Dunia Adalah Kesenangan yang Menipu

Hai, Sobat. Assalamualaikum.



Sobat. Mungkin kita pernah merasa heran, mengapa ada orang yang sudah kaya raya, punya jabatan, punya banyak kendaraan, tapi masih korupsi, masih sibuk mencari materi, dan hutangnya bertebaran di sana sini? Bagaimana bisa?

Mungkin kita juga heran, melihat ada orang yang mempunyai makanan berlimpah, memiliki rumah mewah, tapi masih mengeluh nggak enak makan, nggak bisa tidur nyenyak? Kok bisa, ya?

Atau, kita pun mungkin pernah heran, melihat ada orang yang serba kekurangan, tempat tidur sederhana, makan seadanya, namun hidupnya penuh senyum dan tawa, hatinya tenang bahagia, tak pernah mengeluh, selalu bersyukur dengan segala keadaan? Mengapa?

Allah berfirman, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Sobat, apabila harta dan jabatan dijadikan ambisi dan tujuan hidup, maka ia akan menjadi musuh yang bisa menjauhkan kita dari akhirat.
Sebaliknya, ua akan bermanfaat jika dijadikan sarana untuk memperoleh kesenangan di akhirat. Ia  bisa dijadikan penunjang ibadah dan jalan untuk menegakkan kalimat Allah.

Semoga, kita tidak menjadi hamba yang sibuk mengejar dunia hingga melupakan akhirat ya, Sobat. Sebab, dunia adalah kesenangan yang menipu.

0 Response to "Dunia Adalah Kesenangan yang Menipu"

Post a Comment

Terimakasih sudah berkunjung. Jangan lupa isi buku tamu, ya... ;)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel