Saturday, July 22, 2017

Tempat Wisata di Jepang yang Wajib di Kunjungi Tahun 2017

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sobat, Jepang adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi. Alasannya bukan hanya karena Negeri Sakura ini memiliki banyak tempat wisata serta pemandangan alam yang indah, tapi juga karakter masyarakatnya yang kuat, serta adat budayanya yang begitu terjaga. 

Ngomong-ngomong soal tempat wisata, seperti halnya negara-negara lain, Jepang juga selalu mencoba berinovasi dan menghadirkan tempat wisata yang baru setiap tahunnya. Misalnya di tahun 2017 ini, ada beberapa tempat wisata di Jepang yang baru saja di buka. Tentunya tempat wisata di Jepang ini bisa menjadi referensi bagi Sobat untuk berlibur.

Nah, jika Sobat berencana mengunjungi Jepang tahun ini, berikut referensi Tempat Wisata di Jepang yang Wajib di Kunjungi Tahun 2017:

1. Legoland, Nagoya, Prefektur Aichi

foto by: pinkkorset.com


Kini, Legoland juga dibuka di Jepang. Tempat wisata yang sangat cocok untuk keluarga ini dibuka tanggal 1 April 2017 dan kini sudah menjadi tempat wisata favorit di Jepang, khususnya di Nagoya. Seperti Legoland di negara lain, di sini juga ada miniature tempat-tempat wisata di Jepang yang seluruhnya dibuat dengan menggunakan lego dengan jumlah lebih dari 10 ribu keping lego, Sobat. Wah, kebayang deh, betapa senangnya anak-anak jika diajak ke sini. 

Di Legoland Nagoya ini terdapat 7 area tematik, yaitu area sejarah dimana titik awal Lego dibuat. Ada pabrik pembuatan Lego di sini, sehingga selain mendapatkan pengalaman seru, pengunjung juga bisa menambah pengetahuan tentang pembuatan lego. Setelah itu, ada area bermain air, yaitu Pirate Shroes. Di sini Sobat Jejak dan keluarga bisa bermain di berbaga wahana sepeerti Anchor away dan splash battle.

foto by: japantimes.co.jp


Selanjutnya yang tak kalah menarik adalah area ke tiga yang merupakan kawasan Knight’s Kingdom, di mana lego-lego dibangun dengan tema kerajaan dan istana yang megah. Wahananya cukup menantang, Sobat. Karena ada roller coaster Dragon Apprentice dan Merlin’s Flying Machines yang pastinya bisa memacu adrelin saat bermain. Selanjutnya ada Lego City sebagai area ke empat. Di kawasan ini anak-anak dapat mengendarai mobil sendiri dengan bekerja sebagai polisi. Selain dapat mengenal area-area di dalam Bandaara, pengunjung juga dapat membeli oleh-oleh di LEGO City.

Area kelima adalah Adventure yang memiliki wahana terbaiknynya Lost Kingdom Adventure dan Submarine Adventure. Sesuai namanya, di area ini pengunjung akan dibawa untuk berpetualang di bawah air. Wah, pasti seru banget ya, bertualang di area Legoland ini.

Nah, berjalan sedikit, ada area keenam yaitu Bricktopia, Sobat. Di area ini, pengunjung khususnya anak-anak dapat mengasah kemampuan mereka untuk berkreasi dengan kepingan-kepingan Lego. Selain itu, pengunjung juga dapat naik ke Obserbation Tower yang memungkinkan untuk melihat keseluruhan area Legoland dari ketinggian.

Area terakhir adalah area Miniland, yang berada di tengah-tengah area bermain. Area ini mungkin adalah area yang paling menarik dan sangat instagrammble, karena terdapat banyak miniature dari tempat wisata di Jepang seperti Tokyo tower, Tokyo Sky Tree, dan dua kastil yang terkenal seperti Kastil Nagoya dan Kastil Himeji. Selain itu, ada banyak miniature kuil seperti Kuil Kiyomizudera dan Torii Agung Miyajima yang mengapung di atas laut. 

2. Kastil Ueda, Ueda, Prefektur Nagano

foto by japanhoppers.com


Bagi Sobat yang menyaksikan film drama Sanada Maru yang tayang di NHK tahun lalu, pasti tahu mengenai Kastil ini. Berkat film tersebut, Kastil Ueda menjadi salah satu destinasi wisata di Jepang tahun 2017. Di dekat kastil ini ada sebuah Museum yang dalam pamerannya akan menampilkan klan Sanada.

Pengunjung dapat melihat Kastil Ueda sama seperti 400 tahun yang lalu dengan bantuan teknologi virtual reality. Kastil Ueda ini sendiri dibangun oleh Sanada Masayuki, seorang pemimpin samurai yang namanya dikenal sampai ke seantero Jepang di tahun 1583. Selain itu, tempat ini juga menjadi salah satu tempat yang terkenal untuk melakukan Hanami, atau tradisi melihat mekarnya Bunga Sakura. Huaaaa... Love it!

3. Kanazawa & The Noto Peninsula, Prefektur Ishikawa

foto by: projectbly.com


Pernah mendengar Kompetisi Dunia Kogei? Kompetisi ini menampilkan teknik kerajinan tradisional dari seluruh dunia dan di Tahun 2017 ini Kanazawa menjadi tuan rumahnya. Kota Kanazawa menjadi salah satu pusat tujuan wisata di Jepang sejak adanya kereta peluru yang mempersingkat perjalanan dari Tokyo ke Kanazawa menjadi 2 jam 30 menit.

Nah, Sobat. Menarik, bukan? Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi salah satu tempat wisata Jepang tahun 2017 ini jika ke Jepang, ya.

Thursday, July 20, 2017

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sobat, kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu pengalaman liburan saya bersama keluarga, yaitu Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung.

Hotel Arinas (foto kolpri)

Ketika itu, saya dan keluarga baru beberapa hari kembali dari kampung halaman saya, dalam rangka silaturahmi lebaran. Badan masih capek dan bisa dibilang kurang fit. Namun, Syahid, anak saya, sudah ingin sekali bepergian ke tempat wisata, sebagaimana kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang sedang berlibur. Tentu saja, saya dan suami tidak lantas mengabulkannya. Rata-rata tempat wisata di Lampung cukup jauh dari rumah kami. Paling dekat Museum Lampung, itu pun sudah sering sekali kami kunjungi. Sementara Syahid mudah sekali mabuk kendaraan. Kami khawatir, kondisi itu malah membuatnya sakit. Kami ingat saat mengunjungi pantai mutun bersama keluarga kakak, pulangnya Syahid demam karena kecapean dan kepanasan.

Baca juga:



Menginap di Hotel Arinas, harga kamar nggak bikin kantong cemas

"Kalo gitu kita nginap di hotel aja!" Usul Syahid.

Mendengar usulan itu, saya dan suami pun setuju. Menginap di hotel dengan suasana baru dan pastinya berbeda dengan di rumah kami, tentu akan memberikan pengalaman seru dan menyenangkan. Karenanya, tak lama kemudian, kami sudah asyik intip-intip bermacam hotel di Lampung via Traveloka. Setelah pingin pilih hotel ini hotel itu, hihi, akhirnya pilihan jatuh pada Hotel Arinas dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Berdasarkan detail kamar yang kami lihat di Traveloka, Hotel Arinas memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Setiap pilihan kamar mulai dari superior, deluxe, executive, dan suit room, sudah dilengkapi dengan AC, TV, In house movie, sofa, meja, kulkas, jendela, coffee/tea maker, dan air mineral.

2. Kamarnya cukup luas, mulai dari 18 hingga 24 meter persegi. Adanya jendela besar di tiap kamar juga membuat ruangan jadi terasa lega dibandingkan yang tidak ada jendela.

3. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami, sangat strategis (tengah kota, dekat dengan mall seperti Ramayana, Chandra, dan Simpur Center), di area hotel ada toko roti, apotek, klinik untuk praktik dokter, Toko Buku Gramedia, tempat refleksi, dll.

