Tuesday, November 14, 2017

Seminar Nasional HIMPSI Lampung - Bullying dan Penanganannya

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sabtu, 11 Nopember 2017, alhamdulillah saya dan dua teman dari Tapis Blogger berkesempatan menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh HIMPSI Lampung, dengan tajuk Bullying dan Penanganannya. Hadir sebagai pemateri dalam seminar yang diadakan di Aula Fakultas Pertanian ini, Ibu Dr. Dipl. Psych. Ratna Djuwita, Psi. Beliau adalah dosen di Universitas Indonesia yang meraih gelar Doktor Psikologi dengan disertasi berjudul Dilema Saksi Perundungan: Membela Korban atau Mendukung Pelaku? Peranan Orientasi Nilai, Kebahagiaan Psikologis, dan Keyakinan Efikasi dalam perilaku Menolong Saksi Perundungan.



Seminar yang sukses mendatangkan kurang lebih 230an peserta yang berasal dari berbagai profesi seperti dosen, guru, ibu rumah tangga, dan aktivis masyarakat ini juga dihadiri oleh Drs. Sulpakar, MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung. Di dalam sambutannya, Bp. Sulpakar memberikan apresiasinya terhadap HIMPSI Lampung, khususnya atas terselenggaranya Seminar Nasional Bullying dan Penanganannya, mengingat maraknya kasus bullying baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Beliau juga menyarankan agar melakukan sosialisi tentang bullying di masa pengenalan lingkungan sekolah (MOS), serta meminta HIMPSI untuk jangan ragu menghubungi diknas dalam rangka kerjasama memberikan edukasi mengenai bullying di sekolah-sekolah.

Sekilas Tentang HIMPSI Lampung
HIMPSI adalah singkatan dari Himputan Psikologi Indonesia. HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi Indonesia, yang didirikan pada 11 Juli 1959 dengan nama Ikatan Sarjana Psikologi (ISPsi). Nama ini kemudian diubah menjadi HIMPSI pada tahun 1998.

Kini, organisasi yang memiliki misi utama melakukan pengembangan keilmuan dan profesi psikologi di Indonesia ini telah tersebar dalam 25 wilayah provinsi di Indonesia, salah satunya di Lampung.



Di dalam sambutannya saat Seminar Nasional Bullying dan Penanganannya, Ketua HIMPSI Lampung, Ibu Renyep Proborini, M. Ed. Psi. mengatakan, bahwa HIMPSI Lampung terbentuk pada bulan Desember 2016. Walau usianya masih muda, namun, HIMPSI Lampung telah cukup banyak melakukan kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial rehabilitasi narkoba dan pelatihan konseling untuk para polisi di Lampung. Terbentuknya HIMPSI Lampung didasari oleh rasa terpanggil untuk turut serta membantu kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai permasalahan di Lampung.

Apa yang Dimaksud dengan Bullying?
Melalui slidenya, Bu Ratna Djuwita menuliskan bahwa bullying atau disebut juga dengan perundungan adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang merasa tidak berdaya secara sengaja, dengan maksud untuk menyakiti secara fisik/verbal/psikologis.

Bullying sebenarnya merupakan gejala "alamiah" yang sudah nampak pada anak-anak sejak usia batita. Bullying yang terjadi pada anak-anak usia batita biasanya diintervensi langsung oleh orangtua dengan cara dicegah, dihentikan, dan dinasihati. Selain kemungkinan besar dapat menghentikan bullying pada saat itu juga, hal ini juga akan menginternalisasi nilai kepada anak bahwa yang namanya kekerasan bukanlah hal yang positif.

Sebaliknya, apabila pelaku bullying dibiarkan, maka si anak akan mengnternalisasikan nilai bahwa yang namanya kekerasan adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Inilah yang menyebabkan kemungkinan berulangnya tindak bullying oleh pelaku yang sama di kemudian hari.



Bullying bisa terjadi di mana saja. Di rumah, di sekolah, di arena bermain, di jalan, di lapangan, bahkan di laman media sosial. Bullying pun bisa terjadi pada siapa saja dan ironisnya pelakunya terkadang tidak melulu mereka yang memiliki pandangan positif terhadap kekerasan. Bahkan, orang yang ngakunya benci kekerasan dan bullying pun bisa menjadi pelaku bullying. Termasuk orangtua dan juga guru.

"Aduh Nak, kamu kok kurus banget, kayak ranting pohon..."

Bullying.

"Hayo, nulisnya yang bagus, dong. Jangan kayak cakar ayam."

Bullying.

"Masak gitu aja nggak bisa!"

Bullying.

Hikssss.... :(

Penyebab Terjadinya Bullying
Menurut Bu Djuwita, penyebab terjadinya bullying di antaranya dikarenakan adanya kebutuhan anak yang tinggi untuk merasa eksis. Anak ingin diakui, dianggap punya power, hebat, wow, dan keren. Apabila kebutuhan ini tidak mendapatkan penyaluran melalui hal-hal yang positif, maka akan cenderung disalurkan pada hal-hal yang negatif. Merasa hebat jika bisa mempermalukan teman, merasa keren kalau mengejek orang, dan sebagainya.

Selain itu, kebutuhan anak akan berkelompok juga sangat tinggi. Anak cenderung melakukan sesuatu yang membuatnya bisa diterima dalam sebuah kelompok. Karenanya, peranan orangtua dan sekolah sangat penting dalam hal membimbing anak-untuk untuk mencari kelompok serta kegiatan yang akan mengarahkannya kepada hal-hal positif.

Karakteristik Pelaku Bullying
Sebagaimana penyakit yang rata-rata memiliki gejala yang bisa dikenali, demikian pula dengan pelaku bullying. Berikut karakteristik pelaku yang perlu diketahui untuk membantu kita mencegah terjadinya bullying:
1. Suka mendominasi orang lain
2. Mudah marah dan cenderung impulsif
3. Menganggap kekerasan adalah hal yang wajar
4. Empati rendah
5. Toleransi rendah / sulit menerima perbedaan
6. Seringkali pelaku pernah atau masih menjadi korban bullying
7. Seringkali pelaku merupakan orang bermasalah di sekolah, namun, kadang pula merupakan siswa yang pandai dan mudah bergaul.



Karakteristik Korban Bullying
Karakteristik korban bullying terbagi menjadi:
1. Tipe klasik, ciri-cirinya antara lain: pencemas, mudah menyerah, minder atau tidak percaya diri, dan kadang-kadang juga memiliki fisik yang lemah.
2. Tipe provokatif, yang seringkali juga merupakan korban bullying (bully victim). Ciri-cirinya antara lain: agresif, sering sengaja menyakiti orang lain, pemberontak, perilakunya sering dianggap menyebalkan oleh guru dan teman-teman, sehingga apabila ada siswa lain yang membalasnya, maka ia pun menjadi korban bullying tanpa ada yang membela.

