jugaa nih 😁 bisa kuat diajak ngeblog sama desain. Hehehe tfs mbaaak. Salam kenal 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, Mbak Lucky, kece badai tsunami deh, ni notebook. Bikin mupeng pingin punya. Salam kenal juga, ya. Makasih dah mampir ^_^

      Delete
  7. Semoga memang. Laptopku dulu juga Acer nih, masih ke simpan, gak terkejar nulis ini, hiiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuuh, sayang banget ya, Mi. Padahal kalo Ummi nulis, dijamin kece badai tulisannya ^_~

      Delete
  8. Senjata utama penulis selain ide n semangaat adalaaah laptop... tulisan yang ketjeh... 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, bener banget. Makasih, Kaka Fifi ketjeh ^___^

      Delete
  9. Dl nya hari ini ya izzah... anak2 masih sakit. Susah mau nulis. Good luck ya izzah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadi malam, Uni. Kemaren diperpanjang sampai tanggal 5 Desember. Ya Allah... Moga cepat sehat semua ya, Uni...

      Delete
  10. Rela ngelakuin apa aja demi bisa beli laptop sbagi senjata yg emang sharusnya bisa dampingi aktifitas ngeblog para blogger nih ya mbak. Aplagi cem acer switchable me ini heee

    ReplyDelete
  11. Mbak Izzah kereeen.
    Ini notebooknya kece banget ya. Tak perlu kipas angin tambahan itu loh. Soalna saya suka malas nyolok notebook ke kipas anginnya. Hehehe... Saya juga pakai acer nih, Mbak.

    ReplyDelete
  12. Ah kereeen kali notebook nya ada pen nya, gampang mau buat ilustrasi ya

    ReplyDelete
  13. Baca ini jadi lebih semangat menulis. Tinggal minta Notebook ke mas Yopie biar lancar nulis :D

    ReplyDelete
  14. semoga cepat diberi rizki, sehingga bisa ganti dengan yang baru, tapi di istiqomahin dulu.. nanti pasti ada gantinya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)