4. Harganya nggak bikin kantong cemas. Nah, ini nih, pertimbangan yang paling penting buat kami, hehe... Hotel Arinas memang termasuk hotel budget sih, ya... Bintangnya juga cuma satu  nggak nyampe bintang toedjoe, hehe... Walaupun demikian, fasilitas yang kami lihat di app Traveloka juga lumayan. Nggak kalah sama hotel-hotel mahal.

Receptionis (foto kolpri)

Untuk gambaran mengenai service real Hotel Arinas, kami juga terlebih dahulu membaca-baca review pengunjung yang pernah menginap di sana. Jadi, selain kelebihan, kami juga bisa tau apa saja kekurangannya. Di antara keluhan yang kami baca adalah mengenai sarapan yang kurang bervariasi serta tempat tidur yang keras. Baiklah... Saya pikir kekurangan itu tidak terlalu krusial, ya. Memangnya sekeras apa sih, tempat tidur di hotel? Masak iya sekeras batu, huehehe... Namun, sebagai usaha untuk menghindari pengalaman yang kurang menyenangkan bagi liburan Syahid di hotel, kami akhirnya memutuskan memesan kamar eksekutif seharga Rp. 331.628,-.

Setelah booking kamar Hotel Arinas di Traveloka dan melakukan transfer pembayaran, kode booking pun saya dapatkan di email tak lama kemudian. Alhamdulillah....

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung



Lepas dzuhur, kami bersiap-siap menuju hotel Arinas. Saya memesan Go Car via app Gojek yang saya install di Android, dengan harap-harap cemas, karena ini merupakan pengalaman pertama menggunakannya. Tentang hal ini, akan saya ceritakan lain waktu. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, driver Go Car kami dapatkan dan ia pun datang menjemput kami tak lama kemudian.

Belum jauh perjalanan, Syahid vomit di mobil. Rupanya, Syahid masuk angin. Hari itu langit memang mendung dan sempat turun hujan. Ditambah lagi, Syahid sedikit banget nelen makanan waktu sarapan.  Sudah tidak sabar pingin segera ke hotel. Kami juga melewatkan makan siang karena berpikiran sama, ntar aja makannya saat tiba di hotel. Hiksss...

Alhamdulillah, sebelum berangkat saya sudah siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau Syahid vomit. Minyak telon juga yang selalu ready di tas tiap ke mana-mana bawa Syahid.

Tak lama kemudian, kami pun tiba di Hotel Arinas. Syahid yang sempat lemes sehabis vomit, langsung seger dan ceria lagi, hehe...

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Masuk ke ruang lobi yang didominasi warna krem dan coklat, kami disambut oleh dua receptionist yang cukup ramah. Check innya cepat dan nggak pake ribet. Saya hanya diminta memperlihatkan KTP dan memberikan uang jaminan sebesar Rp. 50.000,-. Setelah itu, kunci kamar pun langsung pindah tangan.

Sesaat saya mengedarkan pandangan. Di sisi kiri dari meja receptionist, tampak set sofa coklat yang sangat nyaman untuk diduduki. Ada hiasan pohon kelapa dan beduk, maklum masih moment Idul Fitri. Di sisi kanan ruangan, ada ruang menonton TV yang cukup luas untuk para tamu, dilengkapi dengan meja-meja, sofa, dan kursi-kursi santai lainnya.

"Nda, Nda, ayok kita ke kamar!" Kata Syahid, yang sudah tidak sabar. Ia ambil kunci kamar dari tangan saya dan berjalan mendahului menuju lift yang terletak di ujung lorong kanan meja receptionis.

Kamar kami berada di lantai lima. Liftnya sangat cepat dan tenang hingga dalam waktu sangat singkat kami sudah tiba. Begitu ke luar dari lift dan berjalan beberapa langkah, kami langsung sampai di depan pintu kamar. Dengan bersemangat, Syahid memasukkan kunci kamar Hotel Arinas yang masih manual dan langsung beruwow uwow ria begitu pintu terbuka.

"Wow! Luas ya, kamarnya!"

Hihihi.... Maklumin aja, yah. Ini baru kali ke dua Syahid menginap di hotel ^_^ Jangankan dia yang masih anak-anak, emak bapaknya aja antusias liat suasana baru. Apalagi si emak. Bahagia banget cuma ngeliat kamar luas plus kasur yang siap ditiduri. Nggak ada tumpukan setrikaan dan cucian piring di dapur :D :D

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Eee, tapi... "Kok, sofanya cuma satu? Padahal kan, di Traveloka gambarnya dua sofa untuk eksekutif room. Tea makernya juga nggak ada. Gelasnya cuma satu..." Emak protes. Kalau begini, gagal deh, rencana duduk syantik berdua suami sambil ngobrol minum kopi.... Tapi, rasa kecewa terobati ketika Syahid berseru takjub menatap dari jendela besar kamar, "Liat, Nda, Pak! Kereta Api!"

Iya, nun jauh di belakang hotel, ada rel kereta api. Mungkin karena kami di lantai 5 atau karena relnya jauh, suara kereta apinya tidak mengganggu sama sekali. Kami pun jadi asyik bertiga memandangi dan mengomentari kereta api, huehehe...

Meski terkesan old fashion, suasana kamar di Hotel Arinas sangat menyenangkan. Pemilihan paduan warnanya bikin tenang, terutama saat malam hari. Cahaya lampunya pingin tidur cepat-cepat. Hommy banget deh, pokoknya. Kamarnya juga luas bikin Syahid leluasa mo jejingkrakan atau gelindingan ke sana kemari. Dia juga bisa nonton film-film kartun via TV tabung yang lumayan gede.

Terlepas dari tea maker, 1 sofa, dan 1 gelas yang where are they i don't know, semua fasilitas di kamar oke. Kenapa tetap saya bilang oke? Karena tea maker diganti dengan service berupa air panas di dalam termos yang dikasih tiap kita request ke dapur. Begitu pula gelas yang juga diantar setelah saya request. Pingin request sofa juga sih... Tapi ya sutralah... Lagian ada meja kaca yang bisa jadi dikasih sebagai ganti sofa. Soalnya di Traveloka saya liat tidak ada meja kaca ini.

Selanjutnya, saya berinisiatif mengintip kamar mandi. Bukan apa-apa, saya termasuk susah beradaptasi dengan kamar mandi selain kamar mandi di rumah. Paling nggak bisa nyium bau atau nginjek yang licin-licin. Alhamdulillah. Saya lega karena ternyata kamar mandinya yang cukup luas itu bersih banget. Toiletriesnya juga sudah disediakan.

Setelah mengecek kamar mandi, saya lihat suami duduk-duduk di tempat tidur dengan ekspresi wajah yang sedikit aneh.

"Kenapa, Pak?" Selidik saya.
"Ternyata bener, Nda. Kasurnya keras...."
"Hah?!"

Saya langsung melompat ke kasur. Wah, iya, keras, hahaha... Ya sebenernya bukan keras, sih... Tapi lebih kepada nggak ada membal-membalnya gitu. Seolah-olah kasurnya pir semua. Meski kita lompat-lompat, kasurnya yang hampir setebal dua jengkal saya itu stug aja gitu, hihihi...

"Wah, cocok nih, buat penderita HNP alias Hernia Nucleus Pulposus kayak Bunda. Bisa tidur anget tapi posisi tetap lurus nggak melengkung," kata saya, seraya nyengir kuda.

Saat mencoba koneksi internet, ternyata Wi-Fi nya timbul tenggelam. Persis review yang kami baca di Traveloka. Padahal kalo pas lagi konek dan lancar, kecepatannya lumayan kenceng, sih...

Restoran Hotel Arinas (foto kolpri)

Teringat bahwa kami belum makan siang, saya kemudian mencoba memesan makanan ke resto. Tapi ternyata, baru ada pergantian shiff sehingga kemungkinan pesanan akan sedikit lama. Ogah menunggu lama, kami memutuskan untuk kemon saja ke mall terdekat untuk cari makan. Jaraknya nggak seberapa jauh, bisa jalan kaki.