Tanda-tanda Anak Mengalami Bullying
Anak yang mengalami bullying biasanya akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
1. Enggan ke sekolah atau tempat di mana ia sering dibully
2. Sering mengalami luka/memar/sakit pada bagian tubuh/baju robek/kehilangan barang atau uang dan tidak dapat menjelaskan penyebabnya
3. Perilaku berubah menjadi pendiam, murung, cemas, dan mudah tersinggung
4. Tidak mau bercerita tentang kejadian-kejadian di sekolah
5. Prestasi menurun
6. Kadang sulit tidur
7. Mengatakan bahwa tidak punya teman.

Sobat Jejak. Kita tidak bisa mengawasi anak-anak kita selama 24 jam. Apalagi jika ia sudah memasuki usia sekolah. Saat ia luput dari pengawasan kita, bisa jadi ia mengalami bullying di luar sana. Meskipun kita semua tentunya tidak pernah berharap hal itu akan terjadi, namun, tidak ada salahnya jika bersikap "aware" terhadap anak-anak kita ya, Sobat. Apabila anak menunjukkan gejala-gejala di atas yang di luar kebiasaannya, jangan cuek, cek dan ricek barangkali ia telah mengalami tindakan bullying, sehingga hal tersebut dapat segera ditindak lanjuti.




Bagaimana Membantu Korban Bullying Secara Umum?
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu korban bullying secara umum:
1. Jadilah tempat curhat bagi sanak yang menjadi korban.
Biasanya, anak yang menjadi korban bullying cenderung tertutup dan malu untuk menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya kepada orang dewasa. Oleh karena itu, dorong ia untuk mau membuka diri. Katakan padanya bahwa ia menjadi korban bukan karena kesalahannya dan bahwa bercerita adalah langkah penting untuk membantunya keluar dari lingkaran korban.
2. Motivasi anak untuk memiliki minimal satu orang sahabat.
3. Biarkan anak mengembangkan minat dan bakatnya di luar lingkungan sekolah, untuk membangun rasa percaya dirinya.
4. Laporkan pada pihak yang bisa dipercaya dapat menyelesaikan masalah secara bijak
5. Diskusikan strategi untuk mencegah anak menjadi korban bullying dan dorong ia untuk mencoba strategi yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.

Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia TK-SD?
Di usia TK-SD, pelaku bullying biasanya hanya satu atau kelompok yang sangat kecil. Motivasi pelaku umumnya adalah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, atau justru karena ingin berteman. Nah, untuk membantu anak yang menjadi korban bullying di usia ini, berikut hal yang bisa dilakukan:
1. Langsung hentikan ketika melihat kejadian berlangsung
2. Katakan pada pelaku bahwa apa yang ia lakukan tidak baik dan ajak ia berpikir tentang apa yang ia rasakan apabila anak yang dibully itu adalah dirinya.
3. Yakinkan korban untuk berani speak up atau melapor, misalnya kepada guru, satpam, dan orangtua.
4. Bimbing anak yang berkonflik untuk bernegoisasi dan menyelesaikan permasalahannya.
5. Perkuat budaya saling menghormati, saling menyayangi, saling menolong, serca cinta damai baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
6. Diskusikan dengan teman-teman si pelaku dan korban, tentang apa yang harus mereka lakukan apabila melihat tindakan bullying. Misalnya melerai, melapor kepada guru, dan sebagainya.



Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia SMP-SMA?
Di usia ini, biasanya kelompok pelaku bullying semakin besar. Di kota-kota besar, misalnya, bullying terjadi karena adanya senioritas, di mana kakak kelas menindas adik kelas, terutama yang baru masuk sekolah. Adapun tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu korban bullying di usia ini adalah sebagai berikut:
1. Prevensi bullying dengan sosialisasi pada orangtua, siswa, dan pihak sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, petugas)
2. Yakinkan para saksi bullying untuk melaporkan kejadian dan yakinkan mereka bahwa itu bukanlah tindakan berkhianat kepada teman, sebaliknya, untuk menyelamatkan teman.
3. Perkuat rasa persaudaraan antar siswa, guru, dan orangtua siswa
4. Perkuat budaya saling menghormati, saling menyayangi, saling menolong, serca cinta damai baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
5. Berikan tindakan konseling baik kepada pelaku maupun korban bullying.

Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia Mahasiswa?
Di usia mahasiswa, pelaku bullying adalah kelompok kecil dan intensitasnya relatif kecil. Tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu korban bullying pada usia ini adalah:
1. Yakinkan anak bahwa yang bermasalah adalah pelaku
2. Ajak anak untuk mengeksplore tentang apa dan bagaimana cara menghadapi bullying
3. Berikan kepercayaan kepada si anak untuk mengatasi permasalahannya dengan strategi yang telah didiskusikan.
4. Jika anak merasa tidak mampu menyelesaikan, dorong dia untuk tidak ragu melapor kepada pihak kampus.

Strategi Melindungi Diri Agar Tidak Menjadi Korban Bullying
Bu Ratna Djuwita mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi diri agar tidak menjadi korban bullying, yaitu:
1. Diamkan, tidak usah ditanggapi, lalu tinggalkan lokasi/pelaku
2. Jangan sendirian, baik di sekolah, arena bermain, dalam perjalan pergi dan pulang. Usahakan untuk selalu berada di antara kelompok. Ingat, domba yang sendirian adalah sasaran empuk bagi para serigala.
3. Hilangkan apa yang dicari pelaku
4. Tanggapi dengan humor

"Bulet amat badan lo kayak bola sepak."
"Yoi, Bro. Makanya gue nyampe sekolah paling pagi. Soalnya tinggal nggelinding."

5. Lapor. Namun, akan lebih baik jika hal ini dilakukan oleh saksi atau orang yang melihat kejadian (bystander), untuk menghindari kemungkinan pelaku semakin mengintimidasi korban karena tidak terima korban melapor.

Nah, Sobat Jejak. Itulah tadi beberapa informasi yang saya dapatkan saat mengikuti Seminar Nasional HIMPSI Lampung mengenai Bullying dan Penanganannya. Semoga bermanfaat.

Sunday, November 5, 2017

Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin

CURUP BERINGIN


Pagi masih belia ketika saya dan teman-teman Tapis Blogger menuntaskan sarapan kami di Hotel Duta, tempat kami menginap.  Bang Yandigsa, blogger Kotabumi yang bisa dibilang penanggung jawab kami selama di Lampung Utara, mengingatkan kami untuk bergegas, karena sudah ditunggu oleh Bu Endah, istri Bupati Lampung Utara, beserta rombongannya di rumah dinas.

Rumah Dinas Bupati Lampung Utara ternyata tidak jauh dari Hotel Duta. Kami hanya perlu berjalan beberapa langkah menuju zebra cross, menyeberang, dan sampai. Di halaman rumah dinas, tampak bu bupati dan rombongannya sudah bersiap-siap dengan seragam olahraga.


Briefing - Halaman Rumah Dinas Bupati Lampung Utara (kolpri)

Usai berkenalan sekilas, briefing sekejap, kami lalu berdoa, dan masuk ke mobil-mobil yang telah disediakan. Saya dan teman-teman Tapis Blogger berada di mobil yang sama, dengan Pak Yadi, sebagai driver kami. Sesaat kemudian, iring-iringan mobil kami pun melaju kencang menuju destinasi wisata alam Lampung Utara pertama yang akan kami kunjungi, yaitu Curup Beringin.

