Thursday, July 20, 2017

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sobat, kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu pengalaman liburan saya bersama keluarga, yaitu Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung.

Hotel Arinas (foto kolpri)

Ketika itu, saya dan keluarga baru beberapa hari kembali dari kampung halaman saya, dalam rangka silaturahmi lebaran. Badan masih capek dan bisa dibilang kurang fit. Namun, Syahid, anak saya, sudah ingin sekali bepergian ke tempat wisata, sebagaimana kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang sedang berlibur. Tentu saja, saya dan suami tidak lantas mengabulkannya. Rata-rata tempat wisata di Lampung cukup jauh dari rumah kami. Paling dekat Museum Lampung, itu pun sudah sering sekali kami kunjungi. Sementara Syahid mudah sekali mabuk kendaraan. Kami khawatir, kondisi itu malah membuatnya sakit. Kami ingat saat mengunjungi pantai mutun bersama keluarga kakak, pulangnya Syahid demam karena kecapean dan kepanasan.

Baca juga:


Menginap di Hotel Arinas, harga kamar nggak bikin kantong cemas

"Kalo gitu kita nginap di hotel aja!" Usul Syahid.

Mendengar usulan itu, saya dan suami pun setuju. Menginap di hotel dengan suasana baru dan pastinya berbeda dengan di rumah kami, tentu akan memberikan pengalaman seru dan menyenangkan. Karenanya, tak lama kemudian, kami sudah asyik intip-intip bermacam hotel di Lampung via Traveloka. Setelah pingin pilih hotel ini hotel itu, hihi, akhirnya pilihan jatuh pada Hotel Arinas dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Berdasarkan detail kamar yang kami lihat di Traveloka, Hotel Arinas memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Setiap pilihan kamar mulai dari superior, deluxe, executive, dan suit room, sudah dilengkapi dengan AC, TV, In house movie, sofa, meja, kulkas, jendela, coffee/tea maker, dan air mineral.

2. Kamarnya cukup luas, mulai dari 18 hingga 24 meter persegi. Adanya jendela besar di tiap kamar juga membuat ruangan jadi terasa lega dibandingkan yang tidak ada jendela.

3. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami, sangat strategis (tengah kota, dekat dengan mall seperti Ramayana, Chandra, dan Simpur Center), di area hotel ada toko roti, apotek, klinik untuk praktik dokter, Toko Buku Gramedia, tempat refleksi, dll.

4. Harganya nggak bikin kantong cemas. Nah, ini nih, pertimbangan yang paling penting buat kami, hehe... Hotel Arinas memang termasuk hotel budget sih, ya... Bintangnya juga cuma satu  nggak nyampe bintang toedjoe, hehe... Walaupun demikian, fasilitas yang kami lihat di app Traveloka juga lumayan. Nggak kalah sama hotel-hotel mahal.

Receptionis (foto kolpri)

Untuk gambaran mengenai service real Hotel Arinas, kami juga terlebih dahulu membaca-baca review pengunjung yang pernah menginap di sana. Jadi, selain kelebihan, kami juga bisa tau apa saja kekurangannya. Di antara keluhan yang kami baca adalah mengenai sarapan yang kurang bervariasi serta tempat tidur yang keras. Baiklah... Saya pikir kekurangan itu tidak terlalu krusial, ya. Memangnya sekeras apa sih, tempat tidur di hotel? Masak iya sekeras batu, huehehe... Namun, sebagai usaha untuk menghindari pengalaman yang kurang menyenangkan bagi liburan Syahid di hotel, kami akhirnya memutuskan memesan kamar eksekutif seharga Rp. 331.628,-.

Setelah booking kamar Hotel Arinas di Traveloka dan melakukan transfer pembayaran, kode booking pun saya dapatkan di email tak lama kemudian. Alhamdulillah....