Hari beranjak sore. Setelah kenyang dan Syahid puas bermain-main di Timezone mall, kami pun kembali ke kamar hotel. Saya belanja sedikit camilan untuk dimakan di hotel. Usai makan malam, kami menghabiskan kebersamaan kami di sana dengan mengobrol, bermain, makan-makan, dan sebagainya.

Menjelang tidur, bapak dan Syahid meminta selimut dan menggelarnya di lantai.
"Lho, lho, pada nggak tidur di kasur?"
"Ngga, Nda. Takut nggelinding..."

Jiaaaa HA, HA, HAAA.... Ada-ada aja. Jadilah semalaman itu saya sendiri yang tidur di kasur. Sementara Syahid dan bapak begoleran di lantai. Wkwkwk... Kayaknya baru kali ini deh, ada orang yang yang menginap di hotel tapi tidurnya di lantai :v :v

Sarapan Puas di Restoran Hotel Arinas

Subuh yang menyenangkan. Kerlip lampu berkilauan dari rumah-rumah di kejauhan, terlihat dari jendela kamar hotel yang gordennya sudah saya buka. Kurang lebih pukul tujuh pagi, kami turun untuk sarapan di resto yang terletak di sisi belakang gedung. Restonya bisa dibilang sangat luas dan setiap meja cukup untuk menampung satu keluarga. Setelah mengobrol sebentar dengan embak-embak pelayan resto mengenai penambahan jatah sarapan untuk 1 guets room, kami pun mengambil menu di meja prasmanan.

Ngopi-ngopi dulu abis sarapan (foto kolpri)

Menu sarapan terdiri dari nasi dengan lauk berupa sambal telor, bihun tumis, dan orek tempe, serta lontong sayur yang sudah pasti ada lontong dan kuah sayur mayurnya :D . Selain itu, ada juga pilihan kue pastry dan roti isi, serta teh dan kopi. Meski menu pilihannya tidak banyak, rasanya lumayan enak. Terutama kue pastri dan roti isinya. Kopinya juga jos banget bikin keinget-inget sampai sekarang. Alhamdulillah. Puas dan kenyang deh, kalo soal sarapan. Meski sangat disayangkan, kami tidak jadi makan buah karena buah potongnya tidak segar lagi dan terasa asam.

Setelah sarapan, kami sempat pose-pose sebentar sebelum akhirnya kembali ke kamar. Selanjutnya, kegiatan kami hanya menemani Syahid main dan juga mengobrol-ngobrol di kamar. Kurang lebih jam 10 siang, kami bersiap-siap check out dari hotel. Saat check out, uang jaminan saat check in dikembalikan Rp. 25.000,- karena 25 ribunya untuk membayar sarapan untuk 1 orang. Murah, bukan? Saya dan suami duduk-duduk santai di sofa lobi sambil menunggu Go Car pesanan datang, sementara Syahid menonton TV di ruangan sebelah. Tak lama kemudian, Go Car datang dan kami pun tiba di rumah dalam keadaan masih segar bugar. Syahid tidak mabuk perjalanan dan tetap ceria. Alhamdulillah...

Lihat juga video di Hotel Arinas Lampung



Penilaian untuk Hotel Arinas

Kelebihan:
1. Kamar luas
2. Jendela besar
3. Kamar mandi bersih dan air lancar
4. Pemanas air di kamar mandi lancar
5. Sarapan enak
6. Bersih, suasana tenang dan nyaman
7. Strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, apotek, toko buku Gramedia, dll.

Kekurangan:
1. Beberapa fasilitas tidak ada atau kurang, tidak sesuai yang kami lihat di Traveloka, seperti tea maker, 1 gelas, dan 1 sofa.
2. Wi-Fi tidak lancar.
3. Tempat tidur keras.

Nilai dalam angka: 7,5

Monday, July 10, 2017

7 Kelebihan Ponsel iPhone 7 Plus

Sobat Jejak. Sejak dulu, saya mengenal Apple sebagai perusahaan yang memproduksi gadget-gadget mahal, di antaranya adalah iPhone. Harganya yang mak glegek itu menjadi prestise tersendiri bagi pemakainya. Pokoknya kalo sudah menggenggam iPhone, bawaannya keren aja gitu. Di dalam hati membatin, "Beuuuh, pake iPhone. Horang kayaaaah...." Walopun barangkali gak selalu gitu juga, heuheu....

iPhone 7 Plus

Ngomongin soal harga, ada rupa ada barang, begitu kata orang-orang. Hal itu pun berlaku pada iPhone. Apple tentu saja tak sekadar mematok harga mahal tanpa dibarengi dengan kualitas yang sepadan. Misalnya ponsel iPhone 7 Plus. Ponsel yang masih terbilang baru diluncurkan ini memiliki beberapa kelebihan, yang pastinya sesuai dengan harganya. Apa saja kelebihannya? Berikut 7 Kelebihan Ponsel iPhone 7 Plus:

1. Ponsel iPhone 7 Plus memiliki ukuran layar 5.5 inci
Memiliki ponsel dengan layar lebar tentu memberikan kelegaan bagi indera penglihatan, terutama bagi orang-orang "bermata empat" seperti saya. Akan tetapi, lebarnya layar terkadang menyulitkan pengguna untuk menggenggam dan membawa ponselnya. Untungnya, meski ukuran layarnya 5.5 inci, iPhone 7 Plus ini memiliki ketebalan hanya 7.3 mm dan berat 188 gram, sehingga tetap mudah untuk dibawa. Selain itu, layar ponsel yang dilengkapi dengan LED-backlit IPS LCD 16 M colors ini juga menghasilkan resolusi sebesar 1080 x 1920 pixels sehingga gambarnya pun terlihat super kinclong kayak wajah Song Hye Kyo. *uhuk!

2. Tahan debu dan air
Memakai iPhone 7 Plus ini tidak perlu takut kehujanan ataupun kecemplung air. Sebab, ponsel yang LCD monitornya menggunakan teknologi wide color gamut display ini telah dilindungi oleh fitur kedap debu dan air. Fitur ini membuat iPhone 7 Plus dapat bertahan kelelep di dalam air sedalam 1 meter selama 30 menit. Nah, tuh. Kelelep di dalam air aja dia tahan, apalagi kelelep di dalam hatimu, ya, kan?

3. Memory internal besar
Buat yang hobi menyimpan banyak rasa, eh, data di dalam ponsel, maka, iPhone 7 Plus ini adalah pilihan yang tepat, Sobat. Hal itu dikarenakan ponsel yang dijual dengan banyak pilihan warna ini memiliki memory internal yang besar. Kapasitas memorynya juga variatif, mulai dari 32 GB, 128 GB, hingga 256 GB. Hal ini membuat pengguna ponsel ini dapat menyimpan mulai dari file sistem, hiburan, hingga file-file yang tercecer di sepanjang jalan kenangan.

4. Dilengkapi dengan dual kamera 12 MP dan 7 MP
Untuk memenuhi hasrat selfie-selfie, eh, fotografi, Apple menyematkan kamera utama 12 MP yang memiliki fitur utama berupa phase detection autofocus dan quad-Led flash . Fitur ini dapat membuat gambar yang dihasilkan terlihat lebih real dan halus. Adapun kamera ke duanya adalah 7 MP dengan fitur yang terdiri dari face detection, HDR, dan panorama.