Perjalanan Menuju Curup Beringin

Curup artinya air terjun. Adapun penamaan Curup Beringin diambil berdasarkan keberadaan pohon beringin besar yang berada di dekatnya. Curup dengan ketinggian kurang lebih 40-an meter dan suasana alam yang masih sangat alami ini berada di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Waktu tempuh dari Kotabumi menuju Curup Beringin adalah kurang lebih satu jam. Adanya teman-teman yang seru dan menyenangkan, membuat perjalanan menjadi jauh dari kata membosankan. Karena itu saya sarankan, jika Sobat ingin wisata alam di Lampung Utara, ajaklah teman-teman. Jangan sendirian. Biar nggak bengong :D

Rumah panggung di Desa Tanjung Baru

Di sepanjang perjalanan menuju Curup Beringin, kami disuguhi pemandangan berupa kebun kopi, pepohonan seperti durian, rambutan, dan lain-lain. Sesekali juga tampak deretan rumah kayu panggung milik penduduk, yang tentunya akan memberikan kesan tersendiri bagi siapapun yang melewatinya. Kalau bagi saya sih, rasanya seperti pulang ke kampung asal orangtua, yang terletak di Peninjauan Baturaja, Sumatera Selatan.

Tiba di pemukiman penduduk sebelum Desa Tanjung Baru, Bu Endah beserta rombongan turun dari mobil. Bukan karena sudah sampai, melainkan karena beliau mau lanjut gowes sepeda ke tempat tujuan. Wuih, Ibuk, bikin mupeng. Saya juga kan mau nggowes, Buuuk...

Pose dulu sebelum nggowes sepeda (kolpri)

Berhubung sepedanya cuma cukup buat Bu Endah dkk, saya dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil. Tak lama kemudian, kami pun di Desa Tanjung Baru. Alhamdulillah.

Tadinya, saya berpikir bahwa kami akan langsung ke Curup Beringin, yang sudah dijadwalkan untuk dikunjungi. Namun, rombongan Bu Endah ternyata mau river tubing di sungai Way Abung dulu. Wah, saya baru tahu kalau di sungai Way Abung ada wisata tubingnya. Hal ini membuat saya dan teman-teman penasaran ingin mencoba juga. Sayangnya, peralatan tubing tidak mencukupi untuk kami semua. Hiks, terpaksa, deh, saya dan teman-teman Tapis Blogger batal tubing. Cuma Wawan, anggota Tapis Blogger, yang beruntung mencoba olahraga air yang pastinya sangat seru ini. Hiks. How lucky he is... :(

Mery dan Novi: Yah, nggak jadi tubing, deh... :( (kolpri)

Tenang, Dek adek... Nih, mas kasih life jacket buat pose2 syantik :p (kolpri)

Yeay! Kami (terlihat seperti) mau tubing! (kolpri)

Setelah rombongan berangkat menuju post tubing river, saya, Rinda, Merry, dan Novi, celingak celinguk nggak tau what should we do.

"Kita gimana, nih?"
"Tadi Bang Yandigsa katanya udah nelpon minta ojek jemput kita."
"Oh, oke."

Akhirnya, ojek yang menjemput kami pun datang. Melewati jalan berbatu dengan perkebunan sawit di kiri dan kanan, kami dibawa menuju Curup Beringin yang jaraknya sudah tidak begitu jauh. Tak lama setelah melewati tambang batu di sisi kanan jalan, kami akhirnya tiba di pos pemberhentian. Di sana, mobil-mobil yang tadinya kami tumpangi sudah terparkir syantik kayak Princess Syahrini. Tadi mereka memang duluan ke curup saat tahu kami ancang-ancang mau tubing dulu. Sayang kami gagal tubing dan terlanjur tertinggal. Hiks...

Dari post pemberhentian kendaraan, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat di mana tangga Curup Beringin berada. Tidak jauh, kok. Lokasinya bahkan sudah terlihat dari pos. Menyusuri jalan setapak, kita akan dimanjakan dengan hamparan pepohonan yang hijau membentang. Gemuruh air terjun atau Curup Beringin terdengar sayup di bawah sana dan akan semakin jelas ketika kita menuruni tangga.

Jalan kenangan, eh, jalan setapak menuju tangga Curup Beringin (kolpri)

"Tangga" menuju Curup Beringin (kolpri)

Tangga yang saya maksud masih sederhana. Bentuknya berupa dinding tebing yang dikeruk dan dibuat undakan menyerupai anak tangga. Cukup curam, tapi tidak terlalu sulit untuk menitinya. Mengingat ada tambang batu di dekat sana, sempat terbersit harapan bahwa suatu hari tangga tanah ini akan malih rupa menjadi tangga batu juga. Semoga. Mengingat wisata Curup Beringin ini begitu potensial mendatangkan wisatawan, penambahan fasilitas tangga batu tentunya menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Selain untuk keamanan, akses menuju Curup Beringin pun menjadi lebih mudah dan nyaman.

Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin

Menuruni undakan tanah menuju Curup Beringin, beberapa tumbuhan dari jenis Pterydophyta atau paku-pakuan cukup jamak saya temui. Juga jamur kayu dan aneka hewan seperti bekicot, belalang, kupu-kupu, dan juga....lipan! Huaaa, lompat!

Melewati rumpun bambu betung di sisi kiri jalan, udara segar aliran air Curup Beringin semakin terasa. Gemuruhnya Seolah-olah memanggil-manggil saya untuk segera menuju ke sana. Melangkah ke arah kanan, melompati bebatuan, menyeberangi jembatan berupa kayu melintang, Curup Beringin akhirnya terpampang nyata di hadapan saya!

Curup Beringin (kolpri)

Curup Beringin (kolpri)


Subhanallah. Maha Keren Allah yang telah menciptakan ayat kauniyah-Nya dengan begitu sempurna dan indah. Menggetarkan hati siapapun yang memandangnya. Menyadarkan diri betapa tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan-Nya. Terpesona, saya pun berjalan menuju curahan air terjun Curup Beringin. Menatapnya, menghayati gemuruhnya, menyesapi percikan kesegarannya yang menerpa wajah. Sungguh pesona alam yang membuat saya sesaat kehilangan kata-kata.

Duduk2 di bebatuan Curup Beringin (by. Mery)

Menit-menit berlalu tanpa terasa. Puluhan foto curup telah pula memenuhi meori kamera HP saya yang tidak seberapa. Namun, sebanyak apapun memotret, tetap tak cukup untuk mengabadikan semua keindahan yang saya lihat di sana. Jadi, bagi Sobat Jejak semua, pastinya tidak cukup juga kalau hanya membaca cerita saya tentang keindahan Curup Beringin di postingan blog ini aja. Kalau ada waktu, mendingan datang langsung ke sana dan buktikan sendiri bahwa beneran Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin.

Tubing yang Gagal
Menyusuri aliran Curup Beringin, saya pun tiba di tepi sungai Way Abung. Belum lama menjejak tepiannya, saya melihat rombongan tubing yang akhirnya tiba di pemberhentian terakhir mereka, yaitu Curup Beringin.

