Monday, May 21, 2018

Serunya Dialog Nasional Indonesia Maju ke-11 di Bandar Lampung Bersama Tiga Menteri Kabinet Kerja

Assalamualaikum, Sobat Jejak. Apa kabar? Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ya. Aaamiin.

Sobat. Di postingan kali ini, saya ingin bercerita tentang Serunya Dialog Nasional Indonesia Maju ke-11 di Bandarlampung Lampung Bersama Tiga Menteri Kabinet Kerja di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), yang saya ikuti pada hari Senin, tanggal 14 Mei 2018 yang lalu.

Dialog Nasional Indonesia Maju Bersama Menristek, Menhub, dan Mensos


Saya datang sebagai blogger yang akan meliput acara dialognya, Sobat. Meskipun sudah bukan mahasiswa lagi, namun, rasa senang bercampur penasaran membuat semangat dan antusias saya untuk hadir di acara tersebut tidak kalah dengan mahasiswa. Yah, bagaimana tidak, jarang-jarang kan, ada menteri yang datang langsung untuk memaparkan kinerjanya dan mengajak mahasiswa berdialog? Kira-kira, apa saja ya, yang akan dibicarakan dalam dialog nasional bertema Indonesia Maju tersebut?

Senin pagi, cahaya matahari yang cerah terasa sedikit menyengat ketika saya melangkahkan kaki memasuki gerbang Pascasarjana Universitas Bandarlampung. Puluhan mahasiswa berjaket almamater perguruan tinggi swasta, turut pula menuju ke arah yang sama dengan saya, yaitu Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung, yang menjadi lokasi diadakannya Dialog Nasional Indonesia Maju.

Di depan tenda registrasi, saya bertemu dengan teman-teman blogger, yaitu Sigit, Wawan, Mbak Roma Pakpahan, Rinda, dan Robby. Setelah memakai nametag, saya dan teman-teman pun bersama-sama memasuki ruangan Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung yang sudah dipadati oleh ribuan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lampung.

Tak jauh berbeda, tenda besar yang sengaja dipasang panitia di halamannya juga penuh dengan mahasiswa. Luar biasa. Mahasiswa yang jumlahnya kurang lebih 7000 orang ini terlihat begitu antusias ingin mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju ke-11, yang menghadirkan tiga menteri Republik Indonesia sebagai narasumber, yaitu Menteri Perhubungan (Ir. Budi Karya Sumadi), Menteri Sosial (Dr. H. Idrus Marham), dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Prof. H. M. Nasir, Ph.D., Ak.).



Di dalam ruangan, kami disapa dengan ramah oleh Bapak Dwi Soetjipto. Beliau datang mewakili LPP Edukasi, yang merupakan lembaga penyelenggara Dialog Nasional Indonesia Maju.

Oh, iya, mungkin ada Sobat Jejak yang bertanya-tanya, LPP Edukasi itu apa, sih? Apa tujuan LPP Edukasi mengadakan dialog nasional Indonesia Maju? Oleh karena itu, sebelum membahas kita lanjut ke acara dialog, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu mengenai LPP Edukasi.

Sekilas Tentang LPP Edukasi

LPP Edukasi adalah singkatan dari Lembaga Pengkajian Pendidikan Edukasi.  Lembaga ini didirikan pada tahun 2012 oleh Bp. Dr. Wahyu Purwanto, MSIE, di Yogyakarta.

Tujuan berdirinya LPP Edukasi adalah untuk tercapainya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan sehingga mampu mengembangkan unit pendidikan yang berkualitas.

Dilatari belakangi dengan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap keberhasilan pemerintah, maka, LPP Edukasi Yogyakarta di bawah binaan Yayasan Pendidikan Mahisa Agni Yogyakarta kemudian mengadakan rangkaian dialog nasional, di antaranya di Bandar Lampung, yang bekerjasama dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) II. Tidak tanggung-tanggung, LPP Edukasi mendatangkan langsung para menteri kabinet kerja untuk memaparkan keberhasilan kerjanya, dengan harapan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan informasinya dari sumber yang terpercaya. Bukan dari seliweran hoax-hoax di medsos yang bikin pusiiiiing kepala Barbie.

Pemerintah kita udah ngapain aja, sih?
Udah sampe mana kinerjanya?
Sejauh apa manfaatnya bagi rakyat Indoensia?

Kira-kira itu Sobat, yang LPP Edukasi ingin masyarakat tahu melalui dialog nasional ini.

Okey... Sudah lumayan jelas kan, Sobat, mengenai gambaran singkat LPP Edukasi? Kalau sudah, sekarang kita lanjut ke acara Dialog Nasional Indonesia Maju.

Dialog Nasional Indonesia Maju ke-11 di Bandar Lampung

Mengambil posisi duduk di sisi kanan panggung, saya dan teman-teman blogger dapat mengikuti acara yang dipandu oleh Bapak Effendi Gazali itu dengan nyaman.

Setelah menyaksikan rangkaian acara pembukaan, tibalah waktunya bagi para bapak menteri untuk berdialog dengan para peserta.

Di dalam pemaparannya, Menteri Perhubungan RI, bapak Budi Karya Sumadi mengatakan, "Indonesia harus terus maju. Oleh karena itu, kami selaku Menteri Indonesia akan terus berupaya membangun di bidangnya masing-masing, baik secara fisik maupun non fisik. Indonesia terus membangun hingga pinggiran."

