Sunday, August 13, 2017

Tumbuhkan Minat Baca Anak Melalui Gerakan Buku untuk Indonesia

"The more you READ, the more THINGS you know.
The more that you LEARN, the more PLACES you'll go."
- Dr. Seuss -


Menumbuhkan minat baca di era digital seperti sekarang ini bukanlah hal yang mudah. Apalagi ditambah dengan pola didik orangtua yang terkadang lebih senang memfasilitasi anak dengan gadget alih-alih buku-buku bacaan yang menarik dan bermanfaat. Karenanya, tak heran, jika kemudian  anak-anak lebih betah berlama-lama dengan gadget mereka, ketimbang asyik mahsyuk membaca buku.

Menurut penelitian UNESCO pada tahun 2012 terhadap minat baca orang Indonesia, diperoleh hasil bahwa dari  1000 orang Indonesia hanya 1 yang benar-benar memiliki minat baca. Kondisi seperti ini tentu menimbulkan keprihatinan bagi mereka yang peduli akan penurunan minat baca khususnya anak-anak, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BCA).



Sebagai wujud kepeduliannya, sejak bulan Maret 2017 lalu, melalui gerakan #BukuUntukIndonesia, BCA Tumbuhkan Minat Baca Anak dengan cara menawarkan paket donasi kepada masyarakat luas yang nantinya akan dikonversi menjadi buku bacaan. Buku-buku inilah yang kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah di berbagai pelosok Indonesia, salah satunya adalah SDN 7 Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, yang diadakan pada Jumat, 21 Juli 2017.

Jarum jam baru saja melewati pukul 06.30 pagi ketika saya dan beberapa teman blogger tiba di SDN 7 Gadingrejo. Hujan turun deras pagi itu, sehingga kami harus berlari-lari ketika turun dari mobil, menuju gedung sekolah. Kondisi baju yang sedikit basah karena hujan, tak menyurutkan semangat kami untuk mengikuti dan mendokumentasikan kegiatan berbagi #BukuUntukIndonesia yang diadakan BCA.

Beberapa wajah mungil siswa dan siswi SDN 7 Gadingrejo tampak menyembul dari balik pintu. Sesekali mereka menengadah ke langit, seolah berharap hujan segera berhenti, agar bisa segera mengikuti kegiatan seru yang sudah mereka nanti-nanti. Rupanya, semesta mengaminkan doa mereka. Tak lama kemudian, hujan pun reda. Berganti dengan sinar matahari yang begitu cerah. Alhamdulillah.



Setelah berbaris dan berdoa di kelas, satu persatu siswa dan siswi SDN 7 Gadingrejo mulai mengisi kursi-kursi yang sudah disediakan dalam tenda di halaman sekolah. Keceriaan terpancar jelas dari wajah-wajah polos mereka. Mereka tampak antusias dan tidak sabar ingin mengikuti kegiatan berbagi #BukuUntukIndonesia , yang rencananya juga akan diisi dengan story telling oleh vokalis Band Nidji, yaitu Giring Ganesha.

Acara pemberian donasi buku dan story telling ini juga diisi dengan beberapa performance siswa dan siswi SDN 7 Gadingrejo berupa marching band, tari kontemporer, taekwondo, serta  pembacaan puisi. Selain itu, ada juga kegiatan praktik membuat kreasi dari balon yang sukses membuat siswa-siswi larut dalam keasyikannya membentuk balon. Ada yang dibuat menjadi bentuk mahkota, bunga, dan juga anjing pudel. Wah, seru, sekali. Apalagi, tak jarang MC acara memberikan hadiah kepada siswa siswi melalui doorprize.





Menjelang siang, saya mendengar beberapa siswa berseru riang sambil menunjuk-nunjuk ke arah panggung.
“Kak Giring!”
“Kak Giring!”



Wah, benar saja. Di atas panggung, tampak vokalis Band Nidji itu sudah berdiri seraya tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya. Penyanyi berambut kriwil itu juga sudah bersiap dengan sebuah buku cerita bergambar yang akan dibacakannya kepada hadirin, khususnya siswa siswi SDN 7 Gadingrejo, Pringsewu. Cerita di dalam buku yang dibacakan oleh Giring mengisahkan tentang kreativitas anak-anak Indonesia menjaga bumi.