Abung River Tubing. By Izzah Annisa (@izzahannisaa) on

Duh! Envy banget melihat mereka terayun-ayun, terombang-ambing, menabrak bebatuan, terjatuh, menjerit-jerit sambil tertawa gembira  di atas tube alias ban dalam mobil yang ditiup. Pengen nyobaiiiiin....

Karenanya, setelah ban-ban itu mendarat dan beberapa life jacket dan helm dilepas, saya, Novi, dan Merry memutuskan untuk mencoba. Ya, dooong, rugi kalau sudah jauh-jauh tapi tidak mencoba olah raga air yang seru ini. Apalagi, Abung River Tubing merupakan jenis wisata baru di Lampung, khususnya kabupaten Lampung Utara.

Tubing ala-ala Novi dan Mery (kolpri)

Wawan tubing beneran -_- (kolpri)

Abung River Tubing ini diprakarsai oleh teman-teman dari Komunitas Abung River Tube. Paket wisata river tube yang ditawarkan ada dua, yaitu paket pendek dan paket panjang dengan spesifikasi sebagai berikut:

Paket pendek
Biaya atau harga: Rp. 85.000,-
Panjang lintasan : 4 km
Lama perjalanan: 1-2 jam perjalanan
Fasilitas: makan siang dan snack

Paket panjang
Biaya atau harga: Rp. 110.000,-
Panjang lintasan: 8 km
Lama perjalanan: 7-8 jam perjalanan
Fasilitas: makan siang dan snack

Jika Sobat Jejak berminat bertubing ria di sungai Way Abung, Sobat bisa menghubungi teman-teman dari Komunitas Abung River Tube.

Abung River Tube & Air Terjun
IG: @abung_river_tubing
Line:  Line_Dadang_hw
WA: 0812-7211-1134

Oh, iya, saat tubing, teman-teman dari Abung River Tube akan melengkapi kita dengan perlengkapan pengaman berupa life jacket, helm, dan pelindung siku, Sobat. Jadi, jangan ragu untuk mencoba wisata seru yang satu ini, ya.

Senyum sumringah Bu Endah dkk, usai tubing lintasan pendek di sungai Way Abung - kecuali Mery, dia cuma gegayaan aja :p (kolpri)

Setelah mengenakan helm dan jaket pelampung, saya, Novi, dan Mery, bersiap meluncur dengan tube kami. Yah, lintasannya pendek, sih... Cuma sekitar 15 meteran gitu, deh... Tapi lumayan lah, daripada enggak sama sekali dan ujung-ujungnya kebawa-bawa mimpi. Sebelum meluncur, instruktur terlebih dahulu meminta kami untuk saling menautkan tube. Caranya adalah dengan meletakkan kedua kaki di bawah ketiak teman yang paling depan. Jadi urutan kami adalah: Novi paling depan, saya di tengah, dan Mery di belakang.

Siaaaaap? Meluncuuur....

Horeeee...

Saya, Novi, dan Mery, meluncur di atas tube kami sambil berteriak-teriak kesenangan. Aih beneran deh, tubing di sungai Way Abung asyik banget! Seruuu...

Tapi, lho, lho...

DUK!

Huaaaa... Tube kami menghantam jeram, Mery berteriak, tubenya terpisah dari saya dan Novi dan tertinggal di belakang. Sementara tube saya dan Novi meluncur tak terkendali mengikuti aliran sungai Way Abung yang deras, berputar-putar, dan...

GUSRAK!

Kami menabrak rumpun bambu yang menjulai ke arah sungai. Hiyaaaa, panik lagi deh, menghalau rumpun-rumpun itu agar tidak mengenai muka, diselingi teriakan Merry dan tawa mas-mas instruktur yang pastinya geli banget melihat tingkah kami.

Saya sudah mau bernapas lega ketika berhasil melepaskan diri dari rumpun bambu. Tapiii, yah, sepatu saya kok nggak ada sebelah!?

"Eh, itu sepatunya! Sepatunya hanyut! Yaaaah, kejaaaaar!"

Wkwkwk... Rasanya pingin ketawa guling-guling kalau ingat kejadian itu. Saya yang tidak mau kehilangan sepatu sebelah macam Cinderela, spontan turun dari tube untuk mengejarnya. Saya berhasil menggapai sepatu, Novi yang ketakutan memegangi saya, Mery yang sudah sampai di dekat kami segera memegangi Novi, jiaahahaha... Heroik banget itu perjuangan mengejar sepatu. Meskipun berakibat tubing gagal, kami tetap senang. Asli seru banget. Unforgetable deh, pokoknya.

Menuju ke hulu Curup Beringin (kolpri)

Naik ke tebing (kolpri)

Meski belum puas bermain air di sungai Way Abung, kami terpaksa menyudahinya karena rombongan akan segera melanjutkan perjalanan. Debit air Curup beringin semakin deras ketika kami naik. Setibanya di atas tebing, kami disambut dengan air mineral dan teh, serta makanan ringan berupa pisang, ubi rebus, dan buah durian yang sudah dikupas. Setelah perut cukup terisi, badan segar, dan sudah berganti pakaian di rumah penduduk, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Spot wisata yang akan kami kunjungi berikutnya adalah Bendungan Way Rarem, yang terletak di Desa Pekurun, Kecamatan Abung Barat. Seru-seruan kami selama di sana insya Allah akan saya tulis di postingan selanjutnya. [Izzah Annisa - Tapis Blogger]

Mas Novrian - Rinda - Dendi - Izzah - Novi - Mery: menikmati minuman dan snack yang disiapkan teman2 Way Abung River Tubing. (kolpri)

Saturday, November 4, 2017

6 Tips Menghemat Pemakaian Listrik di Rumah

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sobat. Ada kala kita mengeluhkan tagihan listrik di rumah yang bikin syok saat periode pembayaran, khususnya bagi pengguna listrik pasca bayar.  Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk melakukan upaya menghemat litrik. Nah, berikut 6 Tips Menghemat Pemakaian Listrik di Rumah yang bisa kita terapkan:

1. Bijak menggunakan lampu di rumah
Penerangan tentu menjadi kebutuhan setiap rumah, terlebih ketika malam tiba. Namun, apabila tidak bijak dalam menggunakannya, maka akan berakibat kepada membengkaknya tagihan listrik. Karenanya, hidupkan lampu hanya pada saat diperlukan dan jangan lupa mematikannya apabila tidak dipakai. Selain itu, lampu yang digunakan hendaknya jenis lampu LED. Meski harga lampu LED lebih mahal dibanding neon, namun, lampu ini sangat awet dan juga hemat listrik.

2. Memasak nasi di kompor sebelum memasukkannya ke rice cooker
Kehadiran rice cooker tentu sangat membantu kita ketika akan memasak nasi. Tinggal pencet tombol, maka nasi akan matang dengan sendirinya. Selain itu, banyak juga yang memanfaatkan rice cooker untuk memasak mie, bubur, bahkan menggoreng nasi.  Akan tetapi, perlu diketahui bahwa daya listrik yang disedot oleh rice cooker cukup besar, yaitu sekitar 395 Watt atau lebih. Untuk itu, penggunaan yang cermat harus dilakukan misalnya memasak nasi menggunakan kompor, lalu cukup menghangatkan saja di rice cooker.

