Monday, December 4, 2017

Tips Hemat Belanja Saat Promo Harbolnas 2017 di Bukalapak

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Kembali tentang Harbolnas. Kalau beberapa waktu lalu saya sudah memosting artikel tentang cara mencari tahu promo harbolnas, kali ini saya akan memberikan Tips Hemat Belanja Saat Promo Harbolnas 2017 di Bukalapak.



Sobat pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Bukalapak, bukan?

Bukalapak merupakan salah satu situs belanja online yang bisa dipilih oleh masyarakat untuk dapat belanja dengan aman dan nyaman. Bukalapak menawarkan barang dengan harga yang murah, salah satunya dengan berbelanja saat Harbolnas. Sama seperti tahun sebelumnya, di promo Harbolnas 2017 kali ini Bukalapak juga akan menawarkan berbagai barang dengan harga yang lebih murah.

Promo yang ditawarkan Bukalapak cukup banyak. Ada promo diskon yang dapat berlaku untuk waktu tertentu, misalnya saat harbolnas, yaitu tanggal 12 Desember. Ada pula promo lainnya seperti cashback, gratis ongkos kirim, dan lain-lain. Bagaimana? Cukup menarik kan, Sobat?

Nah, supaya belanja Harbolnas nggak bikin kantong bolong nih, Sobat, maka ada baiknya kita mengetahui Tips Hemat Belanja Saat Promo Harbolnas 2017 di Bukalapak terlebih dahulu, di antaranya sebagai berikut:

1. Menginstal aplikasi Bukalapak
Tips pertama agar lebih hemat dan murah berbelanja barang saat promo harbolnas 2017  adalah dengan menginstal aplikasi Bukalapak. Aplikasi ini dapat kita unduh dengan mudah di Google Play. Hal ini untuk membantu kita berbelanja di Bukalapak dengan lebih mudah dan cepat. Selain lebih mudah untuk melakukan transaksi dan juga bebas untuk melakukan pemilihan barang, penggunaan aplikasi ini juga sangat bermanfaat untuk pembeli, karena memberi kesempatan bagi pengguna untuk mendapatkan voucher di Bukalapak. So, dengan voucher itu kisa bisa lebih menghemat pengeluaran kita saat berbelanja.

2. Membandingkan harga di toko
Tips selanjutnya untuk belanja dengan harga termurah saat harbolnas di Bukalapak tentu saja adalah dengan membandingkan harga di berbagai toko online terpercaya yang ada di Bukalapak, Sobat. Kita bisa memperoleh barang dengan harga termurah dengan cara mengurutkan pencarian berdasarkan harganya. Jika ingin melihat dari yang termurah, berarti urutkan dari harga barang termurah.

3. Mengetahui jadwal promo harbolnas
Tips hemat untuk mendapatkan promo yang diinginkan saat harbolnas 2017 di Bukalapak lainnya adalah dengan mengetahui jadwal promonya. Biasanya akan ada waktu dari hari dan juga jam untuk barang tertentu yang ditawarkan dengan harga yang termurah. Pantengin, tuh. Sehingga, kita bisa memilih promo barang yang diinginkan dari jadwal promo yang ditawarkan oleh Bukalapak saat harbolnas 2017.

4. Mengetahui syarat dan ketentuan promo
Tips terakhir agar dapat belanja hemat saat promo harbolnas 2017 adalah dengan mengetahui syarat dan ketentuan promo. Biasanya, Bukalapak akan memberikan syarat dan juga ketentuan untuk mendapatkan promo harga barang termurah saat harbolnas tersebut. Misalnya dari minimal barang yang dibeli, subsidi ongkos kirim, cara pembayaran, serta promo belanja hemat saat harbolnas 2017 di Bukalapak melalui aplikasi.

Oke, Sobat. Itulah tadi Tips Hemat Belanja Saat Promo Harbolnas 2017 di Bukalapak. Semoga bermanfaat.

Sunday, December 3, 2017

5 Hal yang Harus Diingat Oleh Penderita HNP

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum. Kali ini, saya mau berbagi mengenai 5 Hal yang Harus Diingat Oleh Penderita HNP. Tapi sebelumnya, saya mau curhat dulu sedikit. Boleh, yaaaa... :D

Sobat. Jika boleh diumpamakan, HNP atau Hernia Nucleus Pulposus ibarat hembusan angin. Tak terlihat, tapi bikin badan semriwing. Umumnya penderitanya terlihat sehat bugar di luar, tapi menderita sakit perih yang amat sangat di dalam. Kalau sedang kumat, hedeuh, serasa dunia hanya milik berdua. HNP dan yang merasakannya. Maknyuusss... Periiiih... Bagai luka dikucurin garam yang kabarnya... lagi mahal. *eeeh...

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) (gambar: physiotherapy.ir)


Dihinggapi penyakit ini, saya pernah merasakan kondisi di mana saya begitu putus asa. Terutama saat saya masih bekerja sebagai guru di sebuah sekolah swasta. Beban dan jam kerja yang tidak sedikit, kerap membuat HNP saya kumat. Namun, selalunya rasa sakit itu saya simpan sendiri. Sebab saya bingung, entah bagaimana menjelaskan soal sakit ini sementara dari tampilan luar saya tampak baik-baik saja. Alhasil, pain killer menjadi sahabat setia untuk meredam sakitnya, yang efeknya malah membuat magh saya kumat karenanya.

Beruntung, selain Allah, saya punya suami yang mau menjadi tempat berkeluh kesah di rumah. Yang Ketika saya mewek karena sakit di punggung, di pinggang, di panggul yang menjalar hingga telapak kaki, beliau begitu ikhlas hati memberi servis sana-sini. Bahkan menggantikan berbagai pekerjaan rumah pun beliau lakoni. Ditambah lagi ada anak yang begitu pengertian, yang saya tau dia menunggu seharian untuk diajak bermain, tapi ketika saya pulang dan malah langsung tiduran, dia cuma bilang, "Kasiannya Bunda. Istirahat yang enak ya, Nda...." Hiks. Nikmat mana lagi yang saya ingkari? Ada banyak hikmah yang saya dapat di antara rasa sakit ini.

Orang yang sudah terkena HNP, sudah pasti tidak bisa lagi melakukan aktivitas sebagaimana orang yang tidak terkena HNP. Nggak boleh grusa grusu dalam bergerak. Yah, jangankan bergerak, hanya duduk dan berdiri agak lama saja bisa membuat punggung sakit luar biasa. Rasanya seperti patah dan rasa nyerinya menjalar hingga kaki. Pinggang dan panggul serasa mau copot. Byuh, byuh... Super maknyus deh, pokoknya. Karenanya, sebagai penulis, saya musti pintar-pintar mencari posisi menulis agar HNP tidak kumat. 

Untuk menghindari kumatnya HNP, berdasarkan info yang saya dapat di Grup Bersahabat dengan HNP di Facebook, maka, setidaknya ada 5 Hal yang Harus Diingat Oleh Penderita HNP, yaitu:
1. Waspada terhadap posisi-posisi rawan
Bagi orang sehat, posisi-posisi seperti membungkuk, bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba, ataupun membawa beban berat semisal galon, mungkin adalah hal yang biasa dan tidak menimbulkan masalah. Namun, lain halnya bagi penderita HNP. Posisi-posisi tersebut bisa menjadi sebab kumatnya penyakit HNP yang menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Jika sudah demikian, aktivitas-aktivitas ringan lainnya pun menjadi sulit dilakukan.

2. Rutin berenang
Beberapa teman menyarankan saya untuk rutin berenang ketika tahu bahwa saya menderita HNP. Sebab, berenang terbukti sangat baik dan bahkan bisa menyembuhkan HNP. Renang dapat meredakan nyeri, melancarkan peredaran darah, serta memperkuat otot-otot tulang belakang.

3. Menjaga berat badan
Untuk yang ini, saya sangat merasakan sekali, Sobat. Ketika berat badan saya naik, rasa nyeri saat HNP kumat terasa berlipat-lipat. Perih bangeeeet sampe bikin Hayati nggak tahan untuk nggak bilang lelah. Karenanya, penting bagi penderita HNP untuk menjaga berat badan di antaranya dengan cara menjaga pola makan dan olahraga teratur.

