Sunday, November 26, 2017

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Hai, Sobat Jejak, assalamualaikum.

Sobat, ibarat rumah yang memerlukan tiang untuk menyangganya agar kokoh berdiri, begitu pun negeri ini, Indonesia. Dibutuhkan pilar-pilar kuat yang mengakar di setiap lini kehidupan, agar negeri ini menjadi negeri yang kuat, kokoh, tidak mudah digoyahkan.

Oleh karena itu, MPR RI terus melakukan upaya sosialisasi 4 Pilar MPR RI ke berbagai daerah-daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Lampung. MPR RI pun menggandeng netizen Lampung yang pada kesempatan ini dinahkodai oleh Komunitas Tapis Blogger, untuk turut membantu menyosialisasikan 4 pilar MPR RI tersebut. Sosialisasi yang dikemas dalam acara santai Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini dilaksanakan pada hari Ahad, 19 Nopember 2017, di Swiss-Belhotel Lampung.

Ketua MPR RI - Zulkifli Hasan (foto: IG Zainudin Hasan)


Sisa hujan masih terasa dan mendung di langit masih menggelayut manja, ketika saya dan dua rekan saya dari Tapis Blogger tiba di pelataran Swiss-Belhotel Lampung pada kisaran pukul 17.30 WIB. Senyum ramah Bell Boy menyambut kami ketika akan memasuki lobi.

"Selamat sore..."
"Sore..."

Belum tahu lokasi ruangan ngobrol bareng MPR RI, tak lantas membuat kami celingukan mencari-cari. Sebab, panitia perwakilan Tapis Blogger yang telah terlebih dahulu stand by di tempat, sigap menyambut di lobi dan mengantarkan kami menuju lokasi yang terletak di lantai dua hotel.

Usai melakukan registrasi, kami pun memasuki ruangan. Menyapukan pandang ke sisi kiri, tampak dua kursi dengan dua meja bundar yang masing-masing terdapat kertas bertuliskan Ketua MPR dan Sekjen MPR di atasnya. Di belakang kursi, terpajang backdrop yang cukup besar berisi ucapan selamat datang kepada netizen Lampung di acara Ngobrol Bareng MPR RI. Sementara itu, di sisi kanan ruangan, meja-meja bundar dengan kursi-kursi yang mengelilinginya telah siap ditempati oleh peserta.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto kolpri)


Waktu maghrib menjelang. Walau tak terdengar suara adzan berkumandang, kewajiban shalat harus tetap ditunaikan. Usai shalat maghrib, para peserta pun dipersilakan untuk menikmati menu makan malam yang telah disediakan di meja prasmanan.

Tak lama kemudian, acara Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pun dimulai. MC perwakilan dari Tapis Blogger, Bang Yandigsa, meminta peserta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dipimpin oleh dirigen manis yang jomblo lamarable, Desma Hariyanti, peserta pun menyanyikan lagu kebangsaan tersebut dengan khidmat dan penuh penghayatan.

Selanjutnya adalah sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Biro Humas MPR RI, Ibu Siti Fauziah, S.E., MM. Kemudian dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang Tapis Bloger oleh Bang Yandigsa.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekjen MPR RI, yaitu Bapak Ma’ruf Cahyono SH. MA. Kata Pak Ma'ruf di dalam sambutannya, ada hal penting di dalam bangsa ini yang perlu terus diinternalisasikan ke dalam masyarakat. Oleh karena itulah, MPR RI mengajak para netizen Lampung untuk turut serta menjadi penyampai informasi yang efektif, terkait 4 Pilar MPR RI, kepada masyarakat, sehingga nilai-nilai ideologi dan konstitusi negara dapat terus terawat serta tidak mudah dirampas oleh negara-negara lain.

Pak Ma'ruf lantas menguraikan 4 Pilar MPR RI yang terdiri dari:
1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
2. UUD NRI Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara
3. NKRI Sebagai Bentuk Negara
4. Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: Heni Puspita)


Ujar Pak Ma'ruf, kita sebagai bangsa Indonesia, harus senantiasa menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang religius. Tanamkan juga keyakinan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memanusiakan orang lain. Humanisme. Saling menghargai dan menghormati. Bukan sebaliknya.