3. Membuat jadwal menyetrika
Sobat, walaupun ukurannya kecil, setrika ternyata juga mampu membebankan daya listrik cukup besar karena butuh 300 watt setiap kali pemakaian. Jadi, jika barangkali kita terbiasa menyetrika ketika pakaian setiap kali hendak dipakai, maka sebaiknya kebiasaan itu diubah, karena akan memperbesar pemakaian listrik di rumah. Jadwalkan waktu menyetrika, misalnya 2 kali dalam sepekan.

4. Mengatur pemakaian kulkas
Siapa yang tidak mengetahui fungsi kulkas? Ya, pengawet makanan ini tentu menjadi perangkat yang wajib ada di rumah. Namun, kulkas juga sudah terkenal mampu membebankan daya tinggi ke listrik sehingga kita harus bisa lebih mengatur pemakaiannya. Misalnya dengan mengatur ke suhu yang tidak terlalu dingin.

5. Menggunakan TV LED
Punya TV di rumah dan masih berupa TV tabung? Nah, mungkin ada baiknya kita beralih ke TV LED, Sobat. Memang sih, harganya lebih mahal. Namun, perlu diketahui bahwa LED hanya menyerap listrik sekitar 25 Watt saja. Bandingkan dengan TV tabung yang mampu menyerap daya sampai 100 Watt walau hanya dengan pemakaian sebentar. Artinya, dengan memakai TV LED, maka kita akan bisa menghemat 4 kali lipat.

6. Mencari penjual token listrik murah
Sobat Jejak. Saat ini sudah banyak sekali pengguna listrik pra bayar. Jadi, mungkin ada baiknya kita juga mulai memasang listrik jenis ini, sehingga pemakaian listrik pun jadi lebih terkontrol. Isi token listrik pun mudah didapatkan karena sudah banyak penjual yang menyediakan. Mengingat kini para penjual token sudah sangat banyak di pasaran, tentu kita juga harus cermat sehingga bisa mendapatkan harga token termurah. Untuk isi token listrik ini kita bisa memilih cara online, karena sudah banyak situs belanja online yang menyediakan token listrik dengan harga yang amat terjangkau sehingga kita bisa semakin berhemat.

Oke, Sobat. Itulah tadi 6 Tips Menghemat Pemakaian Listrik di Rumah. Semoga bermanfaat.

Thursday, November 2, 2017

5 Tempat Menarik di Kotabumi yang Wajib Dikunjungi

Kotabumi adalah ibukota Kabupaten Lampung Utara. Jika naik Kereta Api dari Kota Bandarlampung, Kotabumi dapat dicapai dalam waktu 2,5 jam. Sedangkan jika naik bis atau kendaraan pribadi, maka akan sampai di Kotabumi dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Dulu, saya sempat tinggal setahun di rumah paman di Kotabumi, agar bisa lebih mudah menjangkau tempat bimbel dan juga les Bahasa Inggris di kota. Di dalam ingatan saya, Kotabumi adalah kota kecil dengan kesan kumuh dan semrawut kala itu. Sehingga membuat saya sama sekali tidak tertarik dan bercita-cita untuk tinggal lebih lama di sana.

Namun, tahun demi tahun berganti. Kini, wajah Kotabumi terlihat semakin cerah berseri. Lampu-lampu  menghiasi sepanjang jalan. Tugu-tugu unik nan apik bertebaran. Taman-taman dan pepohonan pun turut pula menyegarkan pandangan.  Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Utara cukup serius melakukan perubahan nyata terhadap penataan kota.



Setelah saya dan teman-teman Tapis Blogger sudah duduk syantik dan ganteng di mobil, Pak Mas'ud, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang menjemput kami, segera melajukan kendaraannya itu meninggalkan stasiun kereta api Kotabumi.

Sore menjelang. Namun, tergelincirnya matahari ke peraduan tak membuat kami surut untuk mampir dan mengunjungi beberapa tempat menarik di Kotabumi, sekadar memuaskan rasa keingintahuan kami dan juga selfie-selfie. *teteuup...*

Di sepanjang perjalanan itu, setidaknya ada 5 tempat menarik di kotabumi yang kami kunjungi.  Nah, penasaran kan, seperti apa menariknya tempat-tempat tersebut? Berikut 5 Tempat Menarik di Kotabumi yang Wajib Dikunjungi: 

1. Taman Sahabat


Salah satu sudut Taman Sahabat yang sedang dalam tahap renovasi. (Foto kolpri)

Taman Sahabat terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Sribasuki, Kotabumi. Taman yang sedang dalam tahap renovasi oleh Pemkab Lampung Utara ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai bersama teman dan keluarga. Tamannya segar karena dinaungi pepohonan, serta terdapat beberapa wahana bermain bagi anak-anak. Saat ini juga sedang proses pembangunan Tugu Rato, yang tentunya semakin membuat Taman Sahabat ini semakin menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

2. Tugu Rato


Tugu Rato (Foto Kolpri)
Tugu Rato yang terletak di Taman Sahabat ini masih dalam tahap pembangunan oleh Pemkab Kabupaten Lampung Utara. Meskipun belum sepenuhnya selesai, tugu yang sangat detail dan megah ini sudah mulai menarik perhatian pengunjung untuk datang ke sana. Tugu yang melambangkan pernikahan adat khas budaya Lampung ini berbentuk rato atau kereta kencana khas Lampung, dengan hiasan burung garuda di bagian atapnya serta ditarik oleh seekor naga. Menarik sekali. Sangat cocok untuk dijadikan spot selfie-selfie syantik ala Princess Syahrini, eaaa....

3. Taman Kota Bumi Bettah


Taman Kotabumi Bettah (Foto Kolpri)
Taman ini letaknya berdampingan dengan Tugu Payan Mas di perempatan jalan Jenderal Sudirman. Penamaan taman tersebut mengambil dari motto Kotabumi, yaitu Kotabumi Bettah, yang merupakan singkatan dari “Kotabumi Bersih Elok Tentram Taqwa Aman Hidup”.

Taman yang kini selalu ramai dan menjadi salah satu tempat nongkrong favorit para pemuda Kotabumi ini, memang sangat menarik untuk dikunjungi. Selain karena disediakannya wi-fi gratis oleh Pemkab yang memberikan kemudahan akses internet bagi masyarakat, menjelang sore hingga malam hari taman ini juga disemarakkan oleh adanya aneka lapak kuliner. Hmm, nyam nyam....

4. Tugu Payan Mas


Tugu Payan Mas (Foto Kolpri)
Tak lengkap ke Kotabumi jika belum foto dulu di dekat Tugu Payan Mas ini. Sebab, Tugu Payan Mas  merupakan landmark khas Kotabumi. Artinya, kalau sudah foto dengan tugu ini, berarti sudah sah pernah ke Kotabumi. Bukan hoax lagi.

