Wednesday, February 22, 2017

Tips Menyelesaikan Naskah Buku Anak Islami dengan Cepat

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum. Mudah-mudahan Sobat semua dalam keadaan sehat, ya.

Sejak pertengahan 2016 lalu, saya memutuskan untuk menekuni dunia tulis menulis secara fulltime. Karena sekarang menulis sudah menjadi profesi saya, tentunya saya memiliki targetan yang harus dicapai. Misalnya, menyelesaikan satu naskah buku dalam sebulan.

Akan tetapi, tak jarang ada hal-hal yang mengharuskan untuk menyelesaikan naskah buku lebih cepat dari alokasi waktu yang disediakan. Misal nih, ketika saya punya target menyelesaikan satu naskah buku di bulan Maret, tiba-tiba, ada penerbit yang minta dibuatkan buku yang juga harus selesai di bulan Maret. Otomatis, saya harus membagi waktu antara menyelesaikan naskah  dari penerbit, dengan naskah targetan pribadi.

Untuk itulah, perlu adanya Tips Menyelesaikan Naskah Buku Anak Islami dengan Cepat, namun tidak kehilangan kualitas, baik secara bahasa maupun isinya. Berikut tips yang sudah saya coba:

Pertama, menyiapkan literatur  terkait buku yang akan ditulis. 
Siapkan atau kumpulkan literatur terkait buku yang akan ditulis selengkap mungkin. Jika belum ada, beli. Jangan pernah merasa rugi ketika harus mengeluarkan modal untuk menulis buku. Apalagi buku Islami. Sebab, literatur-literatur itu justru akan membuat kita super untung dengan bertambahnya ilmu dan wawasan keislaman.

Oh, iya, karena yang akan ditulis adalah naskah buku anak Islami, maka usahakan literaturnya berupa kitab-kitab shahih karangan para ulama terpercaya ya, Sobat. Mengapa? Karena ketika kita menulis buku anak Islami, maka, tujuan yang ingin kita capai bukan lagi semata menulis buku ataupun menyelesaikan pekerjaan, melainkan sebuah generasi yang akan meneruskan peradaban Islam ke depan. Kita tentu tidak ingin generasi yang terbentuk adalah generasi abal-abal lantaran mereka membaca buku Islami yang ditulis dengan literatur yang abal-abal, bukan?

Ke dua, membaca semua literatur sampai selesai.
Ketika semua literatur sudah didapat atau terkumpul, jangan menulis dulu. Tapi, bacalah dulu semua literatur itu sampai selesai. Hal ini bertujuan agar semua isi di dalam literatur itu dapat kita pahami secara menyeluruh. Bacalah literatur sebelum memulai proses penulisan. Misal, jika timeline penulisan dimulai tanggal 1 Maret, maka kumpulkan dan bacalah litertaur di bulan Februari.

Ke tiga, membuat timeline penulisan naskah
Gambarannya begini. Misal, saya akan menyelesaikan naskah Buku A dan Buku B di bulan Maret. Buku A 20 cerita, Buku B 20 cerita. Maka, timeline bayangan yang saya buat seperti ini:
Buku A ditulis mulai tanggal 1-15 Maret 2017 (15 hari) --> deadline 16 Maret
Buku B ditulis mulai tanggal 16-31 Maret 2017 (16 hari) --> deadline 31 Maret

Mengapa saya sebut timeline bayangan? Karena di kenyataannya, saya akan membuat timeline nyata penulisan, haha.. Bingung, kan? :v :v

Gini...
Kita ambil contoh Buku A untuk dijabarkan.

Untuk menyelesaikan Buku A yang isinya 20 cerita, saya mempunyai waktu 15 hari, yaitu dari tanggal 1-15 Maret 2017. Maka, timeline bayangannya penulisan dimulai dari tanggal 1-15 Maret. Namun dalam pengerjaannya, saya akan membuat timeline nyata (:D) seperti ini:

1-10 Maret : penulisan naskah (2 cerita/hari)
11-12 Maret : membayar kekurangan cerita jika ada
13-15 Maret: revisi, revisi, revisi, kirim.

Pembuatan timeline seperti di atas juga berlaku untuk naskah B, dengan tanggal yang berbeda.

Ke empat, FOKUS!
Mengapa harus fokus? Sebab jika tidak fokus, misal nonton film Korea seharian (pengalaman :p), somedan seharian, dll, maka, kemungkinan Tips Menyelesaikan Naskah Buku Anak Islami dengan Cepat ini tidak akan berjalan sesuai harapan.

Ke lima, Konsisten
Sebetulnya, kunci dari keberhasilan dalam menyelesaikan naskah buku dengan cepat adalah konsisten. Konsisten dengan jadwal dan targetan. Lima belas hari menyelesaikan satu naskah buku berisi 20 cerita, jika belum dicoba, kedengarannya horror dan sibuk banget, ya. Padahal, hanya dengan konsisten menulis 2 cerita perhari, maka kita akan menyelesaikan naskah buku berisi 20 cerita bahkan kurang dari 15 hari.

Habis dong, waktu cuma buat nulis? Saya kan, musti nyuci, ngurus anak, ngeblog, de el el.

Eits, siapa bilang?

Katakanlah untuk menulis 2 cerita perhari kita membutuhkan waktu 4 jam, misalnya. Maka, kita masih punya waktu 20 jam sehari yang bisa kita gunakan untuk banyak hal. Tidur, ke toko buku, main, selonjoran baca buku sambil minum coklat anget, nonton drama Korea (eaaa), dan lain-lain.

Intinya, semua itu bisa dicapai kalo kita KONSISTEN. Dan saya, jujur kacang ijo aja sih, masih haruuuuussss banyak berlatih untuk bisa KONSISTEN. Maklumlah, Hayati masih sering lelah dan tergoda hal lainnya, Sobat Jejak, hehehe... :D

Terakhir dan yang pastinya super super penting, jangan lupa menjaga kesehatan ya, Sobat. Sebab, segala sesuatu sangat mungkin dilakukan jika badan kita sehat. Sebaliknya, jika kita sakit, jangankan mau menyelesaikan naskah dengan cepat, lha wong mau makan tidur aja nggak enak kan, Sobat?

Semoga tips ini dapat membantu memudahkan Sobat dalam menyelesaikan naskah, ya... ^_^

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


5 comments:

  1. Fokus dan konsisten, pantas aja nih karyanya mbak Izzah bejibun. Manteeeeb

    ReplyDelete
  2. ada timeline bayangan dan nyata ya. hmmm...realistis mbak.

    eh kirain di akhir tulisan mau ada sponsornya di bagian jaga kesehatan. ternyata enggak ada hihihi...

    ReplyDelete
  3. Wah aku sepertinya terinspirasi juga nih dengan karya mbak yang satu itu!<...
    Aku juga masih binggung pengen jadi penulis yang bisa menghasilkan karya buku !...

    ReplyDelete
  4. aku mesti banyak belajar nulis nih mbak. btw kapan kita ngopi & ngobrol2 lagi mbak? :D

    ReplyDelete
  5. Tipsnya kayaknya akan saya pakai banget Mbak. Secara, dari dulu pengen nulis buku yang ada mentok di draft melulu. 😀
    Jazakillah Mbak...

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)