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung



Lepas dzuhur, kami bersiap-siap menuju hotel Arinas. Saya memesan Go Car via app Gojek yang saya install di Android, dengan harap-harap cemas, karena ini merupakan pengalaman pertama menggunakannya. Tentang hal ini, akan saya ceritakan lain waktu. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, driver Go Car kami dapatkan dan ia pun datang menjemput kami tak lama kemudian.

Belum jauh perjalanan, Syahid vomit di mobil. Rupanya, Syahid masuk angin. Hari itu langit memang mendung dan sempat turun hujan. Ditambah lagi, Syahid sedikit banget nelen makanan waktu sarapan.  Sudah tidak sabar pingin segera ke hotel. Kami juga melewatkan makan siang karena berpikiran sama, ntar aja makannya saat tiba di hotel. Hiksss...

Alhamdulillah, sebelum berangkat saya sudah siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau Syahid vomit. Minyak telon juga yang selalu ready di tas tiap ke mana-mana bawa Syahid.

Tak lama kemudian, kami pun tiba di Hotel Arinas. Syahid yang sempat lemes sehabis vomit, langsung seger dan ceria lagi, hehe...

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Masuk ke ruang lobi yang didominasi warna krem dan coklat, kami disambut oleh dua receptionist yang cukup ramah. Check innya cepat dan nggak pake ribet. Saya hanya diminta memperlihatkan KTP dan memberikan uang jaminan sebesar Rp. 50.000,-. Setelah itu, kunci kamar pun langsung pindah tangan.

Sesaat saya mengedarkan pandangan. Di sisi kiri dari meja receptionist, tampak set sofa coklat yang sangat nyaman untuk diduduki. Ada hiasan pohon kelapa dan beduk, maklum masih moment Idul Fitri. Di sisi kanan ruangan, ada ruang menonton TV yang cukup luas untuk para tamu, dilengkapi dengan meja-meja, sofa, dan kursi-kursi santai lainnya.

"Nda, Nda, ayok kita ke kamar!" Kata Syahid, yang sudah tidak sabar. Ia ambil kunci kamar dari tangan saya dan berjalan mendahului menuju lift yang terletak di ujung lorong kanan meja receptionis.

Kamar kami berada di lantai lima. Liftnya sangat cepat dan tenang hingga dalam waktu sangat singkat kami sudah tiba. Begitu ke luar dari lift dan berjalan beberapa langkah, kami langsung sampai di depan pintu kamar. Dengan bersemangat, Syahid memasukkan kunci kamar Hotel Arinas yang masih manual dan langsung beruwow uwow ria begitu pintu terbuka.

"Wow! Luas ya, kamarnya!"

Hihihi.... Maklumin aja, yah. Ini baru kali ke dua Syahid menginap di hotel ^_^ Jangankan dia yang masih anak-anak, emak bapaknya aja antusias liat suasana baru. Apalagi si emak. Bahagia banget cuma ngeliat kamar luas plus kasur yang siap ditiduri. Nggak ada tumpukan setrikaan dan cucian piring di dapur :D :D

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Eee, tapi... "Kok, sofanya cuma satu? Padahal kan, di Traveloka gambarnya dua sofa untuk eksekutif room. Tea makernya juga nggak ada. Gelasnya cuma satu..." Emak protes. Kalau begini, gagal deh, rencana duduk syantik berdua suami sambil ngobrol minum kopi.... Tapi, rasa kecewa terobati ketika Syahid berseru takjub menatap dari jendela besar kamar, "Liat, Nda, Pak! Kereta Api!"

Iya, nun jauh di belakang hotel, ada rel kereta api. Mungkin karena kami di lantai 5 atau karena relnya jauh, suara kereta apinya tidak mengganggu sama sekali. Kami pun jadi asyik bertiga memandangi dan mengomentari kereta api, huehehe...

Meski terkesan old fashion, suasana kamar di Hotel Arinas sangat menyenangkan. Pemilihan paduan warnanya bikin tenang, terutama saat malam hari. Cahaya lampunya pingin tidur cepat-cepat. Hommy banget deh, pokoknya. Kamarnya juga luas bikin Syahid leluasa mo jejingkrakan atau gelindingan ke sana kemari. Dia juga bisa nonton film-film kartun via TV tabung yang lumayan gede.