Tugu Payan berupa tombak khas suku Lampung Abung, yang dikelilingi oleh 9 payan atau perisai. Jumlah payan ini  mewakili 9 buay atau marga pepadun yang berada di kabupaten Lampung Utara, yaitu : Buay Nyunyai, Buay Unyi, Buay Subing, Buay Nuban, Buay Anek Tuho, Buay Kunang, Buay Beliuk, Buay Selagai, dan Buay Nyerupa.

5. Islamic Center Kotabumi


Islamic Center Kotabumi (Foto Kolpri)
Tempat menarik terakhir yang kami kunjungi di Kotabumi sore itu adalah Islamic Center Kotabumi. Fasilitas pusat kegiatan keagamaaan umat Islam yang diresmikan pada 9 Mei 2011 ini terletak di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan.

Islamic Center Kotabumi ini memiliki arsitektur yang sangat unik, berupa kubah berbentuk siger yang berputar sebanyak 99, yang melambangkan Asmaul Husna. Halaman Islamic Center yang dihiasi oleh tebaran ornamen berupa gading gajah berwarna keemasan ini sangat luas dengan beberapa tempat duduk semen yang bisa digunakan untuk bersantai.

Terdapat sebuah menara dengan ketinggian kurang lebih 35 meter, yang konon dilengkapi dengan teropong yang berfungsi untuk melihat hilal. Selain itu, menara ini juga dapat digunakan oleh pengunjung untuk melihat keindahan Kotabumi dari ketinggian.

Berjalan ke halaman belakang Islamic Center Kotabumi, maka kita akan menjumpai bangunan masjid dengan kubah warna-warni dengan bentuk menyerupai kulit durian. Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, Islamic Center dan masjidnya ini juga dimanfaatkan menjadi objek wisata bagi masyarakat Kotabumi dan sekitarnya.

Masjid Berkubah Warna-warni di area Islamic Center Kotabumi. Untuk melihatnya dalam posisi normal, miringkan sedikit kepala ke arah kanan, ya. Hitung-hitung peregangan otot leher :D (Foto Kolpri)

Hari beranjak senja. Azan maghrib pun tak lama lagi berkumandang. Sigap Pak Mas'ud mengemudikan mobil menuju Hotel Duta, tempat di mana kami akan menginap. Tak lama kemudian, kami pun tiba di sana.

Usai makan malam, rasa lelah dan kantuk yang menggelayut akibat tidak tidur semalaman di malam sebelumnya, membuat saya tak perlu menunggu waktu lama untuk terlelap. Istirahat adalah pilihan tepat untuk kembali menyegarkan tubuh, mengingat besoknya kami akan seharian melakukan perjalanan di Kabupaten Lampung Utara, untuk mengeksplor beberapa lokasi wisata alam di sana.

Nah, Sobat Jejak. Ikuti terus cerita seru saya dan teman-teman Tapis Blogger di beberapa tempat wisata alam di Lampung Utara dalam postingan selanjutnya, ya! :) [Izzah Annisa - Tapis Blogger]

Wednesday, November 1, 2017

Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Way Umpu ke Kotabumi - Lampung Utara

Usai meredakan lapar di L'Burger dan menunaikan shalat di Masjid Takwa Bandarlampung, saya dan teman-teman Tapis Blogger yang hendak ke Kotabumi, Lampung Utara, bergegas menuju Stasiun Kereta api Tanjung Karang. Tiba di stasiun, kami disambut oleh Mas Novrian, salah satu anggota Tapis Blogger yang sudah terlebih dahulu tiba dan membelikan tiket kereta api untuk kami semua.

Kereta yang akan kami naiki adalah Kereta Api Way Umpu, yang merupakan kereta api kelas ekonomi AC dengan tempat duduk 2-2 salin. Hmm, saya jadi tidak sabar ingin segera naik keretanya. Sebab bagi saya, ini adalah  Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Way Umpu ke Kotabumi Lampung Utara.

KA S12 Way Umpu 2 (Foto kolpri)

Mas Novrian - Mery - Rinda (Foto kolpri)

Sejak dulu, kereta api adalah pilihan favorit saya setiap kali pulang kampung ke rumah orangtua, yang terletak di kecamatan Sungkai Utara, kabupaten Lampung Utara. Bagi saya, perjalanan naik kereta api terasa lebih santai dan menyenangkan. Saya bisa jalan-jalan di lorong gerbong saat bosan, ataupun ketika merasa pegal karena kelamaan duduk. Dan yang paling penting, naik kereta api tidak membuat saya mabuk kendaraan dan harganya pun sangat murah.

Sayangnya, kenyamanan naik kereta api terkadang jadi berkurang ketika banyak sekali pedagang yang berlalu lalang. Belum lagi ditambah asap rokok, kipas angin mati, serta banyaknya penumpang gelap yang naik tanpa membeli tiket terlebih dahulu. Kereta jadi penuh sesak, pengap, dan panas....

Lama tidak naik kereta api, saya dibuat terpukau menjejakkan kaki di Stasiun Tanjungkarang. Stasiun yang direnovasi pada tahun 2015 ini kini sudah malih rupa menjadi jauuuh lebih modern, bersih, dan rapi dibanding yang dulu. Deretan kursi tunggu yang nyaman ditata sedemikian rupa sehingga terlihat apik dipandang. Sudah ber-AC. Nggak ada lagi cerita kipas-kipas pakai tangan sambil kening mengerut tak sabar menunggu kereta datang. Semua serba menggunakan teknologi komputer, tidak tulis tulis ketak ketik manual seperti dulu.

Stasiun Kereta Api Tanjung Karang (Foto kolpri)

Ruang Tunggu Keberangkatan (Foto kolpri)

Untuk beberapa saat, kami berdiri menunggu Novi yang sedang menaruh motor terlebih dahulu di Bimbel Hafara. Sempat cemas ketinggalan kereta, karena Novi tak kunjung nongol juga. Alhamdulillah, beberapa saat kemudian Novi datang. Tak ingin membuang waktu, kami pun segera menuju boarding pass.

Harga Tiket Kereta Api Way Umpu Tanjungkarang - Kotabumi
Untuk ukuran kereta api ber-AC, luas, bersih, serta memiliki tempat duduk yang nyaman, harga tiket Kereta Api Way Umpu Tanjungkarang - Kotabumi ini sangat murah, yaitu hanya Rp. 10.000,-.

Boarding Pass (Foto kolpri)

Jenis Kereta Way Umpu
Ada dua jenis Kereta Api Way Umpu yang beroperasi dengan jadwal keberangkatan yang berbeda, yaitu:
1. KA S12 Way Umpu 2 Tanjung Karang - Kotabumi dengan jadwal berangkat pukul 13.30 WIB dari Tanjungkarang dan tiba pukul 15.47 WIB di Kotabumi.
2. KA S11 Way Umpu 1 Kotabumi - Tanjungkarang KA S9 dengan jadwal berangkat pukul 16.45 WIB dari Kotabumi dan tiba pukul 19.02 WIB di Tanjungkarang.