Di penghujung acara, Direktur BCA, Bapak Santoso, yang didampingi Senior Vice President Corporate Social Responsibility BCA Sapto Rachmadi dan Kepala KCU BCA Bandar Lampung Soeharjo Moeliadi, menyerahkan beberapa buku bacaan secara simbolis kepada 7 SD Negeri di Lampung, yaitu: SDN 7 Gadingrejo, SDN 2 Banjarsari Metro Utara, SDN 3 Bumi Waras, SDN 5 Bumi Waras, SDN 3 dan 4 Sukaraja, serta SDN 4 Gunung Terang. Penerimaan donasi diwakili oleh siswa dan siswi berprestasi dari masing-masing sekolah tersebut.



“Kami berharap Gerakan Berbagi #BukuUntukIndonesia ini dapat berkontribusi menumbuhkan minat baca sejak dini, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini,” ujar Pak Santoso, saat menyampaikan sambutannya dalam acara yang kemudian ditutup dengan foto bersama ini.

Bagi Sobat Jejak yang ingin ikut berpartisipasi, program donasi #BukuUntukIndonesia ini masih dibuka hingga tanggal 15 September 2017, lho. Untuk info lebih lanjut, Sobat bisa mengunjungi www.bukuuntukindonesia.com .

http://bit.ly/2uzwkR3
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


14 comments:

  1. Coba BCA masuk ke daerah kepulauan.untuk seperti ini lebih keren. Jadi tepat sasaran. Karena daerah kepulauan lebih susah dapat akses baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Kita doakan mudah2an ada gilirannya ^_^

      Delete
  2. Gerakan Berbagi #BukuUntukIndonesia kereeen yaaa.... saya sebagai bapak 3 anak alhmadulilah.. anak anak suka membaca, sejak kecil di arahkan baca majalah majalah favorite mereka...trus ada program kalo mereka naik kelas dengan nilai bagus maka mereka bebas pilih buku bacaan apa aja di Gramedia. trus aku dan istri juga mencontohkan suka baca. dan yang paling penting, ada aturan yang aku dan istri buat untuk anak anak bahwa, anak anak akan di beri gadged kalo udah SMP, itupun berupa ponsel yang kelak memudahkan komunikasi anak dan orang tua bukan smart phone.. jadi sampe skrg anak anak aku gak pegang HP. mainnya yaa mobilan, lompat tali atau rumah barbie kalo anak cewek.... anak cowok ku hobi nya melukis, buat komik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, keren banget aturan yang diterapkan ke anak-anaknya, Kak Indra. Anak-anak memang harus diarahkan untuk cinta membaca sedini mungkin serta dibiasakan dengan kegiatan2 positif yang memicu produktivitas mereka ^_^

      Delete
  3. Luar biasa.. Sedini mungkin kita memberi kebiasaan yang bermanfaat untuk anak2

    ReplyDelete
  4. Bener banget, mbak. Sekarang anak2 lebih suka ngegame dari pada baca buku. Padahal banyak hal2 baru dan seru yang bisa kita dapetin dari buku. 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, Mbak. Miris liatnya. Padahal, kalo mereka terbiasa dan cinta sama buku, itu nggak kalah mengasyikkan. Bahkan memicu rasa ingin tahu dan kreativitas yang positif pada anak2.

      Delete
  5. Sedih banget ya ketika melihat realita di lingkungan rumah dimana para orang tua memanjakan anak anak nya dengan kehidupan modern tanpa membekali pendidikan dalam rumah dengan baik, sehingga kesadaran untuk membaca buku mulai pudar. Bahkan tidak sedikit para orang tua setelah memberikan fasilitas gadget kepada anak tidak lagi melakukan pengawasan. Hal ini yang membuat anak anak malas membaca buku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Mudah2an dwngan adanya program2 seperti dapat juga menyadarkan para orangtua yang terlanjur membekali anaknya dengan gadget akan arti penting membaca.

      Delete
  6. Benar sekali menggalakan gemar membaca perlu dukungan banyak pihak. Bagaiamana mau suka membaca kalau fasilitas buku kurang. Saya lebih suka menasehati anak melalui buku. Memberi buku bacaan dg tema tertentu setelah diri baca anak lalu kita diskusi sehingga menjadi mmeyenangkan. Menasehati tanpa menggurui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneeeer banget... Buku juga bisa menjadi sarana mendekatkan diri antara orangtua dan anak ya, Mbak. Diskusi bareng membahas isi buku, mendongeng ulang, dan sebagainya. Berbeda dengan gadget yang cenderung membuat masing2 orang asyik sendiri2.

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)