5. Koneksi internet menggunakan jaringan 4G LTE Cat6
Di zaman digital seperti sekarang, orang sangat sulit berlepas diri dari yang namanya internet. Nyari kerjaan lewat internet, mau masak liat resep di internet, belanja popok lewat internet. Bahkan, konon anak-anak zaman sekarang tuh, ya, kalo nangis, cara membujuknya supaya berhenti bukan lagi pakai permen atau balon, tapi kuota internet. Ck, ck, ck, segitunya.... Nah, karenanya, untuk Ponsel iPhone 7 Plus ini, Apple melengkapinya dengan jaringan 4G Cat6 LTE, yang membuat kecepatan akses internetnya bisa mencapai 300 Mbps/50 Mbps. Selain itu, ponsel yang memiliki fitur penangkap sinyal internet berupa Wi-Fi 802.11 dual-band dan hotspot ini juga menggunakan akses jaringan 3G HSDPA dan EVDo Rev A serta akses jaringan GSM dan CDMA yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan penggunanya.

6. Dilengkapi dengan baterai Li-Ion dengan kapasitas mencapai 2900 mAH
Rasanya agak pegel-pegel gimanaaa gitu, ya, kalau punya ponsel yang nggak bisa jauh-jauh dari charger dan colokan listrik. Bentar-bentar ngecas, bentar-bentar ngecas. Karenanya, Apple melengkapi iPhone 7 Plus ini dengan baterai berkapasitas 2900 mAH yang mampu bertahan selama 384 jam dalam kondisi 3G, serta 21 jam tanpa mati ketika digunakan untuk menelepon. Sementara jika digunakan untuk mendengarkan musik, ponsel ini bisa tetap on selama 60 jam. Mantaaap....

7. Fitur GPS kombinasi antara A-GPS dan GLONASS
Kombinasi antara A-GPS dan GLONASS ini membuat sistem navigasi ponsel iPhone 7 Plus menjadi lebih akurat dibandingkan dengan ponsel-ponsel lainnya yang hanya menggunakan A-GPS. Jadi, nggak perlu khawatir kesasar ketika berada di tempat baru dan asing.

Nah, Sobat. Itulah tadi 7 kelebihan yang dimiliki oleh ponsel iPhone 7 Plus. Bagaimana? Menarik, bukan? Yah, pastinya selain pertimbangan kelebihan, keputusan membeli iPhone 7 Plus tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Jika butuh dan mampu, maka tidak ada salahnya membeli ponsel ini. Sebaliknya, jika tidak butuh dan mampu, keputusan membeli ponsel mahal ini ada baiknya dipertimbangkan kembali.

Friday, June 9, 2017

Banana Foster Lampung, Bisnis Oleh-oleh Kekinian Hengky Kurniawan

Tanggal 17 Mei lalu, Tapis Blogger diundang Meet and Greet bareng artis Hengky Kurniawan di Hotel Batiqa. Kak Hengky mengundang rekan-rekan blogger dan media massa dalam rangka memperkenalkan bisnis barunya di bidang kuliner berupa oleh-oleh kekinian Lampung berbahan dasar pisang, yaitu Banana Foster Lapung.



Sayangnya, waktu itu saya tidak bisa ikut. Alhasil, saya hanya bisa "mupeng" alias muka pengen memandangi foto teman-teman blogger yang seliweran di grup Whatsapp. Apalagi melihat foto-foto banana cakenya yang kunyahable banget. Beneran bikin ngiler, deh. *sodorin elap*

Bagai pucuk dicinta ulam pun tiba. Tapis Blogger kembali diundang untuk hadir di acara Meet and Greet sekaligus buka puasa bersama bareng Kak Hengky pada tanggal 2 Juni, di gerai Banana Foster Lampung yang beralamat di Jl. Wolter Monginsidi No. 115, Bandarlampung. Wah, tentu saja saya tidak mau melewatkan acara seru ini. Kapan lagi coba, bisa bertemu teman-teman Tapis Blogger sambil buka puasa dengan oleh-oleh kekinian, plus bisa foto-foto bareng artis? *uhuk!*



Sebagian besar kursi tamu yang disediakan sudah terisi ketika saya tiba di gerai Banana Foster Lampung sore itu. Tamu-tamu yang terdiri dari para awak media, blogger, selebgram, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga masyarakat setempat itu tampak antusias menghadiri acara Meet and Greet dan buka puasa bareng owner Banana Foster Lampung, Kak Hengky Kurniawan. Dengan dipandu oleh dua MC yang heboh banget membawakan acara, Kak Hengky pun memberikan pemaparannya mengenai Banana Foster Lampung.




Menurut Kak Hengky, Banana Foster Lampung ini adalah hasil inspirasi dari kunjungan wisatanya di New Orleans, Amerika. Di New Orleans, Banana Foster biasanya disajikan sebagai makanan penutup, yang terbuat dari olahan pisang dan es krim vanila, dengan saus berupa campuran mentega, gula merah, dan kayu manis. Selain itu, Banana Foster juga diberi topping berupa kacang. Oleh Kak Hengky, Banana Foster kemudian dimodifikasi ke dalam bentuk cake yang terbuat dari campuran utama pisang, tepung terigu, gula, susu, minyak sayur, dan margarin. Alhasil, terciptalah Banana Foster Lampung yang menjadi oleh-oleh kekinian di Lampung.

Adapun alasan Kak Hengky memilih Lampung sebagai lokasi usaha Banana Fosternya adalah dikarenakan Provinsi Lampung merupakan salah satu pusat produksi pisang nasional. Bahkan, pisang termasuk ke dalam satu dari tiga tanaman budidaya unggulan di Lampung. Nah, pastinya penasaran kan, seperti apa Banana Foster Lampung hasil kreasi Kak Hengky dan timnya, yang konon akan menjadi oleh-oleh kekinian yang hits di Lampung ini?  Sama. Saya juga penasaran ;)




Usai pemaparan mengenai Banana Foster Lampung oleh Kak Hengky, acara Meet and Greet dilanjutkan dengan pemberian door prize, tausiyah, dan doa bersama. Sementara para tamu undangan lainnya bersiap santap takjil, saya dan teman-teman dari Tapis Blogger, media massa, dan juga selebgram dipersilakan memasuki ruangan di mana 5 varian rasa Banana Foster Lampung telah dipersiapkan untuk difoto.

"Huaaah, sedapnye bauuuu...."

Begitu memasuki ruangan, aroma kayu manis, coklat, keju, susu, dan karamel yang berasal dari Banana Foster Lampung seolah kompak melakukan koalisi sempurna untuk menyergap indera penciuman saya. Oh my God! My feeling was very banana at that time....

Give me banana!
Give me banana!
Give me banana!

Okey, buat Sobat Jejak yang penasaran dengan varian rasa Banana Foster Lampung yang sukses membuat saya dan teman-teman terbanana, nih, bocorannya:




Banana Foster Lampung hadir dengan 5 varian rasa, yaitu:

1. Banana Foster Lampung Caramelized
Banana Foster Lampung caramelized ini memberikan paduan citarasa legit karamel dengan paduan potongan pisang sebagai isian. Aroma karamelnya, bo'....  Yum, yum...



2. Banana Foster Lampung Chesee

Huaaa, saya penyuka keju banget. Jadi, begitu melihat Banana Foster Lampung Chesee dengan topping keju parutnya yang melimpah ruah tumpah itu membuat saya nggak tahaaaaan pingin nyolek.


3. Banana Foster Lampung Chocolate

Sobat. Banana Foster Lampung Chocolate ini kalau dimakan nggak hanya akan menyokelatkan lidah tapi juga hati. Soalnya, mulai dari filling sampai toping, semuanya cokelat. Jadi tak heran, jika rasa Banana Foster Lampung Chocolate ini pun super duper cokelat. Dijamin! ;)


4. Banana Foster Lampung Nutella

Citarasa Banana Foster Lampung Nutella ini berasal dari perpaduan antara kacang kemiri dan cokelat, Sobat. Bagian atasnya dihiasi dengan lelehan vanila yang diberi taburan scramble chocolate. Cucok banget buat para penyuka kacang dan cokelat.


5. Banana Foster Lampung Peanut

Kalau yang ini, Banana Foster Lampungnya diberi isian berupa selai kacang atau peanut butter, dengan toping berupa vanilla crumble.