4. Membiasakan diri melakukan peregangan sebelum melakukan aktivitas fisik
Sobat, setiap melakukan aktivitas fifik, maka biasakan terlebih dahulu untuk melakukan peregangan. Hal ini untuk menghindari risiko terjadinya cidera serta timbulnya rasa nyeri. Selain itu, peregangan juga bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri yang sudah terlanjur muncul.

5. Membiasakan diri untuk tidur di tempat tidur yang keras dan rata
Nah, kalau yang ini, gunanya untuk memperbaiki postur tulang belakang, Sobat. Meski saya sendiri masih harus membiasakan diri untuk ini. Kalau pas kumat, biasanya saya berbaring di lantai beberapa saat, sambil melakukan gerakan senam HNP. Setelah itu, rasa nyeri akan jauh berkurang. Tapi untuk tidur, saya belum mencoba. Soalnya kalau berbaring di permukaan keras terlalu lama, badan malah terasa kretek-kretek karena belum terbiasa.

Oke, Sobat. Itulah tadi 5 Hal yang Harus Diingat Oleh Penderita HNP. Semoga bermanfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar dalam melakukan terapi penyakit HNP.

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sobat, kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu pengalaman liburan saya bersama keluarga, yaitu Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung.

Hotel Arinas (foto kolpri)

Ketika itu, saya dan keluarga baru beberapa hari kembali dari kampung halaman saya, dalam rangka silaturahmi lebaran Idul Fitri 2017. Badan masih capek dan bisa dibilang kurang fit. Namun, Syahid, anak saya, sudah ingin sekali bepergian ke tempat wisata, sebagaimana kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang sedang berlibur. Tentu saja, saya dan suami tidak lantas mengabulkannya. Rata-rata tempat wisata di Lampung cukup jauh dari rumah kami. Paling dekat Museum Lampung, itu pun sudah sering sekali kami kunjungi. Sementara Syahid mudah sekali mabuk kendaraan. Kami khawatir, kondisi itu malah membuatnya sakit. Kami ingat saat mengunjungi pantai mutun bersama keluarga kakak, pulangnya Syahid demam karena kecapean dan kepanasan.

Baca juga:


Menginap di Hotel Arinas, harga kamar nggak bikin kantong cemas

"Kalo gitu kita nginap di hotel aja!" Usul Syahid.

Mendengar usulan itu, saya dan suami pun setuju. Menginap di hotel dengan suasana baru dan pastinya berbeda dengan di rumah kami, tentu akan memberikan pengalaman seru dan menyenangkan. Karenanya, tak lama kemudian, kami sudah asyik intip-intip bermacam hotel di Lampung via Traveloka. Setelah pingin pilih hotel ini hotel itu, hihi, akhirnya pilihan jatuh pada Hotel Arinas dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Berdasarkan detail kamar yang kami lihat di Traveloka, Hotel Arinas memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Setiap pilihan kamar mulai dari superior, deluxe, executive, dan suit room, sudah dilengkapi dengan AC, TV, In house movie, sofa, meja, kulkas, jendela, coffee/tea maker, dan air mineral.

2. Kamarnya cukup luas, mulai dari 18 hingga 24 meter persegi. Adanya jendela besar di tiap kamar juga membuat ruangan jadi terasa lega dibandingkan yang tidak ada jendela.

3. Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami, sangat strategis (tengah kota, dekat dengan mall seperti Ramayana, Chandra, dan Simpur Center), di area hotel ada toko roti, apotek, klinik untuk praktik dokter, Toko Buku Gramedia, tempat refleksi, dll.

4. Harganya nggak bikin kantong cemas. Nah, ini nih, pertimbangan yang paling penting buat kami, hehe... Hotel Arinas memang termasuk hotel budget sih, ya... Bintangnya juga cuma satu  nggak nyampe bintang toedjoe, hehe... Walaupun demikian, fasilitas yang kami lihat di app Traveloka juga lumayan. Nggak kalah sama hotel-hotel mahal.

Receptionis (foto kolpri)

Untuk gambaran mengenai service real Hotel Arinas, kami juga terlebih dahulu membaca-baca review pengunjung yang pernah menginap di sana. Jadi, selain kelebihan, kami juga bisa tau apa saja kekurangannya. Di antara keluhan yang kami baca adalah mengenai sarapan yang kurang bervariasi serta tempat tidur yang keras. Baiklah... Saya pikir kekurangan itu tidak terlalu krusial, ya. Memangnya sekeras apa sih, tempat tidur di hotel? Masak iya sekeras batu, huehehe... Namun, sebagai usaha untuk menghindari pengalaman yang kurang menyenangkan bagi liburan Syahid di hotel, kami akhirnya memutuskan memesan kamar eksekutif seharga Rp. 331.628,-.

Setelah booking kamar Hotel Arinas di Traveloka dan melakukan transfer pembayaran, kode booking pun saya dapatkan di email tak lama kemudian. Alhamdulillah....

Pengalaman Menginap Seru dan Lucu di Hotel Arinas Lampung



Lepas dzuhur, kami bersiap-siap menuju hotel Arinas. Saya memesan Go Car via app Gojek yang saya install di Android, dengan harap-harap cemas, karena ini merupakan pengalaman pertama menggunakannya. Tentang hal ini, akan saya ceritakan lain waktu. Alhamdulillah, dalam waktu singkat, driver Go Car kami dapatkan dan ia pun datang menjemput kami tak lama kemudian.

Belum jauh perjalanan, Syahid vomit di mobil. Rupanya, Syahid masuk angin. Hari itu langit memang mendung dan sempat turun hujan. Ditambah lagi, Syahid sedikit banget nelen makanan waktu sarapan.  Sudah tidak sabar pingin segera ke hotel. Kami juga melewatkan makan siang karena berpikiran sama, ntar aja makannya saat tiba di hotel. Hiksss...

Alhamdulillah, sebelum berangkat saya sudah siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau Syahid vomit. Minyak telon juga yang selalu ready di tas tiap ke mana-mana bawa Syahid.

Tak lama kemudian, kami pun tiba di Hotel Arinas. Syahid yang sempat lemes sehabis vomit, langsung seger dan ceria lagi, hehe...

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Masuk ke ruang lobi yang didominasi warna krem dan coklat, kami disambut oleh dua receptionist yang cukup ramah. Check innya cepat dan nggak pake ribet. Saya hanya diminta memperlihatkan KTP dan memberikan uang jaminan sebesar Rp. 50.000,-. Setelah itu, kunci kamar pun langsung pindah tangan.

Sesaat saya mengedarkan pandangan. Di sisi kiri dari meja receptionist, tampak set sofa coklat yang sangat nyaman untuk diduduki. Ada hiasan pohon kelapa dan beduk, maklum masih moment Idul Fitri. Di sisi kanan ruangan, ada ruang menonton TV yang cukup luas untuk para tamu, dilengkapi dengan meja-meja, sofa, dan kursi-kursi santai lainnya.

"Nda, Nda, ayok kita ke kamar!" Kata Syahid, yang sudah tidak sabar. Ia ambil kunci kamar dari tangan saya dan berjalan mendahului menuju lift yang terletak di ujung lorong kanan meja receptionis.

Kamar kami berada di lantai lima. Liftnya sangat cepat dan tenang hingga dalam waktu sangat singkat kami sudah tiba. Begitu ke luar dari lift dan berjalan beberapa langkah, kami langsung sampai di depan pintu kamar. Dengan bersemangat, Syahid memasukkan kunci kamar Hotel Arinas yang masih manual dan langsung beruwow uwow ria begitu pintu terbuka.

"Wow! Luas ya, kamarnya!"

Hihihi.... Maklumin aja, yah. Ini baru kali ke dua Syahid menginap di hotel ^_^ Jangankan dia yang masih anak-anak, emak bapaknya aja antusias liat suasana baru. Apalagi si emak. Bahagia banget cuma ngeliat kamar luas plus kasur yang siap ditiduri. Nggak ada tumpukan setrikaan dan cucian piring di dapur :D :D

Kamar Hotel Arinas (foto kolpri)

Eee, tapi... "Kok, sofanya cuma satu? Padahal kan, di Traveloka gambarnya dua sofa untuk eksekutif room. Tea makernya juga nggak ada. Gelasnya cuma satu..." Emak protes. Kalau begini, gagal deh, rencana duduk syantik berdua suami sambil ngobrol minum kopi.... Tapi, rasa kecewa terobati ketika Syahid berseru takjub menatap dari jendela besar kamar, "Liat, Nda, Pak! Kereta Api!"