Terlepas dari tea maker, 1 sofa, dan 1 gelas yang where are they i don't know, semua fasilitas di kamar oke. Kenapa tetap saya bilang oke? Karena tea maker diganti dengan service berupa air panas di dalam termos yang dikasih tiap kita request ke dapur. Begitu pula gelas yang juga diantar setelah saya request. Pingin request sofa juga sih... Tapi ya sutralah... Lagian ada meja kaca yang bisa jadi dikasih sebagai ganti sofa. Soalnya di Traveloka saya liat tidak ada meja kaca ini.

Selanjutnya, saya berinisiatif mengintip kamar mandi. Bukan apa-apa, saya termasuk susah beradaptasi dengan kamar mandi selain kamar mandi di rumah. Paling nggak bisa nyium bau atau nginjek yang licin-licin. Alhamdulillah. Saya lega karena ternyata kamar mandinya yang cukup luas itu bersih banget. Toiletriesnya juga sudah disediakan.

Setelah mengecek kamar mandi, saya lihat suami duduk-duduk di tempat tidur dengan ekspresi wajah yang sedikit aneh.

"Kenapa, Pak?" Selidik saya.
"Ternyata bener, Nda. Kasurnya keras...."
"Hah?!"

Saya langsung melompat ke kasur. Wah, iya, keras, hahaha... Ya sebenernya bukan keras, sih... Tapi lebih kepada nggak ada membal-membalnya gitu. Seolah-olah kasurnya pir semua. Meski kita lompat-lompat, kasurnya yang hampir setebal dua jengkal saya itu stug aja gitu, hihihi...

"Wah, cocok nih, buat penderita HNP alias Hernia Nucleus Pulposus kayak Bunda. Bisa tidur anget tapi posisi tetap lurus nggak melengkung," kata saya, seraya nyengir kuda.

Saat mencoba koneksi internet, ternyata Wi-Fi nya timbul tenggelam. Persis review yang kami baca di Traveloka. Padahal kalo pas lagi konek dan lancar, kecepatannya lumayan kenceng, sih...

Restoran Hotel Arinas (foto kolpri)

Teringat bahwa kami belum makan siang, saya kemudian mencoba memesan makanan ke resto. Tapi ternyata, baru ada pergantian shiff sehingga kemungkinan pesanan akan sedikit lama. Ogah menunggu lama, kami memutuskan untuk kemon saja ke mall terdekat untuk cari makan. Jaraknya nggak seberapa jauh, bisa jalan kaki.

Hari beranjak sore. Setelah kenyang dan Syahid puas bermain-main di Timezone mall, kami pun kembali ke kamar hotel. Saya belanja sedikit camilan untuk dimakan di hotel. Usai makan malam, kami menghabiskan kebersamaan kami di sana dengan mengobrol, bermain, makan-makan, dan sebagainya.

Menjelang tidur, bapak dan Syahid meminta selimut dan menggelarnya di lantai.
"Lho, lho, pada nggak tidur di kasur?"
"Ngga, Nda. Takut nggelinding..."

Jiaaaa HA, HA, HAAA.... Ada-ada aja. Jadilah semalaman itu saya sendiri yang tidur di kasur. Sementara Syahid dan bapak begoleran di lantai. Wkwkwk... Kayaknya baru kali ini deh, ada orang yang yang menginap di hotel tapi tidurnya di lantai :v :v

Sarapan Puas di Restoran Hotel Arinas

Subuh yang menyenangkan. Kerlip lampu berkilauan dari rumah-rumah di kejauhan, terlihat dari jendela kamar hotel yang gordennya sudah saya buka. Kurang lebih pukul tujuh pagi, kami turun untuk sarapan di resto yang terletak di sisi belakang gedung. Restonya bisa dibilang sangat luas dan setiap meja cukup untuk menampung satu keluarga. Setelah mengobrol sebentar dengan embak-embak pelayan resto mengenai penambahan jatah sarapan untuk 1 guets room, kami pun mengambil menu di meja prasmanan.