Suasana Dialog Nasional Indonesia Maju di ruangan Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung


Pak Budi meyakinkan bahwa sudah menjadi tugas beliau untuk menghubungkan dan memberikan kesejahteraan hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Beliau menegaskan bahwa Nawa Cita yang menjadi program prioritas pemerintah telah dan akan terus dilaksanakan. Adanya konektivitas yang merata hingga ke pelosok-pelosok negeri ini akan menurunkan biaya logistik. Dengan demikian, rakyat dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih mudah dan harga yang terjangkau.

Ya, memang, sih... Sekarang ini, mau kemana-mana alhamdulillah sudah gampang. Karena transportasi sudah banyak yang menjangkau tempat-tempat tujuan, bahkan hingga ke pelosok sekalipun.

Saya juga jadi teringat dengan moda transportasi kereta api yang sering saya gunakan untuk pulang kampung dan rencananya juga akan saya naiki saat mudik lebaran 2018 nanti. Seingat saya, beberapa tahun belakangan ini kereta api di Lampung sudah jauh meningkat dibandingkan dulu, baik dari segi kenyamanan, kebersihan, dan keamanan. Saya ingat banget dulu, yang namanya naik kereta api tuh pasti identik dengan sumpek, bau asap rokok, pedagang asongan hilir mudik, copet, pengamen, belum lagi nggak kebagian tempat duduk lantaran penumpang gelap yang duduk duluan dan ogah disuruh berdiri. Sekarang? Nyaman bangeeet.... Cerita panjang lebarnya sudah saya tulis di sini

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Bapak Prof. H. Muhammad Nasir Ph.D., Ak mengatakan bahwa sekarang Perguruan tinggi di Indonesia telah dipandang baik secara Internasional, salah satunya melalui jurnal Internasional. "Publikasi Jurnal Internasional terus mengalami peningkatan," ujar beliau. "Pada tahun 2015, publikasi jurnal internasional kita hanya sekitar 4.200, kemudian meningkat secara signifikan pada tahun 2017, yaitu mencapai 18.850 jurnal. Adapun di tahun 2018, kita telah mempublish sebanyak 6.500 jurnal internasional, mengalahkan Singapura dan Thailand. Mantap...

Apun Pak Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia mengatakan, bahwa masa depan Indonesia adalah di Kampus, yang ada diseluruh Indonesia, termasuk di Lampung. "Kualitas kampus adalah penentu wajah indonesia ke depan," ujar beliau, dengan berapi-api. Saya suka mendengar penuturan pak menteri satu ini. Karena selain sangat bersemangat, beliau juga pandai menyelipkan joke-joke segar, sehingga membuat acara menjadi tidak membosankan.

“Mahasiswa itu adalah sosok yang kreatif,  kritis, dan logis. Jika karakter ini dipertahankan, maka, kampus tidak akan mudah terpengaruh oleh fitnah politik, berupa hoax dan info-info yang tidak aktual," lanjut beliau.

Pak Idrus juga sempat membahas tentang perilaku terorisme yang belakangan marak dan sempat menghebohkan di Indonesia. Beliau mengharapkan adanya upaya bersama untuk mencegah radikalisme masuk kampus, di antaranya dengan segera melaporkan kepada petugas keamanan apabila menemui hal-hal atau gerakan yang mengarah kepada hal tersebut.

Duh, semoga jangan ada yang begitu lagi ya, Pak...

Selanjutnya adalah sesi tanya jawab antara peserta dengan pak menteri. Beberapa mahasiswa dipersilakan untuk bertanya ataupun menyampaikan pendapatnya. Hingga tak terasa, acara di alog nasional ini pun sudah tiba di penghujungnya. Acara selanjutnya adalah penyerahan dorprice berupa masing-masing satu unit laptop untuk dua orang mahasiswa, pemberian penghargaan untuk mahasiwa berprestasi dari setiap perwakilan PTS. Akhirnya, acara pun ditutup dengan doa bersama.

Oke, Sobat. Itulah bebarapa hal yang bisa saya tulis mengenai Dialog Nasional Indonesia Maju ke-11 di Bandar Lampung Bersama Tiga Menteri Kabinet Kerja. Kita doakan bersama-sama, semoga dialog ini menjadi salah satu langkah pasti menuju Indonesia maju dan lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Izzah Annisa
Berprofesi sebagai penulis buku bacaan anak. Hobi membaca, berbagi tips penulisan, memotret, jalan-jalan, mereview, dan menonton film petualangan. E-mail: izzahannisa313@gmail.com.


5 comments:

  1. Intronya syahdu sekali ya, mbak hihi... Anyway, sebenarnya kurang kalau peserta hanya kalangan akademisi ya. Alangkah baiknya kalau ada Masyarakat dr berbagai strata sosial

    ReplyDelete
  2. Point plus banget kalau publikasi internasionalnya banyak. Semoga kedepannya tetap konsisten

    ReplyDelete
  3. Ya, mendengar publikasi internasional meningkat itu salah satu kabar yang baik. Semoga teris saja ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitas.

    ReplyDelete
  4. Katanya itu ada beberapa mahasiswa dari Palembang juga, BTW ada info acara itu bakal ke palembang gak ya mb ??

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)