Iya, nun jauh di belakang hotel, ada rel kereta api. Mungkin karena kami di lantai 5 atau karena relnya jauh, suara kereta apinya tidak mengganggu sama sekali. Kami pun jadi asyik bertiga memandangi dan mengomentari kereta api, huehehe...

Meski terkesan old fashion, suasana kamar di Hotel Arinas sangat menyenangkan. Pemilihan paduan warnanya bikin tenang, terutama saat malam hari. Cahaya lampunya pingin tidur cepat-cepat. Hommy banget deh, pokoknya. Kamarnya juga luas bikin Syahid leluasa mo jejingkrakan atau gelindingan ke sana kemari. Dia juga bisa nonton film-film kartun via TV tabung yang lumayan gede.

Terlepas dari tea maker, 1 sofa, dan 1 gelas yang where are they i don't know, semua fasilitas di kamar oke. Kenapa tetap saya bilang oke? Karena tea maker diganti dengan service berupa air panas di dalam termos yang dikasih tiap kita request ke dapur. Begitu pula gelas yang juga diantar setelah saya request. Pingin request sofa juga sih... Tapi ya sutralah... Lagian ada meja kaca yang bisa jadi dikasih sebagai ganti sofa. Soalnya di Traveloka saya liat tidak ada meja kaca ini.

Selanjutnya, saya berinisiatif mengintip kamar mandi. Bukan apa-apa, saya termasuk susah beradaptasi dengan kamar mandi selain kamar mandi di rumah. Paling nggak bisa nyium bau atau nginjek yang licin-licin. Alhamdulillah. Saya lega karena ternyata kamar mandinya yang cukup luas itu bersih banget. Toiletriesnya juga sudah disediakan.

Setelah mengecek kamar mandi, saya lihat suami duduk-duduk di tempat tidur dengan ekspresi wajah yang sedikit aneh.

"Kenapa, Pak?" Selidik saya.
"Ternyata bener, Nda. Kasurnya keras...."
"Hah?!"

Saya langsung melompat ke kasur. Wah, iya, keras, hahaha... Ya sebenernya bukan keras, sih... Tapi lebih kepada nggak ada membal-membalnya gitu. Seolah-olah kasurnya pir semua. Meski kita lompat-lompat, kasurnya yang hampir setebal dua jengkal saya itu stug aja gitu, hihihi...

"Wah, cocok nih, buat penderita HNP alias Hernia Nucleus Pulposus kayak Bunda. Bisa tidur anget tapi posisi tetap lurus nggak melengkung," kata saya, seraya nyengir kuda.

Saat mencoba koneksi internet, ternyata Wi-Fi nya timbul tenggelam. Persis review yang kami baca di Traveloka. Padahal kalo pas lagi konek dan lancar, kecepatannya lumayan kenceng, sih...

Restoran Hotel Arinas (foto kolpri)

Teringat bahwa kami belum makan siang, saya kemudian mencoba memesan makanan ke resto. Tapi ternyata, baru ada pergantian shiff sehingga kemungkinan pesanan akan sedikit lama. Ogah menunggu lama, kami memutuskan untuk kemon saja ke mall terdekat untuk cari makan. Jaraknya nggak seberapa jauh, bisa jalan kaki.

Hari beranjak sore. Setelah kenyang dan Syahid puas bermain-main di Timezone mall, kami pun kembali ke kamar hotel. Saya belanja sedikit camilan untuk dimakan di hotel. Usai makan malam, kami menghabiskan kebersamaan kami di sana dengan mengobrol, bermain, makan-makan, dan sebagainya.

Menjelang tidur, bapak dan Syahid meminta selimut dan menggelarnya di lantai.
"Lho, lho, pada nggak tidur di kasur?"
"Ngga, Nda. Takut nggelinding..."

Jiaaaa HA, HA, HAAA.... Ada-ada aja. Jadilah semalaman itu saya sendiri yang tidur di kasur. Sementara Syahid dan bapak begoleran di lantai. Wkwkwk... Kayaknya baru kali ini deh, ada orang yang yang menginap di hotel tapi tidurnya di lantai :v :v

Sarapan Puas di Restoran Hotel Arinas

Subuh yang menyenangkan. Kerlip lampu berkilauan dari rumah-rumah di kejauhan, terlihat dari jendela kamar hotel yang gordennya sudah saya buka. Kurang lebih pukul tujuh pagi, kami turun untuk sarapan di resto yang terletak di sisi belakang gedung. Restonya bisa dibilang sangat luas dan setiap meja cukup untuk menampung satu keluarga. Setelah mengobrol sebentar dengan embak-embak pelayan resto mengenai penambahan jatah sarapan untuk 1 guets room, kami pun mengambil menu di meja prasmanan.

Ngopi-ngopi dulu abis sarapan (foto kolpri)

Menu sarapan terdiri dari nasi dengan lauk berupa sambal telor, bihun tumis, dan orek tempe, serta lontong sayur yang sudah pasti ada lontong dan kuah sayur mayurnya :D . Selain itu, ada juga pilihan kue pastry dan roti isi, serta teh dan kopi. Meski menu pilihannya tidak banyak, rasanya lumayan enak. Terutama kue pastri dan roti isinya. Kopinya juga jos banget bikin keinget-inget sampai sekarang. Alhamdulillah. Puas dan kenyang deh, kalo soal sarapan. Meski sangat disayangkan, kami tidak jadi makan buah karena buah potongnya tidak segar lagi dan terasa asam.

Setelah sarapan, kami sempat pose-pose sebentar sebelum akhirnya kembali ke kamar. Selanjutnya, kegiatan kami hanya menemani Syahid main dan juga mengobrol-ngobrol di kamar. Kurang lebih jam 10 siang, kami bersiap-siap check out dari hotel. Saat check out, uang jaminan saat check in dikembalikan Rp. 25.000,- karena 25 ribunya untuk membayar sarapan untuk 1 orang. Murah, bukan? Saya dan suami duduk-duduk santai di sofa lobi sambil menunggu Go Car pesanan datang, sementara Syahid menonton TV di ruangan sebelah. Tak lama kemudian, Go Car datang dan kami pun tiba di rumah dalam keadaan masih segar bugar. Syahid tidak mabuk perjalanan dan tetap ceria. Alhamdulillah...

Lihat juga video di Hotel Arinas Lampung



Penilaian untuk Hotel Arinas

Kelebihan:
1. Kamar luas
2. Jendela besar
3. Kamar mandi bersih dan air lancar
4. Pemanas air di kamar mandi lancar
5. Sarapan enak
6. Bersih, suasana tenang dan nyaman
7. Strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, apotek, toko buku Gramedia, dll.

Kekurangan:
1. Beberapa fasilitas tidak ada atau kurang, tidak sesuai yang kami lihat di Traveloka, seperti tea maker, 1 gelas, dan 1 sofa.
2. Wi-Fi tidak lancar.
3. Tempat tidur keras.

Nilai dalam angka: 7,5

Saturday, December 2, 2017

5 Cara Mudah Mencari Tahu Promo Belanja Harbolnas

Hai, Sobat Jejak.

Sobat, pada zaman now nih, yang namanya belanja online adalah hal yang sudah sangat biasa. Selain mudah dan praktis, belanja online juga memberikan beberapa keuntungan lainnya. Yaitu kita bisa mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah. Kita juga bisa dengan santai melihat-lihat dulu display barang di toko online sebelum memutuskan untuk membelinya.

Bagi Sobat yang sudah biasa melakukan belanja online, pasti sudah tidak asing dong, dengan yang namanya promo belanja Harbolnas alias Hari Belanja Online Nasional? Saat Harbolnas, kita bisa mendapatkan barang-barang dengan promo bahkan diskon besar-besaran dari berbagai e-commerce di Indonesia.



Kabarnya nih, Sobat, ada sekitar kurang lebih 208 e-commerce akan ambil bagian pada Harbolnas yang akan berlangsung pada 12-14 Desember nanti. Wuih, kekepin dompet kuat-kuat ya, Sobat. Jangan sampai kalap. Hehehe...