Itulah tadi 5 varian rasa oleh-oleh kekinian Banana Foster Lampung, Sobat. Dilihat dari tampilannya aja sudah membuat hati terbanana, bukan? Apalagi aromanya... Apalagi rasanya... Hummm... Jadi pingin nyanyi... Banana bobo... Oh, banana bobo.... Kalau tidak bobo... Sodorin banana, bo... Krik, krik, krik.... *garing* 

Setelah puas memotret Banana Foster Lampung, kami pun berbuka puasa dengan takjil yang sudah disediakan. Selanjutnya kami shalat maghrib berjamaah di mushala Banana Foster. Oh, iya, saya seneng banget Banana Foster Lampung ternyata menyediakan tempat wudhu laki-laki dan perempuan secara terpisah. Respect saya bertambah ketika melihat kemasan box Banana Foster Lampung yang dilengkapi dengan adab makan. Sehingga, Banana Foster Lampung tidak hanya sebatas soal memperoleh keuntungan, tapi juga menyebar nilai-nilai kebaikan. 

Usai shalat maghrib, kami pun makan bersama. Acara diakhiri dengan foto-foto bersama Kak Hengky Kurniawan.
Tapis Blogger (Foto by Razone)
Oke, Sobat Jejak. Sampai di sini dulu cerita saya tentang Banana Foster Lampung. Jika Sobat Jejak ingin mencoba rasa Banana Foster Lampung, syaratnya cuma satu: datang ke Lampung. Yah, namanya juga oleh-oleh. Jadi, harus datang dulu ke Lampung, terus beli Banana Foster Lampung sebagai oleh-oleh. Lagian, insya Allah tidak akan rugi datang ke Lampung. Sebab, Lampung memiliki baaaanyak sekali destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari wisata alam seperti pantai, danau, dan gunung; adat istiadat, dan yang pasti kuliner. Jadi, tunggu apalagi? Libur panjang? Yuk, ke Lampung! ;)

Friday, June 2, 2017

Pengalaman Seru Melihat Proses Mengunduh Madu

Sobat, selain rasanya yang manis dan lezat, madu juga memiliki banyak manfaat bagi orang yang mengonsumsinya. Ia mengandung obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." 
(QS. An Nahl: 68 - 69)

Sayangnya, saat ini, sulit sekali ditemui madu yang benar-benar murni di pasaran. Sebagian besar telah diberi campuran air atau diberi tambahan gula merah. Nah, karenanya, saya beruntung sekali ketika mendapat kesempatan membeli madu langsung dari peternak lebah madu, yang berlokasi di Way Jepara, Lampung Timur. Selain itu, saya juga mendapatkan pengalaman seru melihat proses mengunduh madu dari sarangnya.  Seperti apa ceritanya? Yuk, kita simak! ;)

Peternak lebah madu yang saya datangi bernama Suherman. Pak Suherman telah memulai usaha ternak lebah madu ini sejak tahun 2005. 

"Tapi, waktu tahun 2005 itu masih belum banyak. Masih gelodokan," ungkap Pak Suherman.

Rupanya, Pak Suherman merasa bahwa beternak lebah madu sangat menguntungkan. Karenanya, sejak tahun 2009, Pak Suherman mulai lebih serius mengembangkan usaha ternak lebah madu ini.

Menurut Pak Suherman, keuntungan beternak lebah madu di antaranya para lebah ternak tersebut tidak memerlukan perlakuan khusus. Tidak perlu menyiapkan makan untuk mereka, karena lebah-lebah itu akan terbang sendiri, berkeliling mencari bunga untuk diambil nektarnya. 


Kotak berisi sarang-sarang lebah


Oleh Pak Suherman, madu-madu itu hanya dibuatkan rumah berupa kotak papan, dengan sebuah lubang kecil menyerupai pintu di salah satu sisi panjangnya. Antara dinding dan dasar kotak diberi sedikit celah, yang juga berfungsi untuk akses keluar masuknya lebah. Tutup bagian atas kotak dibuat bisa dilepas tutup. Dari bagian atas itulah nantinya akan dimasukkan satu demi satu sisiran-sisiran sarang lebah. Bagi lebah, sisiran -sisiran sarang ini berguna untuk tempat menggantungkan sarang-sarang yang mereka buat nanti.  Setelah semua sisiran sarang dimasukkan, barulah bagian atas kotak ditutup. Tutup kotak juga diberi potongan terpal, untuk melindungi lebah dan sarangnya dari rembesan air saat hujan.

Kata Pak Suherman, madu-madu dari lebah yang diternaknya dapat dipanen setiap satu bulan sekali. Sarang-sarang lebah akan penuh terisi madu setelah 30 hari sejak panen terakhir. Saat musim bunga, satu kotak sarang lebah dapat menghasilkan madu sebanyak 2 botol. Oleh Pak Suherman, satu botol madu dijual dengan harga Rp. 115.000,- . Pak Suherman tidak menjual sendiri madu-madu itu di pasar, melainkan kepada orang-orang yang datang membeli atau memesan.

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Pak Suherman, maka, tibalah waktunya untuk menyaksikan langsung proses mengunduh madu. Wah, saya deg-degan sekaligus tidak sabar ingin menyaksikan proses mengambil madunya. 

Setelah mengenakan "seragam" berupa jaring berlapis, baju tebal lengan panjang, dan sarung tangan kulit, Pak Suherman pun bersiap-siap mengunduh madu lebah. Saya yang juga ikut-ikutan memakai penutup jaring di kepala, langsung waspada dan menjaga jarak, ketika Pak Suherman membuka tutup kotak sarang lebah.

"Nggak usah takut. Nggak papa," kata Pak Suherman, berusaha meyakinkan.

Meskipun begitu, saya masih belum berani terlalu dekat. Apalagi lebah-lebah yang merasa terganggu mulai beterbangan dan berdengung dengan suara yang cukup keras.




AAAAWWW!

Saya berteriak, ketika seekor lebah hinggap di jaring yang saya pakai, tepat di depan wajah. Tangan saya mengibas-ngibas, bermaksud mengusir lebah itu pergi.

"Jangan dikibas-kibas!" Kata Pak Suherman.
"Biarin aja. Nanti dia terbang sendiri."

Weleeeh... 

Meski sempat takut dan deg-degan, lama-lama saya akhirnya terbiasa dengan lebah-lebah itu. Bahkan, saya malah merasa bahwa sangat menyenangkan dihinggapi lebah dan mendengar mereka berdengung-dengung. Rasanya seperti menjadi bagian dari mereka! Hihihi...

Saya memerhatikan proses mengunduh madu yang dilakukan oleh Pak Suherman sambil mengabadikan gambarnya dan sesekali merekamnya ke dalam video. Pak Suherman melakukan semuanya dengan perlahan dan sangat hati-hati. Tampak sekali beliau sangat menyayangi lebah-lebah tersebut. Beliau memperlakukan lebah-lebah itu layaknya hewan peliharaan seumpama kucing. Ck, ck, ck....

Satu demi satu sarang lebah yang menggantung di sisiran diiris atau dipotong dengan cutter oleh Pak Suherman. Setelah itu, Pak Suherman meletakkan sarang-sarang itu dengan hati-hati di saringan besar di atas baskom yang sudah disiapkan sebelumnya. Penasaran, saya mengambil sepotong sarang lebah berisi madu.. 

Sarang lebah berisi madu dan bee pollen


"Yang kuning seperti tepung itu namanya bee pollen," kata Pak Suherman, seraya tetap melanjutkan pekerjaannya.

Saya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Pak Suherman. Saya kemudian mencoba menyeruput madu dari sarang lebah yang saya pegang. Hmm, rasanya manis dan sedikit asam. Mirip dengan rasa madu Madurasa. Didorong rasa ingin tahu akan rasa bee pollen, saya pun mencicipinya. 

"Teksturnya juga kayak tepung ya, Pak," ujar saya.
"Iya, memang tepung. Itu untuk makanan anaknya lebah," jelas Pak Suherman.