Ngopi-ngopi dulu abis sarapan (foto kolpri)

Menu sarapan terdiri dari nasi dengan lauk berupa sambal telor, bihun tumis, dan orek tempe, serta lontong sayur yang sudah pasti ada lontong dan kuah sayur mayurnya :D . Selain itu, ada juga pilihan kue pastry dan roti isi, serta teh dan kopi. Meski menu pilihannya tidak banyak, rasanya lumayan enak. Terutama kue pastri dan roti isinya. Kopinya juga jos banget bikin keinget-inget sampai sekarang. Alhamdulillah. Puas dan kenyang deh, kalo soal sarapan. Meski sangat disayangkan, kami tidak jadi makan buah karena buah potongnya tidak segar lagi dan terasa asam.

Setelah sarapan, kami sempat pose-pose sebentar sebelum akhirnya kembali ke kamar. Selanjutnya, kegiatan kami hanya menemani Syahid main dan juga mengobrol-ngobrol di kamar. Kurang lebih jam 10 siang, kami bersiap-siap check out dari hotel. Saat check out, uang jaminan saat check in dikembalikan Rp. 25.000,- karena 25 ribunya untuk membayar sarapan untuk 1 orang. Murah, bukan? Saya dan suami duduk-duduk santai di sofa lobi sambil menunggu Go Car pesanan datang, sementara Syahid menonton TV di ruangan sebelah. Tak lama kemudian, Go Car datang dan kami pun tiba di rumah dalam keadaan masih segar bugar. Syahid tidak mabuk perjalanan dan tetap ceria. Alhamdulillah...

Lihat juga video di Hotel Arinas Lampung



Penilaian untuk Hotel Arinas

Kelebihan:
1. Kamar luas
2. Jendela besar
3. Kamar mandi bersih dan air lancar
4. Pemanas air di kamar mandi lancar
5. Sarapan enak
6. Bersih, suasana tenang dan nyaman
7. Strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, apotek, toko buku Gramedia, dll.

Kekurangan:
1. Beberapa fasilitas tidak ada atau kurang, tidak sesuai yang kami lihat di Traveloka, seperti tea maker, 1 gelas, dan 1 sofa.
2. Wi-Fi tidak lancar.
3. Tempat tidur keras.

Nilai dalam angka: 7,5

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


2 comments:

  1. Hahahaha.. Ada2 aja ya mba.. Dari sekian banyak hotel2 di negara yg aku datangin, kayaknya cm di thailand aku ngalamin kasurnya keras. Rata2 bgitu.. Tp aku justru ga bgitu suka kasur yg terlalu membal krn ga bgs utk tulang belakang :D. Tp memang sih utk bbrp org malah yg keras itu mengganggu yaa :)

    Itk ukuran bintang 1, hotel ini memuaskan sbnrnya.. Pilihan sarapan memang udh std bintang 1, drpd cm dikasih roti ama selai thok, ato nasi goreng thok ya mba :p. Kalo wifi, aku ga prnh pentingin. Krn kalo lg staycation ama keluarga, aku justru males ada wifi, bikin kita semua jd fokus ama gadget doang hahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huihihiii... Iya, Mbak. Saya mah seneng2 aja, lumayan buat lurusin punggung :D

      Iya, Mbak, fasilitas dan sarapan lumayam banget menurutku, untuk ukuran bintang satu. Asyik lah, hotelnya.

      Huhuhu, iyaaaa... Cuma kemaren tu anak rada kecewa. Soalnya dia pingin donlot games di hotel karena di rumah kami batesi donlotnya. Jadi pas mo ke hotel kami bilang donlot game di sana buat main di rumah. Eh, ternyata malah susah konek :D

      Tapi overal, lumayan memuaskan buat liburan keluarga. Kesannya nyaman dan hommy banget.

      Makasih dah mampir ya, Mbak ^_^

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)