Sobat, sebelum kita melakukan belanja online di momen Harbolnas, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu mengenai promo belanja Harbolnas tersebut. Nah, berikut 5 Cara Mudah Mencari Tahu Promo Belanja Harbolnas:

1. Update informasi
Sobat, untuk mencari tahu promo belanja harbolnas, maka kita harus update informasi. Biasanya sih, di media sosial juga banyak seliweran orang-orang yang berbagi informasi mengenai Harbolnas. Kalaupun tidak ada, Sobat bisa mencarinya dengan cara browsing atau mendatangi langsung marketplace langganan Sobat.

2. Perbanyak aplikasi
Sobat, mendownload dan menginstal aplikasi semisal bukalapak dan sejenisnya juga dapat membantu kita mencari tahu promo belanja harbolnas.

3. Persiapan sejak awal
Persiapan awal yang bisa kita lakukan untuk mencari tahu promo belanja Harbolnas di antaranya dengan menentukan terlebih dahulu barang-barang yang ingin dibeli. Selain memudahkan mencari harga promo, hal ini juga untuk menghindarkan kita dari sekadar membeli barang yang sebenarnya belum begitu kita butuhkan. Setelah menentukan barang yang akan dibeli, barulah kita berselancar di beberapa marketplace untuk melihat dan membandingkan langsung harga promonya.

4. Cermat membaca ketentuan promo
Sobat, cara mudah untuk mencari tahu promo belanja harbolnas di antaranya juga bisa dengan membaca secara cermat ketentuan promo. Hal ini dikarenakan ada beberapa marketplace yang terkadang memberikan syarat-syarat belanja dengan harga promo. Misalnya, harga promo bisa didapatkan setelah belanja sejumlah sekian. Jadi, jangan sampai niatnya ingin menghemat dengan mendapatkan harga promo, ternyata malah jadi boros karena terjebak dengan syarat-syarat belanjanya.

5. Pilihan mencari tahu data langsung
Mencari data langsung di sini maksudnya adalah dengan cara mendatangi laman marketplace, kemudian membandingkan harga promonya dengan marketplace-marketoplace lainnya, sehingga kita dapat mengetahui dan membandingkan harga promo belanja harbolnas dari masing-masing marketplace tersebut.

Oke, Sobat. Itulah tadi 5 Cara Mudah Mencari Tahu Promo Belanja Harbolnas. Semoga bermanfaat.

Sunday, November 26, 2017

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Hai, Sobat Jejak, assalamualaikum.

Sobat, ibarat rumah yang memerlukan tiang untuk menyangganya agar kokoh berdiri, begitu pun negeri ini, Indonesia. Dibutuhkan pilar-pilar kuat yang mengakar di setiap lini kehidupan, agar negeri ini menjadi negeri yang kuat, kokoh, tidak mudah digoyahkan.

Oleh karena itu, MPR RI terus melakukan upaya sosialisasi 4 Pilar MPR RI ke berbagai daerah-daerah di Indonesia, salah satunya di Provinsi Lampung. MPR RI pun menggandeng netizen Lampung yang pada kesempatan ini dinahkodai oleh Komunitas Tapis Blogger, untuk turut membantu menyosialisasikan 4 pilar MPR RI tersebut. Sosialisasi yang dikemas dalam acara santai Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini dilaksanakan pada hari Ahad, 19 Nopember 2017, di Swiss-Belhotel Lampung.

Ketua MPR RI - Zulkifli Hasan (foto: IG Zainudin Hasan)


Sisa hujan masih terasa dan mendung di langit masih menggelayut manja, ketika saya dan dua rekan saya dari Tapis Blogger tiba di pelataran Swiss-Belhotel Lampung pada kisaran pukul 17.30 WIB. Senyum ramah Bell Boy menyambut kami ketika akan memasuki lobi.

"Selamat sore..."
"Sore..."

Belum tahu lokasi ruangan ngobrol bareng MPR RI, tak lantas membuat kami celingukan mencari-cari. Sebab, panitia perwakilan Tapis Blogger yang telah terlebih dahulu stand by di tempat, sigap menyambut di lobi dan mengantarkan kami menuju lokasi yang terletak di lantai dua hotel.

Usai melakukan registrasi, kami pun memasuki ruangan. Menyapukan pandang ke sisi kiri, tampak dua kursi dengan dua meja bundar yang masing-masing terdapat kertas bertuliskan Ketua MPR dan Sekjen MPR di atasnya. Di belakang kursi, terpajang backdrop yang cukup besar berisi ucapan selamat datang kepada netizen Lampung di acara Ngobrol Bareng MPR RI. Sementara itu, di sisi kanan ruangan, meja-meja bundar dengan kursi-kursi yang mengelilinginya telah siap ditempati oleh peserta.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto kolpri)


Waktu maghrib menjelang. Walau tak terdengar suara adzan berkumandang, kewajiban shalat harus tetap ditunaikan. Usai shalat maghrib, para peserta pun dipersilakan untuk menikmati menu makan malam yang telah disediakan di meja prasmanan.

Tak lama kemudian, acara Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pun dimulai. MC perwakilan dari Tapis Blogger, Bang Yandigsa, meminta peserta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dipimpin oleh dirigen manis yang jomblo lamarable, Desma Hariyanti, peserta pun menyanyikan lagu kebangsaan tersebut dengan khidmat dan penuh penghayatan.

Selanjutnya adalah sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Biro Humas MPR RI, Ibu Siti Fauziah, S.E., MM. Kemudian dilanjutkan dengan sedikit pengenalan tentang Tapis Bloger oleh Bang Yandigsa.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekjen MPR RI, yaitu Bapak Ma’ruf Cahyono SH. MA. Kata Pak Ma'ruf di dalam sambutannya, ada hal penting di dalam bangsa ini yang perlu terus diinternalisasikan ke dalam masyarakat. Oleh karena itulah, MPR RI mengajak para netizen Lampung untuk turut serta menjadi penyampai informasi yang efektif, terkait 4 Pilar MPR RI, kepada masyarakat, sehingga nilai-nilai ideologi dan konstitusi negara dapat terus terawat serta tidak mudah dirampas oleh negara-negara lain.

Pak Ma'ruf lantas menguraikan 4 Pilar MPR RI yang terdiri dari:
1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
2. UUD NRI Tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara
3. NKRI Sebagai Bentuk Negara
4. Bhineka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: Heni Puspita)


Ujar Pak Ma'ruf, kita sebagai bangsa Indonesia, harus senantiasa menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang religius. Tanamkan juga keyakinan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang memanusiakan orang lain. Humanisme. Saling menghargai dan menghormati. Bukan sebaliknya.

Lebih lanjut, Pak Ma'ruf mengimbau agar senantiasa menyuarakan persatuan, bukan perpecahan. Jaga selalu sikap nasionalisme, sesuai dengan sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia. Lalu, amalkan sila ke-4 Pancasila dengan membiasakan diri bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Jangan mengambil keputusan dengan cara yang dapat menimbulkan konflik. Seperti marah, memaki-maki, dan juga memaksakan pendapat pribadi. Kalau caranya begini, Bang, lelah hati Hayati...

Selain itu, Pak Ma'ruf juga mengatakan bahwa kita harus selalu bersikap dan berlaku adil kepada siapun. Jangan sampai karena perbedaan suku, agama, warna kulit, kita jadi bersikap tidak adil, diskriminasi, dan sebagainya. Toh, keberagaman itu merupakan rahmat dari Allah. Maka, tetap junjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap bersatu di pelaminan, eh, satu jua, maksudnya.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto kolpri)


Dengan suara tenang dan intonasi yang enak didengar, Pak Ma'ruf menambahkan. Jadikan wajah orang Indonesia wajah yang ramah. Suka menyapa. Gunakan tangan kita semua untuk bekerja keras, suka menolong, membimbing dan menuntun, serta menggandeng yang lemah. Ah, damai sekali membayangkannya.

Sembari mendengarkan pemaparan Pak Ma'ruf dan merangkumnya via live tweet, saya meraih stiker berisikan Implementasi Sila-sila Pancasila. Diam-diam, saya pun tercenung membacanya. Betapa indahnya kehidupan berbangsa dan bernegara ini andai nilai-nilai itu benar-benar diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi Sila-sila Pancasila

Sila ke-1: Ktuhanan yang Maha Esa
1. Berhenti saling menyakiti, mulailah saling menghargai. 
2. Berhenti saling merendahkan, mulailah menghargai perbedaan. 
3. Berhenti takabur, mulailah bersyukur.

Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab
1. Stop marah-marah, mulailah bersikap ramah. 
2. Berhenti memaki, mulailah memakai hati. 
3. Berhenti curiga, mulailah menyapa.