Kata Pak Suherman, bee pollen sangat baik bagi anak-anak, terutama saat mereka masih dalam masa pertumbuhan. Mendengar penjelasan Pak Suherman, saya lagi-lagi mencicipi bee pollen di tangan saya. Yah, siapa tahu saja, pertumbuhan saya yang sudah terhenti ini bisa aktif kembali, hehehe... :D

Selanjutnya, Pak Suherman memeras sarang-sarang lebah yang berisi madu. Cairan madu yang berwarna coklat keemasan mengalir ke dalam baskom. Madu hasil perasan yang terkumpul di baskom kemudian disaring dan dimasukkan ke dalam botol. 

Madu lebah ternak


"Yaaa, nggak penuh ya Pak, botolnya."
"Iya. Soalnya ini belum 30 hari," kata Pak Suherman.

Hehe, iya juga, sih... Tadinya, saat kami bilang mau membeli madu, Pak Suherman memberikan madu yang sudah dikemas dalam botol. Tapi, karena saya dan teman-teman ingin melihat proses mengunduhnya, Pak Suherman yang baik hati pun akhirnya bersedia menunjukkannya kepada kami, meski sarang lebahnya belum berusia 30 hari dihitung dari panen terakhir. Duuh, makasih banyak ya, Paaak... ^_^

Saat ini, Pak Suherman sudah memiliki sebanyak 30 kotak lebah di pekarangan rumahnya dan 148 kotak lainnya di Pematang Pasir. Wah, terbayang kan, Sobat, hasil yang diperoleh Pak Suherman setiap kali panen? Kita doakan sukses selalu untuk Pak Suherman ya, Sobat.

Nah, bagi Sobat yang mungkin suatu hari berkesempatan datang ke Lampung Timur, jangan lupa berkunjung ke rumah Pak Suherman di Dusun Tirtosari RT 08 RW 02 No. 2 Desa Sriwangi, Way Jepara,  Lampung Timur. Selain bisa membeli madu asli untuk oleh-oleh, Sobat juga bisa memperoleh pengalaman seru melihat proses mengunduh madu, seperti yang saya abadikan di dalam video ini. :)



Monday, May 22, 2017

Kriteria Kolam Renang yang Direkomendasikan dan Tips Ketika Mengajak Si Kecil Berenang

Haiii, Sobat Jejak. Apa kabar?

Sobat, berenang adalah salah satu kegiatan yang sangat menyenangkan, tak terkecuali bagi si kecil. Saya inget dulu waktu Syahid masih bayi, kalau sudah ketemu air, pasti seneng banget. Maunya berlama-lama berendam di kolam renang imutnya.

Selain menyenangkan, ternyata berenang juga bermanfaat untuk si kecil lho, Sobat. Menurut penelitian, bayi yang diajari berenang mempunyai keseimbangan tubuh serta daya memegang yang baik. Meskipun demikian, ada beberapa tips bayi terutama dalam menentukan kriteria kolam renang yang tetap harus diperhatikan, Sobat.



Nah, berikut beberapa kriteria kolam renang yang direkomendasikan dan tips ketika mengajak si kecil berenang:

Pertama, hindari menggunakan kolam renang umum. 
Sobat, sebaiknya kita menghindai mengajak si kecil terutama bayi, berenang di kolam renang umum. Hal ini dikarenakan kolam renang umum penuh dengan orang yang memiliki kondisi kesehatan beragam. Kita pasti tidak mengetahui apakah mereka buang air di kolam atau sedang memiliki penyakit tertentu, Sobat. Sementara, bayi yang masih kecil belum dapat mengontrol kepalanya secara maksimal. Hal ini memungkinkan ia menelan banyak kuman dan air. Oleh sebab itu, usahakan kita memilih kolam renang yang sepi dan bersih.

Ke dua, pastikan si kecil tidak memiliki alergi terhadap klorin
Sobat, air di kolam renang biasanya memiliki kandungan klorin. Bila si kecil mempunyai eksim atau kulit kering, sangat disarankan berhati-hati dengan menanyakannya ke dokter apakah klorin memiliki dampak negatif padanya.

Ke tiga, pastikan dengan baik ketinggian kolam renang
Usahakan kolam renang hanya mencapai pundak si kecil. Hal ini untuk menjaga tubuh tetap hangat dan memudahkan ia bergerak dalam air. Selain, kemungkinan si kecil tertelan air kolam juga kecil.

Ke empat, bilas tubuh si kecil setelah berenang
Sobat, bila kita mengajak bayi berenang saat berusia di bawah 6 bulan, maka sebaiknya kita memperkenalkan kegiatan ini menggunakan media kolam renang plastik. Sebelum melakukan pengisian air, pastikan kembali bagian dalam kolam renang bebas dari kotoran dan bilas seluruh tubuhnya hingga bersih setelah berenang di kolam renang. Hal ini dilakukan agar tubuhnya tidak bercampur dengan kuman.

Ke empat, pastikan si kecil dalam keadaan sehat
Sobat, jika si kecil berenang dalam keadaan sakit seperti flu atau diare, maka hal itu akan membuatnya tidak nyaman berenang. Keceriaan yang kita harapkan saat ia bermain air pun tidak akan tercapai. Oleh karenanya, tunggu hingga kondisi si kecil benar-benar membaik sebelum mengajaknya berenang. Selain itu, jangan lupa pergunakan popok khusus untuk berenang.

Ke lima, pastikan kita berada di dekat si kecil saat berenang
Sobat, ketika mengajak si kecil berenenang, pastikan kita selalu berada di dekatnya. Selalu fokuskan pandangan kita pada si kecil, agar jangan sampai ia mengalami hal-hal berbahaya seperti tersedak atau tenggelam. Jangan membiarkannya terlalu lama di dalam air, apalagi saat kunjungan ke kolam renang yang pertama kali, karena bisa membuatnya kedinginan dan masuk angin. Waktu ideal bagi si kecil di dalam air adalah10 hingga 15 menit.

Oke, Sobat. Itulah tadi beberapa kriteria kolam renang yang direkomendasikan dan tips ketika mengajak si kecil berenang. Semoga bermanfaat. :)

Saturday, May 20, 2017

Racikan Rindu dalam Jamu Buatan Ibu

Ada banyak hal yang membuat saya teringat akan sosok ibu. Satu di antaranya adalah jamu.

Sejujurnya, sejak kecil saya adalah sosok aktif yang gampang sakit. Main hujan-hujanan, flu. Main air di kolam, gatal-gatal. Makan rujak mangga bersama teman-teman, sakit perut. Kecapekan, kena tyvus. Telat makan, magh kumat. Haduh, dipikir-pikir kasihan ibu saya, yang jadi repot dikarenakan harus mengurus saya yang bolak balik sakit.

Untuk menjaga kesehatan tubuh saya, ibu rajin membuatkan jamu-jamu tradisional semisal beras kencur, kunyit asam, sari temulawak, rebusan jahe gula merah, dan telur ayam kampung campur madu. Ibu terkadang juga meminumkan minuman yang pahitnya super duper sampai terbawa mimpi, yaitu brotowali. Bahan-bahan untuk membuat minuman itu sendiri semuanya ditanam ibu di kebun atau pun pekarangan rumah. Ibu sangat tahu, bahan mana yang dibutuhkan untuk mengobati saya, ataupun  anggota keluarga lainnya.

Pernah suatu ketika, perut saya kembung luar biasa. Ulu hati sakit. Mual dan saya vomit berkali-kali tanpa bisa ditahan. Diberi minum, vomit lagi, minum, vomit lagi. Begitu seterusnya.

Melihat kondisi saya, bergegas ibu ke pekarangan samping rumah, mengambil daun pohon kayu putih serta menggali rimpang temulawak. Kemudian, dengan cekatan, ibu membalurkan daun kayu putih yang sudah diremas ke perut saya. Rasa hangat daun kayu putih pun terasa, memberi rasa nyaman di perut saya. Selanjutnya, ibu mencuci, mengupas, dan memarut temulawak yang baru diunduhnya, menyiramnya dengan air panas dan memerasnya. Setelah menambahkan sesendok madu, ibu kemudian meminumkan air perasan itu kepada saya. Alhamdulillah, mual dan nyeri di ulu hati berkurang dan vomit pun berhenti.