Rute Kereta Way Umpu Tanjungkarang ke Kotabumi
Rute perjalanan naik kereta api dari Tanjungkarang ke Kotabumi adalah: beberapa stasiunTanjungkarang - Rejosari - Rengas - Bekri - Haji Pemanggilan - Sulusuban - Blambangan Pagar - Kalibalangan - Candimas - Kotabumi.

Kereta Api Way Umpu sudah siap berangkat sesaat setelah kami melewati boarding pass. Tak mau ketinggalan, kami pun menggegas langkah kaki menuju gerbong kereta. Memasuki gerbongnya, kaki kami hanya tinggal melangkah saja karena kini sudah dibangun peron tinggi yang sejajar dengan pintu masuk kereta api. Beda sekali dengan yang dulu saya alami, di mana saya harus mengangkat kaki tinggi-tinggi untuk masuk ke kereta api.

Peron (Foto kolpri)


Tadinya, saya berencana tidur selama di kereta. Saya ngantuk luar biasa akibat semalaman tidak tidur. Hal yang jamak terjadi setiap kali saya hendak melakukan perjalanan. Namun, nyatanya sangat sulit bagi saya untuk memejamkan mata.

Sejam berlalu, rasa bosan mulai menghinggapi. Mau hilir mudik gerbong kereta, tapi mata mengantuk dan badan mager alias malas gerak dari tempat duduk. Melirik seorang bocah laki-laki berusia sekitar 6 tahun gerak melulu di deretan tempat duduk di samping kiri, membuat saya ingin sekali mengajaknya bermain. Tapi tidak jadi, karena sang nenek yang duduk di sampingnya keburu memelototinya karena mengira bocah kecil itu mengganggu saya.

Interior Kereta Api S12 Way Umpu 2 (Foto kolpri)

CROT!

Bocah itu memencet gelas air mineral di tangannya sehingga airnya muncrat ke mana-mana dan sedikit memercik ke baju saya. Syukurlah neneknya tidak menyadari sehingga si bocah tidak dimarahi. Diam-diam saya memerhatikan lantai kereta yang basah dan berinisiatif mencari kertas di tas untuk mengelapnya,  agar tidak licin dan membuat orang terpeleset. Sayang kertasnya tidak ada. Tapi untunglah, seorang petugas kereta api sigap membawa kain pel dan mengepel lantainya hingga kering kembali. Alhamdulillah. Salut banget deh, sama peningkatan pelayanan PT. Kereta Api Indonesia.

Petugas Mengepel Lantai (Foto kolpri)

Kurang lebih pukul 16.02 WIB, Kereta Api Way Umpu yang kami naiki tiba di stasiun Kotabumi. Turun dari kereta, kami putuskan untuk shalat ashar terlebih dahulu di mushola stasiun. Usai menunaikan shalat, Bang Yandigsa - anggota Tapis Blogger yang tinggal di Kotabumi - datang dan meminta kami bergegas karena sudah dijemput oleh Kabid Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Pak Mas'ud Landri.

Tiba di Stasiun Kotabumi (Foto kolpri)

Tak lama kemudian, kami pun sudah meluncur meninggalkan stasiun kereta api kotabumi. Menuju penginapan, kami sempatkan mampir di beberapa spot menarik di Kotabumi. Yah, apalagi kalau bukan untuk foto dan selfie-selfie, hehe...

Nah, kira-kira, seperti apa keseruan kami saat mengunjungi landmark dan taman di Kotabumi? Tunggu di postingan saya selanjutnya, ya. :)

Tuesday, October 31, 2017

Redakan Badan Gemetar Karena Laper dengan L'Burger

Siang itu, Sabtu, 29 Oktober 2017, tim Tapis Blogger yang terdiri dari saya, Rinda, Novi, Merry, Mas Novrian, Wawan, dan Dendi, hendak melakukan perjalanan bersama ke kabupaten Lampung Utara, untuk eksplore keindahan wisata alam di sana. Menurut informasi dari Bang Yandigsa, salah satu anggota Tapis Blogger juga, akan lebih santai dan irit kalau kami ke Lampung Utara dengan moda transportasi kereta api. Maka, saya, Rinda, Novi, Merry, dan Mas Novrian pun sepakat untuk naik kereta api. Sementara Wawan dan Dendi memilih naik motor.


L'Burger


Kami yang mau naik kereta api kemudian janjian ketemuan di L'Burger dengan tujuan untuk redakan badan gemetar karena laper terlebih dahulu, sebelum melakukan perjalanan yang memang cukup jauh. Burger Lampung yang baru membuka cabangnya di pelataran Indomaret seberang Hotel Amalia ini mengusung tagline yang cukup unik dan menggelitik, yaitu Rotinya Selembut Hatimu. Uhuk!

Hmm, jadi penasaran. Bener nggak sih, roti L'Burger selembut hatiku yang begitu rapuh dan mudah sekali goyah kalau melihat makanan enak? Ya udah, daripada kepikiran, mendingan MARKICAB, Mari Kita Cari Bukti.

Mulanya, kami sempat khawatir kehabisan tiket kereta api kalau mampir ke L'Burger dulu. Untunglah, Mas Novrian yang tidak ikutan ke L'Burger bersedia duluan ke stasiun untuk membeli tiketnya. Alhamdulillah. Aman. Makasih, Mas Novrian. Tenang aja. Nanti dioleh-olehin burger kok, sama Rinda :D

Saya tiba di L'Burger menjelang dzuhur. Di sana sudah ada Novi dan Mery. Rinda datang tak lama kemudian. Di sana, kami disambut dan dilayani dengan sangat ramah oleh Mas Tony, owner L'Burger. Beliau bahkan tidak segan menjelaskan dan menjawab pertanyaan kami yang pingin tahu itu ini tentang L'Burger. Yah, biar keliatan agak kritis gitu, deh...


Owner L'Burger saat meracik burger untuk kami


Ada dua varian burger L'Burger yang bisa dipilih, yaitu ori burger dan black burger. Jangan galau melihat warna hitam pada black burgernya, ya. Sebab, warna hitam itu bukan karena burgernya gosong, melainkan karena campuran pewarna alami yang berasal dari arang atau karbon aktif. Seperti kita ketahui, arang aktif sangat bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya dapat membersihkan saluran pencernaan, meredakan perut kembung dan masuk angin, antioksidan, dan lain-lain. Konon, arang aktif ini juga bisa mencegah penuaan dini, lho. Wah2,  bisa bikin awet muda nih, kalau sering-sering makan L'Burger, heuheu....

Sambil meracik burger untuk kami, Mas Tony menjelaskan bahwa baik roti maupun daging L'Burger semuanya diproduksi sendiri. Untuk dagingnya, kata mas Tony, dibuat dengan campuran daging berlemak, tepung roti, serta bumbu rempah. Sementara untuk rotinya, mas Tony mencampurkan juga minyak biji matahari ke dalam adonannya, serta memberikan hiasan berupa taburan biji wijen di atasnya.

Adapun keistimewaan L'Burger ini memang terletak pada rotinya. Keistimewaan ini bahkan bisa kami rasakan sejak gigitan pertama.