Sila ke-3: Persatuan Indonesia
1. Berhenti berseteru, mulailah bersatu. 
2. Berhenti memaksakan, mulailah berkorban. 
3. Berhenti mencari perbedaan, mulailah bergandeng tangan.

Sila ke-4: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
1. Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat. 
2. Berhenti besar kepala, mulailah berlapang dada. 
3. Berhenti bersilat lidah, mulailah bermusyawarah.

Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1. Berhenti malas, mulailah bekerja keras. 
2. Stop diskriminasi, mulailah toleransi. 
3. Berhenti menang sendiri, mulailah berbagi.

Sobat Jejak. Keberadaan 4 Pilar MPR RI diharapkan dapat terus disosialisasikan, mengingat generasi terus berganti. Jangan sampai kids zaman now dan seterusnya menjadi asing dengan yang namanya Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Generasi bangsa ini harus memiliki ideologi yang kuat dan punya daya saing," ujar Pak Ma'ruf.

Di akhir sambutannya, Pak Ma'ruf juga membacakan Manifesto. Entah siapa pengarangnya, yang pasti telah sukses membuat hati saya tidak karu-karuan mendengarnya. Terharu.

MANIFESTO

Masih Indonesiakah kita
setelah sekian banyak jatuh bangun
setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

Masihkah kita meletakkan harapan di atas kekecewaan
persatuan di atas perselisihan
musyawarah di atas amarah
kejujuran di atas kepentingan

Ataukah ke-Indonesia-an kita telah pudar
dan hanya tinggal slogan dan gambar?

Tidak!

Karena mulai kini, nilai-nilai itu kita lahirkan kembali
Kita bunyikan dan kita bimikan
menjadi jiwa dan raga setiap manusia Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke
kita akan melihat lebih banyak lagi
senyum ramah dan tegur sapa
gotong royong dan tolong menolong
kesantunan bukan anjuran tapi kebiasaan
kepedulian menjadi dorongan

Dari terbit hingga terbenamnya matahari
kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh
berkeringat karena semangat
kerja keras menjadi ibadah
ketaatan menjadi kesadaran
kejujuran menjadi bagian harga diri dan kehormatan

Wajah mereka adalah wajah Indonesia yang sebenarnya
tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati
keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya

Hari ini kita gemakan, Ini Baru Indonesia!

Usai sambutan oleh Pak Ma'ruf, finally, ketua MPR RI, Bapak Zulkifli Hasan beserta rombongan datang dan memasuki ruangan. Hadir pula dalam rombongan, Bapak Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, yang merupakan adik kandung Pak Zul. Kedatangan Pak Zul dan rombongan ditandai dengan meningkatnya militansi para netizen yang duduk di deretan depan dalam membidikkan kamera.

Cekrek!
Cekrek!

Saya yang kebetulan lagi mager, memilih menggunakan kesempatan itu untuk memijit-mijit jempol tangan kanan yang lumayan ngilu karena kebanyakan mainin Twitter...

Oke, lanjut.

Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI (foto: Arif Budiman)


Usai menyampaikan apresiasinya kepada Netizen Lampung dan Tapis Blogger, Pak Zul, panggilan akrab Pak Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa kemajuan teknologi di zaman sekarang ini mempermudah kita dalam menyosialisasikan suatu informasi. Misalnya, informasi mengenai potensi wisata daerah, kuliner, dan sebagainya. Oleh karena itu, lanjut Pak Zul, generasi zaman now harus melek teknologi. Supaya tidak dinosaurus alias ketinggalan zaman. Wah, unik juga nih, istilah yang dipake si bapak.

Selain itu, teknologi juga mengikis sekat antara rakyat dan pemerintah. Kalau dulu, kata Pak Zul, orang kampung beliau mana tahu sepak terjang beliau di pemerintahan. Kalau sekarang? Jangan ditanya. Tinggal browsing atau bilang, "Oke Google!" Sreeeet... Segala informasi tentang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan langsung ngejembreng di internet dari A sampai Z. Nah, supaya tidak dinosaurus, maka politik dan pemerintahan juga harus melakukan penyesuaian dengan perilaku era digital.

Penyebaran informasi yang semakin mudah melalui kemajuan teknologi diharapkan dapat pula menumbuhkan rasa bahwa permasalahan di negeri ini adalah menjadi urusan bersama. Bukan lagi hanya sebatas urusan bupati, walikota, gubernur, dan seterusnya. Sehingga, jalan keluar bagi segala permasalahan negara juga menjadi tanggungjawab bersama.

Menurut Pak Zul, ada 4 permasalahan besar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonsesia saat ini, yaitu:
1. Kemiskinan
2. Kesenjangan
3. Korupsi
4. Ketidakpercayaan atau distrust

Netizen Lampung - MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Di era digital seperti sekarang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh generasi zaman now agar tetap bisa esksis, yaitu: cintai daerah dengan sungguh-sungguh, mengerti budaya, adat-istiadat, dan sejarah bangsa. Bangsa ini merdeka bukan dengan sim salabim, melainkan melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dari para pendahulu.

Melanjutkan wejangannya, Pak Zul mengatakan bahwa generasi zaman now harus smart. Jangan minder. Tunjukkan potensi diri sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mari bersama-sama mengimplementasikan jadikan 4 Pilar MPR RI, agar bangsa ini menjadi bangsa yang kokoh dan disegani.

Netizen Lampung - MPR RI (foto: IG Zainudin Hasan)


Usai menyampaikan pemaparannya, Pak Zul memberikan kesempatan kepada netizen untuk mengajukan pertanyaan. Ada 3 netizen yang bertanya, yaitu Neny Suswati, Lilih Muflihah, dan Yoga Pratama.

Tak terasa, malam semakin larut dan acara Netizen Lampung Ngobrol Bareng MPR RI - Sosialisasi 4 Pilar MPR RI pun sudah tiba di penghujungnya. Seperti kebanyakan acara-acara pada umumnya, tak ada lagi yang lebih ditunggu setelahnya selain sesi foto bersama. Maka, tanpa menunda-nunda, semua peserta langsung siaga dengan kamera di tangannya. Seolah berlomba mengabadikan moment terbaik bersama ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!

Tuesday, November 14, 2017

Seminar Nasional HIMPSI Lampung - Bullying dan Penanganannya

Hai, Sobat Jejak. Assalamualaikum.

Sabtu, 11 Nopember 2017, alhamdulillah saya dan dua teman dari Tapis Blogger berkesempatan menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh HIMPSI Lampung, dengan tajuk Bullying dan Penanganannya. Hadir sebagai pemateri dalam seminar yang diadakan di Aula Fakultas Pertanian ini, Ibu Dr. Dipl. Psych. Ratna Djuwita, Psi. Beliau adalah dosen di Universitas Indonesia yang meraih gelar Doktor Psikologi dengan disertasi berjudul Dilema Saksi Perundungan: Membela Korban atau Mendukung Pelaku? Peranan Orientasi Nilai, Kebahagiaan Psikologis, dan Keyakinan Efikasi dalam perilaku Menolong Saksi Perundungan.



Seminar yang sukses mendatangkan kurang lebih 230an peserta yang berasal dari berbagai profesi seperti dosen, guru, ibu rumah tangga, dan aktivis masyarakat ini juga dihadiri oleh Drs. Sulpakar, MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung. Di dalam sambutannya, Bp. Sulpakar memberikan apresiasinya terhadap HIMPSI Lampung, khususnya atas terselenggaranya Seminar Nasional Bullying dan Penanganannya, mengingat maraknya kasus bullying baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Beliau juga menyarankan agar melakukan sosialisi tentang bullying di masa pengenalan lingkungan sekolah (MOS), serta meminta HIMPSI untuk jangan ragu menghubungi diknas dalam rangka kerjasama memberikan edukasi mengenai bullying di sekolah-sekolah.

Sekilas Tentang HIMPSI Lampung
HIMPSI adalah singkatan dari Himputan Psikologi Indonesia. HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi Indonesia, yang didirikan pada 11 Juli 1959 dengan nama Ikatan Sarjana Psikologi (ISPsi). Nama ini kemudian diubah menjadi HIMPSI pada tahun 1998.

Kini, organisasi yang memiliki misi utama melakukan pengembangan keilmuan dan profesi psikologi di Indonesia ini telah tersebar dalam 25 wilayah provinsi di Indonesia, salah satunya di Lampung.