Setiap kali teringat racikan jamu ibu, hati saya selalu dipenuhi oleh perasaan rindu sekaligus haru. Haru pada ingatan akan betapa seorang ibu mau bersusah payah melakukan sesuatu untuk anaknya. Sayangnya, ketelatenan ibu dalam hal itu tidak menurun kepada saya. Tentu saja, ribet dan tidak praktis adalah alasan utamanya. Karenanya, saya lebih suka membeli jamu yang sudah jadi. Baik jamu gendong, maupun jamu sachet yang saya beli di toko atau mall.

Kini, setelah menjadi ibu rumah tangga dan berprofesi sebagai penulis, yang namanya penyakit kembung dan magh masih sering menghampiri. Apalagi kalau sedang ada deadline menulis. Begadang, telat makan, lupa minum, mengetik berjam-jam, langsung membuat tubuh saya ngedrop bagai HP yang berjam-jam dipakai tapi lupa dicas. Karenanya, saya selalu mengusahakan untuk stok obat-obatan atau jamu, di antaranya Herbadrink Sari Temulawak.

Herbadrink Sari Temulawak

Jamu yang diproduksi oleh PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories ini biasanya saya beli di swalayan dalam bentuk kemasan kotak berisi 5 sachet. Rasanya persis air perasan temulawak yang dibuat ibu saya. Bahkan cenderung lebih segar sehingga terkadang saya jadikan minuman pengganti teh atau kopi, untuk menemani saya menulis. Banyak khasiat yang saya rasakan dari mengonsumsi jamu Sari Temulawak ini, termasuk ketika tubuh saya ngedrop sepulang dari survey penulisan buku cerita anak selama empat hari di Lampung Timur.

Waktu itu, saya pulang dari Lampung Timur dalam keadaan sakit dan lelah. Kepala pusing, perut kembung, dan badan tersa ngilu semua. Namun, belum sempat istirahat banyak, aktivitas masih harus berlanjut dengan ujian kursus Bahasa Inggris. Lalu saat pulang ujian, saya mendapat email dari editor. Berisi permintaan untuk segera mengirimkan data buku yang akan diikutsertakan dalam seleksi pameran buku di Beijing dan Frankfurt. Widiiih, langsung deh, berjuta rasanya. Antara senang bercampur jadi satu dengan mual dan keliyengan.

Malamnya, saya mengerjakan data yang diminta editor dengan ditemani jamu Herbadrink Sari Temulawak panas yang dibuatkan oleh suami. Alhamdulillah, rasa pusing dan mual perlahan hilang. Ngilu pada sendi-sendi pun mulai berkurang. Senang sekali akhirnya bisa menyelesaikan data buku dan mengirimkannya ke email editor pada waktu sesuai yang saya janjikan. Yah, sudah semestinya saya berterimakasih pada suami, atas seduhan jamu Sari Temulawak yang jelas sehat karena dibuat bebas gula.

Nikmat diminum panas maupun dingin

Kalau bicara soal khasiat, temulawak memang sudah tidak lagi diragukan. Temulawak mengandung katagoga yang terbukti dapat menjaga kesehatan fungsi hati. Selain itu, temulawak juga dapat meredakan sakit magh, mengurangi radang pada sendi, menurunkan kadar kolesterol, menyehatkan pencernaan, dan lain sebagainya. Karenanya, tak heran, jika temulawak jamak dijual baik dalam kemasan botolan maupun sachet seperti Herbadrink Sari Temulawak. Selain berkhasiat, temulawak juga nikmat diminum baik dengan campuran air panas maupun dingin.

video


Soal rasa, anak saya, Syahid, cukup mampu beradaptasi dengan rasa Herbadrink Sari Temulawak. Buktinya, ia yang tidak doyan minum jamu, ternyata mau minum Herbadrink.

"Enak juga ya, Nda, minum sari temulawak. Nggak terasa kayak jamu," komentar Syahid, anak saya, saat saya memberikan segelas Herbadrink Sari Temulawak padanya.

Alhamdulillah, semoga dapat menjadi satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan saya dan keluarga, sehingga senantiasa dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Friday, April 28, 2017

5 Posisi Menulis Bagi Penderita Syaraf Kejepit

Rasanya seperti mimpi buruk ketika saya mendapat vonis dari dokter bahwa saya menderita syaraf kejepit pada tulang lumbal 2. Sebelumnya, saya memang sudah berkali-kali browsing di internet, mencocokkan keluhan yang saya derita, dengan gejala yang biasa dialami oleh para penderita syaraf kejepit, atau yang familiar disebut dengan Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Ternyata hasilnya... positif.

JEGER!

Saya sempat down. Patah arang. Sedih. Kesal. Bagaimana tidak, penyakit syaraf kejepit ini sama sekali tidak terlihat dari luar, tapi sungguh menyakitkan di dalam. Orang-orang melihat saya segar bugar, maju mundur syantik, tapi dalamnya ringkih seperti ranting kering yang terinjak sedikit langsung patah.

KRAK!

Alhasil, jika orang tidak tahu dengan kondisi saya, akan merasa heran. Melihat saya yang kadang tidak banyak melakukan aktivitas, tapi sering sakit-sakitan.

Masak baru begitu saja sudah capek? 
Cuma duduk-duduk kok pegel? 
Cuma berdiri nggak ngapa-ngapain kok, ngilu? 

Oh, sedihnya... Rasanya seperti tak berguna. Ingin energik seperti dulu, aktif seperti orang-orang, apalah daya kondisi tak mengijinkan. Jikalau pun dipaksakan, maka sudah bisa dipastikan hanya ada dua pilihan: guling-guling tak bisa tidur sepanjang malam dengan air mata bercucuran, atau meminum obat pereda nyeri yang efeknya membuat lambung perih kelebihan asam.

Selain itu, penyakit syaraf kejepit juga merupakan musuh utama bagi seorang penulis seperti saya. Sepuluh menit saja saya duduk di depan komputer, maka saya harus mengucapkan selamat datang kepada ngilu di punggung yang menjalar hingga panggul, hingga paha, hingga betis, hingga telapak kaki. Hal ini tentu menjadi hambatan sekaligus tantangan bagi saya untuk mencari cara agar bisa tetap penulis. Terutama soal bagaimana posisi menulis yang aman bagi penyakit saya.

Nah, berikut 5 Posisi Menulis Bagi Penderita Syaraf Kejepit yang sudah saya praktikkan dan dilakukan secara bergantian:

1. Duduk tegak di kursi dengan punggung diganjal bantal
Ketika duduk di kursi menulis, sulit sekali bagi saya untuk duduk tegak dalam waktu yang lama. Pungung dan panggul terasa nyeri dan pinginnya nggelosor terus. Kalo bahasa suami saya kelosotan apa gitu, ya? Hehe... Intinya bersandar dengan punggung membungkuk gitu, deh... Padahal, posisi itu dapat membuat nyeri di punggung semakin parah. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya bagian punggung saya ganjal bantal, atau bisa juga diberi bantal guling dengan posisi melintang. Akan lebih baik lagi jika di bawah lutut juga diberi bantal guling. Jadi, seolah duduk di kursi yang ada lubang pada dudukannya. Seperti kursinya Opa Roald Dahl, hehehe...

2. Duduk dengan posisi seperti tasyahud awal shalat (bedanya jari kaki tidak ditekuk)
Posisi ini biasanya saya lakukan jika menulis di meja pendek/lesehan. Intinya saya berusaha membuat tulang punggung tegak. Posisi ini, jika istikomah, biasanya bisa membuat saya bertahan menulis kurang lebih satu jam. Itu pun saya selingi dengan sekali-kali tidur lurus telentang di lantai, sambil menekuk kaki hingga lutut menyentuh dada beberapa kali. Setelah itu, baru lanjut lagi. Sayangnya, agak sulit untuk istikomah dengan posisi ini. Karena efeknya biasanya kesemutan pada kaki. Nggak tahan, bo... Hehehe...