"Rotinya enak banget!"
"Iya, luarnya krenyes, dalemnya lembuuut banget!"
"Kayak roti donat, ya!"
"Hu uh, tapi nggak manis. Enak!"

Haduh, heboh deh, pokoknya.

Nyom, nyom, nyom...


"Mas Tony, ini kan ada burger item, nih. Gimana kalo bikin burger warna lain juga. Pink dengan campuran buah naga, ungu pakai ubi ungu, hijau sayuran, dll," usul saya. Soalnya, saya tiba-tiba terpikir seru juga kalau burgernya dibikin warna warni.

Mas Tony manggut-manggut.

"Iya, bener, pengennya sih, gitu. Tapi, berhubung setelah dipanggang burgernya jadi kecoklatan, warna warninya nggak terlalu kelihatan. Jadi, sementara ini baru warna hitam yang diproduksi. Karena warnanya tetap begitu setelah dipanggang," kata beliau.


Pemanggangan L'Burger sebelum disajikan


Oh, iya, L'Burger ini dipanggangnya di dalam oven sebelum disajikan, bukan di pemanggangan terbuka seperti pada umumnya. Metode pemanggangan dengan oven ini selain lebih praktis juga membuat burgernya menjadi lebih higienis.

Tak terasa, burger sudah ludes masuk ke lambung kami. Kami sangat puas dengan rasanya, terutama sensasi saat menggigit rotinya yang benar-benar sesuai dengan tagline "Rotinya Selembut Hatimu". Makasih yaaa, Mas Tony, yang udah redakan badan kami yang gemetaran karena laper dengan L'Burger.

Nah, Bagi Sobat Jejak yang penasaran dengan rasa L'Burger, bisa langsung datang ke sana, atau pesan via layanan Go Food.

Alamat L'Burger:
Jl. Raden Intan Tanjung Karang, pelataran Indomaret seberang Hotel Amalia
Telepon: 08992293390
Instagram: @burgerlampung

Usai menikmati L'Burger dan menunaikan shalat dzuhur di Masjid Takwa, saya dan teman-teman Tapis Blogger pun melanjutkan perjalanan ke stasiun kereta api Tanjung Karang. Kami sudah tidak sabar ingin segera mengeksplorasi keindahan wisata alam di kabupaten Lampung Utara. Seperti apa keseruan kami selama di sana? Tunggu di postingan selanjutnya, ya! ;)


Selfie dulu sebelum meninggalkan L'Burger. Ini kudu dan sebuah keniscayaan di dunia kenarsisan :p


Eits, sebentar, sebelum postingannya udahan, saya mau ngasih tebak-tebakan dulu.

Burger apa yang bikin kelimis?

Burger manis?

Salah!

L'Burger?

Salah juga!

Jadi?

Burger kumis... :D

Krik, krik, krik....


Wednesday, September 27, 2017

8 Treatment Kecantikan Terbaru Sumia Aesthetic Clinic Lampung

Hai, Sobat Jejak, apa kabar?

Sobat, hari Ahad tanggal 24 September 2017 kemarin, saya dan teman-teman dari Tapis Blogger Lampung menghadiri undangan Beauty Influencers and Social Media Enthusiast Gathering yang diadakan oleh sebuah klinik kecantikan di Lampung, yaitu Sumia Aesthetic Clinic. Di dalam kesempatan tersebut,  klinik yang bertempat di Plaza Lotus Lantai 2 ini meluncurkan 8 treatment kecantikan terbarunya yang menggunakan metode laser dan IPL atau Intense Pulse Light.

Bersama teman-teman Tapis Blogger di acara Beauty Influencers and Social Media Enthusiast Gathering Sumia Aesthetic Clinic Lampung (Foto by Naqqiyah Syam)

Penasaran kan, apa saja treatment terbarunya?

Nah, ini dia 8 Treatment Kecantikan Terbaru Sumia Aesthetic Clinic Lampung:
1. Under Arm Hair Removal
2. Laser Mermaid
3. Laser Anti Acne
4. Laser Rejuve
5. Black Doll Laser
6. Upper Leg Hair Removal
7. Hair Removal Laser
8. Laser Tatto Removal




Treatment dengan metode laser dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, kerutan, tahi lalat, flek hitam, dan sebagainya, Sobat. Caranya adalah dengan menembakkan laser yang mengeluarkan panjang gelombang warna tunggal (monokromatik) ke area target, yang telah terlebih dahulu diolesi krim karbon.

Berbeda dengan laser, IPL atau Intense Pulse Light mengeluarkan spektrum cahaya yang luas (polikromatik) dan mencakup area yang lebih besar dengan panjang gelombang yang berbeda. Jika treatment menggunakan laser ada kala menimbulkan kesan seperti terkena percikan setrum atau dicubit Bang Toyib, maka, dengan metode IPL kesan tersebut tidak ada.

Salah satu ruangan treatment di Sumia Aesthetic Clinic

Lalu, apa manfaat IPL?

Menurut dokter kecantian Sumia Aesthetic Clinic, manfaat IPL antara lain adalah untuk menghilangkan bekas jerawat, menghancurkan kapiler rusak penyebab timbulnya strech mark, memudarkan belang pada kulit wajah, serta mencegah rambut pada kaki atau ketiak tumbuh kembali. Saat pemberian treatment IPL pada wajah, wajah konsumen terlebih dahulu diolesi gel dingin, untuk menghindari sensasi terbakar pada wajah, serta dipakaikan kaca mata hitam untuk melindungi mata dari paparan cahaya.

Suasana Beauty Influencers and Social Media Enthusiast Gathering Sumia Aesthetic Clinic Lampung 

Oh, iya, Sobat. Ke delapan treatment ini ditangani langsung oleh dokter ahli kecantikan Sumia Aesthetic Clinic, serta didukung oleh peralatan canggih dan memadai. Produk yang digunakan di klinik ini juga sudah dilengkapi dengan BPOM, sehingga aman digunakan bahkan oleh ibu hamil sekalipun.

Setelah dikenalkan dengan treatment terbaru Suamia Aesthetic Clinic, selanjutnya, peserta diperkenankan untuk mencoba beberapa treatment tersebut, di antaranya Laser Mermaid dan Black Doll Laser. Mbak Ika, salah satu teman yang menjalani treatment Black Doll Laser, mengaku wajahnya terasa nyaman dan lebih bersih setelah dilaser. Wah, Dok, saya juga mau dong dilaser juga.... Supaya cantik kayak Teteh Laudya Cintya Bella... #uhuk!

Black Doll Laser Treatment
Black Doll Laser

Meskipun hasilnya sudah terlihat hanya dengan sekali treatment, namun, dokter kecantikan di Sumia Aesthetic Clinic menyarankan agar setidaknya melakukan 3-4 kali perawatan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sumia juga melayani konsultasi kecantikan gratis, di mana konsumen dapat mengonsultasikan perawatan jenis apa yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya.

Nah, Sobat Jejak. Itulah tadi 8 Treatment Kecantikan Terbaru Sumia Aesthetic Clinic Lampung. Semoga bermanfaat.