Di dalam sambutannya saat Seminar Nasional Bullying dan Penanganannya, Ketua HIMPSI Lampung, Ibu Renyep Proborini, M. Ed. Psi. mengatakan, bahwa HIMPSI Lampung terbentuk pada bulan Desember 2016. Walau usianya masih muda, namun, HIMPSI Lampung telah cukup banyak melakukan kegiatan sosial, di antaranya bakti sosial rehabilitasi narkoba dan pelatihan konseling untuk para polisi di Lampung. Terbentuknya HIMPSI Lampung didasari oleh rasa terpanggil untuk turut serta membantu kesehatan jiwa dan mengatasi berbagai permasalahan di Lampung.

Apa yang Dimaksud dengan Bullying?
Melalui slidenya, Bu Ratna Djuwita menuliskan bahwa bullying atau disebut juga dengan perundungan adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang merasa tidak berdaya secara sengaja, dengan maksud untuk menyakiti secara fisik/verbal/psikologis.

Bullying sebenarnya merupakan gejala "alamiah" yang sudah nampak pada anak-anak sejak usia batita. Bullying yang terjadi pada anak-anak usia batita biasanya diintervensi langsung oleh orangtua dengan cara dicegah, dihentikan, dan dinasihati. Selain kemungkinan besar dapat menghentikan bullying pada saat itu juga, hal ini juga akan menginternalisasi nilai kepada anak bahwa yang namanya kekerasan bukanlah hal yang positif.

Sebaliknya, apabila pelaku bullying dibiarkan, maka si anak akan mengnternalisasikan nilai bahwa yang namanya kekerasan adalah hal yang wajar untuk dilakukan. Inilah yang menyebabkan kemungkinan berulangnya tindak bullying oleh pelaku yang sama di kemudian hari.



Bullying bisa terjadi di mana saja. Di rumah, di sekolah, di arena bermain, di jalan, di lapangan, bahkan di laman media sosial. Bullying pun bisa terjadi pada siapa saja dan ironisnya pelakunya terkadang tidak melulu mereka yang memiliki pandangan positif terhadap kekerasan. Bahkan, orang yang ngakunya benci kekerasan dan bullying pun bisa menjadi pelaku bullying. Termasuk orangtua dan juga guru.

"Aduh Nak, kamu kok kurus banget, kayak ranting pohon..."

Bullying.

"Hayo, nulisnya yang bagus, dong. Jangan kayak cakar ayam."

Bullying.

"Masak gitu aja nggak bisa!"

Bullying.

Hikssss.... :(

Penyebab Terjadinya Bullying
Menurut Bu Djuwita, penyebab terjadinya bullying di antaranya dikarenakan adanya kebutuhan anak yang tinggi untuk merasa eksis. Anak ingin diakui, dianggap punya power, hebat, wow, dan keren. Apabila kebutuhan ini tidak mendapatkan penyaluran melalui hal-hal yang positif, maka akan cenderung disalurkan pada hal-hal yang negatif. Merasa hebat jika bisa mempermalukan teman, merasa keren kalau mengejek orang, dan sebagainya.

Selain itu, kebutuhan anak akan berkelompok juga sangat tinggi. Anak cenderung melakukan sesuatu yang membuatnya bisa diterima dalam sebuah kelompok. Karenanya, peranan orangtua dan sekolah sangat penting dalam hal membimbing anak-untuk untuk mencari kelompok serta kegiatan yang akan mengarahkannya kepada hal-hal positif.

Karakteristik Pelaku Bullying
Sebagaimana penyakit yang rata-rata memiliki gejala yang bisa dikenali, demikian pula dengan pelaku bullying. Berikut karakteristik pelaku yang perlu diketahui untuk membantu kita mencegah terjadinya bullying:
1. Suka mendominasi orang lain
2. Mudah marah dan cenderung impulsif
3. Menganggap kekerasan adalah hal yang wajar
4. Empati rendah
5. Toleransi rendah / sulit menerima perbedaan
6. Seringkali pelaku pernah atau masih menjadi korban bullying
7. Seringkali pelaku merupakan orang bermasalah di sekolah, namun, kadang pula merupakan siswa yang pandai dan mudah bergaul.



Karakteristik Korban Bullying
Karakteristik korban bullying terbagi menjadi:
1. Tipe klasik, ciri-cirinya antara lain: pencemas, mudah menyerah, minder atau tidak percaya diri, dan kadang-kadang juga memiliki fisik yang lemah.
2. Tipe provokatif, yang seringkali juga merupakan korban bullying (bully victim). Ciri-cirinya antara lain: agresif, sering sengaja menyakiti orang lain, pemberontak, perilakunya sering dianggap menyebalkan oleh guru dan teman-teman, sehingga apabila ada siswa lain yang membalasnya, maka ia pun menjadi korban bullying tanpa ada yang membela.

Tanda-tanda Anak Mengalami Bullying
Anak yang mengalami bullying biasanya akan menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
1. Enggan ke sekolah atau tempat di mana ia sering dibully
2. Sering mengalami luka/memar/sakit pada bagian tubuh/baju robek/kehilangan barang atau uang dan tidak dapat menjelaskan penyebabnya
3. Perilaku berubah menjadi pendiam, murung, cemas, dan mudah tersinggung
4. Tidak mau bercerita tentang kejadian-kejadian di sekolah
5. Prestasi menurun
6. Kadang sulit tidur
7. Mengatakan bahwa tidak punya teman.

Sobat Jejak. Kita tidak bisa mengawasi anak-anak kita selama 24 jam. Apalagi jika ia sudah memasuki usia sekolah. Saat ia luput dari pengawasan kita, bisa jadi ia mengalami bullying di luar sana. Meskipun kita semua tentunya tidak pernah berharap hal itu akan terjadi, namun, tidak ada salahnya jika bersikap "aware" terhadap anak-anak kita ya, Sobat. Apabila anak menunjukkan gejala-gejala di atas yang di luar kebiasaannya, jangan cuek, cek dan ricek barangkali ia telah mengalami tindakan bullying, sehingga hal tersebut dapat segera ditindak lanjuti.




Bagaimana Membantu Korban Bullying Secara Umum?
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu korban bullying secara umum:
1. Jadilah tempat curhat bagi sanak yang menjadi korban.
Biasanya, anak yang menjadi korban bullying cenderung tertutup dan malu untuk menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya kepada orang dewasa. Oleh karena itu, dorong ia untuk mau membuka diri. Katakan padanya bahwa ia menjadi korban bukan karena kesalahannya dan bahwa bercerita adalah langkah penting untuk membantunya keluar dari lingkaran korban.
2. Motivasi anak untuk memiliki minimal satu orang sahabat.
3. Biarkan anak mengembangkan minat dan bakatnya di luar lingkungan sekolah, untuk membangun rasa percaya dirinya.
4. Laporkan pada pihak yang bisa dipercaya dapat menyelesaikan masalah secara bijak
5. Diskusikan strategi untuk mencegah anak menjadi korban bullying dan dorong ia untuk mencoba strategi yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.

Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia TK-SD?
Di usia TK-SD, pelaku bullying biasanya hanya satu atau kelompok yang sangat kecil. Motivasi pelaku umumnya adalah untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, atau justru karena ingin berteman. Nah, untuk membantu anak yang menjadi korban bullying di usia ini, berikut hal yang bisa dilakukan:
1. Langsung hentikan ketika melihat kejadian berlangsung
2. Katakan pada pelaku bahwa apa yang ia lakukan tidak baik dan ajak ia berpikir tentang apa yang ia rasakan apabila anak yang dibully itu adalah dirinya.
3. Yakinkan korban untuk berani speak up atau melapor, misalnya kepada guru, satpam, dan orangtua.
4. Bimbing anak yang berkonflik untuk bernegoisasi dan menyelesaikan permasalahannya.
5. Perkuat budaya saling menghormati, saling menyayangi, saling menolong, serca cinta damai baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
6. Diskusikan dengan teman-teman si pelaku dan korban, tentang apa yang harus mereka lakukan apabila melihat tindakan bullying. Misalnya melerai, melapor kepada guru, dan sebagainya.



Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia SMP-SMA?
Di usia ini, biasanya kelompok pelaku bullying semakin besar. Di kota-kota besar, misalnya, bullying terjadi karena adanya senioritas, di mana kakak kelas menindas adik kelas, terutama yang baru masuk sekolah. Adapun tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu korban bullying di usia ini adalah sebagai berikut:
1. Prevensi bullying dengan sosialisasi pada orangtua, siswa, dan pihak sekolah (kepala sekolah, guru, karyawan, petugas)
2. Yakinkan para saksi bullying untuk melaporkan kejadian dan yakinkan mereka bahwa itu bukanlah tindakan berkhianat kepada teman, sebaliknya, untuk menyelamatkan teman.
3. Perkuat rasa persaudaraan antar siswa, guru, dan orangtua siswa
4. Perkuat budaya saling menghormati, saling menyayangi, saling menolong, serca cinta damai baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
5. Berikan tindakan konseling baik kepada pelaku maupun korban bullying.

Bagaimana Membantu Korban Bullying Usia Mahasiswa?
Di usia mahasiswa, pelaku bullying adalah kelompok kecil dan intensitasnya relatif kecil. Tindakan yang dapat dilakukan untuk membantu korban bullying pada usia ini adalah:
1. Yakinkan anak bahwa yang bermasalah adalah pelaku
2. Ajak anak untuk mengeksplore tentang apa dan bagaimana cara menghadapi bullying
3. Berikan kepercayaan kepada si anak untuk mengatasi permasalahannya dengan strategi yang telah didiskusikan.
4. Jika anak merasa tidak mampu menyelesaikan, dorong dia untuk tidak ragu melapor kepada pihak kampus.

Strategi Melindungi Diri Agar Tidak Menjadi Korban Bullying
Bu Ratna Djuwita mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi diri agar tidak menjadi korban bullying, yaitu:
1. Diamkan, tidak usah ditanggapi, lalu tinggalkan lokasi/pelaku
2. Jangan sendirian, baik di sekolah, arena bermain, dalam perjalan pergi dan pulang. Usahakan untuk selalu berada di antara kelompok. Ingat, domba yang sendirian adalah sasaran empuk bagi para serigala.
3. Hilangkan apa yang dicari pelaku
4. Tanggapi dengan humor

"Bulet amat badan lo kayak bola sepak."
"Yoi, Bro. Makanya gue nyampe sekolah paling pagi. Soalnya tinggal nggelinding."

5. Lapor. Namun, akan lebih baik jika hal ini dilakukan oleh saksi atau orang yang melihat kejadian (bystander), untuk menghindari kemungkinan pelaku semakin mengintimidasi korban karena tidak terima korban melapor.

Nah, Sobat Jejak. Itulah tadi beberapa informasi yang saya dapatkan saat mengikuti Seminar Nasional HIMPSI Lampung mengenai Bullying dan Penanganannya. Semoga bermanfaat.

Sunday, November 5, 2017

Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin

CURUP BERINGIN


Pagi masih belia ketika saya dan teman-teman Tapis Blogger menuntaskan sarapan kami di Hotel Duta, tempat kami menginap.  Bang Yandigsa, blogger Kotabumi yang bisa dibilang penanggung jawab kami selama di Lampung Utara, mengingatkan kami untuk bergegas, karena sudah ditunggu oleh Bu Endah, istri Bupati Lampung Utara, beserta rombongannya di rumah dinas.

Rumah Dinas Bupati Lampung Utara ternyata tidak jauh dari Hotel Duta. Kami hanya perlu berjalan beberapa langkah menuju zebra cross, menyeberang, dan sampai. Di halaman rumah dinas, tampak bu bupati dan rombongannya sudah bersiap-siap dengan seragam olahraga.


Briefing - Halaman Rumah Dinas Bupati Lampung Utara (kolpri)

Usai berkenalan sekilas, briefing sekejap, kami lalu berdoa, dan masuk ke mobil-mobil yang telah disediakan. Saya dan teman-teman Tapis Blogger berada di mobil yang sama, dengan Pak Yadi, sebagai driver kami. Sesaat kemudian, iring-iringan mobil kami pun melaju kencang menuju destinasi wisata alam Lampung Utara pertama yang akan kami kunjungi, yaitu Curup Beringin.

Perjalanan Menuju Curup Beringin

Curup artinya air terjun. Adapun penamaan Curup Beringin diambil berdasarkan keberadaan pohon beringin besar yang berada di dekatnya. Curup dengan ketinggian kurang lebih 40-an meter dan suasana alam yang masih sangat alami ini berada di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Waktu tempuh dari Kotabumi menuju Curup Beringin adalah kurang lebih satu jam. Adanya teman-teman yang seru dan menyenangkan, membuat perjalanan menjadi jauh dari kata membosankan. Karena itu saya sarankan, jika Sobat ingin wisata alam di Lampung Utara, ajaklah teman-teman. Jangan sendirian. Biar nggak bengong :D

Rumah panggung di Desa Tanjung Baru

Di sepanjang perjalanan menuju Curup Beringin, kami disuguhi pemandangan berupa kebun kopi, pepohonan seperti durian, rambutan, dan lain-lain. Sesekali juga tampak deretan rumah kayu panggung milik penduduk, yang tentunya akan memberikan kesan tersendiri bagi siapapun yang melewatinya. Kalau bagi saya sih, rasanya seperti pulang ke kampung asal orangtua, yang terletak di Peninjauan Baturaja, Sumatera Selatan.

Tiba di pemukiman penduduk sebelum Desa Tanjung Baru, Bu Endah beserta rombongan turun dari mobil. Bukan karena sudah sampai, melainkan karena beliau mau lanjut gowes sepeda ke tempat tujuan. Wuih, Ibuk, bikin mupeng. Saya juga kan mau nggowes, Buuuk...

Pose dulu sebelum nggowes sepeda (kolpri)

Berhubung sepedanya cuma cukup buat Bu Endah dkk, saya dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil. Tak lama kemudian, kami pun di Desa Tanjung Baru. Alhamdulillah.

Tadinya, saya berpikir bahwa kami akan langsung ke Curup Beringin, yang sudah dijadwalkan untuk dikunjungi. Namun, rombongan Bu Endah ternyata mau river tubing di sungai Way Abung dulu. Wah, saya baru tahu kalau di sungai Way Abung ada wisata tubingnya. Hal ini membuat saya dan teman-teman penasaran ingin mencoba juga. Sayangnya, peralatan tubing tidak mencukupi untuk kami semua. Hiks, terpaksa, deh, saya dan teman-teman Tapis Blogger batal tubing. Cuma Wawan, anggota Tapis Blogger, yang beruntung mencoba olahraga air yang pastinya sangat seru ini. Hiks. How lucky he is... :(

Mery dan Novi: Yah, nggak jadi tubing, deh... :( (kolpri)

Tenang, Dek adek... Nih, mas kasih life jacket buat pose2 syantik :p (kolpri)

Yeay! Kami (terlihat seperti) mau tubing! (kolpri)

Setelah rombongan berangkat menuju post tubing river, saya, Rinda, Merry, dan Novi, celingak celinguk nggak tau what should we do.

"Kita gimana, nih?"
"Tadi Bang Yandigsa katanya udah nelpon minta ojek jemput kita."
"Oh, oke."

Akhirnya, ojek yang menjemput kami pun datang. Melewati jalan berbatu dengan perkebunan sawit di kiri dan kanan, kami dibawa menuju Curup Beringin yang jaraknya sudah tidak begitu jauh. Tak lama setelah melewati tambang batu di sisi kanan jalan, kami akhirnya tiba di pos pemberhentian. Di sana, mobil-mobil yang tadinya kami tumpangi sudah terparkir syantik kayak Princess Syahrini. Tadi mereka memang duluan ke curup saat tahu kami ancang-ancang mau tubing dulu. Sayang kami gagal tubing dan terlanjur tertinggal. Hiks...

Dari post pemberhentian kendaraan, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat di mana tangga Curup Beringin berada. Tidak jauh, kok. Lokasinya bahkan sudah terlihat dari pos. Menyusuri jalan setapak, kita akan dimanjakan dengan hamparan pepohonan yang hijau membentang. Gemuruh air terjun atau Curup Beringin terdengar sayup di bawah sana dan akan semakin jelas ketika kita menuruni tangga.