3. Duduk bersandar di tempat tidur, dengan kaki selonjor
Jika menulis dengan posisi ini, biasanya saya juga menambahkan bantal di punggung. Yah, sampai terasa nyaman deh, pastinya. Setelah itu, laptop dipangku dengan dialasi buku tebal, atau diletakkan di meja kecil. Seperti pasien rumah sakit kalau sedang makan, hehehe...

4. Tengkurap/telengkup
Menulis dengan posisi ini, biasanya saya meletakkan bantal tidur atau bantal guling di bawah dada dan ketiak. Posisi ini nyaman untuk tulang belakang. Akan tetapi, ia juga dapat menyebabkan rasa pegal pada leher dan pundak.

5. Tidur telentang
Posisi menulis dengan tidur telentang memang sedikit aneh. Tapi ini menjadi salah satu solusi bagi saya agar bisa terus menulis. Cara melakukan posisi ini adalah tidur telentang dengan bantal di bawah kepala, kaki ditekuk (lutut menghadap ke atas), kaki kanan disilangkan ke kaki kiri, laptop ditaruh di atas perut yang sudah dialasi buku tebal, kemudian disandarkan ke paha dengan posisi miring.

Itulah tadi 5 Posisi Menulis Bagi Penderita Syaraf Kejepit yang saya lakukan. Mudah-mudahan dapat membantu teman-teman dengan penyakit yang sama seperti saya. Semoga kita semua diberi kekuatan dan kesembuhan serta selalu semangat berkarya.

SEMANGAT! ^___^

Tuesday, April 25, 2017

[Cerita Hikmah] Pelajaran dari Tukang Sol Sepatu

Siang itu, saya bersiap-siap keluar rumah untuk berangkat ke tempat kursus. Melangkah ke teras, sesaat saya memandangi sepatu yang sedang saya pakai.

"Bapak, apa bunda beli sepatu baru, ya? Sepatu bunda udah lama, nih. Udah minta diganti," ujar saya pada suami.

Suami melirik sepatu saya.

"Iya, Sayang. Belilah," jawabnya.

Meski tak serius dengan keinginan membeli sepatu, saya merasa senang dengan jawaban suami. Dengan senyum terkembang, saya pun berpamitan.


Sumber: kaskus.co.id


Matahari bersinar garang ketika saya melangkahkan kaki menyusuri gang perumahan, menuju jalan utama kompleks. Saya pun berjalan tergesa, seraya menundukkan kepala, menghindari sengatan cahaya matahari yang panas membara.

Saat sejenak mengangkat wajah, tampak sosok seorang bapak tua yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu, berjalan tak jauh di depan saya. Ia terseok terseok, terbungkuk-bungkuk, memikul kotak kayu tempat menyimpan alat sol di pundaknya.  Setiap kali melangkah, ia meninggalkan jejak suara yang cukup jelas terdengar.

SREK...
SREK...
SREK...

Spontan tatapan saya beralih ke sepatu bapak tersebut. Sepatu kanvas yang mestinya berwarna hitam, namun lusuh berbalut debu sehingga membuatnya terlihat berwarna keabuan. Bagian tumitnya sudah sangat menipis dan bisa jadi bawahnya sudah berlubang. 

Kasihannya...

Saya melambatkan kaki. Bapak tukang sol di depan saya berhenti. Terengah-engah, ia menepi. Panas dan lelah membuatnya memutuskan untuk berteduh. Dilepasnya topi hitam yang bertengger di kepalanya, menyeka keringat di dahi, lalu mengipas-ngipaskan topi itu ke wajahnya. Mungkin hidungnya tak sanggup lagi menyuplai udara ke rongga dada, bapak itu bernapas pula dengan mulutnya.

Eeeeh pfuuuh...
Eeeeh pfuuuh...

"Mari, Pak..." Saya tersenyum menyapanya, seraya menganggukkan kepala.
"Mari, Neng, mari..." Jawabnya.

Saya kembali melanjutkan perjalanan, dengan kepala tertunduk. Menekuri sepasang sepatu di kaki yang sempat saya mintakan izin pada suami untuk diganti yang baru. Tak disangka, pertemuan saya dengan bapak tukang sol sepatu itu membuat perubahan di dalam diri saya. Saya yang tadinya sempat mengeluh dengan kondisi sepatu saya, akhirnya malah bersyukur dan lapang menerima. Betapa saya masih jauh lebih beruntung dibanding bapak tukang sol sepatu itu. Saya memiliki sepatu yang mengilap dan masih terlihat baru. Ia juga nyaman dipakai dan tentu saja tumitnya tidak berlubang. Alhamdulillah.

Mengenal Karakter Pria Berdasarkan Tas yang Dipakai

Sobat Jejak, tas merupakan salah satu barang yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari di masyarakat. Tak hanya wanita, kaum pria pun banyak yang menggunakan tas sebagai alat utama ketika bepergian. Selain digunakan sebagai alat untuk membawa barang,  konon, tas juga bisa mencerminkan kepribadian seseorang.

Wah, kok bisa, ya?

Entah, saya juga heran. Kok bisa, ya? :D

Nah, daripada penasaran, seperti apa karakter dan kepribadian pria berdasarkan tas yang mereka miliki atau gunakan, yuk, kita simak bareng-bareng informasi mengenai Mengenal Karakter Pria Berdasarkan Tas yang Dipakai


Sumber: pixabay.com


Backpack

Sesuai dengan desain backpack yang biasanya simple dan tidak ribet, para pria yang senang menggunakan tas ransel ini konon memiliki karakter dan kepribadian yang tidak ingin susah atau ribet, Sobat. Mereka senang melakukan segala hal dengan simple dan praktis. Adapun pria yang memakai backpack di depan, biasanya memiliki sifat yang cenderung tertutup dan tidak mudah percaya pada orang lain. Mereka sangat protektif dengan dirinya dan hal-hal yang dimiliki.

Messenger Bag

Para pria dengen messenger bag atau tas selempang konon cenderung kurang bijak dalam menjalani hidupnya. Bila menghadapi situasi yang objektif mereka cenderung tidak adil dan suka memihak. Hal ini karena mereka menggunakan tas yang beratnya tidak terdistribusi dengan baik, bisa menjadi berat ke kanan atau ke kiri. Kondisi tas yang berat sebelah ini  lama kelamaan memengaruhi kepribadian mereka.

Konon katanya begitu.... Entah bener apa nggak, mari kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.... :D

Tas Pinggang

Konon lagi, para pria pengguna tas pinggang ini merupakan pria dengan karakter yang hemat dan efisien. Biasanya mereka cenderung disiplin dan tidak boros baik waktu maupun materi. Ia akan selalu menepati janji yang ia buat.

Wah, wah... Sepertinya banyak yang bakal beralih memakai tas pinggang nih, setelah membaca artikel ini, hihihi.... :D

Briefcase

Tas briefcase memiliki bentuk kaku dan biasanya hanya dibawa untuk berpergian ke kantor. Meskipun desainnya menampilkan kesan yang kuat, serius dan mapan, namun pria yang menggunakan tas ini konon cenderung insecure terkait dirinya. Mereka takut dianggap remeh oleh orang lain. Hal inilah yang menyebabkan mereka bersembunyi di balik penampilannya. Simbol ini sebenarnya ditujukan untuk menjaga image dan apa yang sebenarnya ada di dalam hati mereka.

Nah, Sobat, itulah beberapa jenis tas dengan karakter dan kepribadian yang mencerminkan sifat (konon) para penggunanyaYah, terlepas dari benar atau tidaknya model tas bisa mencerminkan kepribadian seseorang, yang terpenting adalah bagaimana meminimalisir sifat minus sehingga tidak menjadi penghalang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.