Tuesday, October 31, 2017

Redakan Badan Gemetar Karena Laper dengan L'Burger

Siang itu, Sabtu, 29 Oktober 2017, tim Tapis Blogger yang terdiri dari saya, Rinda, Novi, Merry, Mas Novrian, Wawan, dan Dendi, hendak melakukan perjalanan bersama ke kabupaten Lampung Utara, untuk eksplore keindahan wisata alam di sana. Menurut informasi dari Bang Yandigsa, salah satu anggota Tapis Blogger juga, akan lebih santai dan irit kalau kami ke Lampung Utara dengan moda transportasi kereta api. Maka, saya, Rinda, Novi, Merry, dan Mas Novrian pun sepakat untuk naik kereta api. Sementara Wawan dan Dendi memilih naik motor.


L'Burger


Kami yang mau naik kereta api kemudian janjian ketemuan di L'Burger dengan tujuan untuk redakan badan gemetar karena laper terlebih dahulu, sebelum melakukan perjalanan yang memang cukup jauh. Burger Lampung yang baru membuka cabangnya di pelataran Indomaret seberang Hotel Amalia ini mengusung tagline yang cukup unik dan menggelitik, yaitu Rotinya Selembut Hatimu. Uhuk!

Hmm, jadi penasaran. Bener nggak sih, roti L'Burger selembut hatiku yang begitu rapuh dan mudah sekali goyah kalau melihat makanan enak? Ya udah, daripada kepikiran, mendingan MARKICAB, Mari Kita Cari Bukti.

Mulanya, kami sempat khawatir kehabisan tiket kereta api kalau mampir ke L'Burger dulu. Untunglah, Mas Novrian yang tidak ikutan ke L'Burger bersedia duluan ke stasiun untuk membeli tiketnya. Alhamdulillah. Aman. Makasih, Mas Novrian. Tenang aja. Nanti dioleh-olehin burger kok, sama Rinda :D

Saya tiba di L'Burger menjelang dzuhur. Di sana sudah ada Novi dan Mery. Rinda datang tak lama kemudian. Di sana, kami disambut dan dilayani dengan sangat ramah oleh Mas Tony, owner L'Burger. Beliau bahkan tidak segan menjelaskan dan menjawab pertanyaan kami yang pingin tahu itu ini tentang L'Burger. Yah, biar keliatan agak kritis gitu, deh...


Owner L'Burger saat meracik burger untuk kami


Ada dua varian burger L'Burger yang bisa dipilih, yaitu ori burger dan black burger. Jangan galau melihat warna hitam pada black burgernya, ya. Sebab, warna hitam itu bukan karena burgernya gosong, melainkan karena campuran pewarna alami yang berasal dari arang atau karbon aktif. Seperti kita ketahui, arang aktif sangat bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya dapat membersihkan saluran pencernaan, meredakan perut kembung dan masuk angin, antioksidan, dan lain-lain. Konon, arang aktif ini juga bisa mencegah penuaan dini, lho. Wah2,  bisa bikin awet muda nih, kalau sering-sering makan L'Burger, heuheu....

Sambil meracik burger untuk kami, Mas Tony menjelaskan bahwa baik roti maupun daging L'Burger semuanya diproduksi sendiri. Untuk dagingnya, kata mas Tony, dibuat dengan campuran daging berlemak, tepung roti, serta bumbu rempah. Sementara untuk rotinya, mas Tony mencampurkan juga minyak biji matahari ke dalam adonannya, serta memberikan hiasan berupa taburan biji wijen di atasnya.

Adapun keistimewaan L'Burger ini memang terletak pada rotinya. Keistimewaan ini bahkan bisa kami rasakan sejak gigitan pertama.

"Rotinya enak banget!"
"Iya, luarnya krenyes, dalemnya lembuuut banget!"
"Kayak roti donat, ya!"
"Hu uh, tapi nggak manis. Enak!"

Haduh, heboh deh, pokoknya.

Nyom, nyom, nyom...


"Mas Tony, ini kan ada burger item, nih. Gimana kalo bikin burger warna lain juga. Pink dengan campuran buah naga, ungu pakai ubi ungu, hijau sayuran, dll," usul saya. Soalnya, saya tiba-tiba terpikir seru juga kalau burgernya dibikin warna warni.

Mas Tony manggut-manggut.

"Iya, bener, pengennya sih, gitu. Tapi, berhubung setelah dipanggang burgernya jadi kecoklatan, warna warninya nggak terlalu kelihatan. Jadi, sementara ini baru warna hitam yang diproduksi. Karena warnanya tetap begitu setelah dipanggang," kata beliau.


Pemanggangan L'Burger sebelum disajikan


Oh, iya, L'Burger ini dipanggangnya di dalam oven sebelum disajikan, bukan di pemanggangan terbuka seperti pada umumnya. Metode pemanggangan dengan oven ini selain lebih praktis juga membuat burgernya menjadi lebih higienis.

Tak terasa, burger sudah ludes masuk ke lambung kami. Kami sangat puas dengan rasanya, terutama sensasi saat menggigit rotinya yang benar-benar sesuai dengan tagline "Rotinya Selembut Hatimu". Makasih yaaa, Mas Tony, yang udah redakan badan kami yang gemetaran karena laper dengan L'Burger.

Nah, Bagi Sobat Jejak yang penasaran dengan rasa L'Burger, bisa langsung datang ke sana, atau pesan via layanan Go Food.

Alamat L'Burger:
Jl. Raden Intan Tanjung Karang, pelataran Indomaret seberang Hotel Amalia
Telepon: 08992293390
Instagram: @burgerlampung

Usai menikmati L'Burger dan menunaikan shalat dzuhur di Masjid Takwa, saya dan teman-teman Tapis Blogger pun melanjutkan perjalanan ke stasiun kereta api Tanjung Karang. Kami sudah tidak sabar ingin segera mengeksplorasi keindahan wisata alam di kabupaten Lampung Utara. Seperti apa keseruan kami selama di sana? Tunggu di postingan selanjutnya, ya! ;)


Selfie dulu sebelum meninggalkan L'Burger. Ini kudu dan sebuah keniscayaan di dunia kenarsisan :p


Eits, sebentar, sebelum postingannya udahan, saya mau ngasih tebak-tebakan dulu.

Burger apa yang bikin kelimis?

Burger manis?

Salah!

L'Burger?

Salah juga!

Jadi?

Burger kumis... :D

Krik, krik, krik....


Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


0 comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)