Jalan kenangan, eh, jalan setapak menuju tangga Curup Beringin (kolpri)

"Tangga" menuju Curup Beringin (kolpri)

Tangga yang saya maksud masih sederhana. Bentuknya berupa dinding tebing yang dikeruk dan dibuat undakan menyerupai anak tangga. Cukup curam, tapi tidak terlalu sulit untuk menitinya. Mengingat ada tambang batu di dekat sana, sempat terbersit harapan bahwa suatu hari tangga tanah ini akan malih rupa menjadi tangga batu juga. Semoga. Mengingat wisata Curup Beringin ini begitu potensial mendatangkan wisatawan, penambahan fasilitas tangga batu tentunya menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Selain untuk keamanan, akses menuju Curup Beringin pun menjadi lebih mudah dan nyaman.

Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin

Menuruni undakan tanah menuju Curup Beringin, beberapa tumbuhan dari jenis Pterydophyta atau paku-pakuan cukup jamak saya temui. Juga jamur kayu dan aneka hewan seperti bekicot, belalang, kupu-kupu, dan juga....lipan! Huaaa, lompat!

Melewati rumpun bambu betung di sisi kiri jalan, udara segar aliran air Curup Beringin semakin terasa. Gemuruhnya Seolah-olah memanggil-manggil saya untuk segera menuju ke sana. Melangkah ke arah kanan, melompati bebatuan, menyeberangi jembatan berupa kayu melintang, Curup Beringin akhirnya terpampang nyata di hadapan saya!

Curup Beringin (kolpri)

Curup Beringin (kolpri)


Subhanallah. Maha Keren Allah yang telah menciptakan ayat kauniyah-Nya dengan begitu sempurna dan indah. Menggetarkan hati siapapun yang memandangnya. Menyadarkan diri betapa tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan-Nya. Terpesona, saya pun berjalan menuju curahan air terjun Curup Beringin. Menatapnya, menghayati gemuruhnya, menyesapi percikan kesegarannya yang menerpa wajah. Sungguh pesona alam yang membuat saya sesaat kehilangan kata-kata.

Duduk2 di bebatuan Curup Beringin (by. Mery)

Menit-menit berlalu tanpa terasa. Puluhan foto curup telah pula memenuhi meori kamera HP saya yang tidak seberapa. Namun, sebanyak apapun memotret, tetap tak cukup untuk mengabadikan semua keindahan yang saya lihat di sana. Jadi, bagi Sobat Jejak semua, pastinya tidak cukup juga kalau hanya membaca cerita saya tentang keindahan Curup Beringin di postingan blog ini aja. Kalau ada waktu, mendingan datang langsung ke sana dan buktikan sendiri bahwa beneran Curup Beringin - Keindahan Alamnya Ngangenin.

Tubing yang Gagal
Menyusuri aliran Curup Beringin, saya pun tiba di tepi sungai Way Abung. Belum lama menjejak tepiannya, saya melihat rombongan tubing yang akhirnya tiba di pemberhentian terakhir mereka, yaitu Curup Beringin.

Abung River Tubing. By Izzah Annisa (@izzahannisaa) on

Duh! Envy banget melihat mereka terayun-ayun, terombang-ambing, menabrak bebatuan, terjatuh, menjerit-jerit sambil tertawa gembira  di atas tube alias ban dalam mobil yang ditiup. Pengen nyobaiiiiin....

Karenanya, setelah ban-ban itu mendarat dan beberapa life jacket dan helm dilepas, saya, Novi, dan Merry memutuskan untuk mencoba. Ya, dooong, rugi kalau sudah jauh-jauh tapi tidak mencoba olah raga air yang seru ini. Apalagi, Abung River Tubing merupakan jenis wisata baru di Lampung, khususnya kabupaten Lampung Utara.

Tubing ala-ala Novi dan Mery (kolpri)

Wawan tubing beneran -_- (kolpri)

Abung River Tubing ini diprakarsai oleh teman-teman dari Komunitas Abung River Tube. Paket wisata river tube yang ditawarkan ada dua, yaitu paket pendek dan paket panjang dengan spesifikasi sebagai berikut:

Paket pendek
Biaya atau harga: Rp. 85.000,-
Panjang lintasan : 4 km
Lama perjalanan: 1-2 jam perjalanan
Fasilitas: makan siang dan snack

Paket panjang
Biaya atau harga: Rp. 110.000,-
Panjang lintasan: 8 km
Lama perjalanan: 7-8 jam perjalanan
Fasilitas: makan siang dan snack

Jika Sobat Jejak berminat bertubing ria di sungai Way Abung, Sobat bisa menghubungi teman-teman dari Komunitas Abung River Tube.

Abung River Tube & Air Terjun
IG: @abung_river_tubing
Line:  Line_Dadang_hw
WA: 0812-7211-1134

Oh, iya, saat tubing, teman-teman dari Abung River Tube akan melengkapi kita dengan perlengkapan pengaman berupa life jacket, helm, dan pelindung siku, Sobat. Jadi, jangan ragu untuk mencoba wisata seru yang satu ini, ya.

Senyum sumringah Bu Endah dkk, usai tubing lintasan pendek di sungai Way Abung - kecuali Mery, dia cuma gegayaan aja :p (kolpri)

Setelah mengenakan helm dan jaket pelampung, saya, Novi, dan Mery, bersiap meluncur dengan tube kami. Yah, lintasannya pendek, sih... Cuma sekitar 15 meteran gitu, deh... Tapi lumayan lah, daripada enggak sama sekali dan ujung-ujungnya kebawa-bawa mimpi. Sebelum meluncur, instruktur terlebih dahulu meminta kami untuk saling menautkan tube. Caranya adalah dengan meletakkan kedua kaki di bawah ketiak teman yang paling depan. Jadi urutan kami adalah: Novi paling depan, saya di tengah, dan Mery di belakang.

Siaaaaap? Meluncuuur....

Horeeee...

Saya, Novi, dan Mery, meluncur di atas tube kami sambil berteriak-teriak kesenangan. Aih beneran deh, tubing di sungai Way Abung asyik banget! Seruuu...

Tapi, lho, lho...

DUK!

Huaaaa... Tube kami menghantam jeram, Mery berteriak, tubenya terpisah dari saya dan Novi dan tertinggal di belakang. Sementara tube saya dan Novi meluncur tak terkendali mengikuti aliran sungai Way Abung yang deras, berputar-putar, dan...

GUSRAK!

Kami menabrak rumpun bambu yang menjulai ke arah sungai. Hiyaaaa, panik lagi deh, menghalau rumpun-rumpun itu agar tidak mengenai muka, diselingi teriakan Merry dan tawa mas-mas instruktur yang pastinya geli banget melihat tingkah kami.

Saya sudah mau bernapas lega ketika berhasil melepaskan diri dari rumpun bambu. Tapiii, yah, sepatu saya kok nggak ada sebelah!?

"Eh, itu sepatunya! Sepatunya hanyut! Yaaaah, kejaaaaar!"

Wkwkwk... Rasanya pingin ketawa guling-guling kalau ingat kejadian itu. Saya yang tidak mau kehilangan sepatu sebelah macam Cinderela, spontan turun dari tube untuk mengejarnya. Saya berhasil menggapai sepatu, Novi yang ketakutan memegangi saya, Mery yang sudah sampai di dekat kami segera memegangi Novi, jiaahahaha... Heroik banget itu perjuangan mengejar sepatu. Meskipun berakibat tubing gagal, kami tetap senang. Asli seru banget. Unforgetable deh, pokoknya.

Menuju ke hulu Curup Beringin (kolpri)

Naik ke tebing (kolpri)

Meski belum puas bermain air di sungai Way Abung, kami terpaksa menyudahinya karena rombongan akan segera melanjutkan perjalanan. Debit air Curup beringin semakin deras ketika kami naik. Setibanya di atas tebing, kami disambut dengan air mineral dan teh, serta makanan ringan berupa pisang, ubi rebus, dan buah durian yang sudah dikupas. Setelah perut cukup terisi, badan segar, dan sudah berganti pakaian di rumah penduduk, kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Spot wisata yang akan kami kunjungi berikutnya adalah Bendungan Way Rarem, yang terletak di Desa Pekurun, Kecamatan Abung Barat. Seru-seruan kami selama di sana insya Allah akan saya tulis di postingan selanjutnya. [Izzah Annisa - Tapis Blogger]

Mas Novrian - Rinda - Dendi - Izzah - Novi - Mery: menikmati minuman dan snack yang disiapkan teman2 Way Abung River Tubing. (kolpri)