Lebih lanjut, Pak Ma'ruf mengimbau agar senantiasa menyuarakan persatuan, bukan perpecahan. Jaga selalu sikap nasionalisme, sesuai dengan sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia. Lalu, amalkan sila ke-4 Pancasila dengan membiasakan diri bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Jangan mengambil keputusan dengan cara yang dapat menimbulkan konflik. Seperti marah, memaki-maki, dan juga memaksakan pendapat pribadi. Kalau caranya begini, Bang, lelah hati Hayati...

Selain itu, Pak Ma'ruf juga mengatakan bahwa kita harus selalu bersikap dan berlaku adil kepada siapun. Jangan sampai karena perbedaan suku, agama, warna kulit, kita jadi bersikap tidak adil, diskriminasi, dan sebagainya. Toh, keberagaman itu merupakan rahmat dari Allah. Maka, tetap junjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap bersatu di pelaminan, eh, satu jua, maksudnya.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto kolpri)


Dengan suara tenang dan intonasi yang enak didengar, Pak Ma'ruf menambahkan. Jadikan wajah orang Indonesia wajah yang ramah. Suka menyapa. Gunakan tangan kita semua untuk bekerja keras, suka menolong, membimbing dan menuntun, serta menggandeng yang lemah. Ah, damai sekali membayangkannya.

Sembari mendengarkan pemaparan Pak Ma'ruf dan merangkumnya via live tweet, saya meraih stiker berisikan Implementasi Sila-sila Pancasila. Diam-diam, saya pun tercenung membacanya. Betapa indahnya kehidupan berbangsa dan bernegara ini andai nilai-nilai itu benar-benar diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi Sila-sila Pancasila

Sila ke-1: Ktuhanan yang Maha Esa
1. Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai. 
2. Berhenti saling merendahkan, mulailah menghargai perbedaan. 
3. Berhenti takabur, mulailah bersyukur.

Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab
1. Stop marah-marah, mulailah bersikap ramah. 
2. Berhenti memaki, mulailah memakai hati. 
3. Berhenti curiga, mulailah menyapa.

Sila ke-3: Persatuan Indonesia
1. Berhenti berseteru, mulailah bersatu. 
2. Berhenti memaksakan, mulailah berkorban. 
3. Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan.

Sila ke-4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1. Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat. 
2. Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada. 
3. Berhenti bersilat lidah, mulailah bermusyawarah.

Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1. Berhenti malas, mulailah bekerja keras. 
2. Stop diskriminasi, mulailah toleransi. 
3. Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi.

Sobat Jejak. Keberadaan 4 Pilar MPR RI diharapkan dapat terus disosialisasikan, mengingat generasi terus berganti. Jangan sampai kids zaman now dan seterusnya menjadi asing dengan yang namanya Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Generasi bangsa ini harus memiliki ideologi yang kuat dan punya daya saing," ujar Pak Ma'ruf.

Di akhir sambutannya, Pak Ma'ruf juga membacakan Manifesto. Entah siapa pengarangnya, yang pasti telah sukses membuat hati saya tidak karu-karuan mendengarnya. Terharu.

MANIFESTO

Masih Indonesiakah kita
setelah sekian banyak jatuh bangun
setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan
persatuan di atas perselisihan
musyawarah di atas amarah
kejujuran di atas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
dan hanya tinggal slogan dan gambar?

Tidak!

Karena mulai kini, nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bimikan
menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke
kita akan melihat lebih banyak lagi
senyum ramah dan tegur sapa
gotong royong dan tolong menolong
kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan
kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari
kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh
berkeringat karena semangat
kerja keras menjadi ibadah
ketaatan menjadi kesadaran
kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya
tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini Baru Indonesia!

Usai sambutan oleh Pak Ma'ruf, finally, ketua MPR RI, Bapak Zulkifli Hasan beserta rombongan datang dan memasuki ruangan. Hadir pula dalam rombongan, Bapak Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, yang merupakan adik kandung Pak Zul. Kedatangan Pak Zul dan rombongan ditandai dengan meningkatnya militansi para netizen yang duduk di deretan depan dalam membidikkan kamera.

