Saturday, August 5, 2017

Lebih Dekat dengan Lampung Barat Lewat Festival Sekala Brak ke-IV 2017

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum. Tabik puuuun... ^_^

Sobat. Sudah lama saya ingin ke Lampung Barat. Daya tarik wisata alamnya, keagungan budaya serta adat istiadat sai batinnya, menjadi magnet tersendiri yang membuat saya bertekad bahwa suatu hari harus ke sana. Sangking terobsesinya, saya pun menjadikan salah satu gelaran budaya Lampung Barat, Pesta Sekura, sebagai sumber inspirasi saya untuk menulis buku cerita anak dalam Workshop Penulisan Buku Room to Read yang saya ikuti di tahun 2016. Buku bertajuk "Sekura Raksasa" tersebut telah dilaunching pada 19 Mei 2017 lalu, saat acara Asian Festival of Children Content (AFCC) 2017, di Singapura.

Sekura Raksasa


Bagai peribahasa lama, pucuk dicinta ulam pun tiba. Jika Allah berkehendak, keinginan baik pada akhirnya akan terkabul juga. Kesempatan untuk bisa menjejakkan kaki di Lampung Barat datang dari dua arah sekaligus: penerbit lokal Lampung Aura Publishing yang meminta saya untuk menulis buku anak tentang lampung barat, dan Komunitas Tapis Blogger yang oleh Dinas Pariwisata Lampung Barat melalui Bang Eka Fendiaspara, diminta untuk meliput acara Hippun Paksi, yang merupakan salah satu dari rangkaian Festival Sekala Brak ke-IV. Alhamdulillah... Rezeki mahmud sholehah.

Sebetulnya, saya ingin sekali melakukan perjalanan ke Lampung Barat bersama dengan rombongan teman-teman blogger. Saya juga ingin merasakan homestay di rumah panggung Bang Eka yang tentunya akan memberikan pengalaman yang berbeda selama di sana. Namun, dikarenakan tugas utama saya di sana adalah survey bahan penulisan untuk buku yang diminta penerbit, saya memilih untuk ikut dengan pihak penerbit. Singkat cerita, pukul 09.00 WIB tanggal 1 Agustus 2017, berangkatlah tim survey penulisan buku ini yang terdiri dari saya, Ummi Neny (penulis), Kak Ikhsan (owner Penerbit Aura), dan Krisna (driver), ke Lampung Barat.


Lebih Dekat dengan Lampung Barat Lewat Festival Sekala Brak ke-IV 2017

Festival Sekala Brak adalah sebuah event besar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah Lampung Barat, dalam rangka untuk menjunjung tinggi dan melestarikan adat budaya Lampung Sai Batin. Adapun rangkaian acara festival yang dihelat bertepatan dengan milad Kabupaten Lampung Barat ini antara lain lomba tari kreasi dan lomba lagu Lampung, pameran foto bertema "Eksotisme Sepotong Surga", Hippun Adat Paksi Pak Sekala Brak, serta Karnaval Kemilau Budaya Bumi Sekala Brak.


Selama di Lampung Barat, berkali-kali saya dibuat takjub oleh pesona kabupaten penghasil kopi robusta terbesar nasional ini. Pemandangan alamnya luar biasa indah. Udara paginya yang berkabut terasa sangat sejuk. Deretan rumah-rumah panggungnya yang asri, bersanding apik dengan pepohonan yang tumbuh di alam. Tak hanya itu, keramah tamahan para penduduk serta gelaran acara adat Sai Batin yang begitu khidmat, sukses membuat Negeri dengan semboyan "Beguwai Jejama" ini terlihat semakin menawan. Sungguh sesuai dengan motto ibukota Kabupaten Lampung Barat, Liwa, yaitu Liwa Kota Berbunga. Bersih, Berbudaya, Penuh Kenangan. Jika sudah ke sana sekali, dijamin pasti ada rasa ingin kembali. Lagi dan lagi.

Selain menghadiri dan menyaksikan rangkaian festival, saya dan teman-teman juga mengunjungi beberapa lokasi wisata di Lampung Barat, seperti Taman Ham Tebiu (saya dan teman-teman blogger mengunjunginya dalam waktu yang terpisah), Bukit Kabut Bawang Bakung, dan Salui Pitu atau Mata Air Tujuh di Lembah Batu Brak. Lalu, ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, saat hendak ke Salui Pitu, kami juga mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Putera Mahkota Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, Pangeran Elprinse Syah Pernong. Beliau yang saat itu sedang bersiap sarapan, berbaik hati mempersilakan kami masuk ke Lamban Gedung Kepaksian Pernong. Waaah, seneng banget, deh. Benar-benar sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.

Nah, Sobat Jejak, sampai di sini dulu postingan saya kali ini. Tunggu cerita-serita seru lainnya selama di Lampung Barat dalam postingan selanjutnya, insya Allah.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


1 comment:

  1. OKe di tunggu ceritaselanjutnya.. Selama di negeri berselimut kabut..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)