Cekrek!
Cekrek!

Saya yang kebetulan lagi mager, memilih menggunakan kesempatan itu untuk memijit-mijit jempol tangan kanan yang lumayan ngilu karena kebanyakan mainin Twitter...

Oke, lanjut.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: Arif Budiman)


Usai menyampaikan apresiasinya kepada Netizen Lampung dan Tapis Blogger, Pak Zul, panggilan akrab Pak Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa kemajuan teknologi di zaman sekarang ini mempermudah kita dalam menyosialisasikan suatu informasi. Misalnya, informasi mengenai potensi wisata daerah, kuliner, dan sebagainya. Oleh karena itu, lanjut Pak Zul, generasi zaman now harus melek teknologi. Supaya tidak dinosaurus alias ketinggalan zaman. Wah, unik juga nih, istilah yang dipake si bapak.

Selain itu, teknologi juga mengikis sekat antara rakyat dan pemerintah. Kalau dulu, kata Pak Zul, orang kampung beliau mana tahu sepak terjang beliau di pemerintahan. Kalau sekarang? Jangan ditanya. Tinggal browsing atau bilang, "Oke Google!" Sreeeet... Segala informasi tentang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan langsung ngejembreng di internet dari A sampai Z. Nah, supaya tidak dinosaurus, maka politik dan pemerintahan juga harus melakukan penyesuaian dengan perilaku era digital.

Penyebaran informasi yang semakin mudah melalui kemajuan teknologi diharapkan dapat pula menumbuhkan rasa bahwa permasalahan di negeri ini adalah menjadi urusan bersama. Bukan lagi hanya sebatas urusan bupati, walikota, gubernur, dan seterusnya. Sehingga, jalan keluar bagi segala permasalahan negara juga menjadi tanggungjawab bersama.

Menurut Pak Zul, ada 4 permasalahan besar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonsesia saat ini, yaitu:
1. Kemiskinan
2. Kesenjangan
3. Korupsi
4. Ketidakpercayaan atau distrust

Netizen Lampung - MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Di era digital seperti sekarang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh generasi zaman now agar tetap bisa esksis, yaitu: cintai daerah dengan sungguh-sungguh, mengerti budaya, adat-istiadat, dan sejarah bangsa. Bangsa ini merdeka bukan dengan sim salabim, melainkan melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dari para pendahulu.

Melanjutkan wejangannya, Pak Zul mengatakan bahwa generasi zaman now harus smart. Jangan minder. Tunjukkan potensi diri sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mari bersama-sama mengimplementasikan jadikan 4 Pilar MPR RI, agar bangsa ini menjadi bangsa yang kokoh dan disegani.

Netizen Lampung - MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Usai menyampaikan pemaparannya, Pak Zul memberikan kesempatan kepada netizen untuk mengajukan pertanyaan. Ada 3 netizen yang bertanya, yaitu Neny Suswati, Lilih Muflihah, dan Yoga Pratama.

Tak terasa, malam semakin larut dan acara Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pun sudah tiba di penghujungnya. Seperti kebanyakan acara-acara pada umumnya, tak ada lagi yang lebih ditunggu setelahnya selain sesi foto bersama. Maka, tanpa menunda-nunda, semua peserta langsung siaga dengan kamera di tangannya. Seolah berlomba mengabadikan moment terbaik bersama ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!

Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: celoteh.bunda03@gmail.com.


6 comments:

  1. Cekrek...cekrek๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  2. Judul konvensional isi maksimal... Cekrek..cekrek..cekrek

    ReplyDelete
  3. Tulisan yang runut dan ringan, jadi enak dibaca. Paling suka penjelasan sila-sila Pancasila yang aplikatif, contoh-contoh nyata yang dekat dengan kita. Salam kenal ya Mbak Izzah..

    --
    http://www.arif-budiman.com

    ReplyDelete
  4. Keren mbaa... aku dapet ilmu di sini, ilmu fotograpi, heheh ada foto yang aku ga memikirkan untuk memoto itu, hhhe

    ReplyDelete
  5. Tulisannya enak dibaca. Terima kasih mbak izzah.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)